Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 255


__ADS_3

"Wanita itu masih tidak ada kapoknya!", Sarah mendesah, mengeluh seraya menjatuhkan tubuhnya pada sofa di samping Krystal.


"Tuan Sam! Mungkin seharusnya Tuan sudah benar-benar memberinya pelajaran sejak awal!", Krystal lalu membuka suara ke arar Sam.


Karena dia yang telah dianggap rival oleh si Megan Aira itu sangat tau betapa liciknya wanita itu. Jadi seharusnya wanita itu sudah dimasukkan ke dalam lubang yang paling dalam agar tidak mengganggu siapa pun lagi. Sebab ia juga yakin jika bosnya ini sebenarnya sudah tau semua kebusukan wanita jadi-jadian itu sejak dulu.


"Kau harap maklum saja! Adikku ini memang bodoh!", lalu pria di sebelah Sam itu membuka suara terlebih dahulu sebelum adiknya itu membuka mulutnya semakin lebar.


Sam yang menjadi objek ucapan Ken itu pun tak dapat memiliki ekspresi lain. Bibirnya hanya mencibir karena tingkah kakaknya ini yang selalu saja suka menindas adiknya kapan pun dan dimana saja.


Sarah dan Krystal dengan kompaknya mereka tertawa bersama. Sarah mungkin sudah terbiasa melihat hal ini sejak dulu. Karena ia sudah mulai terlibat dalam hubungan Ana dan Ken itu sejak awal. Jadilah ia juga harus sering berinteraksi dengan Sam yang konyol ini.


Sedangkan Krsytal, ini sebuah kebanggaan baginya. Berhadapan langsung dengan dua sosok yang sangat ia kagumi saja sudah sangat beruntung. Apalagi melihat hal-hal seperti ini. Sungguh Krystal mengucap banyak syukur dalam hati.


Berkat hubungannya yang membaik dengan Ana, sepupunya itu. Hal seperti ini bukan lagi menjadi sebuah hal yang sangat mahal dan tak terjangkau baginya. Sekarang mereka bahkan bisa dikatakan sudah menjadi keluarga. Dan sebenarnya, apa yang harus ia syukuri adalah tentang hubungan dirinya dan juga Ana. Karena semenjak itu, banyak hal baik juga datang padanya.


Ia bisa mendapatkan kekasih sebaik Louis. Ia mendapatkan keluarga lagi, meskipun ayahnya sekarang mendekam di dalam penjara. Dan karena itu kakaknya jadi bisa kembali ke negara ini untuk menemaninya di sini. Wanita itu juga jadi mempunyai dua sahabat sekaligus dimana sebelumnya temannya itu hanyalah Louis saja. Ada Ana dan juga Sarah yang selalu menemani hari-harinya sekarang.


Dan yang lebih membuatnya bahagia adalah, sekarang ia jadi bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu lagi. Ibu Asih, ibu dari sahabatnya, Sarah. Mereka berbagi kasih sayang Ibu Asih sekarang. Jadi beruntungnya ia memiliki semua itu saat ini.


Kembali pada keempat orang itu. Sarah dan Krystal sudah puas tertawa. Sam yang ingin membuka suara pun menjadi hilang niatannya. Sungguh, ia seperti seseorang yang sedang ditindas oleh teman-temannya sekarang. Maka hanya merengut yang ia bisa seraya menyandarkan punggungnya ke sofa.


"Tuan, orang-orang Manajer Toni berhasil menangkap dua orang yang terlihat mencurigakan. Mereka seorang pria dan seorang wanita. Dan setelah kami cek, wanita itu adalah benar Megan Aira", seorang pengawal Sam datang dengan tergesa-gesa lantaran berita yang ia bawa sangatlah penting bagi tuannya itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan pengawal tadi, semua orang jadi mengalihkan perhatian mereka ke arahnya, kecuali Ken tentunya. Jika pria itu terlihat santai san tenang, maka beda halnya dengan tiga orang itu yang mendengarkan dengan penuh minat.


"Lalu dimana mereka sekarang?", Sam menjadi sangat bersemangat dengan hal ini. Ia sudah tidak sabar untuk menemui wanita itu. Hukuman berat akan segera wanita itu terima setelah ini.


