Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Ekstra Part 27


__ADS_3

"Kakak! Sakit!", Alleta merintih sambil memegangi tangan Louis yang sedang menariknya dengan cengkeraman yang kuat, seperti elang yang sedang membawa mangsa di kakinya yang kokoh. Kini terlihat memerah di pergelangan tangannya.


Mereka saat ini baru saja mencapai ambang pintu halaman belakang. Dan langkah kaki wanita itu masih terseok-seok, terus terbawa arus langkah Louis yang cepat dan tidak sabar.


Ketika sampai di depan kolam renang. Louis segera melepaskan pegangan tangannya pada Alleta dengan kasar dan bertenaga. Wanita itu sampai terhuyung ke depan lantaran tidak siap. Ia pun meringis sambil memegangi tangannya yang terasa nyeri.


Louis membelakangi Alleta, memandangi kubik besar berisi air itu dengan wajah penuh kemarahan. Ia memijit pangkal alisnya yang sekarang terasa berdenyut. Bagaimana pun yang ia hadapi saat ini adalah seorang wanita, jangan sampai emosinya pecah dan ia semakin menyakiti wanita yang terhitung masih kerabatnya ini.


Alleta menatap punggung lelaki itu dengan tatapan tak terbaca. Terlalu banyak emosi hingga ia cepat berkamuflase dalam diamnya. Ada kilatan penuh ambisi di matanya yang menyipit. Segera ia memasang wajah memelasnya setelah melihat tanda-tanda lelaki itu akan berbalik.


Hah! Desah Louis setelah berhasil mengontrol emosinya yang berapi-api. Ia balikkan tubuhnya menghadap Alleta yang saat ini sudah menampung air mata di pelupuknya. Wajah wanita itu begitu kesakitan saat memegangi pergelangan tangannya. Melihat hal ini, Louis meraup wajahnya kasar sebelum membuka suara.


"Cukup sampai di sini, Alleta!", ucap Louis dengan nada rendah, sebisa mungkin menahan emosinya. Setelah itu ia berlalu menuju gazebo yang terletak di sebelah kiri kolam renang. Ia dudukkan dirinya di salah satu bangku taman yang ada. Tak peduli bagaimana wajah wanita itu saat ini.


Mata Alleta menyipit penuh kebencian setelah mendengar hal itu. Ia sangat benci di buang. Seharusnya dialah yang membuang sesuatu yang sudah tidak diinginkannya. Bukan seperti ini, ia dibuang begitu saja oleh hal yang sangat ia iginkan semenjak kecil. Dalam hati ia menggeram, dasar tidak tahu diuntung! Mestinya laki-laki itu beruntung karena ia sangat menginginkan dirinya. Bukannya malahan membuangnya begini!


"Kakak!", serunya lemah sambil berjalan menghampiri.


Bagaimana pun akhirnya tidak bisa seperti ini! Tidak bisa ia yang kalah dalam pertempuran ini! Siapa pun, bahkan jika harus Kak Louis sendiri! Jadi saat ini ia hanya bisa berpura-pura lemah dulu sebelum menunjukkan taringnya nanti kepada semua orang. Ayahnya selalu mau melakukan apa pun sesuai dengan keinginannya. Alleta menyembunyikan senyum liciknya.

__ADS_1


"Apa Kakak sudah lebih baik? Apa masih tidak enak badan?", tanpa permisi Alleta menyentuh dahi Louis dengan telapak tangannya. Ia masih begitu perhatian meksi ini hanya kepura-puraannya.


"Hentikan, Alleta!", Louis menahan tangan wanita itu dan menyingkirkannya. Mengapa dia begitu keras kepala!


"Aku sangat mengkhawatirkan Kakak!", Alleta meletakkan bokongnya di samping Louis sehingga kursi taman itu nampak penuh oleh mereka berdua. Dengan santainya ia memeluk lengan lelaki itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu Louis.


"Alleta, cukup!", tapi pria itu segera menyingkir, bangkit bahkan berteriak dengan tidak sabarnya.


Dalam hati Alleta marah diperlakukan seperti ini. Ia geram dengan harga dirinya yang diinjak hingga tipis ke tanah. Dia adalah seorang putri, tapi berani-beraninya pria itu membuatnya mengemis selama belasan tahun seperti ini! Namun lakin yang harus ia lakukan saat ini adalah lakon sedih dan tersakiti. Air matanya pun berhasil ia tumpahkan sedikit demi sedikit.


