Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 127


__ADS_3

"Namanya Rose. Dia sudah bekerja di sini selama dua bulan. Dia memang bukan warga negara ini, Tuan. Saya menemukan dia dalam kondisi sangat lemah di lepas pantai sana. Dia memohon untuk diberi pekerjaan dan tempat tinggal. Saya tidak tega dan membawanya untuk bekerja di villa ini. Dan saya juga telah mencari tau latar belakangnya, pelayan ini tidak akan membahayakan sama sekali. Lagipula saya juga sudah melaporkan hal ini langsung kepada Tuan Ken sebelumnya. Pelayan ini sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab saya", jelas si kepala pelayan dengan kalimat yang dirasakannya paling tepat.


Perlahan Ben mengendurkan cengkeramannya setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh si kepala pelayan. Memang benar mana mungkin kepala pelayan itu akan melakukan hal bodoh dengan membahayakan nyawa majikannya sendiri. Lagipula semua orang yang bekerja di villa ini sudah disumpah setia saat mereka pertama kali menginjakkan kaki di sini. Baiklah, Ben menganggap apa yang dikatakan kepala pelayan itu cukup masuk akal.


"Apa aku bisa memegang ucapanmu?", kali ini Ben menatap tajam ke arah kelapa pelayan dengan auranya yang masih mendominasi.


"Tuan bisa memegang ucapan saya!", dengan sopan namun meyakinkan kepala pelayan mengucapkan kalimatnya.


"Aku kan mengawasi kalian!", Ben melepaskan cengkraman tangannya dari kerah pelayan wanita itu seraya menghempaskan tubuhnya kasar.


Pelayan Rose sedikit terhuyung saat tubuhnya dihempas begitu saja. Hingga akhirnya kepala pelayan dari arah belakang berhasil menangkapnya supaya ia tidak terjatuh. Karena ia belum menyempurnakan keseimbangannya.


"Kau, pergi dan segera obati lukamu!", perintah kepala pelayan kepada pelayan Rose sambil berbicara pelan.


"Kau bereskan pecahan gelas ini! Dan aku akan mengantarkan minumannya kepada Tuan Ken", perintahnya lagi pada pelayan satunya.


"Kalau begitu saya undur diri dulu, Tuan!", kepala pelayan dan juga dua orang pelayan itu membungkuk hormat lalu beranjak dari sana. Meskipun tak lama salah satu pelayan tadi kembali lagi untuk membersihkan lantai yang nampak becek dan terdapat beberapa pecahan kaca.


Masih dengan ekspresi dinginnya, Ben mendudukkan diri dan menyantap kembali hidangannya di piring yang belum habis. Semua orang nampak menghembuskan nafas lega karena adegan yang begitu menegangkan itu telah usai. Mereka pun ikut duduk dan kembali menikmati makan malam ini dengan,, diam.


***


Di kamar pengantin itu, Ken baru saja akan beranjak untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. Ia sudah tak sabar untuk membantu kesayangannya itu menggosok punggung halusnya. Ken sudah membayangkan hal itu dengan pipi menggembung yang menorehkan senyum sempurna. Namun tiba-tiba suara ketukan pintu membuatnya mau tak mau menghampirinya.


"Permisi Tuan, saya membawa makan malam untuk Tuan dan Nona. Minumannya akan segera menyusul, Tuan!", ucap salah satu dari pelayan itu setelah pintu kamar Ken terbuka. Siapa yang tak terpana saat melihat sosok tuan majikannya yang teramat tampan membuka pintu dengan hanya mengenakan handuk saja. Mereka jadi menerka apa yang baru saja terjadi di kamar ini sehingga tuannya memilih untuk makan malam di kamar saja. Tapi mereka telah digaji besar, maka dari itu mereka tidak diijinkan untuk bergosip ataupun melihat ke arah orang lain selama beberapa detik. Karena hal itu malah tidak akan memaksimalkan pekerjaan mereka.


"Letakkan di sana!", perintah Ken dingin seraya berbalik masuk ke arah dalam kamar.


Lalu kedua pelayan itu meletakkan nampan yang mereka bawa di atas meja di depan sofa. Gerakan mereka cepat dan sigap namun tetap senyap tanpa mengeluarkan suara. Tak lama pun kepala pelayan datang membawa nampan berisi air minum dan susu, seperti yang Ken perintahkan. Hanya saja Ken heran kenapa harus kepala pelayan sendiri yang melakukan hal ini, masih begitu banyak pelayan lainnya yang bisa ia perintahkan. Namun Ken mengusir pikiran tidak pentingnya dengan tetap diam dan memperhatikan. Setelah tugas mereka selesai, mereka segera keluar dan menutup pintu rapat-rapat. Begitu pula Ken yang segera melangkah ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Ia sengaja membuka pintu kamar mandi itu perlahan karena dari luar ruangan lembab itu maka senyap tak bersuara. Ken berpikir mungkin saja Ana tertidur di dalam sana. Dan benar saja, di dalam bathub itu nampak Ana tengah tertidur pulas dengan tangan merentang panjang pada kedua sisinya. Kepalanya ia sandarkan sehingga sedikit mendongak ke atas dengan mata terpejam. Sedangkan tubuh polosnya tertutupi busa-busa tebal. Ana akhirnya terperanjat saat bunyi cipratan menggema ruangan itu. Dan lagi wajahnya juga terkena cipratan busa dari tempat dirinya merehatkan diri sejenak. Ternyata sosok suaminya lah yang selalu melakukan keisengan ini kepadanya.


