
Ketiga wanita itu masih asyik berbicara tatkala semua orang sudah mulai menatap ke arah Louis di sisi lain mereka. Ken dengan wajah tenangnya, menepuk bahu Ana lalu mengarahkan pandangannya ke arah Louis. Wanita hamil itu mengangguk seraya tersenyum penuh arti.
"Waahh,, lihat!! Ada yang akan melamar seseorang!", seru Ana kencang dengan wajah yang dibuat-buat seterkejut mungkin. Ia langsung mengarahkan jari telunjuknya ke tempat dimana Louis berada. Sontak Krystal dan Sarah pun menoleh ke arah sana.
Permen lolipop di tangan Krystal pun jatuh tak terasa. Wanita itu merasa nafasnya tertahan di tenggorokan saking terkejutnya. Ia pun segera menangkup kedua pipinya dengan perasaan tak percaya.
"Louis!", gumamnya pelan sambil menelaah bahwa ini bukan hanya sekedar bunga mimpinya.
"Ana, Sarah! Tolong pukul aku! Cepat pukul aku! Aku ingin tahu ini adalah kenyataan atau bukan?! Ayo, cepat! Cepat pukul aku!", Krystal melompat-lompat kecil dengan tidak sabar pada kedua sahabatnya itu.
"Ya, Tuhan! Tentu saja ini kenyataan, Nona Krystal!", Sarah memutar bola matanya malas. Kemudian ia beradu pandang dengan Ana untuk menentukan siapa yang akan memukul wanita itu duluan.
"Baiklah, aku duluan! Kau jangan sampai menyesal, ya!", seru Sarah setelah mendapat persetujuan dari Ana.
bugh
bugh
Serangan pertama datang dari Sarah, disusul oleh Ana kemudian. Mereka melayangkan sebuah pukulan keras dengan telapak tangan mereka pada lengan atas wanita itu secara bergantian. Saking kerasnya sampai Krystal terhuyung beberapa langkah ke depan.
"Kalian niat sekali menyiksaku, ya!", dengan cepat Krystal menoleh ke belakang dengan kesal.
"Kau yang minta!", jawab Ana acuh. Beradu pandang lagi dengan Sarah, mereka berdua lalu mengedikkan bahu mereka bersamaan dengan senyum mengejek yang sama.
__ADS_1
Heh! Kompak sekali pikir Krystal yang memandang tajam.
Memang bukan salah mereka berdua. Harusnya Krystal ingat siapa yang begitu tidak sabar minta diberi bogem mentah tadi.
Beberapa langkah dari tempat mereka berada, Louis masih setia menunggu pasangan wanitanya datang menghampiri. Tak terkecuali Sandi yang sejak tadi sabar memegangi buket besar berisi bunga mawar merah itu. Krystal sudah ia anggap sebagai saudara sendiri. Jadi hanya memegangi buket bunga sebesar ini saja tidak ada artinya. Sandi ikut senang jika Kakak Krystalnya bahagia.
"Sudah sana jalan!", kemudian Ana mendorong Krystal maju dengan semena-mena.
Lagi-lagi wanita itu terhuyung lantaran belum siap pijakan kakinya. Ia kembali menoleh untuk menunjukkan wajahnya yang setengah kesal namun juga bercampur malu saat ini. Ia ingin marah, tapi bukan saatnya. Ini momen berharga, sehingga ia tidak tahan untuk tidak tersenyum di masa yang membahagiakan ini. Tapi sebisa mungkin bibirnya tidak terlalu kentara menunjukkan ekspresi bahagianya. Ia lipat bibirnya kuat-kuat sambil menahan mekarnya bunga di bibirnya.
"Ayo, cepat!", kini Sarah yang menegurnya. Ia tidak tega melihat Louis yang sudah cukup lama berlutut di sana. Bersamaan dengan wajah acuh Ana, keduanya mengusir Krystal dari hadapan mereka dengan gerakan tangan seperti sedang mengusir ayam yang tak kunjung pergi juga.
"Iya,, iya!", wanita itu mengambil langkahnya dengan malu-malu. Setiap melangkah, Krystal menoleh ke arah Ana dan Sarah sambil menangkup kedua sisi wajahnya. Begitu banyak perasaan di dalam dirinya saat ini. Tak bisa ia ungkapkan satu persatu karena rasanya seperti ada kembang api yang akan meledak keluar dari dadanya saat ini.
