Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 130


__ADS_3

Irene masih tidak percaya niat baiknya membantu Arvy akan mendatangkan masalah. Dengan ragu ia masuk ke akun Hyena yang sudah bertahun-tahun tidak ia buka. Ia bahkan hampir lupa username dan passwornya.


"Aku harus menulis apa ya, untuk mengakhiri semua ini," gumam Irene.


Baru saja ia membuka kembali sudah banyak komentar yang masuk ke akunnya. Kebanyakan mengadukan tentang salah satu lagu baru Arvy yang dinilai sangat mirip dengan gaya musiknya.


Hujatan dari penggemarnya sendiri yang ditujukan kepada Arvy memang sangat kejam. Untuk orang yang tidak kuat mental, ia rasa bunuh diri akan menjadi pilihan penyelesaian.


"Aduh, mereka mengagumiku tapi kenapa menghujat artis lain dengan kejam? Harusnya tidak boleh begini," kata Irene sedih.


Irene tidak pernah menganggap dirinya artis saat menjadi Hyena. Ia hanya suka menyalurkan salah satu hobinya lewat bernyanyi dan menciptakan lagu. Karyanya bisa disukai oleh banyak orang merupakan bonus baginya.


Hyena memiliki banyak penggemar di dunia maya. Meskipun ia tak pernah menampilkan wajah aslinya, suara merdunya sangat mudah membuat orang jatuh cinta pada karyanya.


"Irene, ini!" Bian menyodorkan sebungkus eskrim kepada Irene yang tengah duduk di bangku taman sejak tadi.


"Terima kasih," kata Irene seraya membuka bungkusan es krim pemberian Bian.


"Kamu masih belum mau pulang?" tanya Bian.


"Belum. Aku sebenarnya menunggu jemputan, tapi belum ada yang datang."


"Oh, iya. Kamu sudah baca berita tentang Kak Arvy?" tanya Bian serius. Sebagai fans, ia cukup khawatir dengan kabar tidak baik yang menimpa idolanya.


Irene mengangguk. "Aku sudah membacanya di internet," kata Irene.

__ADS_1


"Hah ... Kamu pasti sudah membaca sendiri komentar-komentar sadis mereka, kan? Aku sungguh rasanya tidak kuat. Sampai aku balas komentar mereka untuk tidak menghujat Kak Arvy. Tapi, komentar jahat masih saja ada setiap hari," kata Bian.


"Aku dan fans Arvy yang lain tetap percaya dan mendukungnya apapun yang terjadi. Tidak mungkin Kak Arvy melakukan hal semacam itu," kata Bian.


Irene merasa terkesima dengan fans Arvy yang loyal. Ketika idolanya sedang terkena masalah, mereka tetap bertahan dan mendukung. Bahkan, memberi kepercayaan penuh pada idolanya.


Irene menyadari bahwa dirinya harus melakukan sesuatu. Ia tidak mau fans Arvy merasa sedih karena masalah itu.


"Kamu pulang bareng aku saja bagaimana? Biar aku antar," kata Bian menawarkan tumpangan.


"Tidak usah, kamu pulang duluan saja. Aku masih mau di sini," kata Irene.


"Ya sudah, jangan nangis kalau aku tinggal. Tadi juga sudah aku berikan es krim," kata Bian.


"Hahaha ... Sana pergi!" usir Irene.


Irene memutuskan untuk menelepon langsung Ron.


"Halo, Nona. Akhirnya kamu mau menghubungiku juga," kata Ron dari seberang telepon.


"Kenapa, Ron?" tanya Irene.


"Nona pasti sudah mengetahui sendiri berita tentang Arvy."


"Ya, aku sudah tahu."

__ADS_1


"Tolong bantuan Nona untuk klarifikasi. Kondisi di kantor sudah tidak baik-baik saja, Nona. Semuanya sangat kacau. Nona punya penggemar yang sangat agresif, kasihan Arvy. Mungkin mereka sangat merindukan karya Nona yang terbaru makanya menjadi bar-bar ketika ada karya orang yang mirip dengan Hyena," kata Ron.


"Iya. Aku juga ada niat untuk klarifikasi di akunku. Tunggu saja, aku akan berusaha memperbaiki keadaan," ucap Irene.


"Terima kasih atas bantuannya, Nona."


"Hm, sama-sama. Aku tutup dulu teleponnya," kata Irene.


Usai mengakhiri telepon, Irene segera menulis status di akun Hyena. Namun, ia kira video saat live akan lebih baik untuk melakukan klarifikasi. Irene pergi ke tempat yang sepi, memasang animasi karakter Hyena dan mulai merekam suaranya.


"Halo, semua ... Lama tidak berhubungan dengan kalian secara virtual. Aku sangat bahagia kembali membuka akun ini dan menerima cinta yang besar dari kalian.


Akan tetapi, di balik cinta kalian yang begitu besar terhadap karyaku, ada rasa sedih yang aku rasakan ketika membaca komentar kalian kepada seseorang.


Aku tahu kalian begitu ingin melindungiku dan tidak terima ada orang yang meniruku. Terima kasih atas niat baik kalian.


Hari ini akan aku sampaikan hal sebenarnya supaya tidak terjadi kegemparan seperti ini.


Lagu Arvy yang kalian permasalahkan, yang kalian bilang plagiat, sebenanya kami yang menciptakannya bersama-sama. Lagu itu hasil kolaborasi Hyena dan Arvy.


Kalau kalian benar-benar mencintaiku, dukunglah karya yang aku ciptakan dengan Arvy. Jangan pernah lagi menyakiti hati orang lain demi membelaku, karena aku ikut sedih melihat kalian berkomentar jahat untukku.


Aku minta maaf jika ada kata-kataku yang menyinggung kalian. Terima kasih sudah mencintai Hyena sampai sekarang."


Live streaming yang Hyena lakukan untuk pertama kali setelah sekian lama langsung mendapatkan sambutan baik dari para fans-nya.

__ADS_1


Ribuan penggemar mengikuti live yang berlangsung singkat tersebut. Mereka mengirimkan ungkapan kerinduan serta rasa cinta kepada Hyena. Mereka juga menyampaikan akan mendukung lagu baru yang dipopulerkan oleh Arvy.


__ADS_2