
Dengan mobil yang telah ditukar, Alan dan AI berada di garis start berdampingan. Mereka saling melemparkan pandangan dari balik kaca jendela.
Sebelum pertandingan dimulai, AI sempat menyuruh Joy mengecek mobil milik Alan yang akan ia naiki. Lelaki itu tampak tercengang mendengar kemauan AI. Ia susah payah mempersiapkan mobil untuknya, namun AI malah memilih memakai mobil orang lain.
Bendera tanda balapan akan mulai telah dikeluarkan. Ketika lampu tanda start menyala, seluruh peserta balapan langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal. Di area balapan, tak ada lagi kawan. Mereka saling bersaing memperebutkan posisi pertama.
Sepanjang balapan tak ada kendala yang Irene rasakan. Seperti biasa, ia mampu menyalip beberapa mobil yang sebelumnya ada di depannya. Kini, ia berada di urutan terdepan. Ada satu mobil yang mengalami kecelakaan, namun mobil itu bukan milik Alan. Irene sedikit merasa tenang.
Irene mencapai putaran terakhir balapan di hari pertama. Ia berhasil finish di urutan pertama. Tanpa disangka, Alan turut menyusul di belakangnya. Irene tidak menyangka jika Alan lumayan juga berkendara dengan mobil balapnya.
Irene kembali ke tempat timnya berada. Ia lihat mobil yang digunakan kembali dicek oleh teknisi.
"Bagaimana, apa ada yang aneh?" tanya Irene pada Jay.
"Saya rasa tidak ada, Nona. Sebelumnya juga tidak apa-apa. Kondisi mobil ini sangat bagus," kata Jay.
Irene merasa heran. Ia yakin semalam tidak salah dengar ada yang ingin mencelakakan Alan. Secara jelas ia mendengar mereka ingin melakukan sabotase terhadap mobil Alan.
Itu alasannya memaksa Alan bertukar mobil dengannya. Ia takut salah satu teknisi Alan menjadi pelaku. Namun, sepertinya dugaan dia salah.
"Hai, A.I," sapa Alan.
Irene cukup terkejut mendapati Alan menghampirinya. Ia membuka kaca helm yang dikenakannya. "Oh, hai, Alan." ia membalas sapaannya.
__ADS_1
"Selamat, sudah jadi yang pertama. Aku sudah menduganya," ucap Alan.
"Kamu juga hebat. Aku baru sekali ini bertemu balapan denganmu. Sangat lumayan."
"Aku ikut karena kamu."
"Oh, terima kasih." Irene tidak menyangka jika Alan merupakan fans AI. Padahal sudah cukup lama ia berhenti balapan dan Alan masih tahu tentangnya. Pastilah lelaki itu sudah mengikutinya sejak lama.
"Apa ini saatnya kita bertukar mobil?" tanya Alan.
"Sepertinya aku masih ingin memakai mobil milikmu. Apa kamu keberatan jika aku meminjamnya lagi?" tanya Irene.
Alan heran kenapa AI sangat tertarik pada mobilnya. Padahal, mobil milik AI sangat nyaman dikendarai. Ia bahkan yakin bisa finish di posisi kedua karena kondisi mobil itu yang sangat prima.
"Ah, boleh ... Pakailah kalau memang kamu suka," kata Alan.
"Terima kasih," ucap Irene.
"Em, apa bisa malam ini kita makan malam bersama?" tanya Alan.
"Ah, Sorry. Sepertinya aku ada janji lain. Mungkin lain kali."
Alan sedikit kecewa ajakannya ditolak oleh AI. Padahal ia kira AI akan sangat senang makan bersamanya setelah ia meminjamkan mobilnya.
__ADS_1
***
Malam hari Irene datang ke bar menemui Jay. Lelaki itu tampak sedang menikmati minumannya di meja Bar.
"Apa Anda mau minum juga, Nona?" tanya Jay.
"Tidak. Besok aku masih harus balapan. Mana bisa aku mabuk."
"Oh, baiklah. Biar aku minum sendiri." Jay meneguk minumannya.
"Kamu juga jangan terlalu mabuk. Aku masih membutuhkanmu untuk mengecek kondisi kendaraan."
"Hahaha ... Anda memang sangat aneh, Nona. Saya sudah susah payah mempersiapkan mobil dengan kondisi terbaik, tapi Anda malah memilih mobil orang lain." Jay seperti sedang mengutarakan protesnya.
"Aku tetap berterima kasih padamu, Jay. Aku khawatir dengan lelaki itu. Sepertinya ada yang sedang mengincarnya," kata Irene.
Jay mengerutkan dahi. "Mengincar lelaki itu? Apa maksud Anda?"
"Aku dengar ada yang mau merekayasa mobilnya supaya kecelakaan. Karena itu aku memintanya bertukar mobil," kata Irene.
Jay tercengang. "Anda benar-benar gila, Nona. Itu artinya Anda sedang berusaha menukar nyawa dengan orang lain. Bagaimana kalau Anda sendiri yang celaka?" omelnya.
Irene tersenyum. "Makanya aku membutuhkanmu. Aku bisa finish dengan selamat hari ini berkat dirimu. Terima kasih," ucap Irene.
__ADS_1