
Tok tok tok
Pintu kamar Irene kembali digedor pagi ini. Seperri biasa, jika jadwalnya berangkat dengan Ares, lelaki itu pasti tidak bisa memberikan pagi yang tenang untuk Irene.
"Irene, cepat! Bisa telat kita!" teriak Ares dari depan pintu kamar Irene.
"Brisik! Tunggu sebentar!" terdengar suara sahutan dari dalam.
"Hari ini pengumuman hasil ujian, aku tidak sabar untuk mengetahuinya! Cepat sedikit, Irene!" desak Ares.
"Iya, iya!" teriak Irene.
Klak!
Akhirnya pintu kamar itu terbuka. Muncullah sosok Irene yang terlihat kesal dengan kelakuan Ares pagi ini.
"Kalau seperti ini terus, aku bisa kena darah tinggi gara-gara kamu!" ketus Irene dengan wajah judesnya.
"Aku kan baik supaya kamu tidak telat ke sekolah. Ayo berangkat sekarang!" ajak Ares.
"Haah ... Kenapa putra dari keluarga Narendra sepertinya tidak ada yang beres!" keluh Irene.
"Wah, harusnya kamu katakan langsung di depan Kakek. Aku ingin tahu apa yang akan Kakek lakukan padamu berani menghina cucu-cucu kesayangannya," kata Ares.
Irene segera berhenti bicara. Ia lupa kalau Kakek Narendra orang yang galak dan tidak mudah ditebak.
Sesampainya di kampus, papan pengumuman telah penuh sesak oleh kerumunan mahasiswa yang penasaran dengan hasil ujian mereka. Memang, kampus sengaja menempelkan hasil pengumuman di papan meskipun telah jamannya digital. Ada keseruan melihat antusiasme mahasiswa setiap kali hasil ujian keluar.
"Tuh! Katanya mau mengecek. Penuh begitu mau desak-desakan?" kata Irene kepada Ares.
Mereka berdiri agak jauh dari kerumunan menantikan momen bisa mendapatkan ruang untuk melihat papan mengumuman.
"Kamu masih ingat dengan kesepakatan kita, kan?" tanya Ares.
"Iya. Main game, kan? Toh kamu belum tentu bisa masuk lima besar," ejek Irene.
Ares berdecih merasa diremehkan oleh Irene.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Ares dan Irene bisa mudah menembus kerumunan. Mereka meneliti nama-nama yang tertera di sana dengan teliti.
Ares mengembangkan senyum saat melihat namanya berada di peringkat 5 fakultasnya. Ia memamerkan namanya agar dilihat oleh Irene.
"Ya sudah, tentukan saja waktunya kapan. Aku akan memenuhi janjiku padamu," kata Irene dengan nada ketus. Sebenarnya, dalam hati ia turut senang dengan pencapaian yang Ares dapatkan.
"Setelah perkuliahan kamu temui aku di rooftop. Awas kalau nanti mainmu jelek!" ancam Ares.
"Lihat saja nanti bagaimana permainanku, kamu tidak usah menilaiku sekarang," tantang Irene.
__ADS_1
"Oke. Sampai jumpa nanti di atas," kata Ares.
Keduanya langsung berpisah menuju kelas masing-masing. Kebetulan hari ini memang mereka mendapatkan jadwal kuliah yang berbeda.
***
"Sudah selesai?" tanya Ares.
Ia tengah merebahkan diri dengan santainya bersandar pada tembok di rooftop. Irene baru saja datang setelah perkuliahannya selesai.
"Aku tipe orang yang suka menepati janji," kata Irene seraya duduk di sebelah Ares. Ia tampak mengeluarkan ponsel miliknya.
"Teman-temanku bukan pemain sembarangan. Kamu tidak boleh membuat kesalahan. Kalau sampai mempermalukan aku, habis nanti kamu, Irene!" ancam Ares lagi.
"Kalau aku yang berhasil, kamu yang akan aku pukuli sampai puas, Ares sialan!" Irene balik mengancam Ares.
"Buka aplikasi game milikmu! Nanti aku invite ke tim," pinta Ares.
Irene sudah tidak memiliki aplikasi permainan yang Ares maksud. Terpaksa ia harus mendownload ulang aplikasinya.
"Aduh, password-nya apa, ya?" gumam Irene lirih.
"Apa?" tanya Ares yang samar-samar mendengar ucapan Irene.
"Tidak, aku tidak bilang apa-apa," kilah Irene.
Terpaksa Irene membuat akun baru demi bisa memainkan permainan itu. Tentu saja level yang diperoleh merupakan level terendah karena Irene baru membuatnya.
