
Semilir angin senja itu membelai lembut rambut Sarah yang sengaja ia gerai karena masih basah akibat keramas tadi. Ia memejamkan matanya menikmati hembusan angin itu. Merasakan tenang yang mampir sebentar ke dalam hati dan pikirannya. Hah, rasanya damai sekali hatinya saat ini. Ia menikmati perjalanan sore itu dengan perasaan menyenangkan.
Tapi hal itu tak berlangsung lama karena matanya harus dinodai oleh pemandangan yang membuat hatinya menjerit kesakitan. Mobil yang ia naiki harus berjalan berdampingan dengan mobil seseorang karena di jalanan sore ini mengalami kepadatan kendaraan. Seorang wanita hendak mencium pria yang sedang duduk di sebelahnya. Sarah buru-buru menutup jendela mobilnya yang tak terlihat dari arah luar. Lalu karena mulai lancar, mobilnya berhasil berjalan mendahului mobil yang berada di sebelahnya.
Sepeninggal mobilnya terhadap mobil itu. Hatinya serasa dihujam bebatuan gunung yang begitu besar dan keras. Sakitnya tak tertahankan setelah sekian lama ia menahan perasaan rindu pada sosok yang sangat ia kenal tadi. Apalagi si wanita adalah orang yang sama yang melontarkan kalimat pahit itu kepada dirinya hingga membuat dirinya terpuruk lagi oleh trauma yang dideritanya.
Pria itu adalah Sam, yang duduk rapi di kursi penumpang sambil melihat keluar jendela. Sedangkan si wanita yang duduk di sebelahnya adalah Megan Aira. Aktris terkenal yang notabene merupakan salah satu mantan kekasihnya.
"Ternyata dia masih sama! Mungkin sulit untuknya terlepas dari wanita-wanita cantik itu!", gumamnya pelan sambil meremas pakaiannya di bagian dada. Menahan rasa sakit yang kian menjalar jauh ke lubuk hati.
***
Di sisi lain jalanan,
Kejadian sebenarnya adalah, tadi saat Sam memutuskan untuk keluar dari kantor lebih awal karena merasa begitu pusing dengan berbagai urusan. Dan terutama masalah Sarah tentunya. Tiba-tiba tak jauh setelah meninggalkan area perusahaannya, seorang wanita berdiri di tengah jalan sambil merentangkan kedua tangannya. Ia bermaksud berusaha menghentikan mobil yang sedang Sam naiki.
Seperti yang Krystal katakan, beberapa waktu terakhir, setelah Sam mulai berubah, semua wanita-wanita yang biasa mengelilingi Sam menjadi sangat sulit untuk bertemu. Bahkan sebelum mereka menginjakkan kaki di depan kantor pria itupun, semua wanita itu langsung diseret keluar gedung oleh petugas keamanan. Itu juga atas perintah bosnya langsung, maka mereka berani melakukan hal ini. Tak terkecuali termasuk si Megan ini. Ia masih bisa berseliweran di perusahaan karena memang wanita itu masih merupakan artis yang dinaungi oleh Glory Entertainment. Tapi untuk mendekati kantor mantan kekasihnya itu, sangatlah sulit, bahkan tidak bisa. Megan hampir putus asa dibuatnya.
Masalahnya, Sam sangat memanjakan setiap wanita yang menghabiskan waktu dengannya. Semua keinginan wanita itu akan Sam turuti asal masih dalam batas kewajaran Sam. Pria itu memang paling pandai memanjakan wanita, maka dari itu banyak wanita yang tak ingin terlepas darinya. Sayangnya Sam memiliki pengaturannya sendiri, setiap wanita yang bersamanya tidak boleh lebih dari tiga hari. Ya, termasuk si Megan ini. Jadi isu atau gosip mengenai status mantan kekasih adalah berita yang sengaja dinaikkan oleh dirinya sendiri untuk menaikkan pamornya sebagi seorang aktris. Megan menjual nama Sam untuk mempermudah langkahnya mendapatkan pekerjaan.
