Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 259


__ADS_3

Saat ini baik Megan maupun pria yang bersamanya diikat pada sebuah kursi tunggal namun posisi mereka saling bertolak belakang. Tangan mereka diikat ke belakang, tubuh mereka dibelenggu pada kursi itu. dan kaki mereka diikat rapat pada satu sama lainnya.


Keduanya kini tidak dapat bergerak sama sekali. Mereka hanya bisa menatap dinding kosong sambil bernafas dan mengumpat. Kawan yang telah direncanakan itu kini lebih seperti bebek cerewet yang tinggal menunggu kapan waktu mereka akan disembelih.


"Ini semua gara-gara aku menuruti kemauanmu!", omel pria itu sangat kesal.


"Cehh,,, bahkan kau sudah menerima bayaranmu sebelum melakukan tugasmu!", balas Megan tak mau kalah. Wanita itu tidak mau disalahkan begitu saja.


"Toh, sejak awal aku sudah memberitahumu siapa orang yang sedang aku targetkan! Kau saja yang bodoh, tidak berpikir dulu sebelum menerima pekerjaan!", tambah Megan lagi mengingatkan kenyataan penting ini sebelum mereka memulai pekerjaan ini.


Bagai ditampar angin kencang, wajah pria itu menegang. Benar juga apa yang dikatakan wanita itu! Kenapa dia tidak menyadari hal ini sejak awal?! Betapa berbahayanya pekerjaan ini sungguh ia tidak memikirkan hal ini sama sekali. Siapa yang mereka hadapi harusnya ia sudah sadar bagaimana nasibnya berani melawan keluarga yang berbahaya ini.


Pria itu menengadah sambil menghembuskan nafas lewat mulutnya. Hanya penyesalan, kalimat yang tersemat di dalam benaknya. Sebelumnya ia hanya dibutakan oleh nafsu belaka. Godaan tubuh Megan siluman itu sungguh membuatnya hilang akal dan tak dapat berpikir. Bodoh! Betapa bodohnya dia saat ini!


"Sudah sadar, kan?! Jadi jangan menyalahkan aku lagi!", Megan Aira masih bersikap angkuh di posisinya saat ini.


"Lalu aku harus menyalahkan siapa?!", pria itu tidak terima mendengarkan mulut Megan yang terus saja bersuara.


Sudah pusing, panik, khawatir dan takut, kini wanita itu malahan membuatnya kesal dengan setiap ucapannya. Meskipun ia sudah menyadari apa kesalahannya, tapi ia berharap jika wanita itu bisa diam.


"Jelas dirimu! Salahkan saja dirimu! Heh!". lagi, Megan tetap tidak mau kalah.


"Tentu saja kau yang salah! Kenapa berani melawan keluarga yang berbahaya seperti itu?! Kau pikir aku tidak tau skandal apa yang kau buat terakhir kali! Hah!", keduanya kini sudah berada di atas emosi mereka masing-masing saat ini.


"Tutup mul,,,", sebelum Megan melengkapi balasannya lagi, seseorang menghentikan ucapannya dengan keras.


"Diaammm!", Sissy berteriak tak jauh dari mereka.


Di dalam ruangan itu juga ada Sissy. Pelayan yang tadi sempat menyelamatkan mereka berdua.


Sebenarnya itu hanyalah ruangan kosong yang tidak digunakan. Hanya ada satu set sofa di sana. Dan saat ini Sissy sedang duduk nyaman di atas sofa panjang. Meskipun begitu, keadaannya tak jauh berbeda dengan kedua orang itu. Saat ini Sissy juga diikat tangannya ke belakang, dan kakinya juga diikat rapat. Hanya saja pelayan wanita itu masih bisa memilih untuk duduk senyaman mungkin sekarang.


Sissy sangat kesal sekarang, benar-benar sangat kesal. Gara-gara mereka berdua, dirinya ikut terseret ke dalam masalah yang ia tidak ketahui ini. Padahal niat awalnya adalah untuk membuat mereka berdua tertangkap, tapi kenapa dirinya juga malahan juga ikut ditangkap. Bukan hanya itu, tapi juga diikat.


Hey! Dirinya ini tidak bersalah, tapi kenapa dia juga diperlakukan seperti mereka yang bersalah itu. Sissy sungguh tidak terima akan hal ini.

__ADS_1


Sudah kesal akan hal ini, lalu dua orang yang jelas-jelas bersalah itu malahan membuat kebisingan yang membuat kepalanya makin pusing saja. Jika saja tangannya tidak diikat sekarang, mungkin tangannya itu sudah melayang ke arah dua mulut yang terus mengoceh itu.


"Sebaiknya kalian pikirkan bagaimana hidup kalian setelah ini! Bukannya malahan meributkan hal yang sia-sia! Apakah kalian pikir saat ini saling menyalahkan itu ada gunanya?! Itu hanya akan membuat mulut kalian terlanjur lelah sebelum kalian sempat meminta ampunan pada mereka!", bibir Sissy tak berhenti mencibir saat mengucapkan kalimatnya.


