
Semua orang lalu bersorak kegirangan mendengar jawaban Krystal. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena wanita itu segera menginterupsi semua orang untuk kembali diam. Seperti masih ada yang ingin ia sampaikan. Bahkan Louis yang semula sudah akan bangkit pun kembali berlutut lagi. Wajahnya kebingungan juga sebenarnya lututnya sudah gemetar kelelahan.
"Bangunlah! Memangnya mau sampai kapan kau berlutut seperti itu?!", pinta Krystal dengan wajah serius. Sungguh berbeda sekali dengan wajah malu-malunya yang tadi. Ana dan Sarah pun sampai bingung dibuatnya. Pasalnya, mereka tidak tahu apa-apa sama sekali.
"Iya! Tapi,, ", Louis berdiri sambil meneruskan pertanyaannya di dalam hati perihal perubahan ekspresi kekasihnya itu. Ada apa sebenarnya?!
Kemudian Krystal menyodorkan tangannya kepada Louis. Menjulurkan jari jemarinya yang lentik untuk dipasangkan cincin cantik yang baru saja dibuat oleh lelaki itu. Tapi tatapan Krystal yang datar dan lurus membuat orang gagal paham, sehingga Louis baru sadar ketika wanita itu mengerang seraya menjulurkan tangannya semakin dekat.
"Oh, iya! Maaf aku lupa!", pria itu belum kehilangan rasa gugupnya. Louis pun tersenyum tak berdaya sambil memasangkan cincin bunga itu ke jari manis Krystal.
"Pas!", gumamnya pelan dan sangat puas ketika selesai melingkarkan cincin itu di jari Krystal.
Semua orang bersorak ketika sesi lamaran romantis ini sudah mencapai ujungnya. Mereka turut bahagia atas kebahagiaan yang pasangan itu rasakan. Dalam pencarian berita di media sosial, nama Louis dan Krystal melejit menjadi pencarian pertama, terutama di negara asal Louis dan Krystal memulai karirnya.
Merasa agak ragu, namun memang ini hal terakhir yang biasa dilakukan pasangan pada umumnya setelah mereka selesai menerima jawaban atas lamaran mereka. Louis maju satu langkah mendekatkan diri ke arah Krystal. Ia bermaksud memeluk kekasihnya itu untuk meluapkan perasaan suka citanya. Namun belum sempat ia mendekap tubuh wanita itu, tangannya ditepis dan berhenti di udara. Louis kembali merapatkan tangannya dengan wajah bingung.
"Ulurkan tanganmu!", pinta Krystal sambil menengadahkan telapak tangannya.
"Heh?!", pria itu mengeluarkan ekspresi bodohnya saat bertanya.
"Apa yang akan dia lakukan sebenarnya?", tanya Sarah pada Ana di tempat mereka sambil memandang di kejauhan. Dan mungkin itu pertanyaan dari semua orang yang masih menonton di sana.
"Entahlah!", Ana mengedikkan bahunya ringan. Kedua wanita itu masih menerka-nerka dalam hati. Mereka belum juga menemukan jawaban.
Sebuah kotak beludru persegi berukuran kecil dikeluarkan tas Krystal. Warna merah maroon membuatnya menjadi mencolok di tengah telapak tangan putih nan ramping itu. Krystal menggenggamnya sangat erat dengan ekspresi yang sulit dibaca.
"Kemarikan tanganmu!", pintanya lagi namun kali ini ia tak berani memandang kedua bola mata Louis.
__ADS_1
Lelaki itu menurut saja. Ia menjulurkan tangannya ke depan. Namun ia memiringkan kepalanya agak ragu. Krystal pasti tidak sedang mengerjainya, kan!
Di hadapannya, Krystal membuka kotak persegi itu hingga menampakkan sebuah benda berbentuk lingkaran di dalamnya. Berbahan metal, berwarna siler terang. Ada titik berkilau tertanam kokoh di tengah benda itu. Ukurannya yang besar ketika di angkat oleh Krystal, jelas itu tidak diperuntukkan kepada dirinya. Bentuknya yang tanpa hiasan juga bukan seperti akan dipakaikan kepada seorang wanita.
