Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 167


__ADS_3

"Apa maksud ucapanmu, Sarah?", Sam mengernyitkan alisnya dalam. Pria itu seperti kehilangan akal saat ini untuk menebak isi hati wanita itu. Ya memang benar selama pertemuannya dengan Sarah selama ini, ia memang tidak mengenal Sarah terlalu jauh. Bahkan yang ada mereka hanya saling bertengkar satu sama lain. Sepertinya masih banyak hal yang harus Sam cari tau tentang diri Sarah. Dan benar saja ketika sebuah kalimat lagi terucap dari bibir Sarah yang gemetar.


"Aku tidak pantas untukmu, Sam! Aku hanya akan membawa kesialan di dalam hidupmu. Masih banyak wanita yang lebih cocok dan lebih pantas untukmu seseorang seperti dirimu!", sekuat tenaga Sarah berusaha mengucapkan kalimat itu. Kalimat yang sesungguhnya juga menyakiti hatinya sendiri. Kalimat yang juga menusuk ke dalam jantungnya sendiri.


"Sial! Sial! Sial! Siapa yang memutuskan siapa yang menjadi pembawa sial siapa?! Apa yang kau bicarakan?! Siapa juga yang menentukan seseorang pantas untuk diriku atau tidak?!", teriak Sam frustasi. Ia sudah benar-benar kesal saat ini. Ia semakin tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada diri wanita ini.


"Tapi aku memang tidak pantas untukmu, Sam!", Sarah makin menangis sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri. Ia menundukkan kepalanya lagi berusaha menyembunyikan matanya yang sebenarnya penuh cinta.


Sam juga sebenarnya merasakan jika Sarah sebenarnya membalas perasaannya. Tapi semua ucapan Sarah membuatnya benar-benar gagal paham. Ia sungguh tak bisa memahami situasi saat ini. Sarah juga mencintainya, tapi kenapa wanita ini malahan menolak keras perasaannya sendiri.


"Cukup, Sarah cukup!", ucap Sam tiba-tiba.


"Tak ada yang berhak menentukan siapa yang pantas atau tidak pantas terhadap diriku, termasuk dirimu atau keluargaku!", tambahnya lagi dengan suara menajam.


"Jangan menjadi egois, Sam!", ucap Sarah begitu lirih.


"Egois? Siapa yang egois di sini, Sarah? Kau atau aku?", balas Sam dengan nada permusuhan.


"Baiklah! Ini semua tentang aku, tentang diriku! Aku yang egois saat ini. Apa kau puas?", bentak Sarah tak kalah garangnya.


"Lalu bagaimana dengan dirimu? Bagaimana dengan ucapanmu kemarin malam yang sempat ku dengar? Hah?!", Sarah dengan kasar melepaskan tangannya yang digenggam oleh Sam lalu mundur makin memberi jarak dengan pria itu.


"Jangan kau pikir aku tidak tau semua rumor tentang dirimu, Sam. Jangan kau pikir aku tidak tau apa-apa! Berapa banyak wanita yang berada di kanan dan kirimu?! Berapa banyak wanita yang biasa ada di sisimu ,Sam? Berapa banyak? Dan aku adalah wanita yang ke berapa?", Sarah langsung menyela saat Sam membuka mulutnya.


Kemudian pria itu menjadi terdiam merasa benar dengan apa yang Sarah ucapkan. Tapi ada yang salah, semua wanita itu datang dengan sendirinya. Bukan karena Sam yang menginginkannya. Mereka hanya sebagai penghiburan baginya. Tak pernah sedikitpun Sam menaruh hati kepada salah satu di antara mereka.


Sam sudah jatuh cinta saat ini, ia sudah merasakan yang namanya mencintai. Tapi Sam tak pernah tau bagaimana caranya mengejar wanita hingga menjadikannya kekasihnya. Untuk masalah memanjakan wanita dan sebagainya Sam mungkin sudah khatam. Tapi untuk masalah yang satu ini memang ia belum tau pasti bisa mempraktekkannya dengan baik ataupun tidak kepada Sarah, wanita yang tengah ia kejar saat ini.


"Kenapa kau diam? Apa aku benar?", tanya Sarah pelan tapi tajam menusuk ke telinga Sam.

__ADS_1


"Katakan, Sam! Katakan!", pinta Sarah dengan tegas.


"Terlepas dari apapun tentang perasaanku ataupun perasaanmu. Bagaimana aku bisa bersaing dengan mereka?! Bagaimana bisa aku berada di tengah-tengah persaingan para wanita yang memiliki latar belakang yang begit hebat?! Aku tak layak, Sam. Sungguh tidak layak disandingkan dengan mereka", ujar Sarah sedih. Benar saja, saking banyaknya wanita yang berada di sisi Sam, ia sampai dijuluki playboynya keluarga Wiratmadja. Sarah merasa tidak bisa bertahan dengan situasi seperti itu.


