Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 169


__ADS_3

Di sisi lain rumah sakit, tepatnya kembali ke kamar rawat dimana Sam berada. Ken sedang menatap tajam ke arah wanita yang masih berusaha bersikap manja kepada adiknya ketika tiba-tiba Tuan Dion dan Nyonya Rima datang. Kedua orang tua itu nampak terkejut dengan pemandangan yang ada. Menurut mereka apa yang dilakukan wanita itu sungguh tidaklah pantas, tidak memiliki norma menurut Nyonya Rima.


"Ken!", sapa Nyonya Rima terlebih dahulu namun wajahnya menatap tidak suka ke arah Megan. Begitu pula sama halnya dengan yang dilakukan oleh suaminya.


"Sam!", kemudian Nyonya Rima beralih ke arah Sam. Ia dengan sengaja menempatkan diri di antara Sam dan juga wanita itu hingga Megan akhirnya harus berdiri karena terus tersingkir dari ranjang itu. Ini seperti karma, ia mendapat perlakuan yang sama seperti apa yang ia lakukan pada Sarah tadi.


Tapi memang mungkin pada dasarnya wanita itu tidak memiliki rasa malu, Megan malah merasa ini adalah kesempatan emas baginya untuk semakin dekat dengan keluarga Wiratmadja. Keluarga paling ternama dan juga terpandang di seluruh kota. Ia sudah membayangkan bagaimana jadinya jika ia bisa masuk menjadi bagian keluarga ini, kariernya, namanya, pasti akan melambung tinggi menembus langit. Huh, Megan benar-benar kegirangan dalam hati.


Tapi itu tak berangsur lama ketika Nyonya Rima menatap wajah lapar kekuasaan yang sangat jelas terlihat dari mata wanita paruh baya ini. Nyonya Rima menaikkan sebelah sudut bibirnya, ia tersenyum remeh ke arah Megan tentunya.


"Sam, sebenarnya apa yang terjadi semalam? Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa lukamu mengeluarkan darah lagi? Lalu dimana Sarah? Bukankah seharusnya kau bersama Sarah? Dimana dia sekarang, Sam?", Nyonya Rima mulai menginterogasi putranya. Ia juga mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok wanita yang seharusnya ada bersama dengan putranya itu.


Tuan Dion dan juga Ken hanya mampu terdiam, membiarkan Nyonya Rima melakukan tugasnya. Karena untuk saat ini belum waktunya bagi Ken untuk bertindak. Sedangkan Tuan Dion memilih diam karena menurutnya tidak penting mengurusi tikus kecil seperti itu.


"Oh! Jadi wanita itu bernama Sarah! Heh! Apa istimewanya wanita itu sehingga Nyonya Rima bisa mengenalnya?!", gumam Megan dalam hatinya.


"Dan,,, siapa wanita ini, Sam?", mata Nyonya Rima benar-benar mengawasi setiap pergerakan Megan. Pakaiannya, bahasa tubuhnya, jelas sekali jika wanita ini adalah tipe wanita penggoda. Nyonya Rima makin melihatnya tidak suka.


"Oh,, halo Tante! Nama saya Megan Aira. Saya salah satu aktris yang bernaung di Glory Entertainment. Dan yang paling terkenal tentunya", dengan percaya diri Megan langsung maju satu langkah lalu mengulurkan tangan seraya memperkenalkan dirinya dengan begitu bangga.

__ADS_1


"Ceh!", Nyonya Rima berdecak pelan seraya memalingkan wajahnya.


"Benarkah? Sejak kapan aktris paling terkenal di Glory Entertainment menjadi Megan Aira?! Semua orang tau bahwa itu masih milik Krystal Winata, benar begitu kan Sam?!", sindir Nyonya Rima begitu tajam. Heh, apa wanita itu pikir dirinya tidak tahu apa-apa. Sungguh wanita ini memancing kemarahan saja.


