Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 223


__ADS_3

Alan menghentikan mobil di halaman depan rumah. Saat ia menoleh, ternyata Irene tengah tertidur di sampingnya.


Wanita itu terlihat kelelahan sepulang dari kampus. Jadwal kuliahnya padat ditambah dengan acara membantu Alfa di butik. Alan sampai merasa tak tega untuk membangunkannya. Ia bahkan tak berani mematikan mesin mobil agar Irene tetap merasa nyaman dengan AC mobil yang menyala.


"Euh ...." Irene menggeliatkan badan.


Ia merasakan tubuhnya sedikit ringan setelah memejamkan mata sebentar. Ia mengarahkan pandangan mata ke depan. Mobil yang dinaikinya terlihat tak bergerak.


Irene menoleh ke samping. Alan masih berada di kursi kemudi tengah memandang dirinya.


"Kita sudah sampai rumah ya, Kak?" tanya Irene.


"Menurutmu kita dimana? Ayo turun kalau sudah tidak mengantuk!" pinta Alan.


"Hm, aku kan bilang antar aku ke tempat Kak Alfa. Kenapa malah pulang ke rumah?" gerutu Irene.


Alan memicingkan sebelah alisnya. "Kapan kamu bilang begitu? Aku rasa setelah masuk mobil kamu langsung tidur." ia merasa tak mendengar apapun dari Irene.


"Benarkah?" Irene berusaha mengingat-ingat lagi. "Apa mungkin aku mengatakannya dalam mimpi?" gumamnya.


"Ayo turun! Kamu bisa istirahat lagi di dalam kamar." Alan mematikan mesin mobilnya.


"Tidak mau, Kak! Aku sudah janji hari ini akan pergi ke tempat Kak Alfa. Ada pelanggannya yang akan fitting gaun pernikahan."


"Biarkan saja Alfa yang mengurus. Kemarin kamu sudah cukup banyak membantunya. Kamu juga harus memperhatikan diri sendiri," omel Alan.

__ADS_1


"Aku tidak lelah kok, hanya mengantuk sebentar tadi. Please Kak, antar aku ke sana." Irene memohon sambil mengedipkan matanya dengan genit.


Mendapatkan rayuan dari Irene, Alan tak kuasa memberi penolakan. Ia kembali menyalakan mesin mobil dan putar balik meninggalkan area rumah.


"Huammm ...." Irene menguap cukup lebar sambil meregangkan tubuhnya.


"Aku bilang kan istirahat di rumah saja. Diberitahu sukanya membantah!" sekali lagi Alan memarahi Irene.


"Hm, aku menguap bukan karena mengantuk Kak, tapi karena baru bangun tidur," kilah Irene.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di tempat Alfa. Adik Alan itu terlihat cukup sibuk karena ada beberapa tamu yang dijadwalkan akan datang.


"Hai, Kak ...." sapa Irene.


"Pinjami aku sisir!" teriak Irene agar diperhatikan oleh Alfa yang tengah mengarahkan asistnnya.


"Di ruang make up lengkap, Ren ... Masuk sendiri ya, ke sana! Seru Alfa.


Irene berjalan menuju ruangan yang telah ditunjukkan Alfa kepadanya. Alan yang tidak ada pekerjaan lain akhirnya membuntuti Irene di belakang.


Saat Irene duduk di depan meja rias, Alan merebut sisir yang Irene pegang. Ia menyisir rambut wanita itu secara hati-hati.


"Kak Alan tidak mau balik ke kantor?" tanya Irene sembari memperhatikan wajah wajah tunangannya itu lewat cermin.


"Tidak. Aku mau di sini saja menemanimu," jawab Alan sembari membantu mengikat rambut kekasihnya.

__ADS_1


Irene hanya senyum-senyum senang ditemani oleh Alan. Selepas membenahi penampilan, mereka kembali ke luar menjumpai calon client yang ternyata sudah datang.


"Loh, Alan ... Ternyata kamu di sini juga," sapa seorang lelaki bernama Jimmy.


Alan menjabat tangan Jimmy yang merupakan salah satu kenalannya. "Jadi ternyata kamu yang mau menikah. Selamat, ya!" ucapnya.


"Terima kasih. Ini calon istriku, namanya Violet." Jimmy memperkenalkan wanita yang datang bersamanya.


"Ini asistenku, Irene. Dia yang sudah membantuku menyelesaikan gaun pesanan kalian. Irene, mereka bilang gaun rancanganmu bagus," kata Alfa.


Irene tersenyum kepada dua orang pelanggan Alfa.


"Terima kasih sudah membuatkan gaun yang indah untukku. Tapi, sepertinya aku pernah melihatmu, ya ...," ujar Violet.


"Benarkah? Dimana kita bertemu?" tanya Iren3 penasaran. Ia merasa baru kali ini bertemu dengan wanita itu.


"Entahlah, wajahmu sepertinya tidak asing."


"Bagaimana kalau sekarang kamu ikut Irene ke kamar pas? Biar dia bisa merevisi kalau ukuran bajunya kurang sesuai," ujar Alfa.


"Oh, oke," kata Violet.


"Mari, ikut aku ke sebelah sini."


Irene memandu Violet agar ikut dengannya menuju ruangan untuk mencoba gaun yang telah ia buat.

__ADS_1


__ADS_2