Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 262


__ADS_3

Sam dan Manajer Toni kini sudah berada di ruang kontrol. Ruang itu masih satu lantai dengan ruangan tempat dimana tadi Sarah dan Krystal menghilang, juga Megan Aira tentunya.


Dalam rekaman cctv yang sedang dilihat pada beberapa layar yang menyala, jelas menunjukkan bahwa ada sekitar lima orang berpakaian serba hitam datang secara mengendap-endap dari salah satu ujung lorong itu. Mereka melemparkan bom asap yang sama seperti yang Sam temukan di dalam ruangan itu. Empat pengawal yang berjaga diluar pun tak lama jatuh pingsan.


Lalu salah satu di antaranya melemparkan bom asap lagi ke dalam ruangan. Setelah menunggu beberapa saat dimana sepertinya mereka yakin bahwa suasana di dalam sudah kondusif, kelima orang itu pun masuk sambil menyeret para pengawal yang tidak sadarkan diri.


Di dalam ruangan pun juga dapat terlihat dengan jelas bahwa semua orang bermasker hitam itu mulai mengikat para pengawal yang jatuh pingsan. Lalu setelahnya mereka membawa keluar Sarah, Krystal dan juga Megan Aira.


Sepertinya orang-orang yang sudah merasa pintar itu sangat melupakan hal penting ini. Jejak mereka terekam jelas pada setiap kamera cctv yang terpasang pada setiap sudut bangunan ini.


Kelima orang itu sudah membuka masker mereka, membayar salah satu pelayan untuk membantu mereka keluar melalui pintu belakang. Semua orang itu keluar melalui pintu dimana biasanya petugas kebersihan akan buang sampah.


Dan ternyata memang sudah ada dua mobil hitam yang menunggu di sana. Dan tiga wanita yang sedang tak sadarkan diri itu dimasukkan ke dalam satu mobil yang sama. Lalu kedua mobil itu pun mulai melaju meninggalkan tempat itu.


"Periksa semua rekaman cctv di setiap jalan raya! Cari dua mobil itu sampai dapat!", sebelumnya Sam sudah menelepon pengawalnya yang masih berjaga di luar untuk datang menemuinya. Ia memerintah dengan nada kejam.


Mungkin Sam memang terlihat ramah dan lemah lembut ketimbang kakaknya yang terlihat lebih seperti diktator. Namun jangan ganggu serigala yang ramah ini, Sam akan berubah menjadi ganas jika seseorang mulai mengancam keluarganya.


***


Dua mobil hitam itu melaju tanpa gangguan. Sangat lancar, hingga mereka pikir tugas mereka akan cepat selesai dan berakhir. Saking lancarnya sampai salah satu di antara mereka yang berada di mobil kedua tertidur nyenyak.


Namun sayang, tidurnya harus terganggu manakala mobil yang mereka naiki harus berhenti mendadak. Saat ini mereka berada di sebuah perempatan jalan yang sangat sepi.


"Ada apa?! Mengganggu tidurku saja!", orang itu pun menggerutu pada teman di sebelahnya. Ia kesal karena mimpi indahnya jadi tertunda.


"Aku tidak tau! Masalahnya mobil yang di depan tiba-tiba berhenti!", orang yang memegang kemudi menjawab ucapannya sambil menatap lurus ke depan.


Semua orang yang berada di dalam mobil pun menatap mobil kawan mereka dengan begitu seksama. Naluri mereka mengatakan bahwa mereka harus waspada sekarang ini.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba tiga mobil datang dari arah berlawanan. Tiga mobil itu berbalik arah dan berhenti dan membuat blokade pada dua mobil yang membawa Sarah dan Krystal itu. Kini orang-orang di dalam mobil itu terperangkap.


Semua orang mulai keluar dari mobil mereka masing-masing. Semua orang yang berasal dari tiga mobil itu bersiap menodongkan senjata ke arah orang-orang yang menculik Sarah dan Krystal.


Para penculik itu begitu terkejut saat mengetahui bahwa ternyata sudah ada satu mobil yang berhenti di depan mobil pertama mereka. Yang sepertinya itu sebab mereka semua jadi berhenti mendadak.


Jadi sekarang ada empat buah mobil yang mengelilingi mereka saat ini. Dan sangat jelas bahwa mereka sudah kalah jumlah sekarang. Mereka hanya berjumlah tujuh orang, sedangkan orang-orang yang menghadang mereka kini berjumlah lebih dari dua puluh orang. Dan semua orang itu bersenjata tentunya.


"Kita kalah jumlah!", bisik salah satu penculik itu pada rekannya. Dalam hati ia sudah merasakan krisis yang sangat besar.


"Diamlah! Aku juga tau!", rekannya itu juga merasakan hal yang sama namun ia tak mau menunjukkan kepanikannya itu secara jelas kepada semua lawannya.


ddor


Saat-saat lengah itu, lawan mereka menembak salah satu kaki penculik itu.


Lalu terjadilah baku tembak di antara mereka semua. Lalu dengan mudahnya para penculik itu tumbang oleh para pria yang masih misterius identitasnya itu.


