
"Ayolah, Sayang! Akui saja jika kau memang sedang cemburu, kan?!", sambil menahan sakit di kulit kepalanya, Sam terus mencoba memprovokasi Sarah.
"Tidak! Siapa juga yang cemburu! Aku tidak cemburu!", Sarah mengelak dengan sedikit keraguan di awalnya. Wanita itu pun sempat mengalihkan pandangannya saat berbicara.
Meskipun sebenarnya adalah iya bahwa ia memang cemburu dan lain sebagainya. Bukankah hal itu wajar ia rasakan pada orang yang dicintainya?! Permasalahannya adalah bahwa ia enggan untuk mengakui hal itu. Ia tidak ingin mantan playboy ini menjadi besar kepala nantinya.
Sam tersenyum kian dalam saat mendengar penolakan keras yang makin jelas bagi Sam bahwa memang benar bahwa wanitanya ini tengah cemburu. Wahh,,, hal baru lagi ia rasakan saat ini. Dadanya seakan mau meledak oleh rasa bahagia sekarang.
Setelah selesai dengan seringainya, pria itu lantas mencekal kedua tangan wanita itu dengan sedikit tenaga agar tidak menyakitinya. Tangan Sarah segera terlepas dari rambut Sam, dan sudah berpindah di atas kepalanya. Tangannya sudah terkunci di sana, dan bahkan lelaki itu kini memojokannya ke dinding dekat pintu toilet itu.
Sam tak mau menunggu lama lagi untuk melampiaskan perasaan bahagianya saat ini. Mendengar pengakuan rasa cemburu wanitanya yang secara tidak langsung ini membuatnya tidak tahan untuk tidak menciumnya.
Menanamkan bibirnya pada bibir manis wanita itu. Menyerap sari pati cinta yang wanita itu miliki untuknya. Dan juga memberikan rasa manis lainnya dari rasa cinta yang dimilikinya untuk wanita itu.
Sarah sudah tidak dapat menolak atau pun berjuang untuk melepaskan diri ketika mulutnya sudah dibungkam dengan rasa mint yang khas dari bibir pria itu. Dirinya sudah terbiasa dengan sentuhan Sam, jadi ketika hal itu terjadi ia hanya bisa terlena dan terbawa suasana.
"Eherm,,, eherm,,,!", seseorang keluar dari dalam toilet sambil berdehem keras dan dengan sengaja, sangat sengaja.
Dan semua keindahan itu harus berhenti tatkala Ken menjejakkan kakinya keluar pintu lalu disajikan oleh pemandangan yang membuat bibirnya harus mencibir kesal.
Biasanya ia dan Ana yang bisa menyombongkan diri bisa melakukan adegan seperti ini di depan adiknya itu. Tapi saat ini, ia malahan harus menyaksikan sendiri adegan yang biasanya ia jadi pemerannya.
Sarah refleks hingga ia jadi mendorong tubuh pria di depannya dengan keras. Dan Sam yang masih menikmati permainan itu pun menjadi terpeleset bibirnya karena tiba-tiba saja bibir Sarah pergi dari tempat semula.
Wajah pria itu masih menggantung di samping wajah Sarah. Ia memejamkan matanya sambil meletakkan dagunya pada bahu wanita itu. Sam sedang membuat wajahnya yang menghitam ini untuk bisa kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
"Kakak!", pria itu menggeram sambil merapatkan giginya. Menahan kesal yang membuat wajahnya berubah warna.
"Kalian bisa melanjutkan itu nanti ketika sudah menikah! Bahkan bisa lebih dari itu jika kalian mau!", ucap Ken acuh menyampaikan nasehat pada keduanya.
Hei! Nasehat macam apa itu! Sarah sungguh menjadi sangat malu saat ini. Wajahnya seketika berubah menjadi merah lantaran ucapan calon kakak iparnya itu yang terdengar cukup frontal.
"Hehe,,, Anda bicara apa, Tuan?!", Sarah mendorong tubuh Sam yang masih berada menempel pada tubuhnya.
"Sudah ayo kita pergi sekarang!", Sam masih kesal pada kakaknya, jadi ia menarik tangan Sarah agar wanita itu mengikuti langkahnya.
