
"Sarah juga mencintaimu. Masih mencintaimu"
Kalimat itu membuat jantung Sam memompa lebih kencang lagi. Darah mengalir deras ke seluruh tubuhnya hingga menimbulkan gejolak panas sampai ke hatinya. Kini ia tiba-tiba lebih bersemangat lagi. Wajah frustasinya tadi, matanya yang sempat basah tadi, sudah hilang semuanya.
Satu kalimat itu sudah membuatnya sangat bahagia. Dengan begitu, berarti Sarah juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Kali ini ia harus memikirkan cara bagaimana bisa menemukan wanita itu. Sam sungguh sudah bersemangat untuk mengejar cintanya.
***
Tiga orang wanita terlihat sedang asyik mengobrol di halaman belakang sebuah mansion mewah. Terdengar canda tawa di antara ketiganya. Suara mereka terdengar sampai ke dalam dimana seorang wanita paruh baya tengah menyiapkan makanan ringan untuk mereka. Wanita paruh baya itupun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, hatinya terasa bahagia. Sambil tangannya bergerak meraih nampan dan meletakkannya makanan itu di sana. Kemudian ia melangkah menuju halaman belakang itu.
"Ini Ibu bawakan makanan ringan untuk menambah keseruan obrolan kalian!", Ibu Asih menyerahkan nampan berisi makanan itu ke arah mereka. Karena Ana yang terdekat dari posisinya, maka Ana mengambil inisiatif untuk meraih nampan itu.
"Eitsss, ibu hamil tidak boleh banyak bergerak! Biar aku saja! Aku tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada keponakanku nanti!", sahut Sarah sambil menyambar nampan itu.
Ya, dua hari yang lalu Ana telah melakukan tes kehamilan karena ia merasa mual terus menerus di setiap paginya. Dan Ana merasa sudah waktunya ia datang bulan, namun yang ditunggu pun tak kunjung datang. Maka dari itu, Ken yang tak tega melihat keadaan istrinya yang harus tersiksa di setiap paginya, maka ia memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Dan benar saja, Ana dinyatakan positif hamil dan usia kandungannya saat ini sudah m lewat empat minggu. Sungguh berita besar yang membuat seluruh keluarga Wiratmadja merasa bahagia. Karena sebentar lagi aka hadir seorang cuci di dalam keluarga mereka. Hal yang sudah sangat lama Tuan Dion dan Nyonya Rima nantikan tentunya. Maka dari itu, mereka berpesan kepada Ken dan Ana untuk menjaga calon cucu mereka sebaik mungkin. Okeh, dan itu adalah jawaban keduanya.
"Benar sekali! Tapi hey, dia itu keponakanku! Kenapa kau jadi ikut mengakuinya juga?!", sambar Krystal sengit sambil tangannya meraih beberapa keripik kentang dari piring itu.
"Memangnya kenapa?! Ana sudah ku anggap seperti saudaraku. Jadi anaknya adalah keponakanku!", balas Sarah yang juga ikut mengambil keripik kentang itu dari piring lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
"Hey! Hey! Sudahlah, aku rasa anakku juga tidak ingin memiliki bibi yang cerewet seperti kalian ini!", sahut Ana untuk menengahi mereka.
"What? Bibi? Oh Ana, itu tida keren sekali! Panggil aku tante atau aunty!", Krystal berdecak kesal dengan panggilan yang terkesan kuno itu menurutnya.
"Yap betul! Kali ini aku setuju denganmu! Panggil kami tante ataupun aunty!", Sarah kembali memasukkan keripik kentang ke dalam mulutnya.
"Kami?! Enak saja, jangan ikut-ikutan! Hanya aku yang boleh dipanggil tante atau aunty! Biar kau saka yang dipanggil bibi!", Krystal menjulurkan lidahnya kepada Sarah dengan ekspresi yang menyebalkan.
__ADS_1
"Enak saja! Dia juga keponakanku! Jadi aku juga bebas menentukan dia akan memanggilku seperti apa! Bukan kau yang menentukan!", Sarah membalas Krystal dengan menjulurkan lidahnya juga ke arahnya.
Ana dan Ibu Asih menggelengkan kepala bersama seraya mengumbar senyum mereka. Dua wanita ini benar-benar membuat mereka tak habis pikir. Sebentar seperti saudara, sebentar lagi seperti musuh. Keduanya dapat berubah sesuai dengan situasi. Benar-benar tak habis pikir Ana dibuatnya.
ttak
ttak
Dua wanita itu berhenti berdebat dengan sentilan yang mereka dapatkan di kening mereka masing-masing. Ana memberi hukuman kepada keduanya karena sungguh membuat telinga yang lainnya menjadi sakit dengan ocehan keduanya.
"Anakku tidak ingin memiliki aunty yang suka bertengkar seperti kalian! Huh!", Ana berkacak pinggang sambil membulatkan matanya dengan begitu besar ke arah Krystal dan Sarah.
Keduanya sudah paham jika Ana sudah mengelus sungutnya seperti ini. Tak ada yang berani melawannya. Apalagi kondisinya yang sedang hamil muda yang sangat rentan, maka mereka akhirnya mengalah dan memohon ampun agar Ana tidak kembali marah.