"Masih ada satu orang lagi!", salah satu pria misterius itu membuka pintu kemudi.


Dia adalah supir mobil pertama yang sedang meringkuk di bawah kursi. Dia bersembunyi dengan tubuh gemetar. Setelah mendengar berondongan suara tembakan di luar sana, nyalinya tiba-tiba menciut. Niat awalnya untuk ikut membantu rekan-rekannya pun sirna sudah. Kini yang ia pedulikan hanya nyawanya saja.


"Bagus! Bawa dia agar kita bisa membuka mulutnya!", segera penculik yang tersisa tinggal satu ini diseret keluar lalu diikat tangannya ke belakang.


Penculik itu dibawa masuk ke dalam mobil yang berbeda dengan Sarah dan Krystal. Sama halnya dengan Megan Aira, wanita itu juga berada di dalam satu mobil yang sama dengan penculik itu.


Didudukkan di tengah dan bersebelahan dengan seorang wanita cantik, tentu saja ia merasa sangat beruntung. Ia bisa sedikit mengintip harta karun yang menonjol di bagian atas itu lantaran Megan Aira memang selalu menggunakan pakaian yang selalu terbuka.


Tak apalah jika memang mautnya sudah dekat, paling tidak ia masih bisa menikmati indahnya dunia meski untuk sesaat saja.

__ADS_1


Serempak, semua pria misterius itu masuk ke dalam mobil. Lalu keempat mobil itu pun melaju meninggalkan dua mobil yang terbuka dengan para penghuninya yang bersimbah darah di luar.


***


Perlahan kesadaran Sarah mulai pulih. Ia mengedipkan matanya beberapa kali untuk bisa memperoleh gambaran yang jelas tentang situasi dan kondisi mereka saat ini. Karena saat pertama kali tersadar, yang dirasakannya adalah tubuhnya terasa terguncang kecil seperti ia sedang berada di dalam sebuah kendaraan.


Dan benar saja, matanya berhasil menangkap situasi jika saat ini ia sedang berada di dalam sebuah mobil yang sedang melaju. Ada Krystal di sebelahnya, tentu ia merasa lega. Namun, pria-pria yang berada satu mobil dengannya nampak menyeramkan dengan ekspresi datar dan dingin yang sama. Mereka semua seperti robot, kaku dan tak berekspresi sama sekali.


Tentu saja wanita itu bertanya-tanya. Situasi macam apa ini?! Akan dibawa kemanakah mereka ini?! Akankah nyawa mereka masih bisa diselamatkan setelah ini?! Tapi melihat tangannya yang sedang terikat di pangkuannya ini membuat Sarah berpikir jika kemungkinannya sangat kecil. Meskipun begitu, ia terus berdoa di dalam hati, agar bisa diselamatkan secepat mungkin.


"Apakah ada yang sudah siuman?", pria yang mengemudikan mobil bertanya pada rekan di belakang yang duduk bersama dengan Sarah dan Krystal. Karena sekilas ia melihat dari kaca spion tengah, bahwa Sarah sedang membuka matanya.


Jantung Sarah segera meletup akibat kejutan suara itu. Debaran jantungnya terasa sampai keluar. Saat ini ia masih belum tau apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua. Jadilah wanita itu segera menutup matanya kembali seperti sebelumnya. Ia masih ingin menilai situasi yang ada saat ini.


"Tidak! Mereka masih tak sadarkan diri!", jawab rekannya itu setelah memastikan lagi melihat keadaan dua wanita di sebelahnya.


"Oh!", pengemudi itu berpikir jika mungkin itu hanyalah halusinasinya saja. Karena setelah ia mlihat lagi pada kaca spion tengah itu, memang benar bahwa kedua wanita itu masi terpejam matanya.


***


"Sial! Sial! Sial! Ada apa lagi ini sebenarnya?! Siapa yang membawa Sarahku sekarang?!", sangat kesal dan frustasi, Sam mengumpat sambil menendangi ban mobil para penculik itu.


Pria itu akhirnya berhasil menemukan dimana posisi mobil yang membawa Sarahnya berada dengan melihat rekaman cctv pada jalan raya di sekitar club malam itu.


Awalnya ia gembira ketika mendapat kabar dari anak buahnya jika mobil itu tidak bergerak selama beberapa menit.


Setelah memacu mobilnya dengan sangat kencang, akhirnya ia bisa menemukan mobil yang diduga telah menculik Sarah. Namun wajahnya bertambah suram, lantaran hanya ada orang-orang yang tergeletak di aspal yang dingin dengan luka basah yang menyebabkan genangan cairan merah begitu banyak.


"Siapa lagi sekarang?!", Sam mengerang sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia membuang pandangannya ke samping dengan tatapan keji dan kejam.

__ADS_1


"Dimana Sarahku?!", dengan kepalan yang sangat kuat itu, Sam memukul kaca jendela mobil milik penculik itu dengan wajah sangat frustasi.


__ADS_2