"Sa,,, yang!", ucap Louis terbata saat cincin itu mulai melayang di udara di bawah bimbingan jemari lentik Krystal. Arahnya yang lurus ke depan membuat hatinya menjadi tak karuan.
"Sebenarnya aku tidak sengaja membeli benda ini tadi! Aku berpikir, jika kau tak juga melamarku hari ini sebelum aku pulang, maka aku yang akan melamarmu sebelum aku naik ke pesawat! Louis, aku juga sangat mencintaimu. Dan ingin sekali menikah denganmu!", Krystal mengangkat kepalanya setelah selesai memasangkan cincin itu ke jari manis Krystal. Perasaan gugupnya ia gantikan dengan senyum cerah untuk dipamerkan.
Sesungguhnya wanita itu kebingungan di dalam hati sejak tadi. Niatan yang ia miliki malahan diambil oleh kekasihnya sendiri. Ia jadi bimbang untuk tetap melaksanakan rencananya ini atau tidak. Pikirannya ini timbul lantaran ia kesal karena tak kunjung ada ucapan yang serius dari mulut kekasihnya itu. Meskipun ia sempat berpikir apa pantas jika dirinya yang melamar seorang pria?! Masa bodohlah dengan ucapan semua orang nanti! Jika sudah ada niat, maka harus dijalankan. Begitu saja pikirnya sederhana!
"Anak itu!", Adam menggeleng tak percaya melihat tindakan tak terduga adiknya itu. Ia tersenyum lemah sambil terus memandangi sosok wanita yang dulunya selalu ia jahili semasa kecil.
Pandangannya ia edarkan, menikmati ramainya suara orang-orang yang masih berkerumun untuk menyaksikan. Semua orang nampak berbincang dengan satu sama lainnya, merasa terkejut dengan langkah tiba-tiba yang Krystal ambil. Siapa sangka akan terjadi hal seperti ini?! Tak ad satu pun yang berpikir ke arah sana. Ponsel digenggaman mereka masih terus menyala, mengabadikan momen ini sampa akhir.
"Sekarang aku sudah bisa memelukmu, kan?!", tanya Louis seraya merentangkan kedua tangannya. Senyumnya yang meledek membuat Krystal malu dibuatnya. Wanita itu mengangguk pelan sambil malu-malu.
"Wahh! Aku merasa telah menjadi pria paling beruntung di dunia ini karena sudah dilamar oleh wanita yang sangat aku cintai!", ucapnya setelah merengkuh tubuh wanita itu. Mendekapnya erat seraya mengucapkan perasaan syukurnya sambil menengadahkan kepalanya ke atas. Ukuran lebar senyum di bibir pria itu menggambarkan sebagaimana besar perasaan bahagianya saat ini.
Di dalam dekapan hangat itu, baik Louis maupun Krystal sama-sama memandangi cincin yang melingkar di jari manis mereka masing-masing. Perasaan haru tak terkira membanjiri seluruh relung hati mereka saat ini. Akhirnya satu langkah telah berhasil mereka lewati. Dan final dari pencapaian hubungan mereka adalah dengan menikah dan hidup dengan bahagia.
"Aku mencintaimu, Krystal! Aku mencintaimu!", ujarnya penuh kebahagiaan seraya melepas pelukan itu.
"Aku juga mencintaimu, Louis!", Krystal menipiskan bibirnya menahan haru yang berlebihan hingga dirinya ingin menangis. Matanya sudah terasa hangat dan siap mengalirkan cairan bening itu.
Tiba-tiba saja ada hujan kelopak bunga mawar di atas kepala mereka berdua. Sehingga menciptakan suasana yang semakin romantis di antara keduanya. Semua orang semakin bersorak kegirangan.
Dan kenyataannya adalah, Ana dan Sarah yang sedang melempari mereka dengan sekeranjang kelopak mawar merah di tangan mereka. Sehingga terciptalah suasana yang semakin membuat orang merasa iri.
