Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 293


__ADS_3

Ciuman yang semula dilimpahi cinta dan kasih sayang, kini sudah berubah menjadi ciuman yang penuh hasrat dan nafsu, basah dan panas. Dua insan manusia kini tengah menumpahkan segala rasa yang mereka tahan selama beberapa waktu ini dengan canggung.


Kepala keduanya bergerak ke sana-sini menyesuaikan gerakan pasangan yang semakin agresif dalam menikmati bibir mereka. Kaki Sarah terbuka, memberi ruang bagi suaminya itu untuk semakin merapat ke tubuhnya. Menempel, merekat erat seperti terkena lem yang paling kuat di dunia.


Sarah merasakan ada sesuatu yang menegang di bawah sana. Tapi otaknya terlalu kosong untuk berpikir lebih jauh lagi sekarang. Ia tidak dibiarkan untuk memikirkan hal lain lagi oleh suaminya itu. Sam benar-benar telah menguasai Sarah secara keseluruhan.


Sarah menggigit bibirnya kuat-kuat saat bibir yang sudah basah itu berpindah ke telinga dan lehernya. Sam sengaja menyemprotkan nafasnya yang panas ke titik sensitif di hampir setiap wanita. Kepala pria itu turun untuk sekadar memberikan beberapa ciuman yang basah di sana.


Sekuat tenaga wanita itu menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara yang menurutnya akan terdengar memalukan. Tapi mau bagaimana lagi ia menahannya, jika suaminya saja tidak bisa menahan diri untuk menjadi lebih serakah, saat ia terus memindahkan bibirnya ke sekitar tulang selangkanya yang terbuka entah sejak kapan.


Karena Sarah tidak sadar, selama wanita itu memejamkan matanya kuat-kuat, tangan suaminya yang sudah lihai itu sudah membuka dua kancing dress yang ia kenakan saat ini. Menariknya dari belakang, hingga sajian indah itu terlihat dengan mata telanjangnya.


Mata di tangannya seakan terbuka saat ia menjalankan aksinya. Padahal mata kepalanya sendiri sedang terpejam menikmati sensasi luar biasa saat lagi-lagi ia mencicipi bagian manis yang selalu menggodanya ini.


Sam mengecup bahunya yang terbuka. Dari ujung terus sampai ke lehernya. Seakan masih belum puas, Sam kembali mencium bibir yang sedang terlipat itu karena rasa geli yang ia buat.


Sambil menyelam minum air, sepertinya itu peribahasa yang cocok untuk menggambarkan apa yang Sam kerjakan saat ini. Karena sembari membuat wanita itu terlena, Sam terus membuka kancing dress milik istrinya itu.


Tidak semua, hanya sampai kancing yang berada di perutnya. Karena Sam rasa dengan posisi begini, ia dapat dengan mudah menyentuh kaki dan paha Sarah dari bawah.

__ADS_1


Sambil bekerja dengan bibir dan tangannya, pria itu menurunkan tubuh istrinya. Tubuh Sarah merosot hingga terduduk di bangku bar yang tinggi. Dan punggungnya pun bersandar pada meja yang sekarang menjadi penopangnya dari serangan yang dilancarkan oleh suaminya itu. Lalu Sam sengaja merebahkan kepala Sarah perlahan di atas meja, sehingga saat ini posisi wanita itu menjadi setengah berbaring.


Tubuh mulus dengan dua buah gundukan yang masih dibungkus rapih. Hal itu sudah terekspos saat ini. Pikiran pria itu sudah berkabut tentang dimana tempat mereka melakukan hal itu. Ia seakan tak peduli. Hasratnya terhadap wanita yang dicintainya itu seperti sudah menumpuk sangat banyak di dalam dirinya. Fantasi liar pun tiba-tiba menyelubung ke dalam pikirannya yang sudah berkabut itu.


Tapi berbeda dengan Sarah. Ketika direbahkan, kesadarannya datang setengahnya. Ia menyadari apa yang terjadi saat ini. Bibirnya tersenyum saat tubuhnya masih dinikmati oleh suaminya itu. Ternyata ia bisa melalui masa ini tanpa ada kecanggungan sedikit pun. Rasanya seperti ditaburi banyak bunga di atas kepalanya, sangat indah!


Oh tidak! Saat tangan panas milik suaminya itu mulai menyentuh dan membelai kaki sampai ke pahanya, kesadaran Sarah pun seperti ditarik paksa untuk kembali. Jadi dimana mereka akan melakukan hal itu tepatnya?! Ada dimana mereka sekarang ini?!


