Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 183


__ADS_3

"Liburan Imlek nanti mau jalan-jalan kemana?" tanya Alan dalam perjalanan mengantar Irene ke sekolah.


"Entahlah, aku belum tahu," ucap Irene.


"Bagaimana kalau liburan ke Jepang?" usul Alan.


Irene menoleh ke arah Alan dengan tatapan sendunya. "Adila belum tahu keberadaannya dimana, Kak? Mana mungkin aku bisa memikirkan untuk jalan-jalan lagi."


"Tapi, informasi dari pihak kedutaan besar sudah jelas, kan? Dia sudah pulang ke tanah air."


"Kalau dia sudah pulang, seharusnya dia ada di rumahnya. Atau setidaknya menghubungi aku atau Arvy tentunya." Irene masih dibuat cemas oleh Adila. Sangat tidak wajar wanita itu bisa menghilang begitu saja dan tanpa mengabari siapapun termasuk keluarganya sendiri.


"Mungkin dia mau menenangkan diri sementara," ujar Alan.


Irene terdiam. Ia masih merasa bersalah karena belum bisa mengetahui keadaan Adila. Ia sendiri yang telah mengajaknya liburan waktu itu.


"Kamu tidak harus terlalu memikirkan orang lain. Pihak kepolisian juga tidak berhenti untuk membantu mencari."


"Entahlah, Kak. Sepertinya aku akan liburan saja ke rumah kakek nenek di desa untuk merayakan imlek di sana."


Alan merasa kecewa dengan jawaban Irene. Ia tidak rela ditinggalkan oleh wanita itu.


Sesampainya di depan gerbang kampus, Irene turun. Alan masih bertahan di dalam mobilnya. Ia menghubungi asistennya untuk melakukan sesuatu.


***

__ADS_1


Alan mengunjungi restorannya yang kini telah diurus oleh orang kepercayaannya. Ia memesan beberapa menu untuk sarapan karena pagi tadi tidak sempat sarapan sebelum mengantar Irene ke kampus.


"Alan, kamu sarapan di sini juga?" sapa Sovia.


Wanita itu terlihat begitu bahagia bisa bertemu dengan Alan di sana. Ia duduk tepat di hadapan Alan sembari tersenyum lebar.


Alan merasa selera makannya hilang melihat kehadiran mantan kekasihnya itu. Ia ingin segera menghabiskan makanannya dan pergi dari sana.


"Aku cukup sering sarapan di sini. Soalnya mengingatkan aku dengan masa-masa indah kita dulu. Restoran ini menjadi awal mula bisnismu dan aku bahagia bisa mendampingimu saat itu."


"Tolong jangan berbicara seperti itu denganku, kita tak seakrab itu," kata Alan dengan cueknya.


Sovia merengut. "Kalau kita tidak bisa menjadi pasangan, bukankah setidaknya kita masih bisa berteman? Kamu jangan bersikap seperti ini padaku, aku rasa ini tidak adil," rengek Sovia.


Sovia merasa seperti terkena beban mental mendengar ucapan Alan. "Aku minta maaf atas kesalahanku yang dulu."


Alan telah menyelesaikan makannya. Ia langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Alan! Tunggu! Alan!" seru Sovia. Alan sama sekali tak menggubrisnya.


"Hah! Ini semua gara-gara wanita jelek itu!" gerutu Sovia.


***


"Halo, Nek, liburan Imlek nanti aku pulang, ya!" ucap Irene lewat sambungan telepon.

__ADS_1


Sebenarnya keinginan untuk merayakan Imlek di kampung belum ia rencanakan. Irene hanya mencari alasan untuk menghindari pergi dengan Alan. Ia masih trauma dengan kejadian yang menimpa mereka di Swiss. Ia takut Alan kembali terluka.


"Oh, kamu mau pulang ke rumah, Irene? Kenapa tidak bilang jauh-jauh hari?"


Irene mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa, Nek,?" tanyanya.


"Aku dan kakekmu sedang liburan, Irene. Kami baru saja berangkat ke Singapura. Mungkin minggu depan baru kami pulang."


Irene tidak percaya jika kakek neneknya ternyata sedang berlibur di luar negeri. Neneknya sangat anti pergi ke tempat yang jauh. Bisa membuat nenek setuju untuk liburan yang jauh merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.


"Ya sudah, Nek. Aku tutup dulu teleponnya," ucap Irene dengan nada kecewa.


"Kamu liburan saja di rumah Alan, lain kali kabari kalau ingin pulang."


"Iya, Nek. Selamat liburan."


Irene menutup teleponnya. Kakek yang berada di samping nenek sejak tadi penasaran dengan apa yang telah mereka lakukan.


"Irene bilang apa tadi?" tanya kakek.


"Kedengarannya dia kecewa."


"Alan memang ada-ada saja. Irene pasti akan kaget dengan rencana kita."


Ternyata kakek dan nenek sudah bekerja sama dengan Alan. Saat itu asisten Alan menghubungi mereka untuk melakukan suatu rencana.

__ADS_1


__ADS_2