"Hey, kita mau kemana?", tanya Sarah kebingungan sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah calon suaminya itu.
"Ke tempat dimana temanmu masih menunggumu!", jawab Sam singkat tanpa menoleh ke samping sedikit pun. Pandangannya lurus ke depan, lantaran pria itu masih kesal sekarang.
"Cih! Dia marah!", masih dengan wajah acuhnya, Ken berdecak melihat tingkah adiknya itu.
Tapi kemudian pria itu tersenyum penuh kemenangan sambil melangkahkan kakinya. Karena ia tau, bagaimana pun adiknya itu kesal padanya, Sam tidak akan berani melawannya. Karena Sam cukup tau diri jika ia akan selalu kalah dengan kakaknya itu. Jadilah, Ken mengekori kedua orang itu dengan langkah yang begitu santai.
Ken sudah menelepon kliennya tadi saat masih berada di dalam toilet. Urusan dengan kliennya ia undur sebentar demi mengurusi masalah adiknya ini.
***
Dua pengawal yang menyisir lantai satu itu berhasil menemukan sebuah kamera tertinggal di atas sebuah meja. Kamera itu terlihat tak memiliki tuan. Jadi segera salah satu di antaranya mengambil benda itu dan mengeceknya.
Benar saja, di sana banyak foto-foto Sarah dan Krystal hasil jepretan tuan pemiliknya tentunya. Bahkan yang lebih menguatkan lagi jika orang ini memang memiliki niat jahat kepada nona mereka adalah, ditemukannya foto-foto yang diambil secara sengaja dimana dari sisi itu Sarah terlihat sangat dekat dengan Manajer Toni.
__ADS_1
Ini jelas tidak benar! Jadi buru-buru mereka melaporkan hal ini kepada nona mereka.
***
"Perasaanku memang tidak salah! Ada seseorang yang memiliki niat jahat kepada aku dan Sarah!", ucap Krystal geram saat melihat foto-foto pada kamera itu.
"Tapi dia jelas lebih ingin menyerang Sarah ketimbang diriku! Apakah kalian benar-benar tidak dapat menemukan pemiliknya?", Krystal menolehkan kepalanya ke atas ke arah dua pengawal yang menemukan kamera itu tadi.
"Maaf, Nona! Kami tidak menemukannya!", pengawal itu menjawab dengan nada menyesal.
"Jadi tadi kau bersama seorang pria?", suara seseorang di atas kepalanya membuat Krystal harus menengadah.
"Sarah!", serunya saat melihat sahabatnya itu sudah kembali. Namun keningnya menjadi berkerut saat melihat dua pria yang datang bersamanya.
bugg
"Jangan bodoh! Itu kan Manajer Toni! Apa kau lupa apa tujuanku datang ke sini. Tadi kami hanya mengobol sebentar! Jika tidak percaya tanya saja mereka semua!", Sarah sempat membalas senyuman Krystal dengan senyum tak berdaya. Setelah itu ia layangkan satu pukulan pada bahu pria itu ketika Sam malah menuduhnya setelah melihat foto dirinya dan juga Manajer Toni nampak sangat akrab.
"Kau pasti berbohong, kan?!", kali ini Sam yang protes.
Pria itu mengerucutkan bibirnya seraya mendudukkan diri di sofa di seberang Krystal. Ia melewati Sarah begitu saja.
"Nyatanya kau memang bodoh! Lebih penting mana perdebatan tidak penting kalian dengan kehadiran Megan Aira di tempat ini?!", Ken yang sudah duduk pertama kali mengucapkan kata-katanya dengan begitu santai sambil menatap lurus ke depan.
"Ah ya! Megan!", Sam mencoba mencari sesuatu pada layar ponselnya.
__ADS_1
"Kalian cepat cari wanita ini! Tangkap dia, jangan sampai dia lolos dari tempat ini!", Sam memberi perintahnya pada para pengawalnya.
Dan dua dari empat orang pengawal itu segera pergi untuk menjalankan tugas ini. Sarah juga segera memberi kabar ini kepada Manajer Toni. Mungkin saja mantan atasannya itu bisa membantu dengan memblokir pintu keluar club malam ini sementara waktu.