
Sudah satu minggu berlalu. Dan hari demi hari berganti begitu saja dengan membosankan. Seorang wanita tengah duduk di depan meja rias. Lalu ada seseorang yang sedang bekerja dengan wajahnya. Beberapa polesan, paduan warna natural yang tidak mencolok, menjadi satu kesatuan di wajah aktris nomor satu itu.
Ketika penata riasnya begitu bersemangat membuat wajah wanita itu menjadi sangat cantik, si aktris malahan menatap bayangan dirinya di cermin dengan perasaan hambar. Krystal tidak berekspresi sama sekali.
Masalah di dalam hubungannya dengan Louis sangat berpengaruh pada moodnya yang menjadi fluktuatif. Wanita itu menjadi lebih sensitif ketimbang biasanya. Kesalahan kecil saja sudah dapat membuatnya begitu murka. Tapi mendadak, Krystal bisa langsung meredam emosinya. Orang-orang di sekitar yang tidak mengetahui masalah apa yang sedang menimpa dirinya hanya bisa bernasib sial, lalu menyingkir. Sedangkan yang sudah mengetahuinya, hanya bisa diam, membiarkan wanita itu melampiaskan perasaannya begitu saja.
"Tenyata sudah satu minggu!", Krystal bergumam sambil tersenyum kecut. Kubangan lara di dadanya menjadi semakin dalam kala mengingat waktu sudah berlalu cukup lama sejak terakhir kali mereka memperdebatkan masalah yang mereka miliki ini.
Wanita itu membuka ponselnya, kemudian menutupnya kembali. Layar pada benda pipih itu gelap lagi. Sambil mendengus dia hempas ponselnya itu ke meja rias di depannya sampai membuat beberapa alat rias jatuh berantakan.
"Dia bahkan tidak menghubungiku sama sekali!", ia mendecakkan lidahnya dengan wajah jengkel.
Meskipun mereka memiliki masalah, meskipun masalah yang mereka hadapi tidaklah kecil, tapi bukankah komunikasi itu harus tetap terjalin?! Bukannya komunikasi itu adalah hal yang sangat penting dalam suatu hubungan?! Tapi kenapa Louis seakan tak peduli sama sekali dengan hubungan mereka saat ini?! Seharusnya pria itu datang dan menyelesaikan masalah ini bersama! Krystal menyesal karena telah menerima orang itu. Karena ia tidak tahu jika orang itu akan sepengecut ini! Kenapa dia tidak menyadarinya sejak dulu?! Maka sekarang tidak akan menyakitkan seperti ini!
brak
"Menyebalkan!", wanita itu mendadak menggebrak meja di hadapannya. Lalu ia terus menudukkan kepalanya.
Penata rias dan beberapa orang yang sedang sibuk memilihkan gaun yang akan dikenakan olehnya, semua terperanjat kaget. Semuanya langsung menoleh ke sumber suara. Lalu mereka semua terdiam, tak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun saat menyadari siapa yang membuat bunyi keras itu. Mereka semua sudah mendengar jika perasaan artis mereka sedang tidak baik.
__ADS_1
Manajer Felix yang mengetahui permasalahan yang sebenarnya pun meminta semua orang berhenti sebentar dari pekerjaannya dan memberikan Krystal ruang untuk memperbaiki perasaannya yang sedang kacau itu.
"Sepuluh menit lagi aku akan memanggil kalian, oke!", pintanya pada semua, sambil menggiring mereka keluar dari kamar hotel yang mereka sewa. Sedikit merasa tidak enak hati pada yang lainnya.
"Krystal, kau harus bisa mengendalikan dirimu!", dengan sabar Manajer Felix mengusap lengan wanita itu. Meskipun dalam hati ia sedikit kesal, tapi membuat suasana hati artisnya ini menjadi senang kembali adalah hal yang lebih penting. Jangan sampai Krystal mempermalukan dirinya sendiri nanti ketika sudah bertemu dengan banyak awak media.
"Kenapa kami harus bertemu?! Kenapa?! Aku sama sekali tidak ingin melihat wajahnya! Bahkan jika itu hanya di layar televisi saja! Aku muak melihat wajahnya!", Krystal menjawab masih sambil menundukkan kepalanya. Suaranya terdengar sangat emosional. Lalu Manajer Felix melihat buliran air mata mulai jatuh di atas paha wanita itu.
Malam ini akan diadakan konferensi pers perihal peluncuran film yang baru saja selesai digarap. Dan memang kebetulan pemeran utamanya adalah Krystal dan Louis sendiri. Jadi mau tidak mau, mereka pasti akan bertemu di aula tempat diadakannya konferensi nanti.
Manajer Felix sudah tahu permasalahan yang Krystal alami itu sejak tiga hari yang lalu. Itu pun ia tahu dari Ana karena kebetulan saat itu Ana menghubungi Krystal dan ponsel artisnya itu sedang ada bersamanya. Jadi Manajer Felix mengambil kesempatan itu untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Krystal. Artisnya itu sudah membuat banyak orang kesal. Meskipun kadang memang artisnya itu menyebalkan, tapi tidak pernah separah ini. Hal ini baru pertama kali, dan membuat Manajer Felix penasaran. Ia mengira jika saat ini Krystal sedang benar-benar bersedih.