"Tapi sebelum itu, tanyakan dulu pada dirimu sendiri, Sam. Pastikan dulu bahwa perkataanmu tadi itu memang benar. Buktikan dulu apa yang kau ucapkan itu tidaklah salah!".


"Bagaimana? Apa kau bisa?", tanya Sarah meminta kepastian.


"Sulit, bukan!", selanya lagi saat Sam akan berbicara.


"Semua tentang diriku dan juga tentang dirimu, rasanya saling mendukung untuk,,, membuat kita saling menjaga jarak", Sarah makin mundur hingga membentur ujung ranjang.


"Sarah,,, ", ucap Sam lirih. Mulutnya sudah akan mengucapkan kata-kata untuk membalas semua ucapan Sarah. Lalu suara seseorang yang tiba-tiba memasuki kamarnya membuatnya mengurungkan niatannya untuk berbicara.


"Tuan Sam", suara manja seorang wanita mendekat dari arah pintu kamar.


Wanita itu bahkan langsung menghambur ke pelukan Sam. Lalu dengan sengaja menghalangi pandangan Sam terhadap Sarah. Dan lebih parahnya lagi wanita itu sengaja menggeser tubuhnya hingga membuat Sarah mau tak mau bangkit dari duduknya di ranjang itu.


Dia adalah Megan Aira, salah satu aktris di bawah naungan Glory Entertainment. Bisa dibilang wanita itu adalah aktris terpopuler kedua setelah Krystal. Jika Krystal memiliki wajah cantik, imut dan polos. Lain halnya dengan Megan yang terkesan seksi dan dewasa. Dan wanita itu memang pernah dirumorkan sedang berkencan dengan Samuel Wiratmadja, yaitu bosnya sendiri. Maka tak heran jika sikapnya saat ini menjadi berlebihan seperti ini.


Lalu masuk lagi seorang wanita yang tak lain adalah Krystal itu sendiri. Jika wanita yang bernama Megan akan bersikap manja terhadap Sam. Maka Krystal memilih untuk bersikap sopan. Dulu memang ia sempat memimpikan untuk menjadi menantu keluarga Wiratmadja, tapi bukan dengan Sam, melainkan dengan kakaknya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Krystal pun menyadari bahwa hatinya sudah terbiasa dengan kehadiran Louis di sisinya. Maka kali ini, ia makin bersikap profesional terhadap atasannya itu.


"Kenapa kalian pagi-pagi sekali sudah ke sini? Apa kalian tidak ada jadwal?", tanya Sam sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Megan.


"Harusnya ada, nanti jam 10 kami ada pemotretan bersama. Tapi wanita itu begitu berisik memohon untuk datang menjengukmu Tuan, setelah mendengar kabar bahwa Tuan masuk rumah sakit!", Krystal membuka suara pertama sambil memandang jijik ke arah wanita itu.


Krystal juga sudah tau bagaimana kelakuan Sam selama ini. Cap playboynya sudah menjadi rahasia umum sepertinya. Maka dari itu Krystal hanya memasang wajah acuh dan jijik dengan kedekatan di antara keduanya.


Tapi matanya langsung melebar ketika menyadari ada satu orang lagi di ruangan ini yang sejak tadi tak mengeluarkan suara. Krystal mengenali wanita ini. Ia sering berada di samping Ana.

__ADS_1


"Kau,,,?", tangan Krystal menunjuk ke arah Sarah dengan wajah penuh tanda tanya. Melihat mata Sarah yang sembab khas seperti orang yang baru saja menangis, Krystal makin mengerutkan alisnya dalam. Lalu telunjuknya bergerak ke arah Sarah dan Sam secara bergantian dengan tanda tanya besar si wajahnya.


-


-


-


-


-


cukup dulu ya untuk hari ini πŸ™


maaf kalo belum bisa memenuhi harapan kalian untuk crazy up yang begitu banyak 😊


dan author kasih bocoran ya.. pelakor kan sudah mulai muncul nih.. tapi jangan khawatir, pihak lain yang akan melindungi Sarah juga akan ada lho dan ga kalah dari Sam tentunya..


baca juga kisahnya Ben dan Rose di novelku yang satunya lagi yang judulnya


🌹Hey you, I Love you!🌹


Follow instagram aku yuk di @adeekasuryani dijamin bakalan aku folback ,karena makin banyak teman makin baik, kan 😊


jadi jangan lupa tinggalin like sama vote kalian di sini dan di sana ya 😁


terimakasih teman-teman πŸ˜‰


love you semuanya 😘

__ADS_1


keep strong and healthy ya πŸ₯°


__ADS_2