
# FLASHBACK ON
Ini adalah beberapa saat sebelum Sam sampai di meja dimana Krystal berada.
Megan Aira bersama pria yang membantunya juga ada Sissy di sisi lainnya, berhasil melewati dua pengawal yang sedang memeriksa kamar di depannya.
Perjalanan mereka bisa dibilang hampir mulus. Sampai mereka tiba di pintu keluar, dua orang petugas keamanan yang biasa berjaga di sana menghentikan mereka. Kini perjalanan ketiganya tersendat. Karena setiap orang yang keluar dari tempat ini diperiksa satu persatu oleh orang-orang yang berdiri tempat di ambang pintu keluar club malam itu.
Sissy yang masih belum mengetahui siapa wanita yang ditolongnya ini, merasa tak ada masalah jika memang mereka harus diperiksa. Pikirnya, tak ada yang salah dengan apa yang ia lakukan sekarang. Ia hanya menjalankan tugasnya untuk membantu memapah tamu yang sedang mabuk berat ini.
Tapi lain halnya dengan dua orang disebelahnya. Baik Megan dan pria itu saling melempar pandangan. Dan tanpa sadar sebenarnya kaki mereka gemetar bersamaan. Dengan kompaknya kaki mereka bergoyang karena lemah.
Bukan hanya kaki mereka yang gemetar, tetapi sebenarnya hati mereka juga gemetar karena ketakutan dan kepanikan yanng amat kuat karena hal ini.
Megan merasa nyawanya sudah di ujung tanduk. Ia yakin sekali jika tadi Tuan Sam dan kakaknya itu sudah mengenali dirinya. Maka semua hal ini bisa terjadi.
Perbuatannya kemarin waktu telah lolos. Entah karena memang Tuan Samnya yang belum bertindak atau karena dia yang beruntung. Tapi ia merasa kali ini tak ada kesempatan baginya lagi untuk dirinya selamat dari ini. Kini giliran tangannya yang gemetar karena hal ini.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?!", bisik pria di sampingnya pada Megan saat Sissy sibuk memperhatikan ke depan.
"Diam! Aku sedang berpikir sekarang!", dan wanita itu menjawab sambl merapatkan giginya tidak sabar.
Bagi pria itu, ia tidak ingin dirinya dalam masalah apapun saat ini. Ia merutuki keputusannya untuk membantu wanita itu kemarin. Gara-gara membantu wanita itu, dirinya kini berada dalam masalah besar. Entah bagaimana nasibnya setelah ini. Tapi ia berharap masih ada jalan untuk mereka melarikan diri dari tempa ini.
__ADS_1
Meskipun kemungkinannya sangat tipis bagi mereka bisa meloloskan diri. Tapi Megan pun sangat berharap hal itu masih bisa terjadi. Sudah cukup sulit kehidupannya sekarang ini akibat dirinya yang kehilangan banyak perkejaan. Jika sampai dia tertangkap kali ini, maka ia tak tau keselitan apa laga yang akan ia hadapi ke depannya.
Maka dari itu, ini tidak bisa terjadi. Bagaimana pun juga ia tidak bisa tertangkap oleh mereka. Wanita rubah itu masih belum selesai melakukan pekerjaannya menghancurkan wanita bernama Sarah dan juga kehidupannya.
"Eemmh,,, Nona!", tiba-tiba Megan memanggil Sissy yang sejak tadi melihat ke arah depan saja.
"Ya!", wajah polos itu menoleh. Sissy menjawab panggilan Megan tersebut. Ya, karena memang wnaita itu tidak tau apa-apa saat ini.
"Bisakah kau menjaga temanku sebentar saja?! Aku sudah tidak tahan lagi. Aku pergi ke toilet sebentar. Lalu aku akan kembali lagi, ya!", seruan Megan itu mendapatkan lirikan tajam dari pria di sebelahnya.
Heh! Wanita penggoda ini ternyata memiliki niat untuk menyelamatkan diri sendiri! Tapi jangan harap usahanya itu akan berhasil. Wanita ini sudah membuatnya terjun ke dalam lubang yang ia sendiri tidak tau kedalamannya. Jadi jika pun harus terperosok ke sana, maka ia akan membiarkan dirinya masuk ke dalam lubang itu bersama Megan Aira.
