Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 186


__ADS_3

"Tunjukkan permainanmu, Irene!" tantang Ares. Ia masih belum percaya jika wanita di sampingnya memang benar-benar Xunqi. Dalam bayangannya, Xunqi adalah gamer asal Tiongkok, bukan Irene.


Xunqi bersiap menghadapi lawan yang dipilih oleh sistem. Ares dan ketiga teman yang lain juga masuk dalam tim permainan itu.


"Ayo, Ares. Imbangi permainanku!" ucap Irene.


Dengan gerakan tangan yang lincah, Xunqi memainkan hero pilihannya untuk menghadapi lawan. Skill permainannya sudah tidak bisa diragukan lagi sebagai pemain senior yang pernah berada di puncak popularitas.


"Ares, teliti dengan sekitarmu. Lawan banyak yang mengincarmu. Jangan melamunkan aku terus!" tegur Irene. Ares terlihat payah dalam peemainnya.


Irene berusaha melindungi Ares dan teman satu timnya yang lain agar mereka tidak terluka. Skill yang Xunqi tunjukkan sangat mendominasi.


Battle yang mereka lakukan disiarkan langsung secara online. Angka penonton yang mengikuti live melesat dengan pesat. Kebanyakan tertarik menyimak karena ada Xunqi, jagoan mereka.


"Ye ... Kita menang!" seru Ares kegirangan. Tanpa sadar, ia berpelukan dengan Irene dan keduanya berteriak girang.


"Kalian kenapa?" tanya Alan yang kebetulan lewat setelah mengambil minuman dari bawah. Ia agak kesal juga melihat Irene dan adiknya tengah tertawa-tawa sambil berpelukan.

__ADS_1


Keduanya segera melepas pelukan saat Alan datang. Mereka tampak kikuk dan salah tingkah.


"Kita baru saja menang game, Kak!" ucap Ares.


"Menang game saja sampai segirang itu. Aku kira kalian baru menang tender," sindir Alan. Ia pura-pura cuek dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Kalau otak isinya bisnis yang dibayangkan memang tender terus. Kapan Kak Alan bisa santai sedikit saja," gumam Ares.


"Sudahlah, biarkan saja."


Tanpa mereka ketahui, Alan masih berusaha mengintip kedekatan keduanya. Ia sebenarnya penasaran apa yang mereka bahas sampai seasyik itu. Ia merasa tua untuk bisa mengimbangi perbincangan anak muda.


***


"Ren ... Lihat ini! Kamu jadi trending topik di internet!"


Ares sangat antusias memperlihatkan berita yang tengah viral. Nama Xunqi menjadi urutan pertama dalam daftar pencarian.

__ADS_1


Irene melihatnya dan agak cemberut. Ia menyesal telah mengatakan identitas aslinya kepada Ares. Hidup sebagai Irene yang sekarang saja sudah membuatnya kerepotan apalagi jika identitasnya sebagai Xunqi lebih menyebar luas.


"Res, hanya kamu yang aku beritahu kalau Xunqi adalah aku. Bisa tidak kamu merahasiakannya dari orang lain?" pinta Irene.


"Memangnya kenapa? Teman-temanku akan senang kalau tahu mamu Xunqi." Ares merasa heran. Orang pada umumnya sangat ingin terkenal sampai membuat tayangan yang nyeleneh. Irene punya kesempatan terkenal tapi menolaknya.


"Aku hanya tidak nyaman saja kalau banyak yang tahu. Bisa kan, merahasiakan hal ini?" Irene terlihat setengah memohon.


"Oke, tenang saja. Aku akan merahasiakannya."


Alan kembali terlihat cemburu melihat kedekatan Irene dan Ares. Ia sangat penasaran bagaimana game bisa membuat dua orang saling berjauhan. Ia hanya bisa memandangi dari jauh melihat keduanya sedang asyik bersenda gurau.


"Ares ... Irene ... Ayo turun ke bawah! Kalian harus sarapan dulu!" seru Alan. Ia hanya bingung menggunakan alasan apa untuk memisahkan mereka.


Mendengar panggilan sang kakak, keduanya berhenti bercanda dan langsung pergi ke ruang makan.


Di sana semua tengah berkumpul. Makan pagi kali ini meja makan lumayan terisi penuh. Meskipun tanpa kehadiran kakek mereka, kehadiran kakek dan nenek Irene mampu sedikit mengobati kesedihan mereka di hari imlek.

__ADS_1


__ADS_2