Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 203


__ADS_3

"Ka,, kau!", Sarah kaget saat melihat Sam juga datang dari arah belakang tubuh Ken. Tangannya mengacungkan jari telunjuknya ke arah Sam dengan pandangan yang hampir kosong.


"Bukankah seharusnya kau pergi bekerja sekarang?!", Sarah memastikan sendiri apa yang ia lihat saat ini.


"Aku akan ikut denganmu!", Sam tersenyum penuh kemenangan.


"Ap,, apa?", Sarah membelalakkan matanya dan secepat kilat wajahnya berubah masam. Jari telunjuknya meluncur ke bawah karena lemas.


"Tenang saja sayang, aku akan menemanimu melihat pesawat!", ucap Sam riang. Dirinya kini sudah berdiri sambil merangkul Sarah dari samping.


"What!", Krystal terkejut.


"Pesawat?", begitu juga dengan Ana yang tak kalah terkejutnya. Sedangkan Ibu Asih yang berada di hadapannya kini sedang menahan bibirnya untuk tersenyum.


"Lihatlah, gara-gara kau setelah ini aku akan jadi bahan bully-an mereka!", Sarah menarik dengan kasar lengan jas yang Sam pakai agar telinga pria itu cukup dekat untuknya berbisik kesal.


"Jangan khawatir! Ada aku di sini!", Sam memukul dadanya dengan bangga. Ia ingin sekali tertawa sebenarnya. Tapi ia begitu tidak tega jika dirinya juga ikut menggoda wanitanya itu. Jadi kali ini ia akan berperan menjadi tameng bagi Sarah, agar wanita itu merasa bangga memiliki dirinya.


"Jadi alasanmu ingin ikut bersama kami itu hanya karena pesawat?!", Krystal bertukar pandang dengan Ana menggunakan ekspresi wajah yang sama.


"Iya! Memangnya kenapa?", Sarah acuh menyuap nasi goreng ke mulut dengan wajah polosnya.


"Emm,,, Maksudnya?", jika Ana mulai mengerti maksud dari sahabatnya itu. Maka nona yang merupakan sepupunya itu belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Ana dan Sarah sudah bersahabat selama beberapa waktu belakangan ini. Jangankan pesawat, ingat saat dulu Ana mengajak Sarah makan siang di restoran. Itu kala Ana dan Ken berpapasan secara tak sengaja. Dan sahabatnya itu bilang, itu adalah kali pertama ia menginjakkan kaki di tempat mahal dan mewah seperti itu. Maja dari itu, untuk kali ini Ana memaklumi kepolosan sahabatnya yang memang kurang beruntung seperti dirinya dan juga Krystal, juga yang lainnya.


"Ya! Calon istriku ini ingin sekali melihat pesawat, karena ia belum pernah melihatnya secara langsung. Memangnya kenapa?!", Sam berkacak pinggang, menaikkan dagunya dan membiarkan wajahnya dipenuhi kesombongan.


Hah! Sarah mendesah pasrah. Laki-laki ini memang sangat bisa diandalkan! Saking bisanya, orang itu malahan menyebutkan alasan yang pasti akan membuatnya menjadi bahan bulan-bulanan. Dengan wajah pias, Sarah menggigit bibir bawahnya sambil menahan kesal kepada pria itu.


"Benarkan?!", Sarah pasrah dalam hatinya.


Matanya langsung bergerak menatap Krystal yang sudah mencerna kalimat Sam. Dan kini wanita itu tengah tertawa lepas sambil memegangi perutnya.


"Hey, Nona Krystal bisakah kau diam!", bentak Sam di sebelahnya. Tapi mana bisa wanita itu menghentikan tawanya ini begitu saja. Ia masih belum puas mengeluarkan kebahagiannya.


"Hey! Diam! Ku bilang diam!", Sam kembali memperingati Krystal. Tapi bukannya berhenti, wanita itu malahan makin kencang setelah mendengar peringatan dari bosnya.

__ADS_1


"Hey,,,,,!", Sam sudah ingin berteriak lagi tapi Sarah segera mencegahnya dengan memegangi lengannya kuat.


"Biar saja dia tertawa sampai puas!", ucapan Sarah acuh dan dia juga masih membiarkan Krystal untuk tertawa.


"Sampai giginya kering dan wajahnya kaku, sehingga dia tidak mampu berakting lagi!", pungkas Sarah lalu melanjutkan makannya kembali.


jleb


Tusukan Sarah sangat tepat sasaran, langsung mengenai jantungnya yang rapuh. Krystal seketika berhenti tertawa. Sarah sangat tau bagaimana mengancam Krystal. Sepupunya Ana itu akan berhenti menyombongkan diri jika ada seseorang yang mengatakan tentang bagaimana akhir karirnya. Karena Krystal sungguh tak bisa membayangkan bagaimana ia harus melepaskan pencapaian yang dibuat dari hasil keringat darahnya. Jangan katakan, ia mendapatkan ini semua hanya karena koneksi karena ia merupakan dari salah satu keluarga berada. Mungkin iya dial antaranya, tapi sebagian besar adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Mana mungkin wanita itu mau melepaskan itu semua begitu saja. Maka jika sudah ada yang berkata semacam itu, ia akan segera diam.


Sudut bibir Sarah naik sebelah setelah puas dengan respon yang dia inginkan. Krystal sudah terdiam seakan tidak terjadi apa-apa dan melanjutkan kegiatan makannya. Dan Sam pun bisa bernafas lega. Tapi wajah sombongnya masih di sana. Ia merasa ini berkat dirinya, tapi nyatanya pria itu yang membuat masalah pada awalnya dan Sarah yang melakukan penyelesaiannya sendiri.