"Sayang, jangan tinggalkan aku!", pria itu memenjarakan lengan Megan menggunakan dekapannya yang sangat kuat. Pria itu pura-pura meracau benar-benar seperti seseorang yang sedang mabuk berat.
"Tapi aku sungguh tidak tahan ingin buang air kecil. Sebentar saja, ya! Hanya beberapa menit saja lalu aku akan segera kembali!", Megan rupanya masih belum mau menyerah.
Dan pria di sebelahnya pun tidak mau kalah. Ia tidak mau ditinggalkan begitu saja. Jika ingin pergi, maka pergi bersama. Jika harus jatuh maka jatuh bersama. Apalagi ia bukanlah dalang di sini. Bisa dikatakan jika dia ini sebenarnya hanyalah seorang anak buah.
"Sayang,,jangan tinggalkan aku! Kau mau meninggalkan aku, ya? Kau tega sekali, sayang!", baik kacau situasi sekarang ini.
Megan salah sangka jika pria ini mudah disingkirkan. Ia mengira jika pria ini bodoh dan hanya tau urusan ranjang saja. Ternyata pria ini tidak mudah untuk dikelabui. Cekk! Makin sulit saja dirinya lepas dari sini.
"Sudah, Nona! Sebaiknya kau tahan saja! Lagipula bukankah kau bilang tadi jika temanmu sudah mabuk berat dia bisa mengacaukan tempat ini?! Lalu, jika kau tinggal pergi dan dia mulai menagcau bagaimana? Bagaimana denganku? Aku tidak mau kerepotan karena hal itu! Tugasku adalah membantumu bukan menjaga pria ini sepenuhnya! Heh! Malas sekali!", Sissy acuh tak acuh mengatakan apa yang ada dipikirannya.
__ADS_1
Meskipun tadi ia sudah mendapatkan uang dari wanita ini. Tapi itu adalah uang untuknya membantu memapah pria ini sesuai dengan apa yang Megan katakan pertama kali. Jika menginginkan bantuan lebih darinya, maka uang yang masuk kantungnya juga harus lebih dari yang ia dapatkan tadi.
"Kecuali,,,,!", Sissy berucap sangat pelan karena saat ini alisnya sedang berkerut dalam.
Mata wanita itu sedang memperhatikan ke arah depan. Ada sebuah gambar wanita pada ponsel yang dipegang oleh orang-orang yang sedang memeriksa orang yang sedang keluar.
Itu,, itu adalah foto dari wanita yang tengah ia bantu sekarang. Sissy menegaskan penglihatannya sekali lagi. Matanya segera membulat sempurna karena benar seratus persen bahwa foto wanita itu adalah wanita yang sedang bersamanya saat ini.
Dari sudut pandang Megan, hal itu tak dapat terlihat. Karena pandangannya tertutupi dengan barisan orang-orang yang sedang menunggu untuk bisa keluar dari tempat ini.
Sissy jadi bertanya-tanya dalam hati, masalah besar apa yang telah wanita itu perbuat hingga harus terjadi pemblokiran seperti ini. Dan bahkan wanita itu kelihatannya sedang dicari-cari.
"Kecuali apa?!", pertanyaan Megan membuyarkan seluruh lamunannya barusan.
Sebenarnya wanita rubah itu masih berharap ia bisa meloloskan diri jika memang uang adalah solusinya. Karena menurut penilaian Megan, pelayan ini sangat tergiur dengan sejumlah uang. Berapa pun yang pelayan ini minta, maka ia akan memberikannya. Asalkan dia bisa lolos dari situasi ini.
"Ahh,, tidak ada kecuali maksudnya!", Sissy tersenyum miring tanpa rasa bersalah.
Ia tak akan memberikan bantuan apapun lagi pada wanita yang belum jelas apa masalahnya ini. Sissy masih sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk membiayai ibu dan adik-adiknya. Meskipun ia tidak suka dengan Sarah, tapi tak pernah sekali pun ia membuat masalah yang akan mengancam nasih mata pencahariannya ini.
Sissy tidak tau masalah apa yang terjadi lantaran tadi ia baru saja keluar dari loker karyawan untuk mengganti seragamnya. Biasanya ia akan mendapatkan gosip apa saja yang terjadi di club malam itu dengan sangat cepat.
Tapi tiba-tiba matanya harus kembali terbuka sangat lebar, ketika ia tau siapa sebenarnya sosok yang saat ini tengah dibantu olehnya.
__ADS_1