Bukannya Sam tidak tau, tapi ia hanya menutup mata. Karena selama ini hak itu tidak penting lagi baginya. Tapi,,, setelah kejadian tempo hari di rumah sakit. Saat Megan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Sarah, wanita yang ia cintai, maka mulai saat itu semua usahanya yang selalu menjual nama Sam, sang CEO Glory Entertainment dihentikan oleh tangan Sam sendiri. Hal ini ia lakukan, sebagai balasan karena telah berani melukai perasaan wanitanya yang ia akui. Dan alhasil, selama kurang lebih sebulan ini job yang datang pada Megan menurun drastis. Sudah jelas bukan, pencapaiannya wanita itu ia dapatkan melalui peluh kerja kerasnya, melainkan peluh yang bercucuran saat menjual nama orang dan tubuhnya, seperti apa yang Krystal ceritakan tentang dirinya.
Maka, inilah puncaknya wanita genit itu menahan kesabarannya. Ia nekat melakukan hal gila ini demi bisa bertemu dengan Sam. Ia ingin berbicara langsung. Mungkin saja dengan merayunya, Sam mau membantunya untuk mendapatkan beberapa pekerjaan lagi.
"Tuan, ada seorang wanita menghalangi jalan", seru supir pribadinya dengan wajah panik.
"Biarkan saja!", jawab Sam acuh sambil memejamkan matanya. Ia sungguh muak untuk melihat wanita tak tau malu itu.
"Tapi Tuan,,,, !", wajah supirnya sudah berubah hijau. Ia makin panik karena ini berurusan dengan nyawa seseorang.
"Tabrak saja jika perlu!", Sam masih enggan membuka matanya. Akhirnya si supir hanya bisa memperlambat laju kendaraannya berharap wanita itu akan segera menyingkir dari sana.
Sebenarnya di luar sana, Megan sudah paniknya minta ampun. Ia bahkan sudah memalingkan wajahnya ke samping sambil memejamkan matanya. Ia sangat yakin Sam akan memberhentikan mobilnya. Sayangnya, wanita itu tak tau saja di dalam Sam bahkan memerintahkan supirnya itu untuk menabraknya. Megan sangat percaya diri dan tetap di tempatnya.
"Tuan,,, ", nada si supir begitu memohon dengan wajah memelas karena jarak mobil itu sudah beberapa meter lagi.
Sam tak bergeming sama sekali atau bahkan membuka mulutnya untuk bersuara. Yang terlihat dari spion tengah, ia hanya sedang memejamkan matanya. Namun jelas terlihat samar dari pipinya bahwa saat ini rahangnya sedang mengetat menahan geram dan amarah.
Masa bodoh jika tuannya itu marah. Jika ia benar menabrak wanita itu, maka ia tau pasti akan berurusan dengan pihak kepolisian. Si supir sungguh tidak mau hal itu terjadi, maka dengan kekuatan yang ia kumpulkan pria itu mengambil inisiatif untuk menginjak rem kuat-kuat saat jarak sudah cukup dekat. Dan untungnya mobil itu berhenti tepat di depan lutut Megan yang sudah gemetar.
"Kubilang tabrak saja jika pelu! Kenapa kau malah berhenti?!", bentak Sam begitu keras karena emosi. Ia sangat tau tabiat gila wanita itu. Maka sesekali si Megan itu harus diberi pelajaran olehnya.
"Maaf Tuan!", si supir hanya bisa tertunduk lesu. Ia sudah pasrah atas hukuman apapun yang akan ia terima nanti. Baginya yang terpenting ia tidak melakukan tindakan yang menyalahi hukum.
*tok,, tok,, tok
tok,, tok,, tok
tok,, tok,, tok*
__ADS_1
Sudah berulang kali Megan mengetuk jendela kaca dimana Sam berada. Tapi pria tetap diam dan tak mengindahkannya. Dia juga melarang supirnya untuk membukakan pintu untuk wanita itu. Orang-orang di luar hanya memperhatikan dan tidak ikut campur, karena mereka pikir ini hanyalah masalah asmara saja.
"Tuan Sam! Tuan Sam! Buka dulu pintunya! Megan ingin bicara!", serunya dari luar masih tak mau menyerah.