"Baiklah! Baiklah! Kami mengaku salah! Maafkan aunty sayang, ya!", ucap Sarah melembut seraya mengusap perut Ana yang masih datar. Mencoba berbicara dengan benih yang masih sangat kecil di dalam sana.
Mendapatkan perlakuan seperti ini Ana tentu menjadi surut amarahnya. Hingga akhirnya kedua sudut bibirnya melengkung sempurna. Ana sangat senang dengan situasi saat ini, dimana mereka semua menjadi akur satu sama lainnya. Apalagi dengan Krystal, siapa sangka mereka akan menikmati waktu-waktu senggang mereka dengan mengobrol santai seperti ini. Mengingat bagaimana dulu begitu buruk hubungan dua saudara ini.
Dan Ana juga ingin sekali mengucapkan banyak kata terima kasih yang tak terhingga karena sudah mau menampung Sarah dan Ibu Asih untuk sementara waktu ini.
Ya, setelah kejadian itu Ana dan Krystal jadi sering berkirim pesan. Dan Krystal jadi tau duduk permasalahannya itupun karena Ana yang mengatakannya secara langsung. Lalu sepupunya itu berinisiatif untuk menawarkan agar Sarah beserta ibu dan adiknya tinggal bersama dengannya. Lagipula setelah ayahnya masuk penjara, ia hanya tinggal sendirian di sana. Dan ia merasa kesepian. Mungkin jika Ana belum menikah, ia akan meminta Ana untuk menemaninya. Tapi sekarang berbeda, maka dari itu Krystal berkesempatan mengambil momen ini agar rumahnya itu tidak terasa begitu sepi lagi.
Dan beruntungnya Ana langsung menyetujui. Meskipun baik Ibu Asih dan juga Sarah sempat menolak. Tapi hanya dengan begini keberhasilan Sarah bisa disembunyikan. Dan Ana akan meminta Ken untuk menurunkan beberapa orangnya untuk mencegah Sam apabila berusaha mencari Sarah ke arah kediaman Krystal ini.
Awalnya mereka menolak tapi setelah dipikir kembali, memang tidak ada jalan lain lagi. Akhirnya Sarah setuju, tapi Sandi yang merasa tak enak hati pun memilih untuk tetap tidak ikut tinggal di sana. Karena ia merasa tidak pantas, karena tidak ada laki-laki lain di antara mereka. Selain merasa tidak pantas, ia juga merasa tidak enak hati merepotkan orang lain. Maka dari itu, ia memilih untuk tinggal di kosan temannya yang jaraknya tak jauh dari tempatnya bekerja. Dan akhirnya Sarah dan Ibu Asih lah yang tinggal bersama dengan Krystal.
Dan, semenjak kehadiran keduanya. Mansion mewah itu terasa hangat. Krystal sangat menyukai hal itu. Ia juga seperti mendapatkan sosok ibu lagi setelah kehadiran Ibu Asih yang begitu perhatian kepada mereka. Ia tak membedakan meskipun Krystal bukanlah merupakan anaknya. Tapi wanita itu sungguh mendapatkan kasih sayang yang selama ini sudah lama tak ia dapatkan. Dan kehadiran Sarah, meskipun kadang mereka bertengkar. Tapi Krystal merasa seperti benar-benar memiliki saudara. Apalagi mereka sama-sama wanita, jadi banyak hal pula yang bisa mereka bahas bersama. Keadaan ini sungguh membuat hati semua orang bergembira. Kecuali Sam tentunya.
__ADS_1
Di tengah lamunan Ana yang sedang mengingat lagi bagaimana mereka akhirnya bisa bersama. Ia tidak tahu saja jika kedua wanita yang sedang bertatapan sengit sambil berebut tempat untuk mengusap perut ratanya. Hingga ia merasakan gerakan-gerakan di sana mulai kasar, maka Ana kembali berkacak pinggang ke arah mereka.
"Jika kalian bertengkar lagi, maka akan aku pecat kalian sebagai aunty dari anakku. Aku akan mencari aunty yang lainnya yang bisa mencontohkan hal-hal baik untuknya!", bentak Ana dengan wajah garangnya.
"Iya, kami mengaku salah!", sahut keduanya kompak sambil menarik tangan mereka dari perut Ana.
"Sudah-sudah! Ibu hamil tidak baik marah-marah terus! Dan kalian juga jangan memancing Ana marah lagi, mengerti!", Ibu Asih merangkul Krystal dan Sarah pada kan dan kiri tubuhnya. Ia membelai pucuk kepala mereka dengan penuh kasih sayang. Dan keduanya mengangguk patuh, meskipun sambil mengerucutkan bibir mereka.
Dan Ana lagi-lagi harus menghembuskan nafasnya begitu panjang. Ia lega perdebatan ini akhirnya selesai juga.
"Hah!".
-
-
-
-
-
pengennya sih masih ada lagi,, semoga author masih kuat ya nulisnya 🤭
semangat 😁
ayo dong kasih like sama vote kalian biar akunya tambah semangat 😊
__ADS_1