"Sayang, suapi aku! Sebagai hadiah karena telah menjadi tameng hebat untukmu!", dengan manjanya Sam meminta. Ia menundukkan tubuhnya lalu membuka mulutnya dengan begitu percaya diri.


Sarah tersenyum licik. Meminta imbalan apa? Bahkan ia sendiri yang menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan dari pria itu sedikitpun. Enak saja!


"Ini!", Sarah memasukkan gulungan besar selada ke dalam mulut Sam yang sedang menganga. Dan pria itupun segera kewalahan mengunyah segulungan sayuran itu di mulutnya.


"Sayang, kau tega sekali!", pria itu menghentakkan kakinya di lantai sambil bergumam tidak jelas karena mulutnya yang sedang terisi penuh. Sarah mengangkat kedua alisnya seraya tersenyum. Ia puas bisa menyumbat mulut si bodoh itu.


Lalu Ana dan Ken yang berada di seberangnya pun saling beradu pandang. Mereka juga kompak menggelengkan kepalanya seraya mendesah pasrah.


***


Mereka sudah tiba di area lobby bandara. Ken tidak ikut karena ada beberapa hal penting yang tidak bisa ia tinggalkan di kantor. Jadi berangkatlah Krystal, Ana, Sam dan juga Sarah. Keempatnya baru saja turun dari mobil lalu tiba-tiba ada seseorang menyambut mereka.


"Hai, sayang!", pria keren dengan kaca mata hitam itu segera menyambar tubuh Krystal untuk masuk ke dalam pelukannya. Ia langsung menciumi pipi kanan dan kiri wanita itu dengan gemasnya.


"Kau datang?", Krystal terdengar ceria ketika akhirnya kekasihnya itu bisa datang.


"Yah,, Demi bertemu dengan kakak ipar, maka aku rela harus tidur hanya dua jam saja!", Louis membuka kacamatanya lalu berbicara seolah-olah dia sudah berkorban banyak untuk kekasihnya. Tapi memang benar, dia baru saja menyelesaikan proses syuting untuk film terbarunya yang akan ia bintangi bersama kekasihnya itu. Tapi sayang, jadwal mereka kemarin berselisih. Krystal mendapatkan jatah lebur kemarin, sedangkan Louis harus bekerja lembut hingga pagi.


"Uugghh, sayang! Aku makin mencintaimu!", Krystal menangkup kedua pipi Louis lalu memainkan benda kenyal itu dengan gemasnya.


"Iya aku, tau!", Krystal memukul dada Louis pelan karena lelakinya itu selalu memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Satu tangan lelaki itu gunakan untuk menyelipkan kaca mata itu pada kemejanya. Sedangkan yang satunya lagi untuk menggenggam tangan wanitanya.


"Kk,, Ka,, Kau!", Sarah bergumam lirih. Jarinya keluar sedikit untuk menunjuk ke arah Louis yang masih bersikap tenang.

__ADS_1


"Haii, An!", Louis sedikit menarik tangannya yang memegangi jemari Krystal ke arah temannya itu.


"Hai, Lou!", kedua teman itu saling menyapa. dan melambai tangannya. Louis juga member selamat atas kehamilan Ana yang ia dengar dari kekasihnya itu. Pria itu sangat bersyukur karena sebentar lagi akan menjadi seorang paman.


Sam sedang sibuk menutupi wajah kagum Sarah saat melihat Louis Harris secara langsung seperti sekarang ini. Ia juga ingat mereka pernah bertemu saat dulu berada di rumah sakit, waktu itu mendiang Tuan Danu sedang dirawat setelah mengalami kecelakaan yang melibatkan dirinya dan juga Risa. Pria itu ingat, bahwa wanitanya ini menaruh minat pada pria keren dengan kacamata hitam di dadanya itu. Meskipun Sarah hanya mengidolakannya saja, tapi itu cukup membuat Louis menjadi saingan cinta bagi Sam juga.


Berulang kali Sarah menepikan tubuh Sam yang sengaja menutupi wajahnya. Dan berulang kali juga Sam tetap gigih menutupi pandangan terpesona Sarah kepada pria itu.


"Oohh, ada Tuan Sam juga rupanya!", Louis menjabat tangan Sam dengan sopan. Tapi bukan itu maksudnya, sebenarnya ia hanya ingin menyingkirkan tubuh pria itu untuk melihat siapa wanita yang kini tengah ditutupinya.


"Waaahh jadi kau ya,,,,", Louis tersenyum ramah seraya membimbing Sarah untuk bergabung bersama Krystal dan juga Ana. Meninggalkan Sam yang sedang memunculkan sungut di kepalanya.


-


-


-


-


-


maaf ya segini dulu,, otaknya belum bisa diajak kerja sama πŸ™πŸ€­


daripada nanti tulisannya jelek, berantakan dan ngecewain,,, aku bener ga mau ambil resiko ahh 😁


aku lanjut ngetik babang ben dulu ya,, kalo udah nanti langsung aku post,, okeh πŸ˜‰


baca juga kisahnya Ben dan Rose di novelku yang satunya lagi yang judulnya


🌹Hey you, I Love you!🌹


Follow instagram aku yuk di @adeekasuryani dijamin bakalan aku folback ,karena makin banyak teman makin baik, kan 😊


jadi jangan lupa tinggalin like sama vote kalian di sini dan di sana ya 😁


terimakasih teman-teman πŸ˜‰

__ADS_1


love you semuanya 😘


keep strong and healthy ya


__ADS_2