
"Aku pasti akan memukulnya ketika bertemu nanti!", geram Ana marah pada sepupunya yang terlihat dari foto itu tidak memiliki beban sama sekali karena sudah membuat semua orang saling mencurigai dan khawatir.
Yang lain masih menikmati kekesalan mereka terhadap Krystal yang baru saja membuat semua orang panik. Tetapi Louis, pria itu segera berlari ke arah dalam untuk menyusul wanita yang memenuhi benaknya sejak tadi.
"Louis!", seru Adam seraya menyusul pria itu di belakangnya. Sebagai kakak, ia juga sama khawatirnya dengan orang itu. Karena di sini, ia berperan menggantikan orang tua mereka untuk menjaga dan melindungi adik perempuannya itu.
***
Untuk beberapa masa, Louis tidak menyadari bahwa dirinya tengah diekori oleh kakak dari kekasihnya itu. Lelaki itu seperti mengenakan kacamata kuda, ia tidak menoleh ke mana pun selain ke arah depan. Ia berlari dengan perasaan tidak sabar. Janjinya dalam hati, jika ia sudah menemukan wanita itu, akan langsung ia penjarakan di dalam pelukannya yang erat.
Louis berlari ke sana ke sini, mencari sosok wanita yang merupakan kekasihnya itu. Masih belum sadar juga dia jika Adam masih terus mengikutinya di belakang. Hingga lelaki itu menyalipnya sambil mengedarkan pandangan.
"Di sini tidak ada! Kita cari ke tempat lain!", seru Adam setelah menyebarkan seluruh pandangan matanya di tempat itu. Kemudian ia berlalu lagi tak peduli jika saat ini Louis sedikit terperangah akan kehadiran dirinya.
Sambil berjalan Adam berpikir. Kenapa juga ia terus mengikuti Louis sejak tadi?! Kenapa mereka tidak berpencar saja agar lebih cepat menemukan adiknya?! Atau lebih tepatnya, mengapa ia tidak menghubungi adiknya saja untuk mengetahui dimana keberadaannya saat ini! Ketika terlalu panik, memang otak tidak dapat digunakan dengan benar!
Sudah terlanjur, melangkah saja lagi! Ia terlalu terburu-buru untuk sekadar mengambil ponselnya dan menyambungkan saluran telepon kepada Krystal. Mungkin saja setelah ini mereka akan bertemu dengan adiknya itu!
Ketika melihat punggung Adam semakin menjauh, barulah kesadarannya kembali. Barulah ia tahu jika sejak tadi ada bayangan hidup di belakangnya. Louis lupa jika masih ada lelaki itu yang menganggap Krystal sama berharganya seperti yang ia rasakan. Lalu, ia bawa langkahnya lagi dengan gerakan ringan. Sehingga memperoleh kecepatan yang cukup untuk menyusul Adam yang kian menjauh. Ia tidak sabar untuk menemui kekasihnya. Dan mengajukan banyak pertanyaan perihal dia yang pergi seakan melarikan diri.
***
Langkah kedua lelak itu berhenti di tengah lalu lalang para calon penumpang yang hendak menaiki sang burung terbang. Adam dan Louis mengedarkan pandangan mereka ke arah yang berlawanan. Mencai sesosok makhluk yang sudah mereka cari sejak tadi.
Bola mata Louis berkilau tatkala menangkap sosok tersebut tengah duduk tak jauh dari hadapan mereka. Terlihat dari sisi samping, apa yang ia kenakan dan juga ciri-ciri fisik yang dimilikinya sangat cocok jika itu adalah Krystal. Ia kemudian lupa diri lagi. Berlari kencang bak capung terbang, menghampiri wanita yang tengah meletakkan bokongnya di sebuah bangku tunggu.
Lelaki itu kembali melupakan jika ada Adam bersama dengan dirinya. Hingga Adam pun menghela nafas tak berdaya sebab kembali ditinggalkan begitu saja. Saat ini, Adam sebenarnya belum mengetahui apa yang sudah ditangkap oleh mata Louis. Ia hanya menyeret langkahnya ke arah Louis bergerak saja tanpa tahu alasannya.
