Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 201


__ADS_3

"Memangnya aku sudah memberi jawaban?!", tanya Sarah dengan wajah acuhnya.


Sam membelalakkan matanya. Benar, Sarah memang belum mengatakan jawabannya. Tapi apa iya, sudah menangis haru begini Sarah masih akan menolak dirinya. Sam menjadi menatap wanita itu dengan penuh waspada.


Jangankan mereka semua yang berada di sana yang kebingungan. Bahkan Ibu Asih sendiri kini tengah menatap putrinya itu dengan wajah yang tak kalah kebingungannya. Apa maksud ucapan putrinya itu?! Bukankah dari tatapannya jelas, bahwa putrinya ini mencintai pria yang kini tengah bersimpuh di hadapannya?! Kenapa ucapan putrinya itu menjadi mengejutkan begini?! Pertanyaan yang ia simpan di dalam hatinya nyatanya sama dengan yang orang lain miliki untuk Sarah.


"Bukannya aku meminta waktu untuk berpikir?!", ucapan cetus Sarah pada Sam mengejutkan semua orang.


"Sarah!", Ibu Asih meninggalkan tangan Sam lalu menggenggam tangan putrinya dengan begitu erat dengan raut wajah meminta penjelasan.


Sarah tidak menjawab, ia hanya diam dengan wajah datar dan beberapa emosi yang ia sembunyikan. Bola matanya bergerak menyapu pandangan mereka semua yang seakan kecewa kepada dirinya. Ia enggan berkata sekarang, belum saatnya.


"Ahh,, Sarah pasti bermaksud untuk meminta waktu untuk menerima Sam lagi, kan?!", Tuan Dion berusaha menengahi kecanggungan yang ada saat ini. Ia berharap semoga saja ucapannya benar dan dapat meredam situasi yang menegangkan ini.


"Tidak! Aku tadi mengatakan untuk meminta waktu. Tapi bukan untuk menerima Sam lagi. Aku meminta waktu untuk menjawab iya atau tidak", Sarah berdiri tanpa melepaskan tangan ibunya yang masih berpaut pada jemarinya. Ekspresinya kelihatan sedikit angkuh dan tegas saat mengucapkan kalimatnya.


Tuan Dion, Nyonya Rima dan Sam sendiri seakan kehabisan nafas. Bahkan Krystal yang sejak tadi berdiri di sampingnya pun ikut merasakan sesak saat mendengar ucapan Sarah. Keadaannya sudah seperti ini, apa iya Sarah akan setega itu menolak Tuan Sam secara langsung di depan orang tuanya dan juga ibunya sendiri?! Krystal tidak bisa menebak jalan pikiran Sarah. Karena ia pikir selama ini Sarah sangat mencintai Tuan Sam.


"Sarah!", panggil Ibu Asih lirih sambil menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir dengan tindakan putrinya ini. Sudah ada kedua orang tua Sam begini, ia tak berharap putrinya itu akan membuatnya menjadi malu. Mau ditaruh dimana mukanya jika sampai putrinya itu menolak lamaran ini.


Sam, pria itu kini tengah mengangkat kepalanya menatap Sarah yang menjulang tinggi di atasnya. Pria itu menatap Sarah dengan penuh harap. Wajahnya bahkan berubah sedih dan pias saat mendengar ucapan terakhir Sarah. Apakah ini benar-benar karma yang harus ia terima atas segala tingkah lakunya terhadap semua wanita di masa lalu?! Dulu ia hanya tinggal mengangkat telunjuknya untuk memilih wanita mana yang dia inginkan. Tapi sekarang, ia hanya menginginkan satu wanita ini. Dan bahkan ia ingin membangun masa depannya dengan wanita itu. Tapi kenapa rasanya sangat sulit untuk mendapatkan hatinya itu.


"Sarah!", seru Sam lirih sambil berusaha menjangkau tangan wanita itu yang kosong di sebelah sana.


Ibu Asih berinisiatif menyingkir dan membiarkan kedua anak muda itu menyelesaikan urusan mereka sendiri. Sam mendekatkan dirinya ke arah kaki Sarah. Kini ia bersimpuh di depan wanita itu. Wajahnya penuh harap, tapi sayangnya wanita itu malahan menepis tangan Sam dan malahan melipat kedua tangannya di depan dada.


Ana dan Ken keluar dari kamar tamu setelah Ana merasa baikan dan lebih segar karena sudah makan puding mangga yang ia inginkan tadi. Melihat hal itu Krystal segera berlari kecil dan membisikkan sesuatu padanya. Ana menyadari ada situasi aneh di ruangan itu saat ini. Tapi matanya segera terbuka lebar saat Krystal telah memberitahukan segalanya.


