Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 147


__ADS_3

"Bangunlah, jika kau ingin mendengarkan aku bicara! Atau kau akan terus di sana sampai kakimu kaku dan tak mampu berjalan?!", ucap Ana berpura-pura ketus untuk menguji kesabaran Krystal. Ia ingin tau seberapa tulus Krystal terhadapnya saat ini.


Louis yang sejak tadi tidak tega melihat wanita yang dicintainya itu memohon sampai berlutut pun akhirnya membantu Krystal untuk berdiri. Ia memandangi Ana yang saat ini tengah memasang ekspresi wajah yang tak terbaca. Ia diam bahkan tanpa emosi sedikitpun di wajahnya saat ini. Hampir saja Louis akan membela Krystal jika saja Ana tengah memasang wajah angkuhnya. Tapi ia cukup mengenal Ana, Ana yang sesungguhnya tak mungkin setega itu menjatuhkan harga diri seseorang. Setelah Krystal berdiri, Louis kembali memundurkan langkahnya kembali ke tempat semula. Kali ini adalah urusan para wanita, bukan di ranahnya untuk ikut berbicara. Karena Presdir Ken sekalipun tengah menatap ke arah mereka dengan seksama.


"Kau tau, semenjak dulu aku hanya memiliki dirimu dan juga Paman Bram sebagai keluarga. Tapi apa kau juga tau, selama itu juga yang kurasakan adalah keluargaku bagaikan musuhku sendiri. Mereka terus menyerang tanpa belas kasihan. Hingga aku hampir lupa jika mereka adalah keluarga", ucap Ana dingin dan Krystal hanya bisa menundukkan kepala sambil mendengarkan semua yang Ana ucapkan.


"Kau tentu tau, bagiku keluargaku hanya ada ayahku saja. Hanya ada dia yang selalu melindungiku sebagai keluarga", Ana menghirup udara dalam-dalam sebelum meneruskan kalimatnya.


"Jadi kau taukan, bagaimana rasanya saat itu, saat aku hampir kehilangan nyawa ayahku karena ulah Paman Bram!", kali ini Ana menyipitkan matanya sambil berucap tajam.


"Ana sungguh aku menyesal saat itu!", sela Krystal yang mulai menangis lagi lantaran membayangkan sakit yang diderita Ana selama ini.


Tangan Ana naik ke atas ke depan dada, ia ingin Krystal menghentikan ucapannya. Karena kali ini adalah gilirannya yang berbicara.


"Sejak dulu, berulang kali kalian mengusik hidup kami. Tapi kami tak pernah menghiraukan ulah kalian, karena kami masih menganggap kalian adalah keluarga kami. Sampai saat kecelakaan itu terjadi, Ken bahkan akan menghabisi kalian jika aku tidak mencegahnya. Karena apa,, karena bagiku keluarga tetaplah keluarga, tak ada yang mampu memutuskan hal seperti pertalian darah", kini Ana merengkuh Krystal ke dalan pelukannya. Mereka menangis bersama.


"Tapi maaf, papamu tetap harus menerima konsekuensi atas apa yang telah ia perbuat selama ini. Keserakahannya semenjak dulu harus dihapus perlahan. Maaf aku tak bisa membebaskan Paman Bram!", ucap Ana setelah melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa, Ana! Sungguh! Aku sudah sangat bersyukur dengan kau mau memaafkan kami. Itu sudah cukup bagiku", Krystal tersenyum di sela usahanya untuk berhenti menangis.


"Hey, jadi kalian sudah baikan!", Louis bergabung lalu merangkul Ana dan Krystal di kanan dan kirinya. Ia turut bahagia dua saudara ini akhirnya bisa akur setelah sekian lamanya. Sejak dulu Louis ingin sekali membuat dua wanita ini terlihat tertawa bersama, namun rasanya sulit sekali. Apalagi dengan watak Krystal yang keras kepala. Lelaki itu hampir frustasi dibuatnya.


"Baiklah! Tapi,,,,", wajah Ana pura-pura serius kembali.


"Ada apa Ana? Katakan?", kali ini Louis yang mengguncang bahu Ana karena dibuat penasaran kembali.


"Hey, jauhkan tanganmu dari tubuh istriku!", bentak Ken seraya menghempas tangan Louis dengan kasar. Lalu ia menarik Ana, mendekapnya dengan begitu posesifnya, seperti anak kecil yang sedang melindungi mainan kesayangannya.


"Istri?", ucap Louis dan juga Krystal secara bersamaan. Mereka berusaha mencerna apa yang baru saja Ken katakan.


"Hehe,,,, itulah yang mau aku katakan. Pertama jangan katakan kepada siapapun bahwa aku masih hidup. Lalu ya seperti yang kalian dengar tadi, aku dan Ken sudah menikah", Ana langsung memeluk lengan suaminya erat-erat lalu tersenyum manis ke arahnya. Tujuannya adalah untuk meredam rasa cemburu suaminya itu yang agak sedikit keterlaluan. Bergelayut manja di lengan suaminya rasanya memanglah menyenangkan. Dia juga bisa membuat semua orang mengerti bahwa Ken hanyalah miliknya, milik Ana. Apalagi ia ingat bahwa sebelumnya sepupunya ini, Krystal sempat menaruh hati kepada suaminya. Jadilah kini Ana semakin waspada.


