Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 250


__ADS_3

"Ini akan menjadi berita yang sangat bagus! Aku menangkap dua ikan sekaligus!", pria yang sedang bersembunyi dengan kamera di tangannya itu menyeringai lebar.


Tangkapannya kali ini sangat di luar dugaan. Pekerjaan awalnya yang mengharuskan dirinya mendapatkan gambar wanita yang bernama Sarah itu, ternyata ia juga mendapatkan bonus di perjalannnya. Ia mendapatkan gambar Sarah dengan seorang lelaki yang duduk bersamanya. Dan ada lagi sosok artis terkenal yang duduk bersama dengan mereka. Itu Krystal Winata.


Siapa yang tidak mengenal sosok aktris terkenal itu?! Tapi pandangan orang akan bagaimana setelah mengetahui arts idola mereka menghabiskan malamnya di tempat seperti ini?! Ah,, pria itu sungguh menantikan berita besar itu akan terbentuk. Dan berapa pula bonus yang akan ia dapatkan setelah mendapatkan berita eksklusif ini nantinya?! Pria itu sudah tidak sabar rupanya!


Dan pria itu belum menyadari jika saat ini beberapa pengawal Sarah sedang berkeliling memantau situai di tempat itu. Pria itu hanya sedang beruntung saat ini, karena batang hidungnya belum tertangkap oleh salah satu mata mereka.


***


Krystal melambaikan tangannya pada salah satu pengawal yang bersama mereka. Dan yang merasa dipanggil pun mendekat.


"Temukan orang yang menurutmu mencurigakan! Aku merasa sejak tadi ada mata yang selalu memperhatikan kami!", titah Krystal sambil berbisik kepada pengawal itu.


"Baik, Nona!", wajah pria itu segera berubah serius. Ia menegakkan punggungnya lagi. Lalu memberi isyarat pada temannya untuk berjaga beberapa saat di tempat. Pengawal yang ditunjukkan Krystal pun berlalu untuk meneruskan perintah yang baru saja ia dengar kepada rekannya yang lain.


"Apakah seserius itu?!", Sarah kemudian bertanya masih dengan wajah bingungnya. Apakah tidak bisa jika mereka bertindak biasa saja?!


"Ya! Tentu saja ini serius! Aku sudah menghadapi situasi seperti ini puluhan bahkan ratusan kali mungkin! Jadi aku tidak mungkin salah!", Krystal mengangguk dengan wajah seriusnya. Ada nada kesombongan juga di dalam kalimatnya.


"Hemhh,, sombong sekali kau!", Sarah mendengus lalu menyandarkan punggungnya ke sofa.


Ia juga tidak dapat mengelak hal ini. Krystal telah menjadi seseorang yang berada di puncak sekarang. Prosesnya tentu tidak mudah. Banyak juga pasti yang ingin menjatuhkan dirinya. Dan sudah pasti pula ia pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Jadi baiklah, ia percaya saja terlebih dahulu dengan ucapan sahabatnya itu.


"Mungkin aku bisa membantu kalian dengan mengerahkan orang-orangku juga. Aku sudah mendengar situasi apa yang kau hadapi saat ini, Sarah!", Manajer Toni bangkit berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Ini pasti Ana, kan?!", Sarah sudah bisa menebak hal ini ketika melihat jawaban Manajer Toni adalah sebuah senyuman.


"Nona Ana selalu memperhatikanmu! Kalau begitu aku tinggal dulu sebentar!", setelah meninggalkan senyumannya untuk Sarah, Manajer Toni pergi dari tempat kedua wanita itu untuk memberikan titah yang sama seperti yang Krystal berikan kepada pengawal Sarah. Makin banyak orang yang bergerak, makin cepat pula orang itu tertangkap.


***


Di salah satu toilet wanita, Megan tengah membenarkan riasannya. Menambah polesan di wajahnya di sana-sini. Make up tebal harus selalu ia gunakan untuk membuat wajahnya menjadi sangat cantik menurutnya.


Ia pun bersenandung dengan gumamannya. Merasa bahagia karenaia pikir rencananya kali ini akan berhasil. Ia ingin sekali membuat nama wanita yang merebut Tuan Samnya itu hancur. Dan jika bisa, ia bisa menyeret nama Krystal yang merupakan rivalnya. Jadi ia bisa menjatuhkan dua burung betina sekaligus. Oh, betapa senangnya siluman rubah itu saat ini!


"Selesai", ucapnya gembira setelah menambahkan warna merah pada bibirnya.