"Manajer Toni sudah mengikat keduanya dan di tempatkan di sebuah ruangan di lantai atas bersama seorang pelayan wanita yang tadi membantu mereka. Manajer Toni masih menahan pelayan itu sebagai saksi", lengkap sudah semua informasi yang ia berikan pada tuannya itu.


"Siapa nama pelayan itu?", mendengar salah satu bekas rekannya disebutkan, Sarah jadi penasaran siapa gerangan yang terlibat dalam hal ini. Mungkinkah seseorang yang ia kenal?! Jika memang iya, Sarah sungguh sangat menyesal akan hal itu. Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi?! Bukan hanya Sam, tapi ia juga sudah tidak sabar untuk mendatangi wanita itu.


"Jika tidak salah, namanya Sissy, Nona! Itu nama yang rekan saya lihat pada nametag yang tergantung pada seragamnya", dengan sabar pengawal itu memberi jawaban dari semua keingintahuan semua orang.


"Sissy!", Sarah mendesah. Bagaimana bisa orang itu terlibat?! Mungkinkah Sissy mengenal Megan Aira?! Tapi sepertinya tidak mugkin! Hah! Entahlah, biar nanti mereka mengetahui jawabannya sendiri.


"Apakah kau mengenalnya?", melihat wajah sahabatnya itu seperti sedang berpikir, maka mulut Krystal tak dapat dihentikan untuk bertanya.


Ken memang menyesalkan hal ini. Ia ingat siapa Sissy itu. Insiden dimana untu pertama kalinya ia bertemu dengan pria eksentrik yang sekarang dianggap kakak oleh Ana itu, tidak bisa ia lupakan begitu saja.


Ada pelayan wanita yang tidak tau diri itu juga, tentu Ken mengingatnya. Jika ia adalah bosnya, mungkin sejak kejadian mengesalkan itu, ia sudah memecat Sissy saat itu juga. Tidak baik memlihara benalu seperti itu di dalam tubuh kita.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita lihat mereka!", Sam sudah berdiri dengan semangat yang membara di matanya.


"Kalian tetap di sini sampai kami kembali!", ucap Ken pada dua wanita di hadapannya.


"Kau urus manusia-manusia itu! Jangan sampai mereka kabur! Tunggu kami menyelesaikan urusan kami dulu!", lalu raja singa itu pun memberi titah pada pengawal yang tadi memberi laporan.

__ADS_1


"Baik, Tuan!", meskipun mereka bekerja di bawah perintah Tuan Sam, namun tekanan yang Tuan Ken berikan tak dapat membuatnya melakukan penolakan. Karena aura dominasi yang kuat, juga solusi yang Tuan Ken berikan selalu tak terbantahkan oleh mereka semua.


"Kau! Ikut aku dulu!", Ken memang segera bangun setelah melihat adiknya itu berdiri.


Setelah mengucapkan salam perpisahan itu. Ken menyeret kerah belakang kemeja yang Sam gunakan saat ini.


"Kakak, kita tidak boleh melakukan sesuatu hal hanya setengah-setengah saja. Aku harus segera menghukumnya sekarang juga. Jadi tolong lepaskan aku sekarang!", Sam meronta-ronta di belakang pria itu. Kerah belakangnya terus ditarik sampai ia tidak memiliki kesempatan untuk berbalik sedikit pun.


"Tidak! Kita selesaikan dulu urusanku! Kau sudah membuatku menunggu sejak tadi, bukan! Sekarang giliranmu untuk menungguku!", di depan Ken sedang tersenyum tanpa belas kasihan. Wajah kejam raja singa itu jika Sam melihatnya sekarang, pasti tidak tahan untuk segera melarikan diri.


"Kakak memang yang terbaik dalam menyiksa orang!", Sam menggeram dengan pujian yang memang patut dilayangkan kepada kakaknya yang kejam itu. Tapi meskipun begitu, ia tetap tidak bisa mengalahkannya.


-


-


-


-


novel ini akan selesai dalam waktu dekat, karena setelah ini aku mau fokus sama ceritanya ben dan rose di sana.


terima kasih buat teman-teman yang sudah setia membaca novel ini dari awal cerita ana dan ken sampai sekarang 😊

__ADS_1


love u semuanya 😘


__ADS_2