"Sebenarnya aku tidak tega melihatmu tidur, sayang! Aku berencana untuk membantumu membersihkan diri. Tapi kupikir lebih bagus lagi jika kita mandi bersama!", ucap Ken dengan seringainya.


"Keennn!", seru Ana dengan wajah merona.


Akhirnya kegiatan mandi itu berlangsung lama karena di dalam sana terjadi hal yang sebelumnya terjadi. Ken kembali memadukan cintanya kepada Ana dengan nuansa yang berbeda. Air hangat itu membuat mereka lebih rileks lagi dalam melakukan kegiatan bercumbunya. Namun Ken tak ingin lama, karena ia sudah berjanji untuk bertemu dengan Ben dan yang lainnya di ruang perpustakaan. Ken menyudahi permainannya setelah ia rasa cukup. Lalu dengan senyum malu-malu Ana mengecup pipi basah milik suaminya itu.


"Terima kasih!", ucap Ana lembut tapi matanya menatap ke arah lain karena malu.


"Untuk?", Ken mengerutkan kedua alisnya.


"Karena telah membuatmu menjadi milikku seutuhnya!", tambah Ana lagi sambil tersipu.


Ken menempatkan tangannya di depan mulutnya, berusaha keras untuk tidak tertawa dengan keras saat ini.


"Tapi kau juga milikku!", ucap Ana dengan wajah sengit. Ia mengerucutkan bibirnya, ekspresi yang amat Ken sukai.


"Baiklah, baiklah! Kau menang! Aku adalah milikmu!", Ken mencubit hidung Ana dengan gemasnya.


Mereka keluar kamar mandi dengan menggunakan kimono handuk putih. Sedangkan Ana, rambut panjangnya terbungkus handuk lainnya karena basah. Ken menghela Ana untuk duduk di sofa. Sedangkan Ana, ia sedang terheran-heran dengan munculnya berbagai menu hidangan di atas meja.


"Aku takut kau kelelahan, jadi aku memerintahkan pelayan untuk membawa makan malam kita ke kamar!", ucap Ke seakan mengerti arti pandangan istrinya itu.


"Sini!", Ken menepuk-nepuk sofa itu. Perintah Ana untuk duduk di tempat kosong di sebelahnya. Mereka menikmati makan malam itu dengan obrolan-obrolan ringan yang menambah kemesraan mereka. Pengantin baru ini, akan membuat iri semua khalayak di lantai bawah lantaran mereka semua masih melajang.


Setelah menyelesaikan makan malam, Ana mendudukkan dirinya di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah. Sedangkan Ken, ia sudah memakai pakaian santainya.


"Kau mau kemana?", tanya Ana bingung.

__ADS_1


"Aku akan ke ruang perpustakaan membahas tentang rencana yang akan kita jalankan nanti. Kau istirahat lah lebih dulu!", Ken meraih handuk itu dan membantu Ana mengeringkan rambutnya.


"Aku ikut ya!", tanya Ana pada pantulan cermin dimana terdapat pantulan dirinya dan Ken.


"Kau di sini saja, sayang! Aku tak akan mengizinkan istriku keluar dengan tampilan menggoda seperti ini, paham! Apalagi di bawah sana ada kakak tersayangmu itu, rasanya ingin aku tusuk kedua matanya saat dia menatapmu!", ucap Ken begitu bersemangat dengan keluhannya mengingat tatapan mata Ben pada Ana tadi pagi saat upacara pernikahan mereka berlangsung.


"Ya ampun, sayang! Kau memang rajanya pencemburu!", Ana terkekeh mendengar penuturan Ken barusan.


"Ya, aku rajanya!" ucap Ken dengan begitu angkuhnya. Hal seperti itu apa wajar menjadi kebanggaan, pikir Ana dalam benaknya. Suaminya itu memang pandai dalam berkata-kata.


"Lagipula ini kan misi balas dendamku, sayang. Bagaimana bisa aku tidak hadir dalam pertemuan ini", Ana sedikit merajuk kepada suaminya itu.


"Serahkan saja kepadaku! Setelah ini aku akan memberitahumu,, semuanya!", ucap Ben tenang.


-


-


-


-


-


-


**Hayoo,,,


Jangan lupa kasih like, vote sama komentar kalian ya 😊**

__ADS_1


__ADS_2