
"Maksudnya? Kakak mengenal wanita itu? Sejak kapan Kakak kenal wanita lain selain Kakak iparku?!", wajah polos Sam yang sedang protes itu sungguh membuat Ken kesal.
ppak
"Heh! Kenapa aku bisa punya adik bodoh seperti dirimu!", lagi-lagi pria itu memukul kepala belakang adiknya dengan wajah tidak sabar. Suara Ken rendah yang sangat pas untuk merendahkan adiknya itu.
"Itu Megan Aira!", lanjut Ken santai sambil memasukkan tangnnya ke dalam saku celana.
"Oohh,,, Megan Aira!", Sam mengangguk beberapa kali sebelum benar-benar nama siapa yang ia sebutkan.
"Apa? Megan Aira? Mana? Mana dia? Pergi kemana wanita itu? Kenapa Kakak tidak menghentikan wanita itu tadi? Bisa saja kan dia sedang merencanakan sesuatu kepada Sarahku?!", Sam kalang kabut setelah menyadari nama siapa yang ia sebut. Ia mondar-mandir di hadapan Ken dengan perasaan kacau.
Bagaimana jika sesuatu terjadi pada calon istrinya itu?! Si Megan rubah itu selalu memiliki cara yang licik. Dan sampai sekarang mereka belum mengetahui apa yang sebenarnya akan wanita itu lakukan.
"Kalau begitu ayo kita cari Sarah, Kak!", Sam sudah tidak sabar ingin mengetahui keadaan wanita tercintanya itu.
"Apa kau lupa apa tujuan kita ke sini?", lantas Sam menghentikan langkahnya. Lalu menoleh ke arah kakaknya yang tak bergeming di tempatnya.
"Ayolah, Kakak! Ini situasi darurat! Kita bisa menemui klien itu nanti saja, kan?!", Sam menghentakkan kakinya ke lantai. Pria itu tidak sabar, benar-benar tidak sabar dengan sikap kakaknya yang masih saja terlihat tenang.
Baiklah, ini memang mengenai Sarah. Dan Sarah bukan siapa-siapa bagi kakaknya itu. Tapi bisakah kakaknya ini memandang masalah ini demi dirinya, adiknya satu-satunya?!
"Soal itu aku juga tau!", Ken malahan membalikkan tubuhnya mulai bergerak ke arah yang berlawanan dengan Sam.
"Lalu mau apa Kakak ke arah situ?", Sam menggaruk kepala belakangnya dengan keras dan tidak sabar. Ayolah, kakaknya ini benar-benanr menguji kesabarannya.
__ADS_1
"Aku kan tadi sudah bilang, aku mau ke toilet dulu!", rahang Sam seketika jatuh saat mendengar hal itu. Ia rasanya sudah ingin pergi lebih dulu karena tidak sabar.
"Tunggu di situ! Jika sampai kau menjauh satu langkah saja, besok aku akan langsung mengirimmu ke Benua A. Kau akan tugas di sana selamanya!", Ken tak menoleh saat mengatakan ancamannya. Ia terus melangkah menuju toilet untuk menuntaskan hajat kecilnya.
Dan ucapannya itu berhasil membuat Sam mematung di tempat. Walau saat ini wajah adiknya itu menjadi suram dan gelap. Takdir apa sebenarnya yang ia miliki sehingga ia harus selalu saja kalah oleh kakaknya?! Saat ini ia hanya bisa berharap jika Sarah masih baik-baik saja.
***
Pria yang sedang mengambil beberapa potret Sarah dan juga Krystal itu sampai saat ini masih belum juga tau jika dirinya kini sedang menjadi incaran pria-pria bertubuh tegap yang wajahnya cukup menyeramkan.
Tiba-tiba saja ada sebuah tangan menepuk bahunya dari arah belakang. Dan sontak saja pria itu terkejut dibuatnya.
"Sssssttt!", Megan langsung berdesis saat pria itu akan membuka mulutnya.
"Cepat ikut aku, cepat!", wanita rubah itu segera menarik tangan pria itu agar mereka bisa segera beranjak dari sana.
"Ayo, cepat!", Megan sudah tidak sabar dan menjadi sangat panik, sehingga tarikannya pada tangan pria itu semakin kencang.
Pria itu masih menampakkan wajah bingungnya saat ini. Ia ingin sekali tau ada alasan apa dengan Megan yang sekarang bersikeras untuk pergi dari sana. Sedangkan tadi wanita itu sendiri yang memberi pekerjaan ini kepadanya.