"Aku tidak ingin menyakitimu lebih jauh lagi! Apa tidak cukup dengan sikapku yang selalu mengacuhkan dirimu selama ini?! Aku tidak pernah memiliki perasaan terhadapmu sama sekali! Aku sudah memiliki sesorang yang ku cintai sejak lama! ", seru Louis kencang seraya menatap wanita itu dengan wajah tegasnya.


Kenyataannya ia memang tahu semua hal mengenai pria itu. Ia tahu siapa wanita yang Louis kejar selama ini. Dan hatinya tenang karena tahu jika wanita itu tidak pernah merespon Louis sedikit pun. Ya, wanita itu adalah Krystal tentu. Namun ia memutuskan untuk bergerak lebih agresif lagi setelah mendengar jika mereka berdua sudah menjalin hubungan dan mengarah ke jenjang yang lebih serius lagi. Ini tidak bisa dibiarkan, karena Kak Louisnya hanya miliknya seorang.


"Dia adalah kekasihku dan kami berencana akan menikah sebentar lagi! Jadi sudahi tingkahmu yang sia-sia itu dengan menggangguku, karena aku tidak akan menoleh sama sekali!", tambahnya dengan kalimat yang sudah tersusun rapi di dalam tenggorokannya yang makin membara dengan sahutan Alleta yang terdengar tidak peduli.


"Baru akan, kan?! Kalian belum menikah sekarang?!Kakak masih bisa memutuskan hubungan dengannya lalu menikah denganku!", sahut Alleta lagi keras kepala.


"Kau gila, Alleta!", bentak Louis dengan emosi yang sudah ia tahan sejak tadi. Suaranya sudah seperti gunung berapi yang baru saja meletus. Sangat kuat dan berapi-api.

__ADS_1


"Tapi kita sudah dijodohkan sejak kecil, Kak! Akulah yang pertama kali memilikimu. Dia yang telah merebutmu dariku! Karena aku baik, aku masih membiarkan hal ini. Dan ku pikir Kakak akan tetap kembali kepadaku!", Alleta yang semula duduk pun sekarang berdiri. Menatap pria itu dengan sungguh-sungguh.


"Apa kau memasukkan ke dalam hati guyonan para orang tua kita saat itu?! Mereka hanya bercanda saat itu!", Louis mencemooh wanita itu dengan tawa kecilnya. Pria itu pun tak habis pikir dan merasa jika wanita itu benar-benar gila. Pantas saja jika selama ia di sini Alleta selalu berkeliaran di sekitarnya! Jadi ini maksudnya?! Karena Louis sendiri tidak pernah memikirkan hal ini sama sekali. Bahkan kedua orang tuanya tidak pernah membahas hal ini seumur hidupnya. Mungkin karena mereka tahu jika ia tidak suka jika ada seseorang yang mengatur hidup dan masa depannya.


"Mereka semua serius, Kak! Kita memang sudah dijodohkan sejak saat itu!", seru Alleta dengan wajah serius. Tak nampak pula jika wanita itu sedang berbohong sama sekali.


"Jika Kakak tidak percaya, Kakak bisa bertanya langsung pada Om dan Tante sekarang!", tambahnya lagi dengan nada menantang.


Melihat keyakinan di mata wanita itu, Louis pun jadi memiliki keraguan di hatinya. Mungkinkah ada yang disembunyikan oleh kedua orang tuanya selama ini?! Pertanyaan itu serta merta membuat hatinya kacau dan gelisah. Ia tidak mempedulikan lagi wanita itu, pikirnya lebih baik ia bertanya langsung kepada kedua orang tuanya.


Menatap pungung lebar yang ia damba selalu, Alleta menyunggingkan sebelah sudut bibirnya. Akhirnya lelaki itu termakan umpannya juga. Ia tidak berbohong sama sekali. Ini memang adalah kenyataan yang harus Louis dengar sendiri. Supaya pria itu sadar, jika dia hanyalah milik Alleta seorang!Dan jika dia berani-berani membuang Alleta ini, maka tanggung sendiri akibatnya!


Sambil memainkan kuku-kuku di jari tangannya yang lentik, ia pun menyusul langkah Louis dengan gaya yang begitu elegan dan santai. Melenggak-lenggok seperti model di atas panggung sana.


-


Marhaban Ya Ramadhan,,


Selamat menjalankan ibadah puasa ya bagi semua yang menjalankannya.. semoga setiap harinya selalu dilancarkan dan diberi keberkahan dalam menjalani ibadah puasanya,, mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman 🙏

__ADS_1


maaf sedikit dulu ya,, aku lanjut babang ben dulu,, nanti lanjut yang ini lagi, oke


__ADS_2