Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 204


__ADS_3

"Oohh, ada Tuan Sam juga rupanya!", Louis menjabat tangan Sam dengan sopan. Tapi bukan itu maksudnya, sebenarnya ia hanya ingin menyingkirkan tubuh pria itu untuk melihat siapa wanita yang kini tengah ditutupinya.


"Waaahh jadi kau ya,,,,", Louis tersenyum ramah seraya membimbing Sarah untuk bergabung bersama Krystal dan juga Ana. Meninggalkan Sam yang sedang memunculkan sungut di kepalanya.


"An, bukankah ini temanmu yang waktu itu, ya?", betapa bahagianya Sarah mendengar penuturan Louis barusan. Ternyata idolanya ini masih mengingatnya.


"Ya, ya! Lihatlah matanya, masih sama seperti waktu itu saat melihatmu, kan! Dia benar-benar mengidolakanmu sejak dulu", jawab Ana malas sambil melihat ke Sarah yang memiliki bintang di matanya.


Ana dan Krystal saling berpandangan sambil menggelengkan kepala. Yah begini sudah jika seseorang sudah bertemu idolanya. Mereka tidak melihat siapapun lagi di sekitar. Yang terlihat di matanya seakan hanya ada idolanya saja di dataran ini. Padahal Louis beberapa kali datang ke rumah Krystal, tapi memang mereka tidak pernah bertemu karena biasanya saat Louis datang Sarah menetap di kamarnya. Menyendiri, sambil meresapi rasa hatinya terhadap Sam saat itu. Dan lagi, Krystal sendiri tidak pernah menjelaskan siapa sebenarnya kekasih hatinya itu kepada Sarah. Ia hanya mengatakan bahwa ia memiliki kekasih.


Tanpa menunggu, Sarah langsung mengambil pulpen dari dalam tasnya. Ia meminta tanda tangan Louis di telapak tangannya. Oh tidak, di sana lebih berkeringat dan akan cepat hilang. Maka ia meminta dicoret pada punggung tangannya.


Karena Louis tipe artis yang tidak pelit dan bahkan menjadi ramah, maka ia dengan senang hati bersedia memberikan tanda tangannya kepada Sarah. Krystal tidak keberatan, karena memang seperti ini keadaan di lingkungan mereka. Mereka sudah terbiasa dengan orang-orang yang tetiba datang lalu meminta tanda tangan ataupun yang lainnya. Namanya juga idola, ya wajar saja pikir mereka. Apalagi mereka tidak ingin menyakiti hati penggemar mereka dengan menolak keinginan mereka. Begitu yang terjadi pada Louis dan Sarah kali ini.


Yang di sini mungkin bisa berakhir biasa saja. Tapi tidak dengan yang di sana. Pria itu sudah kalang kabut dengan ancaman yang belum terlihat batang hidungnya. Dan sekarang tiba-tiba ia malahan memiliki saingan cinta lainnya. Meskipun Sarah hanya mengidolakan, itu hanya hubungan antara penggemar dan idolanya. Tapi Sam tetap tidak bisa terima, bagaimanapun juga Sarah telah membagi perhatiannya dengan pria lain. Apalagi saat ini pria itu akan membubuhkan tanda tangannya pada tangan Sarah.


Oh tidak, itu berarti mereka akan bersentuhan. Wajah Sam sudah tidak benar, sudah kacau dengan kemarahannya. Namun Sam tak dapat menunjukkan hal ini secara langsung Karena akan berakibat dengan Sarah membencinya. Dan pria itupun memiliki sesuatu di dalam pikirannya. Pria itu segera meluncur ke arah mereka berkumpul bersama. Lalu memakai tubuhnya untuk menyelak di antara tubuh Louis dan juga tubuh Sarah. Mendorong dengan sedikit kekuatan sehingga wanita itu mundur beberapa langkah ke belakang. Lebih tepatnya Sam sedang menggantikan posisi Sarah sekarang.


Mulut Louis akhirnya membuka sedikit, tidak habis pikir dengan tindakan yang diambil oleh bos perusahaan agensi terbesar yang ia ketahui. Demi wanita ini ia memilih tindakan konyol seperti ini. Wah,, ini sungguh pemandangan yang langka. Mungkin karena Louis juga baru mengetahuinya. Itu ekspresi yang sama ketika Krystal juga pertama kali melihat tindakan konyol yang Sam miliki seperti saat ini. Tangan pria itu sudah memegang pulpen dan terhenti di udara.