Saat Irene mengeluarkan jurus mata melotot, Ares langsung menghentikan tawanya. Ia langsung memasukkan ID Irene ke dalam timnya yang beranggotakan lima orang.
'Kayaknya agak berat pasti harus sering mem-back up Irene yang masih Noob. Sabar, sabar ...," ucap Ares dalam hati.
Meskipun ia kelihatan suka meledek Irene, namun ia juga tidak ingin melihat Irene gagal dalam permainan kali ini.
"Siap ya, Irene. Kamu jangan pernah jauh-jauh dari Hero milikku," kata Ares.
"Siap, Tuan Muda," jawab Irene.
Keduanya bersiap memilih Hero yang akan dipakai dalam permainan. Sesekali Ares mencoba mengintip ponsel Irene, mengawasi wanita itu paham atau tidak dengan permainan yang akan mereka mainkan.
Beberapa saat kemudian, lawan yang ditentukan sistem terpilih. Tim Ares "Junior War" melawan tim "Amazing Black" yang berasal dari Qatar.
Permainan dimulai. Setiap anggota tim saling maju menyerang musuh. Ares menghadapi lawannya dengan gerakkan yang gesit. Kemampuan lawan hampir seimbang dengan tim mereka.
Tanpa disangka, level 0 milik Irene langsung mampu membuat satu lawan KO. Serangannya sangat cepat dan tepat sasaran hingga lawan kewalahan.
Ares sampai tercengang melihat kenyataannya. Tidak ia sangka pemain yang diremehkan ternyata mampu memberikan poin untuk tim.
__ADS_1
"Wah, keren juga Si Imut."
"Ayo, lanjutkan, Mut!"
"Keren, Ren!"
Ketiga teman Ares memuji permainan Irene melalui percakapan yang diaktifkan.
"Aduh, Ares ... Di belakang! Awas!"
Secara diam-diam, Hero milik Ares diserang lawan. Ia baru saja lengah mempertahankan Hero miliknya. Dengan kegesitan gangan ia mencoba menghindarkan Hero dari serangan lawan.
Hero milik Irene datang membantu dan langsung menghabisi Hero lawan. Ares kembali dibuat tercengang. Kali ini ia mengakui jika memang Irene ternyata tidak benar-benar pemain baru.
Pertandingan tim akhirnya berakhir dengan kemenangan berada di pihak "Junior War".
Saking senangnya, teman-teman Ares menambahkan akun Irene ke dalam daftar pertemanan. Mereka memasukkan Irene ke dalam grup chat tim.
Abigail: Hai, Ren-Ren ....
Chun.Zoe: Kita dapat pahlawan baru, weh ... Welcome Ren_Imut ๐๐ป
Tim: nemu dimana kamu @A_res? Gila gila dia mainnya bagus banget
Isi chat mereka berisi pujian untuk Irene. Tentu saja Irene senyum-senyum bangga kepada Ares. Sementara, Ares kurang suka Irene mendapatkan pujian berlebihan.
A_Rez: aku nemu @Ren_Imut di kolong jembatan guys. Anaknya dekil, kalian nggak usah naksir.
Abigail: tidak percaya kalau Ren-Ren jelek. Ares nggak mungkin punya kenalan jelek. Love you Ren ๐
Tim: jelek bisa dimaafkan, Ren. Asalkan permainanmu bagus. Aku juga ikut love you๐งก
Chun.Zoe: ini mana manusianya? Nimbrung dong @Ren_Imut.
Irene kembali mengeluarkan lirikan mautnya. Ia kesal dengan isi chat Ares tentangnya. Untung saja ketiga teman Ares lainnya tidak sejahat mulut Ares.
Ren_Imut: hai, kenalkan aku Irene. Senang bisa main bersama kalian. Kalau kedepannya permainanku bagus, tolong pertahankan aku di tim dan tendang saja si @A_Res dari grup ๐ฉ๐ฉ
Chun.Zoe: hahaha ... Ternyata Irene galak juga.
Abigail: jangan galak, Ren. Ares nanti nangis, kasihan.
Tim: permainan Irene aku rasa seperti permainannya Si Dewi Game, ya ....
Abigail: maksudmu Xunqi?
Tim: iya. Itu menurutku.
__ADS_1
Chun.Zoe: aduh, masih jauh lah Irene sama Xunqi. Jelas beda level. Jangan tersinggung ya, Ren. Xunqi itu pemain kelas dunia yang masuk top 5.
Tim: kalau sering bermain aku rasa Irene juga bisa sehebat Xunqi.