Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 257


__ADS_3

Megan Aira, jadi wanita itu adalah Megan Aira yang sempat viral itu. Sissy tidak pernah ketinggalan gosip apapun. Jadi ia sangat tau masalah apa yang telah wanita itu buat sebelumnya. Dan siapa pula yang wanita itu hadapi saat ini. Sekarang Sissy tau siapa yang Megan targetkan di tempat ini.


Sarah, ini pasti berhubungan dengan mantan atasannya itu. Sissy sangat tau gosipapa saja yang merabak saat kejadian viral Megan Aira menggoda Tuan Sam, putra kedua dari Keluarga Wiratmadja. Yang mana juga merupakan calon suami dari Sarah yang ia kenal.


Ah ya,, mengapa ia melupakan identitas Sarah yang satu ini. Bagaimana pun rendahnya ia berpikir tentang Sarah, ada banyak kekuatan besar yang berada di belakangnya. Ada Tuan Sam yang notabene adalah calon suaminya. Dan ia tentu tidak melupakan Ana yang merupakan sahabat setianya. Dan lagi Ana adalah pemilik tempatnya bekerja. Juga, ada Presdir Ken yang terhormat yang merupakan suami Ana. Seramnya orang itu Sissy belum lupa saat kejadian tahun lalu ketika ia akhirnya mengetahui siapa Ana itu sebenarnya.


Baiklah! Sudah begini tak ada alasan lagi baginya untuk membenci Sarah lagi. Wanita itu bukan lagi tandingannya. Sissy akui itu. Ia hanyalah pelayan biasa tanpa kekuatan. Sissy tau, ia bisa dihancurkan kapan saja oleh orang-orang itu, jika berani mengusik Sarah.


Tapi memang, selama ia memiliki rasa tidak sukanya terhadap Sarah, ia masih memiliki pikiran waras untuk tidak menyentuh wanita itu karena ia tau jika Sarah adalah atasannya. Bagaimana pun pekerjaannya sedikit banyaknya berada di tangan wanita itu. Sehingga ia masih berpikiran sehat untuk menjaga sikapnya.


Dan apa yang Megan Aira sempat lakukan sungguh keterlaluan menurutnya. Sungguh tidak tau diri dan sangat murahan. Bahkan bisa dibilang bodoh! Wanita itu tidak memperhitungkan sedikit pun efek apa yang akan ia terima jika usahanya semua gagal sia-sia. Sudah jelas orang yang berhadapan dengannya memiliki uang dan kekuasaan berkali-kali lipat bahkan tak dapat dibandingkan dengan si Megan Aira itu. Sissy berpikir bahwa Megan ini memang terlalu bodoh! Hanya termakan hawa nafsunya saja.


"Nona, aku sungguh tidak tahan!", Megan Aira ini benar-benar tidak mau menyerah.


Bagaimana tidak, mereka kini tinggal dua baris lagi dari depan. Meskipun Megan sudah berusaha untuk menunduk agar wajahnya tidak terlihat, namun tetap saja ketakutan yang menghantuinya tak dapat lagi ia kendalikan. Ia berpikir lebih baik kembali ke dalam untuk mengulur waktu, sambil berusaha mencari jalan keluar lainnya.


"Aduh Nona ini kenapa merepotkan sekali, sih! Tunggu saja sebentar lagi! Kita ini sudah di barisan depan! Sayang sekali nanti kita harus mengantri lagi!", Sissy juga tak mau melepaskan Megan Aira ini.


Ia tau sekarang, jika alasan wanita ini untuk pergi ke toilet adalah caranya untuk bisa melarikan diri. Tidak bisa! Sissy ingin tau hal apa yang terjadi jika sampai Megan Aira ini tertangkap. Hal seru apa yang akan terjadi, Sissy sungguh menantikan hal itu.


"Tidak! Aku tidak bisa tertangkap sekarang!", Megan bergumam sendiri sambil memalingkan wajahnya.


Sayangnya pria itu berhasil mendengarnya. Tangan pria itu yang berada di pundaknya kini makin menghimpit lehernya, membuat wajah Megan pun semakin mendekat ke arahnya.


"Jangan berani-berani kabur tanpa diriku!", bisik pria itu di telinga Megan dengan nada kejam dan tanpa belas kasihan.

__ADS_1


"Iii,, iiya aku tau!", jawab wanita itu terbata karena saat ini lehernya setengah tercekik. Megan pun meringis kesakitan sambil memegangi tangan pria itu di lehernya, berusaha melepaskannya.


Dasar kurang ajar! Pria ini sekarang malahan mengancamnya. Megan tetap tidak bisa terima jika ia harus sampai tertangkap sekarang. Ia harus segera kabur dari sini.