"Sayang!", tak perlu berpikir lagi dirinya, sehingga ia langsung menarik wanita itu ke dalam pelukannya yang begitu erat.
"Kenapa kau pergi tanpa memberitahu kami?! Kau tahu?! Kau sudah membuat kami semua khawatir! Terutama aku! Aku sangat takut terjadi sesuatu dengan dirimu, Sayang! Tolong jangan pergi seperti itu lagi, ya!", ucapnya tak putus bak gerbong kereta. Semakin panjang kalimatnya, semakin erat pula pelukannya. Ia tak memberikan kesempatan bagi wanita itu untuk menyela setiap ucapannya atau bahkan mencoba melepaskan diri dari penjara tubuhnya, meski wanita itu sudah meronta.
Di belakangnya, Adam menatap Louis dengan heran. Siapa pula wanita yang tengah di peluknya?! Itu jelas bukan adiknya, karena saat ini posisi wajah mereka saling berhadapan. Sedangkan wanita itu, menatapnya seperti penuh harap dan permohonan. Namun baru saja Adam akan memperingati Louis, sosok adiknya muncul agak jauh dari hadapan mereka. Krystal nampak melambaikan tangannya ke udara dengan senyum ceria kepadanya.
"Kakak!", serunya tak bersuara pada Adam yang lebih dulu ia lihat.
Dan,, Adam pun membalas lambaian tangan adiknya itu, meskipun jadi terlihat lemah dan kaku. Karena jujur saja, ia bingung dengan situasi yang ada saat ini. Lalu,, pandangan mata mereka pun pada tujuan yang sama. Keduanya menatap Louis yang sedang memeluk seseorang.
Krystal bertanya dengan mengangkat dagunya. Adam pun menjawab dengan gelengan kepala yang meyakinkan. Lalu kakak beradik itu pun sama-sama mengedikkan kedua bahu mereka.
Pandangan mata Krystal dan Louis pun saling mengikat. Salahnya, lelaki itu masih dalam posisi ambigu saat ini. Ia berusaha mencerna situasi ini sendiri. Namun Krystal sudah bertanya kepadanya dengan cara yang sama, wanita itu hanya mengangkat sedikit dagunya. Pertanyaan itu terlontar di tengah sisi bodoh lelaki itu. Sehingga,, dengan wajah bingungnya, Louis hanya menunjuk dengan telunjuknya bergantian antara wanita yang ia peluk kemudian ke arah Krystal.
Bagaimana kekasihnya itu jadi ada dua orang sekarang?! Pikir Louis kebingungan. Dan di tengah jalan otaknya bekerja, seseorang menarik paksa lengan wanita itu sehingga terlepas dari pelukannya. Seorang pria tinggi dengan tubuh besar langsung mendekap wanita itu dengan posesifnya.
bugh
Satu bogem mentah lolos dari tangannya dan mendarat pada pipi sebelah kiri Louis. Adam dan Krystal panik, mereka pun segera mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Kurang ajar, kau! Berani sekali kau memeluk istriku!", raungan ganas keluar dari mulut pria itu. Sosoknya yang menjulang tinggi dan begitu kekar bak monster kegelapan, mendominasi sosok Louis yang masih meringkuk, tersungkur di lantai. Ia memegangi pipi kirinya yang mendadak kebas dan kaku. Ditatapnya wanita yang kini berada di dalam kuasa lelaki itu. Ya ampun! Dia sudah salah orang rupanya! Louis menertawai dirinya sendiri dalam hati. Heh! Sungguh memalukan! Apalagi ini terjadi di depan kekasihnya sendiri.
"Ayo, bangun!", pinta Krystal sambil membantu Louis bangkit dari lantai dingin itu dibantu oleh kakaknya. Adam menatap Louis dengan sedikit cemooh di matanya. Bodoh!
Louis mengembuskan nafasnya pelan berusaha tak ingin menanggapi lelaki itu. Lagipula ini memang kesalahannya sendiri. Dan lelaki itu tidak tahu jika wanita di sebelahnya itu, saat ini tengah menertawakannya juga yang ia samarkan dalam bentuk senyum kecil.
