Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Ekstra Part 21


__ADS_3

"Aku harap Louis bisa secepatnya menikah denganmu, Sayang!", suara itu yang ia dengar bersama suara tawa yang lainnya.


Dan Louis segera berpikir jika orang tuanya itu sedang menjodohkan dirinya dengan seseorang. Dan yang paling Louis paling tidak suka jika masa depannya dicampuri oleh orang lain, bahkan jika itu adalah orang tuanya sendiri.


brak


"Mama!", serunya dengan nada tidak senang seraya membuka pintu dengan kasar.


Seketika suara tawa yang riuh ramai itu berhenti. Tergantikan oleh hening yang menyeruak ke seluruh sisi ruangan itu. Tak terkecuali Louis sendiri yang langsung terdiam membisu.


"Ma,,, ma,,, ", ucapnya terbata. Bola matanya hampir saja keluar. Wajah pucat lelaki itu begitu terkejut dengan situasi yang ada.


Ting


Suara denting dari sendok teh yang jatuh ke lantai marmer itu mengakhiri sunyi di sana. Sendok kecil itu jatuh dari tangan seorang wanita muda yang kini memiliki mimik wajah sama terkejutnya.


Louis hendak melangkah, ia ingin mengkonfirmasi ini semua. Dadanya sudah bergemuruh karena sudah merasa dipermainkan. Ia tak peduli dengan kondisi tubuhnya yang kian melemah. Meskipun keringat dingin mulai bercucuran di keningnya, ia tak peduli dan tetap ingin melangkah.


b**ugh


Tapi realitanya, tubuhnya sudah menjerit minta tolong untuk diselamatkan dari paksaan pikiran Louis yang begitu kacau. Pria itu langsung tersungkur ke lantai, tak sadarkan diri.


"Louis!", beberapa orang langsung menjerit bersamaan dengan Nyonya Harris, ibu dari Louis sendiri. Mereka yang berwajah panik segera menghampiri Louis untuk menolongnya.


***


"Emmhh!", terdengar suara erangan seseorang di dalam ruangan serba putih itu.


Mata pria itu mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan sinar mentari yang mulai mengusik pandangan matanya yang semula gelap. Remang, samar hingga terasa jelas, akhirnya kelopak mata itu terbuka dengan sempurna.


Sebelah tangannya kebas, sebelah lagi sedikit nyeri seperti ditusuk sesuatu yang kecil dan tajam. Ia menoleh ke kanan, jarum suntik dan selang infus terhubung ke punggung tangannya. Lalu ia menoleh ke kiri, didapatinya seorang wanita berambut panjang tengah tertidur di posisi duduknya sambil terus memeluk tangan kirinya itu.


Pria itu adalah Louis. Lelaki itu langsung dibawa ke rumah sakit ketika dokter pribadi keluarganya menyatakan jika lelaki itu mengalami dehidrasi akut. Pria itu mungkin tidak menyadarinya lantaran sibuk mencari kekasihnya ke sana ke sini yang tiba-tiba menghilang seperti ditelan bumi.

__ADS_1


Pelan-pelan ia tarik tangannya yang terasa tidak nyaman itu. Ia juga ingin mengetahui siapa gerangan wanita yang ia prediksi menungguinya sejak semalam. Kepalanya masih pusing, jadi ia belum bisa berpikir dengan benar mengenai apa yang ia lihat kemarin itu. Ia sedikit lupa beberapa kejadian setelah tiba di rumahnya.


"Lou, kau sudah sadar?", dengan sigap wanita itu langsung mengangkat kepalanya yang rambutnya terlihat berantakan saat ini.


"Krystal?", Louis mengernyitkan alisnya dalam-dalam. Diremasnya sprei ranjang yang ia tempati sembari mengingat-ingat lagi apa yang telah terjadi terakhir kali. Bagaimana dirinya bisa berada di sini? Dan bagaimana kekasihnya itu juga bisa berada di sini?! Apa yang sebenarnya terjadi?! Louis benar-benar memikirkan hal ini.


"Sebentar Lou, aku akan panggilkan dokter dulu!", ucapnya seraya membenarkan rambutnya yang tidak teratur. Ia juga sempat mengelap ujung bibirnya, takutnya masih tersisa cairan lengket yang jika terlihat orang lain pasti akan membuatnya sangat malu.