Wanita rubah itu menyunggingkan senyumnya amat lebar hingg beruabh menjadi sebuah seringai. Kejam dan licik, cocok sekali untuk menggambarkan perangainya saat ini.


"Jangan sampai sia-sia lagi!", gumamnya senang sambil memasukkan beberpa peralatan make up-nya ke dalam tas.


Megan hanya seorang diri di dalam toilet itu saat ini. Setelah selesai berdandan, wanita itu pun memilih keluar untuk menghampiri wartawan yang ia mintai bantuan itu. Ia juga ingin melihat secara langsung hasil kerja orang itu selama ia tinggal.


Sayangnya langkahnya harus berhenti di ambang pintu kala ia mendengar dua pria berpakaian hitam dengan tubuh tegapnya sedang saling berbicara.


"Manajer Toni memerintahkan kepada kita untuk mencari orang yang terlihat mencurigakan. Temannya merasa ada yang memperhatikan ke arah dia dan juga Sarah. Semua pengawal yang Sarah bawa juga sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian", salah satunya menyampaikan perintah yang ia dapat dari bosnya, Manajer Toni.


"Baiklah! Kalau begitu aku akan menyampaikan kepada yang lainnya!", dua pria bertubuh tegap itu pun meninggalkan tempat itu dan berpisah.


"Tidak mungkin!", Megan menutup mulutnya tak percaya. Tangannya memegangi daun pintu toilet itu agar ia bisa menopang tubuhnya dengan benar. Karena kakinya tiba-tiba terasa lemas saat ini.

__ADS_1


Ia tidak menyangka jika Sarah akan membawa pengawal. Megan tau itu pasti ulah Tuan Samnya yang mengirimkan para pengawal itu untuk calon istrinya. Tuan Samnya benar-benar serius sepertinya kepada wanita ini. Tak ada satu wanita pun yang pernah diperlakukan seistimewa ini olehnya.


Lalu kenapa juga bisa sampai manajer tempat ini turun tangan juga atas masalah yang terjadi saat ini?! Memangnya siapa Sarah, sehingga ia begitu spesial sampai manajer club malam itu mau ikut membantunya?! Dan kenyataan bahwa begitu banyak orang yang memiliki perhatian terhadap Sarah, membuat Megan Aira itu makin membencinya.


Wanita dari kalangan rendahan seperti Sarah itu tidak pantas jika disandingkan dengan Tuan Samnya yang tampan, gagah dan yang paling penting adalah kaya raya. Menurut Megan, hanya dirinyalah yang cocok untuk berada di sisi Tuan Sam. Heh! Sungguh wanita ini tidak mau berkaca!


Wanita itu menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menilai situasi. Jalanan di sebelah kanan langsung berbelok sehingga memudahkannya untuk segera menghilang dari lorong panjang itu.


Setelah yakin memilih jalan itu, ia bermaksud untuk segera menuju tempat orang itu menjalankan tugasnya, lalu menyeret orang itu keluar bersamanya. Masalah ini telah menajadi besar rupanya. Buru-buru ia berlari dari tempat itu.


bbuk


Megan tak melihat ke arah depan. Ia lupa membawa masker, jadi ia berusaha terus menundukkan kepalanya saat tubuhnya menabrak seseorang. Wanita itu tidak ingin wajahnya sampai dilihat oleh orang lain saat ini.


"Maaf, Nona!", ada dua pria di hadapannya saat ini. Dan salah satu yang menabraknya sedang mengucapkan maaf padanya.


Sambil menunduk, Megan mencoba mengingat suara yang sepertinya ia kenal ini. Karena saking penasarannya, Megann pun sedikit mengangkat kepalanya dengan cepat. Ia ingin memastikan sesuatu.


"Astaga!", desah wanita itu sambil menutup mulutnya.


Itu Tuan Sam dan Tuan Ken. Dua kakak beradik yang sangat berbahaya. Ya ampun! Apa yang harus ia lakukan?! Ia tidak bisa jika sampai ketahuan sekarang!


"Permisi, Tuan!", yang jelas ia harus segera pergi dari sana. Dari hadapan kedua pria itu sekarang juga.


Dan langsung saja ia berlari terbirit-birit hingga membuat Ken menyipitkan matanya. Sedangkan Sam masih mengernyit heran atas sikap aneh wanita itu.

__ADS_1


"Apakah kau tau itu siapa?", suara bariton milik Ken membelah kesadaran Sam saat ini.


__ADS_2