Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 217


__ADS_3

"Maaf Nona! Kami sudah berusaha menahan Nona Megan, tapi dia tetap memaksa untuk masuk ke dalam!", kedua pegawai itu masuk dengan nafas tersengal. Sepertinya mereka bertiga baru saja mengalami perang di luar sana.


"Tuan Sam, kenapa sekarang jahat sekali kepada Megan? Bahkan Megan tidak diperbolehkan masuk oleh mereka!", seru Megan dengan gayanya seraya mendekat. Ia sempatkan melirik kedua pegawai itu dengan tatapan provokatif. Namun sayangnya mereka tidak terpancing, malahan membalasnya dengan tatapan mengancam.


"Sam sedang sibuk! Dia tidak menerima tamu hari ini! Ah ya,, aku lupa! Dia tidak menerima orang yang tidak berkepentingan!", Sarah memasang wajah datarnya. Berjalan lurus ke depan ke arah Megan sedang berjalan.


"Kalian boleh keluar!", kontras dengan sikapnya terhadap Megan, Sarah malahan tersenyum hangat pada kedua pegawai wanita yang setia menunduk di dekat pintu.


"Baik, Nona!", keduanya serempak menjawab lalu pergi setelah memberi hormat kepada Nona mereka.


Sam diam-diam tersenyum di belakang mejanya. Tangannya terus bergerak membolak-balik halaman juga membubuhi tanda tangan. Tapi telinganya bekerja memasang antena dengan sinyal kuat untuk mengetahui keadaan di depannya. Ia memberikan otoritas sepenuhnya kepada Sarah dalam hal melawan wanita tidak tau malu itu.


byur


Tidak tau saja jika di belakangnya, tangan Sarah tengah menggenggam segelas air putih yang berasal dari meja Sam. Ia berpura-pura tersandung sehingga air itu tumpah membasahi sekujur tubuh Megan.


"Aaakkhh", wanita itu begitu terkejut jadinya. Dari kepala hingga setengah badannya menjadi basah tak tersisa. Dan tentu saja hal itu membuat sudut bibir Sarah naik ke atas, tanda bahwa ia puas.


Resepsionis dan sekretaris mendengar teriakan itu dari luar. Mereka khawatir jika terjadi sesuatu pada Nonanya. Pasalnya mereka sangat tau bagaimana tabiat wanita rubah yang amat menggemaskan itu. Mereka berdua akhirnya memilih untuk mengintip. Tadi sekretaris Sam sengaja tidak menutup rapat pintu ruangan itu. Ia waspada kalau-kalau akan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti sekarang ini.


"Sssttss!", sekretaris Sam memperingati si resepsionis dengan satu jari telunjuk di bibirnya. Mereka harus menutup mulut mereka rapat-rapat meskipun mereka saat ini saat ingin tertawa. Melihat kejadian ini, benar-benar membuat mereka sangat bangga kepada Nona mereka. Akhirnya ada yang bisa membuat wanita rubah itu kesal sekarang. Mereka tak menghentikan kegiatan itu. Keduanya memutuskan untuk tetap mengintip, maksudnya sebenarnya sih memantau keadaan di dalam. Sekali dayung dua pulau terlampaui, begitu kiasan yang tepat untuk mereka berdua. Sekalian memantau, sekalian mereka mengumpulkan bahan gosip untuk teman-teman mereka nanti.

__ADS_1


"Uuppss! Maaf! Aku tidak sengaja!", dengan wajah mengesalkan seolah tak bersalah, Sarah mengangkat kedua telapak tangannya di samping sambil mengedikkan bahunya.


"Kau benar-benar membuatku marah!", Megan mengusap wajahnya yang basah kuyup sambil menggeram. Tidak terlalu kencang, karena ia berharap Tuan Sam tidak mendengarnya.


Tapi sayang, sinyal dari indera pendengaran pria itu terlalu kuat. Sam tentu mendengar apa yang wanita rubah itu ucapkan. Sam bersumpah dalam hati, jika sampai rubah Megan itu melukai wanitanya. Ia akan melenyapkan rubah itu dari dunia ini. Ia sudah geram, tapi ia juga sudah berjanji kepada Sarah akan tetap menundukkan kepalanya. Kali ini ia akan mempercayai wanitanya itu untuk menangani situasi ini. Tapi jika nanti makin sengit keadaannya, maka ia akan turun tangan meskipun Sarah akan marah pada akhirnya karena ia tak dapat menepati janji.


Sayangnya amarah yang Sam rasakan berbanding terbalik dengan senyuman di bibir Sarah yang terkembang. Ia sudah berhasil membuat rubah beracun ini makin terprovokasi. Ia semakin ingin tau, hal menjijikan apalagi yang akan dilakukan oleh wanita ini.


"Tuaannn!", Megan merubah wajah kesalnya dengan wajah memelas dengan sangat cepat. Ia melangkahkan kakinya ke samping meja menuju pria yang tengah duduk dengan berkas-berkas di tangannya.


Sarah tak tinggal diam, dia memiliki langkah seribu untuk sampai lebih dulu di samping Sam yang tak mengubah posisinya. Dan Sarah senang akan hal itu. Ia puas pria itu menuruti ucapannya. Sarah berdiri menghalangi wanita itu dari pandangan Sam dengan berkacak pinggang.