Setelah tangan yang terasa mencekik lehernya itu mengendur dan sepertinya pria itu terlihat lengah, maka Megan pun tak menyia-nyiakan hal ini. Ia segera melemparkan tangan pria itu ke belakang lalu mulai bergegas beranjak sejauh mungkin dari sana.


"Mau kemana, Nona,, Megan,, Aira!", Sissy tersenyum miring penuh arti. Kata-katanya dibuat terbata dan penuh penekanan bahwa Sissy sudah tau siapa jati diri wanita itu yang sebenarnya. Tangan Sissy sudah bertengger pada salah satu bahu wanita itu dan sedikit mencengkeram untuk menahannya.


"Sial!", Megan mengumpat saat merasakan krisis di belakangnya.


"Jika kau ingin uang, maka aku akan memberikanmu lagi. Tapi biarkan aku pergi sekarang!", lalu ia berbalik dan menatap Sissy dengan sedikit keberanian yang sengaja ia tunjukkan. Wanita rubah itu tidak ingin terlihat tertekan meski sebenarnya ia sudah merasa lemas sekujur badan.


"Tapi sayangnya, aku tidak butuh uangmu!", kembali Sissy memiringkan kepala dengan seringai di wajahnya.


"Ya, benar! Itu Megan Aira!".


"Lihatlah, itu Megan Aira!".


Rencana Sissy untuk mengulur waktu pun berhasil. Maksudnya adalah agar orang-orang yang mengantri bisa melihat siapa sebenarnya wajah wanita yang sedang bersamanya. Hingga timbul kasak-kusuk yang terdengar sampai ke telinga orang-orang yang sedang bertugas untuk mencarinya.


"Tidak! Aku tidak bisa tertangkap!", gumam wanita rubah itu sambil berusaha melarikan diri dari sana.


Sayangnya, langkah kakinya segera diblokir oleh barisan pria tegap dengan pakaian serba hitam.


Megan menggigit kuku jari tangannya dengan ekspresi ketakutan. Dan rasa panik yang melanda kini sudah kebas karena dia sudah tidak tau harus berbuat apa. Habislah sudah riwayatnya kali ini.

__ADS_1


Di saat semua orang sedang fokus pada Megan Aira, pria itu mengambil kesempatan ini untuk mengendap-endap menjauh dari sana. Itu rencana untuk melarikan diri.


Lagi-lagi,, sayangnya samping wajahnya harus menabrak sesuatu yang empuk dan keras. Sempat meraba, dan ia pikir itu adalah dada seorang wanita.


"Maafkan saya! Saya tidak senga,,,, ja!", ucapannya yang semula semangat tiba-tiba melemah setelah menyadari siapa orang yang sedang diajaknya bicaranya.


Ternyata itu adalah salah satu orang suruhan Manajer Toni yang memiliki tubuh paling besar. Dia memang memiliki dada yang besar. Empuk dan bidang, kadang orang salah mengira jika dia adalah seorang wanita yang tomboy. Begitulah yang dipikirkan oleh pria itu tadi.


"Eerrmm,,,,", pria bertubuh besar itu hanya mengerang. Ekspresi datarnya benar-benar terlihat kejam dan menyeramkan.


"Kalau begitu saya permisi dulu!", pria itu berpura-pura bodoh lalu mencoba untuk melarikan diri dari sana.


"Sayangnya, kalian tidak bisa!", suara riang itu berasal dari seseorang yang hanya memunculkan kepalanya saja dibalik seorang tamu.


Itu adalah Sissy. Pelayan wanita itu telah memilih jalannya sekarang. Ia masih ingin bekerja di sini. Meskipun ia tidak suka dengan Sarah, namun ia masih membutuhkan pekerjaan ini. Sesekali tak apalah ia berdedikasi untuk orang itu. Berhasil menangkap orang yang sedang dicari-cari, Sissy meyakini pasti ia akan mendapatkan pujian dari semua orang nanti.


Dan kini baik Megan Aira dan juga pria yang bersamanya itu telah berhasil diikat tangannya. Keduanya kini sudah berada di tangan orang-orang Manajer Toni.


"Bawa mereka semua ke atas!", perintah salah satu dari orang-orang bertubuh tegap itu.


"Siap!", semuanya serempak menjawab. Lalu pintu keluar pun dibuka lagi secara normal. Karena target yang mereka cari telah ditemukan.


"Hey,,, hey,,, kenapa aku juga ikut dibawa?! Hey,,, hey,,, lepaskan aku dulu! Lepaskan! Aku adalah pahlawan di sini! Aku yang membuat menahan mereka dari tadi! Tapi kenapa aku terlihat seperti bagian dari mereka?! Hey,, hey,, apa kalian tidak dengar?! Hey,,,,,", meskipun tidak diikat, tapi tangan Sissy dikunci di belakang tubuhnya. Lalu ia juga ikut digiring menuju lantai atas. Yang sepertinya adalah tempat untuk mengeksekusi mereka semua nantinya.


# FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2