"Saam!", panggilnya lirih dengan sisa kekuatan yang mampu ia keluarkan melalui suaranya yang bergetar. Ada desahan juga berbaur dengan suara itu. Sam terlalu mahir membuatnya lupa diri.


"Ya!", jawab pria itu dengan tatapan berkabut dipenuhi nafsu. Sam mengangkat kepalanya untuk menatap Sarah.


Tentu saja dengan wajah yang luar biasa merahnya karena bukan hanya Sam saja yang merasa panas tubuhnya, tapi kini Sarah juga sudah merasakan suhu tinggi dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya. Sentuhan-sentuhan yang Sam berikan, bahkan sudah didambakannya lagi.


Pria ia terkekeh sebentar saat menyadari pertanyaan apa yang baru saja diucapkan oleh istrinya itu. Benar juga, terlalu liar jika mereka melakukan hal itu pertama kali di tempat ini. Karena hal ini yang pertama bagi Sarah, maka sebaiknya ia membuat wanita itu senyaman mungkin dengan melakukannya di atas ranjang sana.


Nanti, ada sebuah imajinasi yang sedetik mampir di dalam benaknya itu. Fantasi liarnya menginginkan Sam untuk memiliki Sarah di tempat ini. Tapi yang jelas tidak sekarang. Itu nanti ketika mereka sudah saling menginginkan. Dan itu harus terjadi! Sam seperti merapalkan janji pada dirinya sendiri.


Uupss! Pikiran apa yang baru saja melesat di dalam otaknya?! Sam meraup wajahnya kasar sambil tersenyum penuh ironi. Apa-apaan ini?! Bahkan mereka belum melakukannya sekalipun. Tapi Sam sudah merasa akan terus kecanduan oleh istrinya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu kita ke tempat yang akan membuatmu nyaman!", ucap Sam lembut seraya menegakkan tubuhnya kembali.


"Jangan turun! Diam saja!", lalu ia menggendong Sarah yang berusaha turun dari kursi bar itu.


Merasa malu karena dimanjakan seperti ini, Sarah menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya itu. Lalu matanya menatap pakaiannya yang sudah berantakan itu. Oh, sungguh! Ia benar-benar tidak mampu membayangkan bagaimana liarnya hal yang tadi dilakukan dengan suaminya. Sampai di titik ini, adalah hal terpanas yang pernah ia lakukan dalam hidupnya.


Sam merebahkan istrinya itu di pinggir ranjang dengan perlahan. Menyaksikan sendiri hasil karyanya sendiri sejauh ini, membuatnya harus menahan senyuman saat melihat betapa berantakannya dress yang Sarah kenakan sekarang.


Mata yang sayu, teduh dan penuh damba itu menatapnya dengan penuh cinta. Hati dan tubuhnya seperti diserang begitu saja dengan tatapan yang menghanyutkan itu. Seluruh tubuhnya menegang, tapi ia masih bisa mengendalikan segalanya dengan hati yang begitu mencintai istrinya ini.


Sam mengusap pipi mulus wanita yang kini sudah berada di bawahnya itu dengan punggung tangannya. Menyentuh keningnya, alisnya, matanya dan juga bibirnya. Mengusap bibir yang lembab dan lembut itu dengan ibu jarinya.


"Aku mencintaimu, Sarah!", suara lelaki itu mendadak terasa begitu merdu terdengar di telinga Sarah.


Tatapan mata Sam yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang itu sudah berkombinasi dengan panas dan penuh hasrat. Bergelora dan membara dengan penuh semangat. Dan tangan yang bertahan memegang pipi istrinya itu dengan lembut.


"Aku juga mencintaimu, Sam!", Sarah mengambil tangan suaminya. Lalu ia kecup dengan mesranya jemari yang kokoh itu.


"Aku akan menjadikan dirimu milikku seutuhnya!", ucap Sam di depan wajah Sarah setelah memberikan satu kecupan pada kening wanita itu.

__ADS_1


Pria itu memohonkan perizinan dari istrinya itu sembari merapalkan sebuah janji secara bersamaan. Ya! Karena hanya Sarah seorang wanita yang sangat ia cintai selama hidupnya. Jadi itu adalah sebuah permohonan dan janji bagi Sam untuk Sarah. Dan dia juga akan menjadikan wanita yang ia cintai itu untuk menjadi satu-satunya di hidupnya. Itu juga yang ia janjikan di dalam hati.


__ADS_2