"Maafkan kekasih saya, Tuan! Dia salah mengenali orang! Mungkin kekasih saya berpikir jika istri Anda adalah saya, Tuan! Lihat saja, pakaian dan postur tubuh kami sangat mirip!", Krystal maju satu langkah untuk memberikan pembelaan untuk kekasihnya. Tatapan tegasnya setara dengan nada santun yang keluar dari mulutnya. Membuat pria kekar itu mengurangi persen amarahnya seketika.
"Katakan padanya untuk lebih berhati-hati lagi setelah ini! Jangan sampai salah mengenali orang lagi! Masih untung hanya tinju yang melayag ke wajahnya! Bisa jadi lain kali peluru yang menembus dadanya jika hal seperti ini terulang kembali!", seru pria itu dengan nada dinginnya sembari memberi peringatan.
Namun bagi Louis lelaki itu seperti sedang menakut-nakuti dirinya. Walaupun jujur, ia memang agak merinding ketika membayangkan timah besi itu menyasar ke dalam jantungnya. Oh, sungguh! Ia tidak ingin mati muda! Ia belum sempat menikahi kekasihnya!
"Baik, Tuan! Saya akan selalu mengingatkannya!", seru Krystal saat dua orang asing itu memutar tubuhnya dan berlalu pergi dari hadapan mereka bertiga. Jatuhlah pandangan mencemooh yang sebenarnya dari mata Krystal ke wajah kekasihnya. Bahkan ia dan kakaknya pun dengan kompak menertawakan lelaki itu.
"Sudah cukup, Krystal! Wajahnya sudah berubah menjadi abu-abu sekarang!", seru Adam di tengah tawa mereka. Bibir Louis cemberut, matanya membulat melirik tajam ke arah kakak beradik itu bergantian.
"Sudah puas tertawanya?!", tanya Louis pada wanita yang sedang menyeka air matanya. Krystal tertawa sampai menangis saking lucunya kekasihnya itu.
"Oke,, oke! Sudah cukup, Kak! Cukup! Dia sudah kesal sekarang!", seru Krystal pada Adam di sisa-sisa tawanya.
"Dia bukan sedang kesal, tapi sedang ketakuatn dadanya ditembak oleh seseorang!", seru Adam balik. Dan ledekan itu pun tak kunjung usai.
Louis meniupkan nafasnya melalui mulut dengan begitu kasarnya. Ia pasrah ditindas oleh kakak beradik ini. Lelaki itu seperti tak memiliki upaya untuk menghentikan mereka berdua.
"Terima kasih, karena kau baik-baik saja! Aku sangat mengkhawatirkanmu, Sayang!", mendadak ia menyerbu Krystal dengan sebuah pelukan hangat.
Krystal yang tadinya masih tertawa kecil pun harus berhenti. Sejenak ia tertegun ditarik secara tiba-tiba oleh kekasihnya. Tak lama tangannya pun membalas pelukan itu. Ia dekap punggung lebar milik Louis. Oh, nyamannya! Wanita itu sampai memejamkan mata menikmati hangat dekapan yang membalut tubuhnya.
eherm
"Serasa di dunia ini hanya ada kalian saja, ya! Kalian lupa jika masih ada aku di sini?!", seru Adam ketus setelah berdehem dengan keras. Sengaja memisahkan tautan tubuh mereka yang membuat orang lain mendadak dengki.
"Makanya,, Kakak cepat cari jodoh sana!", ucap Krystal dengan wajah ceria setelah melepaskan pelukan kekasihnya. Ia juga memamerkan genggaman tanganya dengan Louis ke hadapan wajah Adam. Sehingga wajah kakaknya itu pun berubah hijau menahan kesal.
"Kau ini!", sahut pria itu kesal. Namun ia juga kehabisan kata-kata untuk menyangkalnya. Ia mengakui kebenaran perkataan adiknya itu.
Kali ini giliran Louis yang menatapnya dengan cemooh besar di matanya. Louis senang karena bisa membalas Adam. Meski kemudian pria itu membalasnya lagi dengan dengusan keras bak seekor kerbau. Tapi Louis tetap menikmati momen ini sambil terkekeh ringan.
