
"Aku juga mencintaimu!", wanita itu membalasnya lagi dengan senyuman yang membuat Sam tidak tahan.
Kepala laki-laki itu tiba-tiba berdenyut menahan keinginan yang besar untuk menyandera calon istrinya ini lebih lama lagi.
"Sudah-sudah, masuk sana! Tidak baik kan terlalu lama seperti ini! Semua tetanggamu akan menonton kita nantinya", Sam mendorong kepala wanita itu sambil memejamkan matanya.
Ia tak ingin melihat wajah cantik Sarah lagi. Bisa gila ia lama-lama jika seperti ini. Selalu ada keinginan yang besar setiap kali pria itu berada di dekat wanitanya. Sarah yang biasa galak saja sudah membuatnya tidak tahan, apalagi Sarah yang manis begini. Sam takut ia akan bertambah rakus lagi.
"Sam,, kau benar-benar tidak sopan! Huh!", Sarah menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah. Dengan wajah kesalnya ia lalu beranjak dari sisi mobil itu tanpa menoleh lagi ke belakang.
Setelah menghampiri Pak Supir dan berbicara beberapa patah kata, Sarah pun berangsur ke arah teras rumah. Ia hanya melirik sedikit ke tempat dimana Sam berada. Lalu kembali melanjutkan langkahnya ke dalam.
"Apa yang Bapak bicarakan dengan Sarah tadi?", suara pria itu jelas terisi nada cemburu dan penuntutan atas sebuah penjelasan.
Pak supir yang umurnya sudah setengah baya itu terkekeh kecil sebelum menjawab pertanyaan tuannya itu. Jika prediksinya benar, masa iya tuannya itu cemburu kepada dirinya yang sudah tua dan juga sudah berkeluarga ini?! Apalagi umur anaknya hanya beberapa tahun di bawah umur Nona Sarah. Jadi baginya, tentu nonanya itu sudah seperti anaknya saja.
"Nona bilang agar saya hati-hati saat mengantar Tuan pulang. Nona juga berpesan agar saya terus mengingatkan Tuan untuk tidak melewatkan makan malam", jawab supir itu dengan nada yang begitu tenang.
Sam hanya diam tanpa mau membalas jawaban dari supir pribadinya itu lagi. Hatinya sangat senang, bahkan wanita itu masih memikirkan dan mengkhawatirkan dirinya saat ini. Baiklah Sam berjanji, ia tidak akan melewatkan makan malam nanti.
"Jalan!", perintah Sam masih terdengar arogan. Ia masih ingin terlihat keren saat ini.
Suara deru mesin mobil menyala dan mulai meninggalkan halaman rumah itu. Sarah sebenarnya sejak tadi masih berdiri di ambang pintu memperhatikan mobil mewah yang baru saja mengantarnya pulang itu.
__ADS_1
"Dasar!", ia mendengus kesal mengingat bagaimana Sam tadi mengusirnya secara paksa. Tapi kemudian terbit senyuman indah di bibirnya. Karena ia sudah tau apa alasannya.
***
Hari itu hiruk pikuk jalanan ibukota dan juga orang-orang yang bekerja pada setiap gedung berjalan seperti biasanya. Ramai dan padat, penat dan melelahkan. Begitu pun sama halnya yang terjadi di sebuah gedung bertingkat bernama Glory Entertainment itu.
Lewat tengah hari ini, beberapa artis sedang melakukan pemotretan di salah satu lantai gedung bertingkat nan megah itu. Pemotretan ini dilakukan untuk merayakan hari jadi ulang tahun salah satu stasiun televisi. Beberapa artis yang mengisi acara sedang melakukan sesi pemotretan di sini. Di sana termasuk di dalamnya Krystal dan ada juga Megan Aira ternyata.
Hanya saja Krystal tidak menyadari kehadiran Megan yang memang memiliki selisih waktu cukup banyak dengan jadwal pemotretan yang ia miliki. Jadilah wanita itu tidak memiliki firasat sedikit pun saat ini.
Dan lagi, karena ada urusan pekerjaan dan kali ini memang dia diundang secara resmi. Maka mau tidak mau pihak Glory Entertainment mengizinkan Megan untuk datang ke gedung ini. Meskipun ia diawasi secara ketat agar tidak mengganggu bos mereka di atas sana.