__ADS_1
cium
cium
cium
Sorak penonton yang masih ada membuat keduanya malu. Jika saja ini bukan di tempat umum, mereka pasti akan melakukanya tanpa ragu untuk meluapkan segala perasaan mereka saat ini. Namun sekarang banyak sekali orang-orang di sekeliling mereka. Tidak senonoh rasanya jika mereka mengabulkan hal itu, dan lagi ada banyak anak kecil di antara mereka.
Louis mau tidak mau menekan perasaannya yang sangat ingin menggapai bibir manis kekasihnya itu. Ia menelan ludahnya dengan susah payah tatkala semangatnya makin membara di semangati seperti itu. Dan lagi wajah malu-malu Krystal yang sedang ditutupi dengan kedua tangannya itu membuatnya semakin berusaha keras untuk tidak menyentuh bibirnya saat ini. Tapi tatapannya tidak bisa membohongi beberapa orang.
"Baiklah! Sekarang sudah saatnya kita pulang! Pesawat kita sebentar lagi akan berangkat!", Ana tiba-tiba menyela di antara keduanya. Ia rela menjadi peran menyebalkan yang bertugas membubarkan kerumunan itu. Ken dengan setiap selalu ada di sampingnya.
Melihat tatapan enggan dan acuh lelaki itu, serentak semua orang mulai berpaling ke tujuan mereka masing-masing sambil mendesahkan nafas kekecewaan mereka. Rasanya belum puas mereka menonton adegan romantis yang ada di film-film itu secara langsung.
Louis menggaruk belakang kepalanya seraya mengembuskan nafasnya ke samping. Ia lega karena keinginannya untuk mencium Krystal telah terkendali. Tapi yang ia sayangkan adalah mengapa harus dengan cara kejam seperti ini?! Bagaiamana pun juga Ana telah merusak momen romantis saat ini!
"Permisi! Bisakah Tuan-tuan dan Nona-nona minggir sebentar! Kami akan membersihkan sampah ini dulu!", tiga orang petugas kebersihan datang mendekat berniat membereskan hal-hal yang baru saja mereka buat.
"Oh, i,, iya!", jawab Krystal agak malu sambil menarik tangan Louis menepi ke arah anggota keluarga yang lain. Sedangkan Ana dan Ken dengan acuhnya berjalan di belakang mereka. Ana tidak merasa bersalah, karena apa yang ia lakukan memanglah perintah dari Louis. Jadi ini memang bukan salahnya, kan!
"Maaf telah merepotkan kalian!", Louis pun merasa bersalah meninggalkan begitu banyak bunga mawar yang bertebaran di lantai. Ia kembai pada tiga petugas kebersihan itu untuk memberikan beberapa jumlah uang sebagai permohonan maaf.
"Terima kasih, Tuan! Anda tidak perlu repot-repot! Ini memang sudah merupakan tugas kami!", salah satu di antaranya menerima dengan sopan.
Mereka tidak munafik, di dunia yang keras ini mereka memang membutuhkan uang untuk menyambung hidup. Mereka yang tadinya lemas tak bertenaga mengurusi setumpuk sampai berwarna merah itu, kini menjadi bersemangat.
"Anak baik!", Ana menepuk bahu Louis ketika pria itu berjalan melewatinya. Sedangkan Ken hanya menggerakkan bola matanya sedikit ke arahnya. Sikap acuhnya bagaikan seorang raja.
__ADS_1
Louis menghela nafasnya tak menjawab. Ia menoleh sebentar kemudian kembali berjalan ke arah orang tua dan kekasihnya lagi. Baiklah,,, baiklah! Ini memang salahnya yang sudah meminta Ana dan Sarah untuk melakukan hal ini! Ibu hamil itu memang tidak akan pernah bisa disalahkan! Apalagi ada suaminya yang tirani dan kejam! Siapa memangnya yang berani mengusik wanita itu!
Riuh ramai keseluruhan adegan romantis di antara Louis dan Krystal ternyata sudah diamati juga oleh seseorang. Sepasang kilatan bola mata menyala di kegelapan tanpa mereka semua ketahui.