Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 287


__ADS_3

Percakapan mereka menjadi semakin dalam, mengalir seperti ombak yang terus menerus memukul pantai. Arvy merasa lega bisa berbicara dengan seseorang yang dapat memahami perasaannya, sementara Jeha memberikan dukungan dan semangat yang sangat dibutuhkan.


"Sebagai seorang artis baru, aku telah menghadapi banyak tantangan dalam perjalanan karierku. Terkadang, dunia hiburan bisa sangat kejam dan penuh tekanan. Namun, aku belajar untuk tetap tegar dan tidak membiarkan kata-kata negatif menghancurkanku." Jeha menceritakan tentang perjalanan hidupnya sebagai seorang artis baru.


"Aku juga tidak yakin awalnya kamu busa bertahan. Bagaimana kamu bisa tetap tegar di tengah tekanan dan kritik?" tanya Arvy.


"Itu tidak mudah sih, Kak. Awalnya aku belajar menerima diriku apa adanya. Aku menyadari bahwa tidak mungkin menyenangkan semua orang, dan kritik tidak selalu berarti bahwa aku buruk. Aku memilih untuk memfokuskan energi dan perhatianku pada hal-hal yang membuatku bahagia dan membuatku berkembang sebagai seorang artis," terang Jeha.


"Itu terdengar seperti perspektif yang kuat. Bagaimana kamu menghadapi kata-kata negatif atau hinaan dari orang lain? Bukankah itu sulit?" Arvy terlihat semakin penasaran dengan Jeha.


"Aku memilih untuk melihat kata-kata negatif sebagai kesempatan untuk tumbuh dan belajar. Seringkali, mereka yang memberikan hinaan tidak mengenal diriku secara pribadi. Aku tidak ingin membiarkan mereka menentukan harga diriku. Aku berusaha menjadi lebih baik, tetapi bukan karena mereka, melainkan karena diriku sendiri."


Kata-kata Jeha sangat menusuk perasaan Arvy. Selama ini ia bertahan di dunia hiburan memang karena tidak pernah peduli pada ucapan orang. Tapi, hanya karena Adila, ia jadi seperti orang lain.

__ADS_1


"Aku kagum dengan kebijaksanaanmu, Jeha. Hebat kamu bisa mempertahankan motivasi dan semangat di tengah tekanan," puji Arvy.


"Motivasi dan semangatku datang dari cinta dan gairahku terhadap pekerjaan. Aku selalu mengingat alasan mengapa aku memilih jalur ini. Aku ingin menyampaikan pesan dan emosi melalui seni. Ketika aku merasa lelah atau kecewa, aku mengingat tujuanku dan terus berusaha."


Sejenak Arvy terkagum-kagum dengan sosok Jeha. Ia tidak tahu jika artis baru yang pernah diremehkannya sebijak itu pemikirannya. "Itu prinsip yang bagus. Untuk maju tidak perlu takut gagal," katanya.


"Kegagalan adalah bagian dari karir. Aku belajar untuk tidak takut gagal, tetapi untuk bangkit kembali dan mencoba lagi. Setiap kegagalan merupakan pelajaran berharga yang membantu aku tumbuh dan berkembang. Aku berusaha memanfaatkannya untuk menjadi lebih baik di masa depan."


Arvy senyum-senyum. "Aku terinspirasi dengan sikap dan ketekunanmu, Jeha. Punya pola pikir yang positif memang hal yang bagus."


"Itu adalah nasihat yang sangat berharga. Aku merasa terinspirasi dengan sikap dan kebijaksanaanmu, Jeha. Terima kasih telah berbagi pengalaman hidupmu dengan aku. Aku memang butuh perspektif yang positif seperti ini." Arvy merasa hatinya menjadi tenang setelah berbicara dengan Jeha.


"Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup, tetapi penting untuk tetap menjaga semangat dan mencari sisi positifnya. Kakak memiliki banyak bakat dan potensi, dan aku yakin Kakak bisa mengatasi permasalahan yang sedang kamu hadapi," ujar Jeha.

__ADS_1


"Aku akan mencoba menerapkan pemikiran dan pandangan baru ini dalam hidupku. Aku tidak ingin membiarkan kegagalan dan kritik meruntuhkan semangatku."


Arvy sepertinya mulai tersadar bahwa ia harus bergerak maju. Adila secara terang-terangan telah menolaknya. Ia tidak bisa jalan di tempat atau mundur ke belakang lagi.


"Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekatmu juga. Kadang-kadang, berbagi beban dengan orang lain dapat meringankan perasaan dan memberikan sudut pandang yang berbeda," nasihat Jeha.


"Aku akan mengingat itu. Terima kasih telah mendengarkan dan memberikan nasihat yang berharga ini, Jeha," kata Arvy


Dari perbincangan dengan Jeha, Arvy mendapatkan wawasan baru tentang kekuatan pemikiran positif, ketekunan, dan cinta pada seni. Dia merasa lebih bersemangat untuk menghadapi tantangan yang ada di hadapannya dan mengejar impian dan tujuannya dengan keyakinan.


Saat matahari perlahan terbenam di cakrawala, Arvy dan Jeha berdiri dan melambaikan tangan satu sama lain. Mereka tahu bahwa pertemuan mereka tidak hanya kebetulan, tetapi merupakan titik balik dalam hidup mereka.


Arvy pulang dengan semangat baru dan tekad untuk memperbaiki hubungannya dengan Adila, sambil menjaga keyakinan dan keberanian yang diberikan oleh percakapan dengan Jeha. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membiarkan kegagalan atau kritik merusak mimpi dan semangatnya.

__ADS_1


Percakapan mereka di tepi pantai menjadi sebuah momen berharga dalam perjalanan hidup keduanya. Mereka mungkin berjalan ke arah yang berbeda, tetapi persahabatan dan dukungan mereka tetap terjaga.


__ADS_2