Nyonya Rima juga bukannya tidak tau perangai putra bungsunya itu yang selalu dikelilingi oleh wanita. Tapi selama ini ia hanya menutup mata karena pikirnya ini hanya gairah masa muda. Pasti akan ada saatnya nanti ketika Sam telah berpikir dan benar-benar jatuh cinta. Tapi meskipun begitu, Nyonya Rima tetap berharap putranya bisa mendapatkan wanita baik dan bersahaja. Bukannya wanita genit dan penggoda, ya seperti Megan ini contohnya. Seujung kuku pun Nyonya Rima tidak akan menerimanya. Tapi dengan Sarah, Nyonya Rima dapat merasakan putranya mulai mengenal cinta. Meskipun awal hubungan di antara dirinya dan juga Sarah tidaklah baik, namun itupun terjadi karena Nyonya Rima belum membuka matanya. Dulu baginya derajat seseorang tidaklah sama. Tapi kini pikirannya sudah berubah, baginya yang terpenting adalah kebahagiaan putra-putranya. Lagipula setelah beberapa kali bertemu, Nyonya Rima pikir wanita itu adalah wanita baik-baik dan cukup sederhana. Maka jika dengan Sarah, ia mungkin akan memberi restunya.


"Be,,, benar Bunda!", sudah hanya itu saja yang mampu Sam keluarkan dari mulutnya. Ia tak ingin ikut campur urusan wanita. Apalagi ibunya, sebelum Ana masih ada ibunya yang tak kalah garangnya jika sudah marah.


"Dan,,,, Panggil aku Nyonya! Kita tidak memiliki ikatan keluarga, bukan?! Jadi jangan mulai sekarang tolong sembarangan bicara! Mengerti!", wanita paruh baya itu makin mempertajam ucapannya. Sedangkan Megan menjadi terkejut dengan ucapan Nyonya Rima yang ia pikir akan menerimanya dengan tangan terbuka. Wanita itu kini tengah menundukkan kepalanya dengan wajah malu.


Tuan Dion dan Ken yang berada di belakang Megan saling bertukar pandang lalu menyeringai bersamaan. Kemudian mereka melempar pandangan ke arah Sam yang juga setia untuk diam. Kedua orang yang berada di belakang Megan itu lalu dengan kompak membuat isyarat dengan menyayat leher mereka dengan satu tangan sambil melirik ke arah wanita itu.


'tamatlah riwayatnya'


"Dan kau?!", Nyonya Rima kini beralih ke arah putra bungsunya lagi.


"Dimana Sarah? Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak ada?", tanyanya dengan nada mengintimidasi.


Dan sebelum Sam mulai menjawabnya, Ken terlebih dulu mau untuk menyelesaikan masalah orang luar yang masih berdiri di antara mereka.

__ADS_1


"Kau!", Ken berdiri bersisian dengan Megan. Nada bicaranya dingin nan tajam.


"Ya, Tuan!", Megan girang. Ia pikir Ken akan benar-benar menganggap kehadirannya dan mengajaknya bicara. Akhirnya ada anggota keluarga Wiratmadja yang menganggap dirinya. Karena Ken merupakan kakak dari Sam, maka dari itu Ken berarti adalah calon kakak iparnya juga. Siapa yang tak akan berbangga hati memilki ipar seorang Presdir Ken yang terhormat itu. Sungguh Megan telah berpikir terlalu jauh saat ini.


"Enyah dari sini sekarang juga! Dan jangan tunjukkan lagi batang hidungmu di depan adikku selain urusan pekerjaan. Itupun jika kau masih ingin karirmu berjalan dengan lancar!", Ken benar-benar memberi peringatannya.


"Tapi Tuan, Megan benar-benar khawatir dengan keadaan Tuan Sam!", dengan lancangnya wanita itu menyentuh lengan Ken dan bahkan berani menatapnya. Megan pikir semua lelaki itu sama, mereka akan luluh dengan wajah polos dan penuh ketulusan juga dengan kecantikan yang menawan.


Huh, wanita ini sungguh cari mati rupanya. Ketiga anggota keluarga Wiratmadja lainnya sudah sangat hafal perangai Ken sebelumnya. Ia tak pernah sudi disentuh oleh sembarangan wanita. Ia akan murka di buatnya. Maka dari itu mereka bertiga memilih untuk memalingkan wajah mereka agar tak melihat tindakan apa yang akan Ken lakukan kepada wanita itu.


-


-


-


-


-

__ADS_1


ayo,, author hari ini crazy up lagi ya 😀


jadi mohon dukungannya juga okeh, jangan lupa kasih like sama vote kalian ya 😉😊


__ADS_2