"Louis, ada apa dengan wajahmu?!", seru Ana yang tanpa mereka bertiga sadari sudah berada ucukup dekat bersama dengan yang lainnya.
Adam pun mengambil kesempatan ini untuk menceritakan apa yang baru saja menimpa lelaki itu. Ia memandang Louis sambil tersenyum licik. Sekarang tak ada celah bagi dirinya untuk melarikan diri. Di hadapan semua orang, Adam menuturkan hal itu. Hasilnya adalah semua orang menertawakannya. Pun termasuk dengan kedua orang tuanya yang ikut menahan senyum mereka. Dan seperti biasa, hanya Ken yang selalu terlihat tenang di samping istrinya. Meskipun begitu, nampak sudut bibir Presdir Ken yang terhormat itu sedikit terangkat naik. Sepertinya ia cukup terhibur dengan cerita yang Adam sajikan untuk mereka semua.
"Sayang! Kau kemana saja sejak pagi? Kau membuat kami semua panik, tahu?!", tegur Nyonya Harris sambil berjalan mendekat ke arah Krystala. Maksudnya membuka suara pun karena ia tidak tega, putranya itu terus dijadikan sumber dari tawa mereka semua.
"Aku hanya berjalan-jalan sebentar, Mama!", jawab Krystal dengan wajah canggung saat dihampiri oleh calon mertuanya itu.
"Lain kali jangan melakukan hal ini lagi, ya! Kalau ingin jalan-jalan, kau bisa mengatakan kepada Mama! Mama pasti akan dengan senang hati menemanimu!", meskipun ia tahu ada yang disembunyikan oleh Krystal, Nyonya Harris tetap menghormati jawaban yang ia berikan. Ia yakin, pasti ada alasan mengapa Krystal tiba-tiba memutuskan untuk pergi menyendiri.
__ADS_1
"Iya, Mama! Terima kasih! Lain kali Krystal pasti akan bicara pada Mama!", wanita itu menjawab dengan senyum ala kadarnya. Mendadak ia seperti kehilangan kemampuan aktingnya. Mengapa ia jadi gugup seperti ini, sih?!
***
"Sebenarnya kau kemana saja tadi?! Kenapa kau tiba-tiba menghilang?!", bisik Ana langsung untuk menginterogasi ketika semua orang mulai menemukan teman bicara yang cocok masing-masing. Lalu ia berkumpul bertiga bersama Krystal dan Sarah. Disusul anggukan kencang dari Sarah yang setuju dengan pertanyaan yang wanita hamil itu ajukan.
"Sejujurnya,, tadi pagi aku ingin melarikan diri!", bisik Krystal pada Ana dan Sarah. Saat ini mereka baru saja membuat sebuah lingkaran kecil dengan merangkulkan tangan mereka ke bahu masing-msing. Kepala mereka merunduk, sepeti sebuah tim yang sedang menentukan rencana perang.
"Haa?!", bola mata Ana dan Sarah bergerak bersamaan melirik ke arah Krystal dengan begitu susah payah, sebab kepala mereka masih saling menempel saat ini.
"Mengapa?", dengan sikap tegasnya, Ana langsung melepaskan rangkulan bahu mereka. Ia menguliti Krystal melalui tatapan matanya.
"Aku kesal karena Louis belum melamarku juga, bahkan sampai di saat terakhir kami menghabiskan waktu bersama! Katanya dia ingin segera menikahiku, tapi mana buktinya?!", seru Krystal dengan kekesalan yang sejak tadi ia sembunyikan.
"Tapi kemudian aku berpikir ulang! Sepertinya terlalu kekanakan jika seperti itu. Makanya aku memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sambil mengusir rasa kesal di hatiku!", kemudian kelopak matanya bergerak cepat, menatap Ana dan juga Sarah dengan wajah polosnya.
"Bodoh!", Ana memukul pelan lengan sepupunya itu dengan wajah gemas.