Sam makin jengah, ia menggeram marah lalu memerintahkan supirnya untuk menjalankan mobilnya. Dan saat mobil itu mulai melaju, Megan berpura-pura jatuh seakan pihak Sam yang sengaja melakukan hal itu. Beberapa orang di luar mulai mendekat ke arah Megan yang tengah merintih kesakitan sambil memegangi kakinya yang baik-baik saja. Sam berdecak kesal sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dan menyeret wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
"Tenanglah Tuan-tuan, ini masalahku dengan kekasihku! Kami hanya sedang salah paham saja!", ucap Megan pada beberapa orang yang sudah mulai berkerumun sebelum masuk ke dalam mobil milik Sam. Tak lupa ia memasang wajah polos dan tanpa rasa bersalah.
Sam memutar bola matanya ke atas. Ia sungguh jijik dengan tingkah wanita ini. Ia menghempas tubuh wanita itu ke dalam mobil dengan kasar. Lalu ia sendiri masuk ke dalam tanpa mempedulikan tatapan penuh tanda tanya dari semua orang yang berada di sana.
"Apa maumu?", tanya Sam dingin saat si supir mulai menjalankan mobilnya.
Wanita itu tengah sibuk merapihkan diri dan dandanannya saat Sam bertanya. Ia langsung menoleh dengan senyum puasnya.
"Tentu saja untuk bertemu dengan Tuan Sam. Megan sudah sangat rindu dengan Tuan Sam!", wanita genit itu mulai menempel ke samping. Ia merapatkan tubuhnya bergeser hingga menempel dengan tubuh Sam. Dan pasti andalannya adalah menggesekkan dadanya yang besar itu ke lengan Sam.
"Katakan apa maumu, cepat!", pria itu menarik tangannya ke atas dengan wajah tak sabar. Ia makin jijik dengan tingkah sembrono wanita ini. Sam pikir wanita ini benar-benar nekat dan gila.
"Tuan, kenapa galak begitu dengan Megan? Apa Tuan tidak tau Megan sedang bersedih sekarang. Pekerjaan yang datang kepada Megan menjadi sangat sedikit secara tiba-tiba. Bisakah Tuan Sam membantu Megan untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan itu lagi. Megan sangat membutuhkannya, Tuan!", ucapnya dengan ekspresi dan suara yang dibuat-buat.
Bukannya senang atau merasa kasihan. Sam malahan makin muak dengan wanita ini. Betapa tidak tau malunya wanita ini. Bisa-bisanya ia meminta hal yang sangat tidak mungkin Sam berikan kepada siapapun. Sudah cukup Sam menutup matanya selama ini. Saat ini rasanya Sam ingin muntah darah mendengar wanita itu terus berbicara memohon bantuannya.
"Tidak!", jawabnya tegas. Ia tidak ingin memberitahukan kebenarannya bahwa Sam sendiri yang mencabut semua pekerjaan yang ia dapatkan dari upaya menjual namanya. Biarlah wanita ini bertingkah dulu, Sam ingin tau sejauh mana wanita genit ini berusaha mendapatkan keinginannya.
"Tuan Sam sekarang kenapa menjadi tega sekali dengan Megan! Tuan Sam jahat!", wanita itu berpura-pura merajuk sambil membuang muka.
Baiklah, hanya ini pilihan terakhirnya. Ia akan menggunakan kelebihannya untuk merayu Sam agar pria itu mau menuruti keinginannya. Dress merah yang sudah terbuka, dengan sengaja Megan makin menurunkan pakaian di bagian dada hingga menampakkan belahan indah miliknya. Pikir Megan Sam pasti akan luluh dengan hal ini seperti biasanya saat ia akan meminta sesuatu hal darinya dulu.
"Tuan!", Megan meraih lengan Sam dan memeluknya erat hingga menempel ke bagian dadanya yang terasa empuk itu.
Sam otomatis menoleh sambil mengernyitkan alisnya. Ia melihat wanita itu makin berani menggodanya. Apalagi dengan cara murahan seperti ini, Sam sangat tau tipe seperti apa wanita yang sengaja mengumbar belahan dadanya itu. Sam mendesah tak sabar, ia sudah sangat ingin melempar wanita itu keluar.
cup
Satu kecupan Megan daratkan pada bibir Sam secara tiba-tiba. Awalnya Sam hanya terdiam karena mendapatkan serangan tiba-tiba. Ya, itulah pemandangan yang tadi Sarah lihat. Yang membuatnya menjadi sakit hati dan salah paham terhadap Sam. Tapi wanita itu tidak mengetahui kelanjutannya.