Tapi Megan tak peduli, mendapatkan pekerjaan ini saja ia sudah bersyukur. Ia bisa menyambung hidupnya lagi. Tapi ia tau jika ada Krystal di sini, menurut informasi yang ia dapat rivalnya itu memiliki hubungan dekat dengan calon istrinya bosnya itu. Jadi mungkin saja ia bisa mendapatkan sebuah informasi penting dari wanita itu.
***
Melihat hal itu jiwa iri dan dengki milik rubah wanita si Megan Aira itu bangkit meronta-ronta di dalam hati. Itu sangat jauh jika dibandingkan dengan ruang gantinya yang hanya berukuran setengah dari milik Krystal, lalu diisi oleh tiga artis sekaligus. Betapa sempitnya!
Meskipun dalam diri wanita itu menyadari, bahwa kini ia bukan apa-apa lagi di dalam dunia hiburan. Posisinya sedang terjun bebas ke bawah sana. Bahkan di setiap langkah kakinya, selalu ada saja cibiran tentang sikap lancangnya menggoda Tua Sam yang sudah memiliki calon istri.
Tapi,, biarpun begitu, Megan tak merasa malu atau bersalah sedikitpun. Apa yang ia lakukan ia pikir adalah benar. Karena apa yang ia lakukan adalah sebuah bentuk perjuangannya terhadap perhatian yang biasanya Tuan Sam berikan padanya. Dan dengan begitu ia bisa naik daun lagi seperti dulu. Ia rasa itu sah-sah saja. Yang lainnya saja yang merasa munafik menurut Megan Aira.
Sambil menunggu giliran pemotretan, ia berjalan-jalan di sekitar ruang ganti Krystal. Berharap saja ada informasi yang bisa ia gunakan.
__ADS_1
Benar saja, pintu ruangan itu terbuka sedikit. Menampakkan Krystal yang sedang duduk dengan ponsel di telinganya. Ada juga asistennya yang sedang bekerja menghapus make up di wajahnya.
"Hey, Sarah!", sapaan Krystal terdengar jelas di telinga Megan Aira.
Wanita itu merapatkan dirinya ke dinding dekat ambang pintu yang terbuka. Memasang sensor indera pendengarannya dengan baik dengan mengusir rambutnya yang menutupi telinga.
"Kau bebas kan nanti malam? Temani aku ke mau tidak?", suara Krystal begitu bersemangat.
"Dragon Night! Minta Ana yang menemani kan tidak mungkin!", Megan benar-benar memperhatikan setiap ucapan Krystal.
Dragon Night?! Megan sangat mengenal tempat itu. Club malam terbesar itu tempat yang biasa ia kunjungi. Selain untuk bersenang-senang. Terkadang sponsor yang ia miliki minta ditemani dan dilayani di sana.
"Ah iya, aku lupa jika kau bekerja di sana!", wah satu informasi ini sangat penting rupanya. Jadi calon istri Tuan Sam yang begitu dibanggakan sebenarnya bekerja di sebuah club malam. Sungguh sebuah ironi. Ia pikir, meskipun wanita itu dari kalangan biasa paling tidak bukan berasal dari kalangan rendahan seperti yang ia pikirkan sekarang. Bekerja di sebuah club malam, tentu cap negatif yang didapatkan oleh seseorang.
Megan Aira bertepuk tangan pelan. Ia benar-benar mendapatkan sebuah informasi yang sangat berguna saat ini. Menyadari Krystal akan menyelesaikan pembicaraannya, Megan pun segera beranjak dari tempatnya menguntit dengan sangat hati-hati.
"Baiklah, kau minta izin pada Tuan Sam saja terlebih dahulu! Nanti kabari aku lagi!", merasa ada yang memperhatikan, Krystal pun menoleh ke arah pintu dengan cepat.
Bahkan wanita itu sampai berjalan menghampiri pintu itu dan melongok keluar. Ternyata tidak ada siapapun di sana. Hah! Mungkin itu hanya perasannya saja.
Padahal di salah satu pilar yang menempel dengan dinding lorong itu, Megan sedang merapat, bersembunyi di sana. Wanita itu mengelus dadanya. Huh! Hampir saja ketahuan!
Setelah melihat situasi aman, ia melanjutkan langkahnya dengan begitu bersemangat. Rencananya kali ini tidak boleh gagal.
__ADS_1