Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Ekstra Part 26


__ADS_3

"Omong kosong dan menjijikan! Membuat mual perutku saja setiap ucapan yang keluar dari mulutnya! Bahkan buah anggur itu jadi terasa tidak enak di mulutku!", Ana memandang lurus tempat sampah tadi. Ia masih ingat ketika wanita berambut pendek itu datang dan berlagak seakan dia adalah tuan rumah di sana. Berceloteh ria dengan nada sombong dan sedikit manja. Membuat orang di sekitar muak saat mendengarnya.


"Apa kau baik-baik saja?", tanya Ken lembut seraya mendudukkan dirinya di samping istrinya itu. Ia tidak suka dengan wanita itu karena telah membuat suasana hati istrinya menjadi buruk.


"Ya, aku baik-baik saja!", Ana membalas Ken seraya menyentuh lengan suaminya itu dengan lembut. Kedatangan wanita itu sudah membuatnya menadi tidak berselera.


"Apa Ibu, tahu?! Sebenarnya ketika datang wanita sudah dihadang masuk oleh beberapa pelayan. Aku sedikit mendengar jika Nyonya Harris sudah memerintahkan kepada mereka untuk tidak membiarkan wanita itu masuk saat Nyonya Harris sedang ada di rumah. Lalu aku juga mendengar beberapa pelayan di rumah ini berbicara di belakang mengenai wanita itu akan selalu datang ke sini, setiap kali Louis sedang pulang ke rumah. Dan aku juga mendengar jika selama ini kedatangan wanita itu bahkan selalu diacuhkan oleh Louis dan orang tuanya", Sam yang tadinya duduk pun menjadi gatal mulutnya. Ia sudah tidak bisa menahan diri untuk mengatakan informasi apa saja yang ia ketahui.Ketika tanpa sengaja ia melewati beberapa pelayan yang sedang berkerumun di dapur. Jiwa gosipnya meronta!


"Kau ini sudah seperti perempuan saja! Senang sekali bergosip! Lagipula darimana kau mendapatkan semua informasi itu?", Sarah memukul pelan lengan suaminya itu. Meskipun ia kesal dengan kebiasaan Sam yang tidak tahan untuk bergosip.Namun sepertinya informasi ini penting juga.


Adam yang tadinya masih berkutat dengan kemarahannya pun menjadi diam. Setelah menyimak semua ucapan Sam, isi kepalanya langsung berputar. Sepertinya memang ada yang ditutupi, namun juga keadaannya tidak seburuk itu. Ia hanya perlu menunggu Krystal kembali, lalu bertanya keadaan yang sebenarnya kepada adiknya itu.


"Sinyalku selalu kuat setiap ada orang yang akan mengeluarkan informasi terkini!", Sam mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum bangga.


Dan langsung mendapat cibiran di bibir Sarah. Memangnya apa yang perlu dibanggakan dengan hal itu?! Sadarlah Sam, dia itu adalah seorang pria, bukan wanita! Apa pantas memiliki wajah sebahagia itu ketika sedang bergosip ria?!


"Oh ya! Ada lagi! Semua pelayan di sini selalu tidak suka ketika wanita itu datang. Karena dia pasti akan berlagak seperti seorang tuan putri. Sungguh menyebalkan sekali menurut mereka! Bahkan wanita itu bukanlah majikan mereka sendiri!", lelaki itu mengangkat telunjuknya ketika mengingat hal ini.


"Pantas saja kelakuannya seperti itu ketika bertemu kita tadi! Sungguh wanita yang menyebalkan!", Sarah mengiyakan ucapan suaminya itu seraya memalingkan wajahnya sedikit kesal.


"Dan ini yang terpenting!", Sam memajukan tubuhnya seraya memicingkan mata. Memasang wajah serius seakan-akan apa yang akan ia sajikan adalah berita yang sangat penting.

__ADS_1


Hampir semua orang jadi mendekat ke arahnya. Ibu Asih, Sarah dan juga Sandi sampai menundukkan tubuh mereka karena merasa penasaran. Adam yang biasanya acuh juga sedikit mencodongkan tubuhnya. Bagaimana pun juga masalah ini menyangkut adiknya tersayang yang harus ia jaga. Jadi informasi apapun, ia harus mengetahuinya. Hanya Ana dan Ken saja yang nampak tenang duduk di sofa panjang. Meskipun sebenarnya telinga mereka bekerja untuk menangkap apa saja yang diucapkan oleh Sam.


"Wanita yang bernama Alleta itu adalah putri tunggal dari sebuah perusahaan terbesar kedua di negara ini. Sedangkan perusahaan yang dimilliki oleh keluarga Harris ada di peringkat sekitar sepuluh besar. Perusahaan yang keluarga ini miliki memang tidak lebih besar daripada perusahaan keluarga wanita itu, makanya selama ini Tuan dan Nyonya Harris tidak mau memperlakukan wanita itu dengan kasar. Paling-paling hanya mengacuhkannya saja ketika dia terlalu sering datang. Daann,,, tunggu sebentar aku minum dulu! Tenggorokanku kering setelah banyak bicara!", dengan wajah acuh, Sam mengambil teh milik istrinya. Karena teh yang ia miliki sudah habis ia tenggak tadi.