"Iya!", Krystal menganggukkan kepalanya dengan keras. Hingga ia tak sadar, satu langkah lagi saja ia maju, maka ia akan menabrak Louis yang masih setia di posisinya. Begitu bersemangatnya, wanita itu tidak melihat dengan benar di setiap pijakannya. Ia terlalu gugup saat ini.
Orang-orang semakin berkerumun untuk menyaksikan momen berharga ini. Mereka membentuk sebuah lingkaran dengan teratur dan rapih. Ponsel tak ketinggalan mereka genggam guna mengabadikan momen yang bisa mereka unggah di media sosial masing-masing. Oh sungguh, betapa inginnya mereka diberi kejutan romantis seperti ini! Dan beberapa di antara mereka juga berucap mengenai betapa beruntungnya wanita yang menjadi pusat perhatian semua orang saat ini.
Riuh ramai suara insan di sekelilingnya membuat Louis menjadi semakin tak karuan. Jangan samakan wajah tenang ini dengan isi hatinya. Tangannya saja sekarang sedang berkeringat dingin sambil mencari sesuatu di dalam saku jasnya. Berulang kali pria itu mengembuskan nafasnya yang terasa berat dari mulut untuk meringankan perasaannya.
"Astaga!", Louis menggigit bibir bawahnya dengan kuat saat menyadari sesuatu. Bola matanya ia gerakkan ke kanan dan ke kiri, berkamuflase dari rasa paniknya saat ini. Sambil mencari-cari solusi yang tepat dan cepat. Gawat! Ini benar-benar gawat!
"Lihatlah, Pa! Putramu sedang panik sekarang!", Nyonya Harris tersenyum simpul, namun suaminya tidak mengerti. Sehingga ia hanya mengernyitkan alisnya sebagai pertanyaan.
__ADS_1
Beberapa orang mulai mengenali Louis dan Krystal yang merupakan seorang publik figur di negara mereka. Lantaran mereka yang mengenali juga berasal dari negara yang sama. Dalam hitungan detik, berita mengenai lamaran romantis yang dilakukan oleh Louis Harris pada Krystal Winata pun mulai membanjiri jagat media sosial. Beberapa orang di tempat pun segera melakukan siaran langsung dari media sosial mereka atas peristiwa langka ini.
"Aduh! Bagaimana ini ?!", nafas Louis pendek-pendek sekarang sebab serangan paniknya semakin menjadi.
"Ada apa, Kak?", tanya Sandi di belakangnya yang melihat tangan lelaki itu pun gemetar hebat.
"Cincin lamarannya hilang!", Louis sedikit menoleh saat memberikan jawaban. Ia berkata pelan supaya tidak ada orang lain yang mendengarnya. Terutama Krystal, kekasihnya itu tidak boleh mengetaui hal memalukan seperti ini. Bagaimana dirinya bisa begitu ceroboh seperti ini?! Louis menggaruk belakang kepalanya dengan keras.
Sandi yang mendengar hal itu pun hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Ini memang gawat! Mereka harus menemukan solusi secepat mungkin.
Sedangkan kedua orang tua Louis terlihat sangat menikmati wajah pucat putra mereka dari kejauhan. Setelah mengetahui kenyataannya, Tuan Harris malahan meminta istrinya itu untuk mengulur waktu lagi. Biar putra mereka berjuang di sana! Ia ingin tahu sampai mana putranya itu memperjuangkan cintanya!
"Ada apa?!", tanya Krystal pelan yang melihat gelagat aneh dari kekasihnya. Sedangkan orang-orang semakin tidak sabar agar mereka memulai acara lamaran romantis ini.
Louis menggelengkan kepalanya dengan senyum tak berdaya. Masalah ini memang tidak bisa ia sembunyikan lama-lama. Namun belum saatnya ia menyerah! Rencana awal untuk melamar Krystla di tempat romantis pun gagal karena kekasihnya itu tiba-tiba menghilang pagi ini. Jadi pada kesempatan kali ini, ia tidak boleh gagal! Tidak boleh cacat! Tidak boleh sampai mengecewakan kekasihnya!
"Tapi, Pa! Mama sudah tidak tega!", ujar Nyonya Harris sambil mengulum senyumnya. Ia menepuk bahu suaminya seraya berjalan ke arah putra mereka di depan. Namun baru dua langkah, wanita paruh baya itu pun urung melanjutkan langkahnya.
"Dia memang putra kita!", Tuan Harris menyentuh tangan istrinya yang masih bertengger di pundaknya seraya tersenyum bangga.
-
-
__ADS_1
sebentar ini dulu ya,, masih ada lg kok,, tengah malem mungkin baru update lagi,, author mau ngelonin bocah dulu ya ðŸ¤