Sebenarnya pria itu hanya berusaha untuk merayunya. Karena memang konferensi pers kali ini sangatlah penting, sehingga Manajer Felix tidak ingin ada kesalahan sedikit pun. Ia ingin artisnya terlihat santai-santai saja, seperti tidak ada masalah yang sedang menimpanya saat ini. Tapi memang seperti itu, bukan?! Seseorang yang bekerja di dunia hiburan selalu menutup laranya dengan senyum palsu yang amat indah, sehingga para awak media maupun para khalayak di rumah bisa puas dengan kehidupan sempurna para idola mereka. Tanpa perlu tahu masalah apa yang sebenarnya mereka tengah hadapi.
"Tapi hatiku tidak tahan! Aku merasa tidak sanggup berhadapan dengannya secara langsung begini!", Krystal mengangkat wajahnya yang sudah banjir oleh air mata. Riasan di matanya pun menjadi berantakan sekarang.
"Sudah! Sudah! Kau tenang dulu sekarang, ya!", Manajer Felix merengkuh Krystal yang kembali meneruskan tangisannya yang tadi ia sembunyikan. Tangannya bekerja menepuk pelan punggung wanita itu agar tangisnya mereda.
"Aku yakin kau adalah wanita yang kuat! Aku tahu kau pasti bisa melewati semua ini!", keluar kata-kata 0 penyemangat dari mulut pria berumur empat puluh tahunan itu. Saat ini ia seperti sedang membujuk putri sulungnya yang sedang patah hati. Pria itu pun tersenyum sendiri karena memikirkan hal ini.
__ADS_1
"Setelah konferensi pers selesai, aku akan meminta Louis untuk berbicara denganmu, bagaimana?", tanyanya setelah tangis Krystal usai dan wanita itu melepaskan pelukannya.
"Tidak perlu! Jika dia tidak mau, maka biarkan saja! Untuk apa memaksanya?! Dia bukan anak kecil lagi!", jawab Krystal dengan suara seperti seorang anak kecil yang sedang merengek. Wanita itu juga sedang berusaha menghentikan tangisannya.
"Baiklah, jika itu maumu!", Manajer Felix tersenyum kecil. Yah paling tidak, masalah kali ini bisa diatasi. Artisnya ini sudah mau dibujuk. Lalu untuk masalah pribadi antara Krystal dan Louis itu, biarkan saja mereka menentukan jalannya sendiri. Mereka berdua sudah bukan anak kecil lagi yang harus dituntun dan diajari. Mereka pasti sudah bisa memilih jalan mereka sendiri.
Setelah itu Manajer Felix memanggil semua orang untuk kembali meneruskan pekerjaannya. Terutama penata rias yang harus bekerja dari awal untuk memperbaiki riasan yang kini sudah rusak karena air mata itu. Krystal yang sekarang sudah lebih tenang, itu sudah cukup baik untuknya.
🎶🎶🎶
Di tengah kesibukan semua orang, dering ponsel berbunyi dari saku celana Manajer Felix yang masih berdiri di belakang Krystal. Pria itu merogoh sakunya untuk mengambil ponsel miliknya. Ada sedikit ekspresi terkejut di wajah pria itu. Dan tanpa sengaja tatapan matanya beradu dengan tatapan mata Krystal pada pantulan bayangan mereka di cermin.
Wajah artisnya itu tentu saja menjadi penuh tanda tanya. Ada apa dengan ekspresi kaget yang seperti itu?! Apakah telepon itu ada hubungannya dengan dirinya?! Tentu saja Krystal sangat penasaran. Tapi melihat Manajer Felix hanya diam saja lalu bertingkah seolah tidak ada apa-apa, maka ia mulai membuang rasa penasarannya itu.
"Sebentar, aku akan mengangkat telepon dulu!", ucapnya pada bayangan Krystal di cermin.
Wanita itu mengedikkan kedua bahunya sebagai jawaban. Itu adalah terserah manajernya, kenapa harus bertanya kepada dirinya?! Setelah itu Manajer Felix mulai melangkah menjauhi punggung Krystal. Wanita itu memandangi punggung itu dari pantulan cermin di depannya dengan wajah datar. Entahlah,, ia juga tidak peduli itu telepon dari siapa!
Memperbaiki moodnya, ia rasa adalah hal yang menjadi prioritasnya saat ini. Ia juga masih berharap konferensi pers nanti bisa berjalan dengan baik. Karena ia juga berharap film ini dapat meledak di pasaran seperti film-film yang pernah ia bintangi sebelumnya. Apalagi kali ini ia beradu peran dengan Louis, yaitu kekasihnya sendiri. Jadi film ini cukup berkesan bagi pribadi Krystal sendiri. Terlepas dari masalah yang tengah ia hadapi saat ini.
__ADS_1