"Memangnya hanya dia saja yang bisa posesif! Aku juga bisa, huh!", celetuk Ana dalam hatinya.


Ken tersenyum puas melihat tingkah istrinya yang selalu tak terduga. Apalagi senyuman manis itu membuat Ken ingin langsung melahap bibirnya jika saja saat ini mereka tidak berada di tempat terbuka.

__ADS_1


"Tunggu! Tunggu!", suara Ana membuyarkan lamunan Ken yang menyenangkan itu.


"Kalian sekarang bersama?", Ana melepaskan tangannya dari tangan Ken lalu maju selangkah sambil menatap penuh selidik ke arah dua orang di hadapannya.


"Emmhh, iya!", jawab Krystal malu-malu dengan pipi meronanya.


"Bagaimana hasil kerja kerasku? Keren, bukan?", dengan percaya diri Louis merangkul bahu kekasihnya itu. Tapi tetap saja Krystal saat ini masih malu.


"Yeaayy,,, sela,, mat ya kalian!", ucapan Ana terbata karena kerah belakang pakaiannya ditarik paksa ke belakang oleh suaminya. Tadinya ia bermaksud menghambur ke arah pasangan kekasih itu. Ia turut bahagia karena perjuangan Louis selama bertahun-tahun ini tidak sia-sia.


"Aku hanya ingin memeluk mereka, sayang! Bertiga, tidak berdua!", Ana merajuk manja sambil menggoyang-goyangkan lengan suaminya.


"Tidak!", sahut Ken cepat. Otoritasnya sangat tinggi, bahkan makin tinggi setelah ia berubah status menjadi suami Ana. Tak ada skinship dengan pria manapun, itu aturan yang sudah ditetapkan secara mutlak. Dan Ana harus mematuhinya.


Tatapan matanya sempat bertemu dengan milik Louis. Pria itu malahan terkekeh melihat tingkah Ken yang kelewat posesifnya. Louis tersenyum remeh ke arah Ken. Ia benar-benar mengejek dengan senyumannya. Dan Ken membalasnya dengan cibiran di bibirnya.


"Ah ya sayang, kita masih memiliki jadwal shooting hari ini! Lebih baik kita segera berangkat sekarang", ajak Louis akhirnya mengakhiri situasi aneh ini.


"Aku pergi dulu, Ana! Sekali lagi, tolong maafkanlah papaku, Ana", Krystal tersenyum tulus lalu memeluk Ana sebentar.


"Bisakah kita mengobrol seperti saudara perempuan yang lainnya?", Krystal berbalik setelah beberapa langkah menjauh.


"Baiklah, aku akan meneleponmu nanti!", balas Krystal lagi dengan senyum puasnya lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Good job!", ucap Ana tanpa bersuara ke arah Louis yang masih menatapnya dengan begitu bahagia. Pria itu membalas Ana dengan anggukan lalu mulai mengikuti langkah kekasihnya.


"Sudah puas reuninya?", tanya Ken dingin.


"Ah ya ampun suamiku! Maafkan aku ya sudah mengacuhkanmu! Hehe", Ana kembali bergelayut manja di lengan suaminya.


"Kau harus membayarku, sayang!", bisik Ken di telinga Ana.


"Apa ada cara lain untuk membayarmu, sayang?", tanya Ana yang sudah tau kemana arah pembicaraan suaminya itu.


"Tidak ada!", ucap Ken dengan seringai kejamnya. Lagi-lagi hal itu yang dia minta. Ken benar-benar menepati ucapannya dengan tak memberinya ampun setelah menikah.

__ADS_1


"Ya ampun, suamiku! Ya Tuhan, berikanlah aku stamina yang cukup untuk membayar suamiku!", mohon Ana dalam hati.


***


Hening membentang di antara ketiga orang yang duduk saling berhadapan itu. Ana duduk di sebelah Ken dan Tuan Bram berada di seberang mereka. Sesaat mereka semua terdiam, namun akhirnya Tuan Bram angkat bicara terlebih dahulu.


"Jadi kau masih hidup?", Tuan Bram menautkan semua jemari tangannya lalu ia gunakan untuk menyanggah dagunya di atas meja sambil menatap Ana tajam.


"Ya, seperti yang Paman lihat sendiri!", jawab Ana datar. Ken memilih diam, karena belum gilirannya untuk berbicara.


"Jadi wanita licik itu gagal menghabisimu, heh?! Dasar bodoh!", pria itu mencibir masih dengan menatap Ana.


"Bagaimana Paman tau jika dia adalah dalang dari kecelakaan yang menimpa diriku?", tanya Ana penuh selidik.


-


-


-


-


-


-


****Jangan lupa ya ikutin kisah Ben dan Rose di novel aku yang satunya dengan judul


🌹"Hey you, I Love you!"🌹


Dan terutama jangan lupa juga buat tinggalin like, vote sama komentar kalian,, okeh 😉


Love u teman-teman 😘


Stay strong and keep healthy ya 🥰

__ADS_1


oh iya follow ig aku ya di @adeekasuryani


nanti aku folback kalian lagi,, tambah banyak temen tambah bagus kan 😊**


__ADS_2