Bisa-bisanya dia memberi nasehat pada dua orang yang membuatnya susah seperti sekarang ini?! Entah mukjizat apa yang sedang mengisi relung hatinya?!


"Sudah membuat masalah, tapi masih sempat-sempatnya kalian bertengkar!", sangat kesal, Sissy membuang mukanya ke samping.


"Cehh, sombong sekali! Dasar pelayan mata duitan!", Megan mencibir dari tempatnya diikat.


"Apakah ada yang salah dengan itu?! Bukannya kau juga begitu? Bahkan lebih parah daripada aku! Semua orang di negara ini mugnkin sudah tau masalah apa yang kau buat kemarin itu!", Sissy menyerang balik Megan dengan hal yang tidak mungkin dia mengelak lagi.


"Wanita penggoda!", Sissy membulatkan matanya dengan berani ke arah Megan Aira itu, wajahnya penuh dengan ejekan.


kreett..


"Sebenarnya kalian sama saja!", sebuah suara datang setelah pintu ruangan itu dibuka.


Itu adalah suara Sarah yang masuk pertama kali. Lalu disusul dengan Krystal dan juga beberapa pengawal di belakang mengekori mereka.


"Kami tidak sama! Paling tidak wajahku asli bukan hasil karya seseorang!", Sissy mengucapkan pembelaannya sekaligus melepaskan sindiran tajam kepada artis yang sedang diikat itu.


"Hey, kau! Apa maksud ucapanmu?!", Megan langsung menyalak dengan begitu keras pada Sissy.


"Aku tidak menyebutkan nama siapapun tadi. Lalu kenapa kau jadi begitu emosi?!", dengang santai Sissy membalas ucapan Megan. Namun wajah itu jelas penuh dengan sindiran.


Dan di sisi lain, Sarah dan Krystal yang sedang berdiri dekat pintu, sungguh tidak bisa untuk tidak tertawa. Kedua wanita itu saling melemparkan tatapan mata mereka.


Keduanya sama-sama menyipitkan mata mereka sambil terkekeh bersama. Saling berbicara dengan tatapan mata itu. Sarah dan Krystal sama-sama setuju jika sebenarnya Sissy dan Megan itu sama saja. Karena tadi saat berjalan menuju ruangan ini, Sarah sudah menceritakan sedikit tentang Sissy agar Krystal nanti bisa menahan diri jika Sissy membuatnya kesal dengan ucapannya itu.


Di tengah semua hal yang terjadi di dalam sana, tak ada yang menyadari jika ada tangan seseorang yang melemparkan sesuatu ke dalam, lalu menutup rapat pintu ruangan itu.


Asap mulai mengepul perlahan. Lalu para pengawal segera berjaga di sekeliling Sarah dan juga Krystal. Wajah mereka menjadi sangat waspada sekarang.Tidak boleh terjadi sesuatu pada nona mereka. Itu adalah perintah yang mereka terima.


"Tutup hidung, ini gas beracun! Jangan sampai kita menghirupnya!", salah satu pengawal memberi arahan pada semua orang termasuk nona-nona yang mereka jaga.

__ADS_1


"Bagaimana aku mau menutup hidung jika saat ini saja tanganku terikat!", teriak Sissy dari tempatnya.


"Cepat buka pintunya!", perintah pengawal itu lagi pada salah satu rekannya.


"Pintunya terkunci!", ucap pengawal yang berusaha membuka pintunya.


Semua orang menjadi panik. Para pengawal tetap berkeliling di sekitar Sarah dan Krystal untuk menghindari hal-hal lainnya yang mungkin saja akan terjadi.


Dan kedua wanita itu kini sudah sangat panik. Mereka saling berpelukan agar merasa lebih tenang.


"Bagaimana ini, Sarah?", wajah keduanya kini sudah putus asa.


"Tenang saja, sebentar lagi pasti Sam datang! Semua akan baik-baik saja!", namun Sarah yang bisa lebih menguasai diri agar tidak panik pun berusaha menenangkan sahabatnya itu.


Sayangnya, asap mengepul makin tebal. Semua orang mulai terbatuk, dan satu persatu mulai tumbang tak sadarkan diri. Termasuk Sarah dan Krystal, juga semua pengawal yang bersama dengan mereka.


-


-


-


-


ini adalah konflik terakhir dari novel ini, konflik terakhir sebelum aku menutup novel pertama aku ini...


bukan bermaksud mengulur, tapi konflik yang satu ini memang udah aku persiapin sejak pertama kali aku mutusin buat nulis ceritanya sam sama sarah.. aku harap teman-teman mau mengerti 🙏😊


sekali lagi aku ucapin terimakasih untuk dukungannya selama ini, dari awal aku nulis sampai cerita ini mau berakhir,, aku bener-bener ngucapin terimakasih banyak sama temen-temen semuanya😊


yang jelas I love u guyss😘😘


keep strong and healthy itu yang selalu aku ingetin dari dulu,, okeh🥰


aku udah ga sabar pengen fokus nulis ben sama rose soalnya😅

__ADS_1


__ADS_2