Dan Megan otomatis mengerem langkahnya setelah disalip oleh Sarah. Ia memandangi wajah Sarah dengan sangat kesal. Wanita rubah itu mendengus sebelum akhirnya melepaskan syal bulu-bulu yang melingkar di lehernya. Itu menampakkan tubuh bagian depannya menjadi sangat jelas, apalagi dalam keadaan basah seperti sekarang ini. Sarah jelas tau bahwa siluman rubah ini akan memainkan jenis yang menjijikan baginya. Menggoda pria milik wanita lain di depan mata, sungguh rendah pikir Sarah.


Sarah tak bergeming dari tempatnya, ia menatap balik wanita itu dengan tatapan tak terbaca. Selangkah lagi wanita itu maju, Sarah melepaskan outer yang ia kenakan. Dan hal itu langsung menyajikan punggung mulus Sarah karena potongan dress yang Sarah gunakan lebih rendah pada bagian belakang. Sam menelan salivanya dengan susah payah.


Dengan gerakan cepat, Sarah membungkus tubuh Megan dengan outernya. Lalu pada bagian lengannya, ia ikat di lehernya dengan gerakan kasar hingga dagu wanita itu tersentak tanpa sengaja. Megan telah dibungkus rapat hingga sulit bergerak.


"Selesai! Nona Megan yang merupakan artis terkenal harus menjaga kondisi tubuhnya yang sedang basah ini. Aku telah bertanggung jawab karena telah membasahi tubuh Nona Megan dengan membungkusnya, kan. Jadi sekarang Nona Megan sudah bisa pergi dari sini untuk berganti pakaian agar tidak masuk angin nanti", Sarah menepuk-nepuk telapak tangannya seakan banyak debu yang sudah mengotori tangannya itu. Lalu ia tersenyum puas dalam hati.


Sarah yang berada di sebelahnya puas dengan tindakannya, sedangkan Sam di belakang wanita itu sangat puas menatapi punggung mulus milik wanita ini. Tangannya sudah menggapai di udara ingin sekali mengelus punggung mulus itu. Bagian belakang tubuh Sarah yang jarang terlihat itu seperti memiliki magnet tersendiri terhadap mata dan tangan Sam. Mata pria itu berbinar menatapi hal menakjubkan di hadapannya ini.

__ADS_1


"Tuan Saamm!", terdengar suara Megan kembali merajuk di depan Sarah. Dan suara itu menjadikan Sam gelagapan. Dengan gugup ia mengurungkan niatnya untuk menyentuh kulit halus itu dan memilih untuk kembali mengerjakan tugasnya lagi di atas meja.


"Tuan Sam, wajah Megan menjadi basa seperti ini, Megan jadi malu keluar dari kantor ini!", Sarah benar-benar sudah diuji kesabarannya oleh wanita rubah ini. Ternyata akalnya sangat banyak yang dimiliki siluman ini. Tapi jangan salah, ia juga punya cara untuk mengatasinya.


"Oh, wajah Nona Megan menjadi basah! Maaf aku lupa!", dengan wajah menyesal Sarah mencari sesuatu di tasnya.


"Nah! Jika begini pasti wajah Nona Megan akan menjadi lebih kering. Dan terutama,,,, semua orang tidak akan mengenali Nona Megan setelah keluar dari sini!", Sarah mengeluarkan beberapa lembar tisu basah dari dalam tasnya lalu ia mengusap wajah siluman itu dengan kasar hingga semua make up yang wanita itu gunakan menjadi hilang semua.


"Kau benar-benar,,,! Hentikan! Kubilang hentikan!", Megan berteriak marah. Ia berusaha menjauhkan tangan Sarah dari wajahnya.


"Selesai!", namun sayang Sarah sudah terlanjur menyapu bersih semua make up dari wajah rubahnya.


"Kau benar-benar keterlaluan!", Megan menghentakkan kakinya dengan keras ke lantai.


Sarah tidak memberi kesempatan bagi wanita itu untuk mengeluarkan suaranya lagi yang terlihat akan kembali merajuk ke arah Sam. Maka dengan kasar ia menarik ikatan outernya pada leher Megan hingga wanita itu terbawa secara paksa.


"Kalian masuklah! Urus wanita ini! Bawa dia segera sejauh mungkin dari sini, bahkan dari gedung ini!", perintah pada dua pegawai wanita yang sudah sejak tadi Sarah sadari kehadirannya.


Keduanya menjadi gugup. Bahkan ponsel yang mereka gunakan untuk merekam momen berharga dan langka itu hampir jatuh karenanya. Dengan segera mereka meletakkan ponsel yang mereka pegang ke dalam saku dan menghampiri Sarah untuk membawa pergi Megan dari ruangan itu.


"Kau lihat saja nanti! Aku akan membalas hal yang aku terima saat ini berkali lipat nantinya", suara Megan terdengar mengancam sambil berlalu terbawa angin karena wanita itu sudah ditarik paksa lagi oleh kedua pegawai itu.

__ADS_1


"Hah!", Sarah akhirnya bisa bernafas lega sekarang. Urusannya dengan wanita itu akhirnya selesai juga. Sungguh melelahkan dan menguras tenaga menghadapi siluman rubah itu.


"K,, kau!", Sarah tergagap dan gugup. Karena saat ia berbalik tubuhnya sudah membentur tubuh Sam dengan tatapan mengintimidasi.


__ADS_2