Sedangkan Sarah, wanita itu menyamarkan senyumannya. Ia puas melihat Ana dan Ken akhirnya keluar juga. Saat ini ia memiliki hal yang harus mereka berdua juga mengetahuinya.


"Sarah!", Ana mendekat dengan wajah meminta diberi penjelasan kepada sahabatnya itu. Ia dibimbing untuk duduk di tempat yang tadi Tuan Dion duduki. Ayah mertuanya itu mengalah untuk menantunya yang sedang hamil itu. Ia sekarang berdiri berdampingan dengan Ken di sisinya. Dan Ana kini duduk berhadapan dengan Sarah yang masih berada di posisi berdirinya.


"Sarah, apa maksud dari semua ini?", Ana bertanya dengan kesabaran yang ia punya. Ia tak ingin memancing emosi siapapun saat ini. Meskipun ia sendiri sebenarnya kesal saat mendengar penjelasan dari Krystal barusan. Ia seakan tak mengenal sahabatnya itu. Keadaan aneh ini jika hanya mereka yang menghadapinya, maka Ana masih memberikan toleransi. Tapi di sini telah melibatkan para orang tua. Ana sangat tidak ingin menyakiti hati mereka, jika memang keputusan yang paling berat yang akan Sarah katakan.


"Sarah, aku sangat mencintaimu! Tidak ada wanita di dunia ini yang berhak atas cintaku selain dirimu. Kau adalah wanita pertama yang membuatku tau artinya mencintai, Sarah. Aku bahkan telah membuktikan bahwa aku rela mengorbankan nyawaku demi dirimu. Lalu bukti apalagi yang kau inginkan agar kau percaya bahwa aku benar-benar serius terhadapmu?", suara Sam terdengar frustasi dan sedikit terisak. Pria konyol itu menampakkan sisi dirinya yang begitu lemah yang tak pernah ia tunjukkan kepada siapapun sebelumnya.


Ketika ia benar-benar terpuruk saat kesusahan mencari Sarah, yang ia lakukan adalah menyiksa dirinya sendiri dengan bekerja. Ia harap rasa rindunya sedikit terlupakan setelah ia mengerjakan tugas yang lainnya. Tapi nyatanya rasa rindunya terhadap wanita itu malahan semakin menjadi. Di depan kedua orangtuanya maupun kakaknya, Sam telah menjadi pribadi yang berbeda. Ia menjadi lebih dingin dan tertutup. Hal itu juga ia lakukan agar semua orang tak menyadari bagaimana hancurnya ia selama ini.


Tapi sekarang, hatinya terasa akan lebih hancur lagi saat melihat raut wajah Sarah yang tak memiliki belas kasihan sedikitpun kepada dirinya. Pria ini menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil mengepalkan tangannya di atas kakinya yang tengah bersimpuh itu. Tak terasa beberapa buliran air mata jatuh dengan titik-titik khas yang membasahi celananya. Dan sekilas Sarah menangkap pemandangan itu.


Ya ampun, Krystal yang sejak tadi menahan emosinya pun. Menjadi tidak sabar menghadapi wanita keras kepala macam Sarah ini. Bukannya setiap malam adalah pria ini yang ia tangisi?! Tapi sekarang malahan begini ceritanya. Sebenarnya apa sih maunya Sarah?! Krystal menjadi tidak tega pada Tuan Sam ini. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, seakan siap memukul kepala wanita itu jika berani menolak pria itu.


"Sarah, ini akan menjadi yang terakhir kalinya aku bertanya kepadamu", ucap Sam sambil berusaha meredakan emosi yang bergejolak di dadanya. Ia juga sempatkan menyeka air matanya yang sempat tumpah saking ia tidak tahannya pada situasi ini.


"Sarah, maukah kau menikah denganku?", Sam mengangkat kepalanya lagi. Bertanya dengan wajah sendu dan sisa-sisa air mata yang masih basah di ujung-ujung bulu matanya.


Duh, rasanya hati Sarah ikut sakit melihat pria itu kelihatan begitu nelangsa saat ini. Rasanya ia ingin menangkup wajah pria itu dan menghapus jejak air mata yang tersisa di sana. Tapi belum saatnya, ini belum saatnya.