"Sebenarnya ada apa?!", pria itu masih penasaran namun wajahnya juga sudah tertular rasa panik dan khawatir dari yang Megan miliki.
"Sudah jangan banyak bertanya lagi! Ayo, cepat kita harus segera pergi dari sini!", dan akhirnya pria itu pun berhasil Megan bawa mengikuti langkahnya.
"Tapi kameraku tertinggal!", pria itu mengeluh sambil menoleh ke belakang dengan perasaan tidak rela. Melihat kamera kesayangan yang dapatkan dari hasil jerih payahnya di atas meja sana, sungguh ia ingin menangis dalam hati.
__ADS_1
"Kita sudah ketahuan! Semua orang sedang mencari kita berdua! Bisa gawat urusannya jika kita sampai tertangkap!", Megan berucap lagi memberitahukan kondisinya sambi berjalan tergesa-gesa.
"Lalu bagaimana dengan kameraku?!", pria itu masih tidak rela. Langkahnya pasrah terbawa langkah Megan begitu saja.
"Nanti aku akan belikan lagi yang baru!", putus Megan dengan cepat.
Ocehan pria itu membuat kepalanya semakin pusing saja. Sudah rencananya jadi berantakan begini, ditambah lagi pria yang terus mengeluarkan suaranya seperti burung beo. Rasanya kepalanya mau pecah saat ini! Yang terpenting adalah pria itu sudah diam. Masalah ia akan membelikan kamera lagi padanya, itu adalah urusan belakangan.
Baiklah, jika begitu ia bisa tenang sekarang. Mendengar janji yang Megan ucapkan membuatnya bisa menjadi santai kembali. Saat ini yang terpenting baginya adalah keselamatan nyawanya saat ini. Meskipun ia tidak tau seserius apa situasinya, tapi melihat raut wajah Megan yang begitu panik, jelas bahwa ini memanglah situasi darurat.
"Sial!", tiba-tiba Megan mengerem langkahnya sembari mengumpat. Lalu disusul dengan berhentinya langkah pria itu di belakangnya.
Tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini, dua orang pengawal berjas hitam tengah memeriksa beberapa ruangan di depan mereka. Kaki Megan sudah hampir lemas tak dapat berpikir dengan benar otaknya saat ini. Ia terlalu panik dan khawatir sekarang.
"Kau tau? Sarah datang lagi ke sini sebagai tamu! Dan kau tau siapa yang datang bersamanya? Itu adalah Krystal Winata! Dia datang bersama seorang artis terkenal, pasti dia ingin menyombongkan diri kepada kita, kan?!", kebetulan sekali Sissy lewat bersama dua orang teman pelayan yang lainnya.
Kebenciannya terhadap Sarah tidak pernah berubah, dan yang ada malahan semakin bertambah. Sifat iri dan dengkinya sebelas dua belas dengan sifat Megan Aira.
Dari apa yang pelayan wanita itu katakan, Megan bisa menangkap jika wanita itu tidak memiliki hubungan baik dengan Sarah.
"Sejak dia naik jabatan sebagai wakil manajer, tingakahnya semakin sombong saja!", tambah lagi Sissy memberikan informasi yang membuat perhatian Megan teralihkan.
Pantas saja jika sampai manajer club malam ini turun tangan untuk membantunya. Ternyata wanita itu sebelumnya adalah salah satu atasan di tempat ini. Pekerjaan Sarah bukan seperti yang ia bayangkan. Jika dalam angan-angannya, Sarah yang ia pikirkan adalah bekerja sebagai wanita rendahan. dan ia sempat berspekulasi bahwa Sarah bisa mendapatkan hati Tuan Samnya dengan cara merayunya di tempat ini.
Ternyata dugaannya salah, itu salah sama sekali. Tapi mau bagaimana pun pekerajaan Sarah sebelumnya, wanita itu tetap tidak dapat dibenarkan bekerja di tempat seperti ini. Wanita yang akan bersanding dengan seorang pria terhormat tidak pantas jika berasal dari tempat seperti ini. Megan hanya membenarkan isi pikirannya saja saat ini.
__ADS_1
"Ikuti rencanaku!", perintahnya pada pria di sampingnya. Otaknya langsung bekerja ketika ia melihat dua orang pengawal itu masuk ke dalam ruangan yang sedang mereka periksa.
"Emmhh,, tunggu!", buru-buru Megan menepuk bahu Sissy untuk menghentikan langkah pelayan wanita itu.