Megan pikir Sam akan menerima ciumannya karena tetap terdiam di tempat. Maka ia kembali memberikan serangan kedua. Tapi sayangnya serangan keduanya itu langsung ditolak Sam mentah-mentah. Bahkan tubuhnya sengaja didorong kuat oleh Sam hingga membentur pintu mobil di belakangnya. Wanita itu langsung merasa nyeri di sekujur punggungnya. Seperti semua tulangnya terasa patah. Ia juga sempat merintih kesakitan.
"Tuan kenapa jahat sekali dengan Megan?", wanita itu masih sempat memasang wajah sedihnya. Ia berusaha memegang lengan Sam tapi kembali pria itu menepisnya dengan kasar.
"Berhentikan mobilnya!", perintah Sam dengan suara menggelegar. Amarahnya sudah tidak tertahankan lagi.
"Baik Tuan!", jawab si supir takut-takut sambil berusaha menepikan mobilnya.
"Keluarkan wanita ini!", perintah Sam lagi setelah mobil berhenti.
"Tuan!", wajah Megan dibuat memelas dan sesedih mungkin. Memasang wajah memohon seimut mungkin.
"Keluar!", geram Sam.
__ADS_1
"Mari Nona!", ajak supir yang sudah membukakan pintu untuk Megan.
"Tapi Tuan,,, ", wanita itu masih bersikeras.
"Keluar!", kali ini Sam membentaknya tepat di depan wajahnya.
Wanita itu sampai tersentak mendengar bentakan itu. Sam yang ia kenal tidak pernah kasar seperti ini. Sam yang ia kenal selalu lembut dan penuh perhatian terhadap orang lain. Megan terkejut bukan main, ia masih shock hingga hanya menurut dituntun keluar mobil oleh si supir.
"Jalan!", perintah Sam lagi dengan wajah sedikit frustasi. Ia memijit keningnya yang terasa pusing saat ini.
Setelah mobil itu melesat, barulah kesadaran Megan kembali. Wanita itu kini hanya sendirian di tengah jalan begini.
"Sial! Sial! Sial!", ia mengumpat kesal sambil menendang udara. Tak disangka usahanya untuk merayu Sam gagal semua. Ia menatap kesal ke arah punggung mobil itu.
"Ke Dragon Night!", perintah Sam sambil memejamkan matanya.
"Tapi Tuan, saya takut Tuan besar akan marah jika Tuan ke sana lagi. Bukankah Tuan Sam belum boleh menyentuh minuman itu!", supir itu memberi saran karena khawatir. Khawatir karena kesehatan Sam yang belum pulih benar, dan juga khawatir akan kena marah oleh Tuan dan juga Nyonya besarnya.
"Jangan khawatir! Aku tidak akan lama. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku sebentar. Lalu setelah ini kau antarkan saja aku ke apartemen. Aku ingin tidur di sana malam ini. Nanti aku akan mengabari Ayah dan Bunda. Jadi sekarang, lakukan saja apa yang ku perintahkan dan jangan membantah lagi", jelas Sam tanpa membuka mata.
Moodnya sudah benar-benar hancur saat ini. Kedatangan Megan tadi benar-benar menghancurkan harinya. Dan saat ini Sam benar-benar ingin menghilangkan rasa sakit di kepalanya ini.
Si supir pun hanya bisa mengangguk pasrah dan menuruti apa yang tuannya ini inginkan. Tadi ia juga sudah membantah perintah tuannya dengan berhenti di depan wanita itu, sehingga membuat wanita itu memiliki kesempatan untuk menemui tuannya dan benar-benar menghancurkan mood tuannya hari ini. Maka saat ini tugasnya adalah menjadi patuh, begitu maksud dan tujuan ucapan Sam barusan.
Mobil mereka pun berbelok ke arah dimana Dragon Night berada.
-
-
-
-
-
baca juga kisahnya Ben dan Rose di novelku yang satunya lagi yang judulnya
πΉHey you, I Love you!πΉ
Follow instagram aku yuk di @adeekasuryani dijamin bakalan aku folback ,karena makin banyak teman makin baik, kan π
jadi jangan lupa tinggalin like sama vote kalian di sini dan di sana ya π
terimakasih teman-teman π
love you semuanya π
keep strong and healthy ya π₯°
__ADS_1