Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 251: Irene Pimpinan Cookie


__ADS_3

Alan tiba di sebuah rumah yang terletak di pinggir kota. Ia pernah diberi alamat ini oleh pemilik perusahaan Cookies yang pernah ditolongnya dari serangan Big-O beberapa waktu yang lalu. Ia berniat meminta bantuan langsung ke sana untuk melacak keberadaan Irene.


Setibanya di sana, ia melihat seorang pria berdiri di depan pintu. Pria itu adalah Ron, orang yang pernah ia temui di perusahaan agensi Arvy.


"Pak Alan, apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Ron dengan ekspresi wajahnya yang terkejut. Ia panik tidak menyangka jika Alan akan datang ke tempatnya.


"Aku datang untuk bertemu dengan pemilik Cookies. Waktu itu aku yang menyelamatkannya dari Big-O. Apa kamu anak buahnya?" tanya Alan balik.


Ron terkejut mendengar perkataan Alan. "Apakah Anda pimpinan Black Shadow?"


Kejadian waktu itu memang karena kesalahan Ron yang kurang hati-hati. Ia sempat ditangkap oleh kelompok Big-O dan memaksa Irene datang ke sana. Ia tidak menyangka jika bala bantuan yang datang merupakan anggota Black Shadow pimpinan Alan.


"Sepertinya itu tidak penting untuk dibahas sekarang. Pertemukan aku dengan pimpinanmu!"


Alan berusaha berkilah dari identitas aslinya sebagai pemilik Black Shadow.


"Ini penting, Pak! Tolong jawab pertanyaan saya!" desak Ron.


Alan terdiam sesaat. Ia memikirkan untuk mengaku atau tidak. Ia juga belum menjelaskan sisi lainnya kepada Irene. "Benar. Aku pimpinan Black Shadow," katanya dengan mantap.


Ron tertawa kecil. Ia tidak menyangka dua orang yang saling mencintai ternyata saling berhubungan tanpa tahu satu sama lain.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Alan heran. Ia menjadi kesal merasa dipermainkan.

__ADS_1


"Maaf, Pak. Ini hanya lucu saja menurutku," kata Ron. "Sebenarnya pimpinan Cookie adalah Nona Irene sendiri," jawabnya.


"Apa?" Alan sangat terkejut mengetahui kenyataan itu.


Ia baru sadar bahwa wanita bertopeng dengan lengan terluka yang ia selamatkan adalah Irene. Ia mengingat kembali kejadian saat Irene pingsan di sekolah. Lengannya juga terluka. Seharusnya ia lebih perhatian akan hal itu. Irene pernah terkena luka tembak, buka luka biasa.


"Nona Irene pasti juga belum tahu kalau Anda dari Black Shadow," tutur Ron.


"Sebenarnya apa hubunganmu dengan Irene? Kenapa kamu tahu sekali tentang dirinya?" telisik Alan.


"Saya sebenarnya adalah pengawal yang ditugaskan kakek untuk menjaga Nona Irene di kota ini. Nona punya banyak sekali kegiatan jadi saya juga membantunya sebagai bagian dari Cookie. Saya tidak menyangkan kalau Anda adalah pimpinan Black Shadow. Nona juga pasti akan terkejut."


"Jangan katakan hal ini pada Irene!" pinta Alan. Ia belum siap mengatakannya kepada wanit itu.


"Baiklah, silakan Anda sendiri yang mengatakannya. Saya tidak akan ikut campur."


Ron terdiam. Ia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal. "Katanya dia mau pergi ke desa menemui kakek dan neneknya," jawab Ron.


"Terima kasih atas informasinya!" kata Alan.


"Tunggu!" Ron menghentikan Alan yang berniat ingin pergi.


"Kenapa?" tanya Alan.

__ADS_1


"Nona aman dibawa oleh Tuan Hamish ke luar negeri," kata Ron.


"Hamish? Siapa itu?"


Ron berlari masuk ke dalam bangunan rumah itu. Beberapa saat kemudian, ia kembali menemui Alan dengan memberikan selembar foto.


Alan memandangi foto Irene bersama lelaki yang bernama Hamish. Ternyata dia adalah lelaki yang waktu itu datang bersama Irene ke rumah dan sempat berkelahi dengannya. Jika diingat kembali, Alan juga pernah bertemu dengan lelaki itu saat balapan. Ternyata lelaki yang saat itu bersama Irene atau Alenta adalah Hamish.


"Hamish itu siapa?"


Alan mulai curiga dengan kedekatan antara Irene dan Hamish. Lelaki itu tampak begitu menyukai Irene dan sepertinya Irene juga tidak bisa jauh dari lelaki itu.


"Tuan Hamish sebenarnya adalah sepupu Nona. Orang tua mereka sama-sama sudah meninggal. Mereka saling menyayangi selayaknya saudara. Tapi, saya rasa Tuan Hamish mulai tertarik dengan Nona sejak Nona mulai beranjak remaja. Tuan besar mengatakan jika Tuan Hamish ingin menikahi Nona."


Alan terus mendengarkan cerita Ron dengan penuh fokus.


"Tuan besar berusaha menjauhkan Nona selama ini agar tidak bertemu dengan Tuan Hamish. Makanya Nona sering disuruh pergi ke luar negeri untuk belajar. Nona juga disuruh datang ke kota ini salah satunya untuk alasan itu. Sayangnya, Tuan Hamish telah berhasil menemukan Nona dan akan membawanya ke luar negeri."


"Lalu, kenapa kalian diam saja? Kalau Irene tidak suka, kenapa tidak melarang lelaki itu?" kesal Alan.


"Anda tidak mengerti. Tuan Hamish salah satu pimpinan dari Big-O. Tidak ada yang bisa kami lakukan termasuk Nona sendiri."


"Apa?"

__ADS_1


Sekali lagi Alan terkejut mengetahui Irene kini berada di tangan orang yang berbahaya.


"Pak, kalau bisa, tolonglah Nona sebisa Anda. Nona sebenarnya menyukai Anda, dia tidak mau menikah dengan Tuan Hamish yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri," pinta Ron.


__ADS_2