__ADS_1


"Memangnya aku berkata tidak?!", dengan wajah acuhnya ia mengucapkan kata-katanya sambil menaikkan bola matanya ke atas berusaha untuk tidak menatap semua orang.


"Baiklah, kalau begitu,,,,,", Sam pasrah mendengar jawaban Sarah.


"Apa?! Jadi kau tidak menolakku?!", Sam berteriak histeris saat ia benar-benar menyadari jawaban yang Sarah berikan. Pria itu berdiri segera berdiri secepat kilat seraya meraih tangan Sarah yang masih terlipat di depan dadanya.


"Ya memangnya aku ada mengatakan tidak akan menerima dirimu!", seru Sarah masih berusaha mempertahankan wajah cueknya.


Ia mengalihkan pandangannya ke samping sehingga bertemu pandang dengan Krystal. Wanita itu menatap Sarah dengan gemasnya tapi juga setengah tertawa sambil melayangkan tinjuannya ke udara. Dan Sarah membalasnya dengan menjulurkan lidah juga wajah yang mengejek. Tapi keduanya pun lalu saling melemparkan senyuman.


"Bo,, bolehkan aku memelukmu?", tanya Sam yang sudah gemetar tubuhnya. Ia masih terlalu shock saat ini. Wanita ini telah berhasil membuat adrenalinnya naik turun secara drastis. Hingga saat ini ia masih belum bisa berpikir jernih seperti biasanya.


"Biasanya juga kau tidak pernah bertanya! Peluk ya peluk saja!", ucap Sarah masih dengan nadanya yang acuh. Padahal ia sendiri berharap jika Sam segera memberikan pelukan kepadanya.


Sam tersenyum begitu pula yang lainnya. Mereka semua lega setelah akhirnya Sarah mau menerima Sam juga. Pria itu lalu memasukkan Sarah ke dalam pelukannya. Ia mendekap erat dan memberi beberapa kecupan pada pucuk kepala wanitanya itu. Hah, Sam benar-benar lega sekarang.


Tapi tiba-tiba tangan Sarah menepuk tangannya untuk berhenti memeluknya seperti ini. Di sini masih banyak orang, apalagi ada orang tua mereka. Sarah sungguh sangat malu saat ini. Sam pun melepaskan pelukannya sambil terkekeh. Sarah mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan malu-malu. Tapi ia malahan bertemu pandang dengan Ana. Sahabat itu kini tengah menyipitkan matanya menatap ke arah Sarah.


"Apa maksud semua ini, Sarah?", tanya Ana tajam tak memberikan senyuman di bibirnya.


"Kejutan!", jawab Sarah santai sambil menaikkan salah satu alisnya ke atas. Wajahnya seakan menantang wajah Ana yang tengah menatapnya tajam.


"Kejutan?", sambil mengernyit Ana berusaha mencerna maksud ucapan Sarah.


"Memangnya hanya kalian saja yang bisa mengerjai diriku?! Pagi ini aku sudah dibuat jantungan oleh kalian semua saat baru saja bangun tidur. Dan ternyata semua ini juga merupakan ulah kau dan suamimu. Apalagi dengan permintaan ekstrim yang kau ajukan. Sungguh membuatku jantungan saja. Memangnya kau pikir bagaimana rasanya saat baru saja membuka mata lalu ada seseorang yang meminta dirimu menikah dan bahkan meminta untuk berada di atas satu pelaminan dengannya?! Kepalaku mau pecah, kau tau!", Sarah kembali melipat tangannya di depan dada saat mengungkapkan isi hatinya.


"Apa? Jadi kau diminta Ana untuk berada satu pelaminan dengannya? Maksudku kalian jadi double wedding, begitu?!", Krystal membulatkan mulutnya dengan mata takjub memandang Ana.


"Yah benar begitu, sungguh membuatku pusing kau tau!", Sarah sedikit memijit keningnya.


"Ana, kau sungguh adalah ibu hamil paling keren yang pernah aku temui! Permintaanmu itu sangat-sangat keren!", mata Krystal berbinar seraya mengacungkan dua jempol untuk sepupunya itu.


"Tentu saja!", Ana tersenyum puas memandangi Sarah saat ia tau bahwa Krystal malah berada di kubunya.


"Tapi, kau benar-benar menerimaku, kan?!", Sam ingin memastikan lagi jawaban Sarah. Ia memutar tubuh wanita itu hingga berhadapan dengannya. Ia memegangi kedua bau Sarah dan menahannya dengan sedikit kekuatan.


"Iya,,, iya,,, iya,,,!", tiga kali Sarah memberikan jawabannya agar pria itu semakin puas.