"Ini,,,?", ingin bertanya namun kata-katanya tersekat di tenggorokan saat ia melirik ke arah kekasihnya dan Ana yang sedang menggelengkan kepala.

__ADS_1


Jangan tanya! Begitu deskripsi dari mimik wajah yang Ana dan Krystal miliki saat ini. Dengan wajah malas, mereka tentu jelas bahwa pria di hadapannya ini sedang mempunyai kecemburuan besar terhadap Louis. Tapi seingat Louis, pria ini belum memiliki hubungan dengan Sarah, kan. Tapi kenapa sekarang pria itu bertindak seakan Sarah adalah miliknya?! Louis kembali memiliki pertanyaan di dalam benaknya. Ia pun memutuskan untuk melihat ke arah dua wanita itu lagi.


Benar! Kali ini keduanya mengangguk seakan mengerti pertanyaan apa yang Louis miliki saat ini. Oh, pantas saja jika Tuan Sam ini menjadi aneh dan konyol seperti ini. Jadi mereka sudah resmi ternyata. Baiklah, jika begini Louis pun hanya bisa meladeni Tuan ini dengan etika yang ia punya.


"Tanda tangan di tanganku saja!", Sam menipiskan bibirnya untuk sesaat. Karena tersenyum pun saat ini rasanya sulit baginya. Tapi ia tetap berusaha untuk bersikap ramah.


"Hey, kau apa-apaan,,,, ", Sam segera menoleh saat Sarah protes dan tangan wanita itu mulai menahan lengannya. Ia menatap Sarah dengan tatapan tajamnya. Sarah seakan berhenti bernafas melihat tatapan Sam itu kepada dirinya.


"Kenapa dia jadi menyeramkan sekali!", gumam Sarah dalam hati.


"Tapi,,, ", sekarang Ana dan Krystal yang menahan bahu Sarah. Mereka menggelengkan kepala memberi saran agar Sarah tetap diam. Keduanya kini menarik Sarah untuk lebih mundur ke belakang.


"Kau harus tau jika saat ini priamu itu sedang termakan api cemburu! Jadi diamlah dan jadi anak baik", Krystal menepuk-nepuk bahu Sarah yang sedang ia rangkul seperti sedang mendidiknya saat ini.


"Diam atau Sam akan bertindak lebih konyol lagi daripada ini! Dia sedang cemburu! Dan kau harus tau, sepertinya pria dari keluarga Wiratmadja tak ada yang main-main jika mereka sedang termakan kecemburuannya!", Ana berdecak pasrah kemudian. Ia menasehati Sarah seperti dirinya seorang senior. Tapi memang benarkan, jika Ana memanglah senior karena telah lebih dulu menikah, bukan, menjalin hubungan dengan putra sulung keluarga itu. Jadi Ana sangat tau, pikiran tidak realistis seorang pria Wiratmadja jika sedang dimakan api itu. Terlebih lagi ia juga ingat bahwa Ken pun pernah cemburu dengan kedekatannya dan Louis yang notabene adalah temannya, ya hanya temannya padahal.


"Hah", Sarah mengembuskan nafasnya dengan kasar. Ia pasrah sekarang. Keinginannya pupus untuk memiliki tanda tangan Louis di tangannya secara langsung. Memang kekonyolan Sam tidak ada tandingannya. Jika ia mencegah pria itu, maka entah tingkah apa lagi yang akan pria itu lakukan setelahnya.


Louis merasa harus memberi apresiasi dengan rasa cinta yang begitu tinggi yang dimiliki Tuan Sam ini kepada Sarah. Maka ia pun mempunyai ide sendiri sambil menyunggingkan senyumnya.


"Selesai!", Louis menjauhkan tangannya dari tangan Sam seraya tersenyum menang. Ia sangat puas dengan hasil tanda tangan yang telah ia berikan.

__ADS_1


"Hey! Apa-apaan ini?!", Sam protes tidak suka dengan kerasnya.


-


-


-


-


-


baca juga kisahnya Ben dan Rose di novelku yang satunya lagi yang judulnya


🌹Hey you, I Love you!🌹


Follow instagram aku yuk di @adeekasuryani dijamin bakalan aku folback ,karena makin banyak teman makin baik, kan 😊


jadi jangan lupa tinggalin like sama vote kalian di sini dan di sana ya 😁


terimakasih teman-teman πŸ˜‰

__ADS_1


love you semuanya 😘


keep strong and healthy ya


__ADS_2