Lalu kilasan balik ke beberapa jam yang lalu mulai berkutat di kepala lelaki itu. Ia akhirnya mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Kekasihnya marah, konferensi pers, rencana lamaran, kekasihnya menghilang, lalu dia pulang ke rumah. Semua kejadian itu berputar seperti badai pasir, bergerak begitu cepat di kepalanya hingga terasa pening.


Dan yang membuatnya paling terkejut adalah kehadiran Krystal bersama orang tuanya di rumahnya. Lalu juga beserta anggota keluarga yang lainnya. Yang selama semalaman sangat sulit untuk dihubungi. Beberapa pertanyaan langsung terbesit satu persatu.


"Tunggu!", ia langsung menarik Krystal dengan kuat. Wanita itu terhuyung karena tidak siap. Dan mendarat di atas tubuh Louis yang masih terbaring di atas tempat tidur rumah sakit itu.


"Lou!", namun wanita itu masih mencoba menahan dada Louis dengan lengannya agar beban tubuhnya tidak sepenuhnya jatuh di tubuh kekasihnya itu.


"Apa kau baik-baik saja?", dan meskipun begitu ia masih memikirkan jika saat ini Louis masih dalam kondisi sakit. Krystal berusaha bangkit dari atas tubuh Louis.


"Aakhh!", Krystal lalu menjerit karena pria itu kembali menariknya lagi seperti tadi. Dan ia kini tubuhnya mendarat di atas pangkuan Louis.


Lelaki itu menjerat pergelangan tangan Krystal begitu kuat namun tidak menyakiti. Ia tidak membiarkan wanitanya ini pergi sedikit saja darinya. Ia tatap lekat bola mata indah yang sudah begitu ia rindukan selama ini. Satu minggu lebih ia menahan diri untuk tidak menemui kekasihnya ini. Dan selama semalam suntuk ia dibuat gila mencari ke sana kemari keberadaannya yang tidak dapat diketahui.


Louis memenjarakan pergelangan tangan yang langsing itu dengan satu tangannya. Karena satu tangannya lagi sedang ia tugaskan untuk mengabsen setiap senti wajah wanita yang amat ia cintai itu. Meskipun sempat terbesit di pikirannya mengenai banyaknya pertanyaan yang memang harus ia ajukan, tapi rasanya melepas rindunya saat ini adalah yang lebih penting untuk Louis lakukan.


Ia selipkan sisa rambut yang menjuntai ke belakang telinga wanita itu dengan perlahan. Dan ia sengajakan jemarinya menyentuh dahi, telinga sampai ke lehernya. Hingga Krystal harus memejamkan mata dengan begitu keras untuk menahan gelenyar yang datang dan mulai menyeruak ke seluruh tubuhnya.


Lalu jemari lelaki itu bergerak naik untuk menyentuh bibir merah muda yang terlihat segar dan selalu membuat dahaga tenggorokannya. Louis usapkan ibu jarinya pada bibir bawah Krystal yang sedikit lebih tebal. Itu adalah candunya, dan ia sudah tidak tahan lagi.


Krystal amat tahu apa yang akan dilakukan oleh Louis setelah ini. Begitu ibu jari itu pergi dari bibirnya, segera ia menggigit bibir bawahnya itu menahan perasaan berdebar yang selalu ia rasa setiap kali berada dalam situasi seperti ini dengan kekasihnya itu.


Louis tersenyum kecil melihat hal itu. Ibu jarinya lalu mencubit dagu Krystal supaya bibirnya jadi sedikit terbuka. Maka ia pun bisa memulai apa yang sudah lama ingin ia mulai. Setelah ia menyentuhkan bibirnya ke bibir Krystal, lalu tangannya pun mulai menyusup ke belakang kepala wanita itu, untuk memegang kendali.


"Tapi Lou, aku belum mencuci wajahku!", Krsytal mendorongkan tangannya yang masih dicengkeram ke dada bidang pria itu. Ia berucap dengan wajah malu.