"Terimakasih,,, terimakasih, Sarah! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!", Sam kembali memeluk wanita itu.


"Apa kau tidak ingin memelukku?!", Ana merentangkan tangannya ke arah Sarah. Ia merasa sangat bahagia setelah akhirnya sahabatnya itu memilih jalan yang benar. Ia tidak ingin lagi melihat sahabatnya itu terpuruk dan tidak bahagia. Ana menantikan Sarah juga memiliki kebahagiaan yang sama seperti dirinya.


"Aku tidak di ajak?", tanya Krystal dengan wajah cemberut saat melihat kedua sahabat itu saling berpelukan.


"Ayo kemari!", mereka bertiga pun berpelukan bersama. Krystal juga ikut merasa bahagia melihat wanita yang sekarang sudah menjadi temannya itu memilih jalannya. Ia juga berharap hal itu juga akan segera menular kepada dirinya. Ia juga ingin menikah seperti kebanyakan wanita pada umumnya.


"Huh, akhirnya!", Nyonya Rima bernafas lega di samping suaminya. Tadi dirinya benar-benar sudah sangat tegang saat ia pikir Sarah akan menolak putranya. Dari tadi mulutnya tak berhenti merapalkan doa-doa berharap Sarah mau melembutkan hati dan menerima putranya. Segera senyumnya terkembang setelah mendengar jawaban yang Sarah berikan. Ternyata ini semua hanya jebakan Sarah. Wanita muda itu hanya ingin membalas keterkejutannya pagi tadi saat di apartemen milik Sam.

__ADS_1


"Aku tau, Sarah pasti tetap akan menerima Sam!", gumam Tuan Dion pada istrinya itu.


"Tau dari mana?", kali ini wajah Nyonya Rima menjadi begitu tertarik dengan jawaban yang suaminya ucapkan.


"Matanya! Meskipun ia bersikap angkuh seperti tadi, tapi sorot matanya tak bisa memungkiri hal ini. Matanya penuh cinta saat ia menatap ke arah putra kita!", Tuan Dion merangkul istrinya dan memberi usapan lembut di lengannya.


Kedua orang tua itu saling melempar pandangan lalu menyapu keadaan sekitar dengan sebuah senyuman. Begitu pula dengan Ibu Asih, ia juga menguarkan senyumnya. Ia juga berharap dengan jawabannya ini ia bisa memberiksan kebahagiaan bagi putri sulungnya itu.


***


Mereka mengakhiri semua hal yang terjadi dengan makan siang bersama di rumah itu. Semua wanita terlihat sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan. Ibu Asih melakukan duetnya dengan Nyonya Rima. Sedangkan Sarah dan Krystal hanya membantu beberapa, karena masih belum banyak pengalaman yang mereka punya di dalam sana. Dan satu lagi wanita yang malang adalah Ana, ia ditahan untuk hanya duduk di bar mini di dekat dapur tanpa melakukan sesuatu. Ia dilarang keras masuk ke dalam dapur oleh Ken dan juga ibu-ibu itu mengingat pagi ini Ana begitu lemah. Maka akhirnya ia hanya bisa pasrah.


"Hey Ana, besok Kak Adam akan pulang! Kau mau ikut menjemput kakakku di bandara?", tanya Krystal pada wanita yang duduknya tak jauh darinya.


"Siapa itu Kak Adam? Apakah aku boleh ikut?", tanya Sarah penuh harap.


"Dia,,,,,", belum juga menjawab, Krystal segera menutup mulutnya saat melihat siapa yang datang.


"Mau kemana?", Ken dan Sam datang bersamaan. Mereka menduduki kursi di sebelah Ana. Keduanya saling melontarkan pandangan penuh tekanan kepada pasangan masing-masing saat menangkap dengar bahwa ada nama laki-laki lain disebutkan di sana.


"Hah! Akan sulit pasti mendapatkan izin dari pria-pria ini!", gerutu Krystal dalam hatinya.


-


-


-


-


-


-


baca juga kisahnya Ben dan Rose di novelku yang satunya lagi yang judulnya


🌹Hey you, I Love you!🌹


Follow instagram aku yuk di @adeekasuryani dijamin bakalan aku folback ,karena makin banyak teman makin baik, kan 😊


jadi jangan lupa tinggalin like sama vote kalian di sini dan di sana ya 😁


terimakasih teman-teman πŸ˜‰


love you semuanya 😘


keep strong and healthy ya

__ADS_1


__ADS_2