"Sakit, Ana!", Krystal mengaduh sambil mengusapi lengannya yang sebenarnya tidak terasa apa-apa.
"Hey, itu hanya sebuah sentuhan ringan di lenganmu! Jangan mengada-ngada!", seru Sarah dengan tatapan penuh peringatan. Ia merupakan saksi mata saat ini. Ia melihat langsung jika pukulan Ana tadi pasti tidak berarti apa-apa. Benar saja, Krystal langsung meringis dengan ekspresi membenarkan.
"Sebenarnya Louis sudah mempersiapkan sesuatu untukmu! Tapi karena kau kabur, semuanya jadi berantakan sekarang!", tambah Sarah lagi seraya mendengus pelan.
"Benarkah?!", Krystal memastikan dengan bertanya ulang kepada kedua sahabatnya. Tersirat sebuah kebahagiaan juga penyesalan di mata perempuan itu. Berarti seharusnya ia tidak melakukan hal ni!
"Tentu saja, benar! Untuk apa aku berbohong! Tidak ada untungnya sama sekali!", jawab Ana ketus dan membuat Krystal semakin dalam penyesalannya. Melihat hal ini, ia dan Sarah saling tatap dengan senyuman di mata mereka. Ada yang tersirat di sana.
Louis sebenarnya mendengar pembicaraan mereka bertiga lantaran posisinya saat ini membelakangi Krystal persis. Ia tersenyum simpul sendirian. Sepertinya Ana dan Sarah baru saja memberi isyarat kepada dirinya untuk memulai sesuatu. Meskipun ini tidak akan jadi seindah apa yang sudah mereka rencanakan. Namun momen ini tetap tidak boleh dilewatkan begitu saja. Ini merupakan momen penting yang harus ada di dalam perjalanan cinta mereka berdua.
Lelaki itu melangkah mundur. Matanya ia tujukan pada Sandi yang sedari tadi memang menyembunyikan diri karena memiliki tugas penting untuknya. Sandi keluar dari persembunyiannya sambil membawa sebuah buket bunga mawar merah yang begitu besar. Bahkan ketika dibawa, itu hampir menutupi wajahnya. Sandi menempatkan dirinya di dekat Louis, hanya beberapa langkah di belakangnya.
Melihat pergerakan putranya, Nyonya Harris pun menepuk bahu suaminya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah putra mereka yang sudah akan memulai aksinya. Ada Ibu Asih yang bersama mereka pun ikut menoleh ke arah lelaki yang sedang berdiri di tengah keramaian orang-orang.
Sambil memaku senyumnya, Nyonya Harris merogoh tas di tangannya. Senyumnya melebar setelah memastikan sesuatu. Lantas ia lanjutkan memandangi putranya yang sekarang sudah mulai berlutut di kejauhan sana. Haru biru mewarnai hatinya saat ini. Ia tidak menyangka akan menjadi saksi dari perjalanan cinta putra kesayangannya itu.
Ketiga wanita itu masih asyik berbicara tatkala semua orang sudah mulai menatap ke arah Louis di sisi lain mereka. Ken dengan wajah tenangnya, menepuk bahu Ana lalu mengarahkan pandangannya ke arah Louis. Wanita hamil itu mengangguk seraya tersenyum penuh arti.
"Waahh,, lihat!! Ada yang akan melamar seseorang!", seru Ana kencang dengan wajah yang dibuat-buat seterkejut mungkin. Ia langsung mengarahkan jari telunjuknya ke tempat dimana Louis berada. Sontak Krystal dan Sarah pun menoleh ke arah sana.
Permen lolipop di tangan Krystal pun jatuh tak terasa. Wanita itu merasa nafasnya tertahan di tenggorokan saking terkejutnya. Ia pun segera menangkup kedua pipinya dengan perasaan tak percaya.
-
tadinya mau nulis babang Ben dulu,, eh taunya yang nyangkut ide yang ini duluan 🤭 maaf ya semuanya 🙏
aku mau nyusun draft babang Ben dulu,, semoga nanti pas update bisa sekalian crazy up ya,, doain aja semoga niat sama jalannya tetap sama 🤭
__ADS_1