__ADS_1


"Aku juga belum!", jawab Louis dengan nada santai. Ia tak peduli, lebih peduli lagi jika mereka meneruskan ciuman ini. Lantas Krystal menggigit bibir bawahnya lagi, semakin malu. Pipinya pasti sudah merona saat ini.


Bukan hanya Louis saja, realitanya adalah bahwa Krystal sendiri juga sangat merindukan lelaki itu. Lelaki yang sudah mengejarnya selama beberapa tahun, lelaki yang selalu ada di dalam hidupnya meskipun kadang mengganggu hingga membuat dirinya terbiasa dengan kehadiran pria itu di sekitarnya.


Maka menghilangnya Louis selama seminggu kemarin itu sungguh terasa. Hari-harinya dan hatinya terasa hampa tanpa kehadiran orang itu. Krystal pun sangat merindukan Louis.


Sayup-sayup suara kecupan merdu memenuhi ruangan. Kepala yang bergerak ke kanan dan ke kiri menandakan perasaan rindu yang amat mendalam telah tergantikan dengan gairah yang membara dalam inti ciuman itu. Decakan makin terdengar menambah melodi indah penyatuan rasa rindu.


Terlalu panas ciuman itu hingga Louis menurunkan ciumannya ke leher Krystal dan tangan-tangannya yang lincah dan superaktif mulai menjelajah membuka beberapa kancing kemeja yang sedang dikenakan oleh kekasihnya itu.


"Lou!", Krystal berseru lirih sambil menahan diri untuk mengeluarkan suara yang akan membuatnya malu.


Rasanya ia ingin menolak apa yang Louis sedang lakukan pada dirinya. Ia masih ingat jika mereka saat ini masih berada di rumah sakit. Dan yang kondisinya sedang sakit saat ini adalah lelaki itu. Tapi Krystal berpikir jika Louis tidak sakit sama sekali karena ia merasa jika lelaki itu malahan begitu bersemangat. Ia ingin mencegah lelaki itu tapi tubuhnya terlalu lemas untuk diajak bekerja sama. Saat ini ia merasa jika tubuhnya itu sudah dikendalikan oleh Louis.


Bibir Louis sudah menjelajah di sekitar belakang telinga dan leher Krystal. Turun lagi untuk menciumi tulang selangka yang sangat indah itu. Louis telah membasahi dirinya dengan ciuman, tapi yang ia rasakan bukan menjadi dingin dan sejuk, tubuhnya malahan menjadi semakin panas.


Krystal meremas rambut lelaki itu ketika bibir Louis terus turun ke bawah. Kepalanya menengadah, menegang menahan gairah yang baru kali ini ia rasa. Ini adalah hal terpanas yang pernah ia lakukan dengan Louis. Yang terpanas yang pernah ia lakukan selama hidupnya.


"Say,, ", Nyonya Harris yang sudah berjalan lebih dulu pun menahan ucapannya setelah tiba di ambang pintu. Wajahnya ikut memerah melihat adegan panas putranya itu.


"Duh! Rasanya aku jadi ingin muda lagi!", wanita paruh baya itu menangkup kedua pipinya yang terasa hangat. Lalu ia mundur beberapa langkah untuk mengambil strategi supaya putranya dan calon menantunya itu tidak malu.


"Sayang,,, kau sudah bangun?!", sesaat ia menoleh ke belakang untuk melihat rombongannya yang tertinggal cukup jauh. Aktingnya kali ini harus terlihat senatural mungkin. Memangnya hanya putranya saja yang bisa berakting, mamanya ini juga bisa! Nyonya Harris membusungkan dadanya sembari menunjukkan kemampuannya. Sebagai orang tua, ia harus menyelamatkan wajah putranya itu di depan semua orang. Sehingga ketika mereka semua masuk, Louis dan Krystal sudah bisa merapikan diri mereka.


"Mama!", seru Louis dan Krystal bersamaan dengan wajah yang sama terkejutnya setelah mendengar suara yang mereka kenal.


Bola mata mereka melirik ke bawah, memandangi pakaian Krystal yang sudah berantakan akibat ulah Louis tentunya. Lalu keduanya pun sama-sama menahan nafas kebingungan.


-


selamat malam rabu ya teman-teman 😊


keep strong and healthy semuanya 🥰

__ADS_1


__ADS_2