"Cepat lanjutkan! Kau ini membuat kami penasaran saja!", Sarah mendorong lengan suaminya dengan sedikit tenaga. Ia tidak sabar, begitu pun dengan yang lainnya. Ia tidak peduli dengan teh miliknya yang ditenggak habis oleh suaminya itu.


"Wahh! Hebat juga latar belakang wanita itu!", Sandi bertukar pandang dengan ibunya seraya menganggukkan kepala. Ia jadi mengkhawatirkan Krystal yang sudah ia anggap seperti kakaknya juga.


"Tunggu sebentar!", Sam tersenyum menjengkelkan seraya meletakkan cangkir. Pria itu begitu bangga karena informasinya begitu dinanti oleh semua orang. Tidak heran jika banyak orang menyebutnya si raja gosip.


Ken menggeleng pelan melihat kebanggaan di mata adiknya itu. Patutkah hal itu dibanggakan oleh seorang putra Wiratmadja?! Dimana wibawa yang harus dimilikinya?! Ken hanya berharap jika kelak adiknya itu memiliki seorang penerus, maka tidak akan mewarisi sifat bergosip ayahnya itu!


"Jangan terlalu banyak berpikir! Yang penting anak kita nanti jangan sampai seperti pamannya itu!", seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya, Ana mengusap lengan Ken sambil memberikan senyum yang menenangkan. Tangan yang satunya ia gunakan untuk mengusap perutnya, memberikan harapan kepada calon anaknya kelak. Lalu Ken pun bergantian mengusap perut istrinya itu sambil saling pandang. Ia pun berharap begitu!


"Jadi sebenarnya tadi itu kau bukan ingin pergi ke toilet?! Sebenarnya kau pergi begitu lama hanya untuk mendengarkan semua gosip ini, kan!", Sarah berkacak pinggang dengan wajah galaknya. Meskipun informasi yang dimiliki oleh suaminya itu sangat berguna untuk mereka. Tapi apa pantas seorang pria menguping pembicaraan para wanita?! Dimana wibawanya sebagai seorang pria?! Terlebih lagi suaminya itu sangat bangga ketika menebarkan informasi kepada mereka?!


"Uupss! Ketahuan!", Sam malahan menutup mulutnya saja dengan wajah tak bersalah. Seakan itu menjadi kesenangan tersendiri untuk dirinya. Huh! Sarah pusing! Rasanya ia sangat ingin memukul kepalanya sendiri!


Semua orang terlihat sedang mengolah semua informasi itu di dalam benak mereka masing-masing. Hanya saja Adam mulai meredakan amarah yang semula membalut hatinya. Ia merasa jika sepertinya masalah ini akan sedikit rumit. Namun apapun yang terjadi, ia akan membela adiknya itu mati-matian. Ia tidak akan membuat adiknya itu terluka, meskipun harus berkorban begitu banyak.


***

__ADS_1


"Duduklah, Sayang!", setelah membuat Tuan Harris berada di balik meja kerjanya, Nyonya Harris mempersilahkan Krystal duduk dengan nada lembut.


Krystal tidak tahu kemana ia akan dibawa tadi. Ia hanya mengikuti langkah kedua orang tua kekasihnya itu saja dengan pandangan lurus ke depan. Ia tidak menoleh ke kanan dan ke kiri. Karena tadi, perasaannya masih campur aduk tidak karuan. Sekarang ia berusaha menguasai dirinya agar tetap terlihat tenang di hadapan Tuan dan Nyonya Harris.


Tuan Harris terlihat mencari sesuatu di dalam laci meja kerjanya. Selembar kertas berukuran kecil ia serahkan kepada istrinya. Setelah Nyonya Harris mendekat, Krystal bisa pastikan jika itu merupakan sebuah foto.


"Lihatlah!", pinta Nyonya Harris saat sudah berada di hadapannya. Ada senyum canggung dan tak berdaya di wajah wanita paruh baya itu. Krystal pun menerima lembaran yang ia lihat merupakan sebuah foto lama.


"Ini,,!", suara Krystal tertahan saat dilihatnya seorang anak perempuan sedang memeluk lengan anak lelaki yang lebih tinggi darinya. Wajah anak perempuan itu terlihat sangat bahagia, berbeda dengan si anak lelaki yang nampak lebih acuh. Krystal mulai menerka-nerka.


"Itu adalah foto Alleta bersama Louis saat berumur delapan tahun, sedangkan Louis berumur sepuluh tahun saat itu. Umur mereka terpaut dua tahun. Foto itu diambil saat ada acara keluarga di villa kami", Nyonya Harris pun mendudukkan dirinya di sebelah Krystal. Lalu Tuan Harris datang menghampiri mereka.


Krystal menatapi foto ini dan juga Nyonya Harris selama beberapa kali. Ia masih belum mendapatkan informasi penting yang diperlukannya. Jadi ia hanya membuat dirinya lebih tenang saat ini.


"Dan saat itulah keluar kata-kata perjodohan dari mulut kami para orang tua!", Nyonya Harris memegangi tangan Krystal dengan gemetar.


"Apa maksud Mama?!", reflek Krystal langsung menampik tangan Nyonya Harris hingga terlepas dari tangannya.


"Apa Mama dan Papa sedang mempermainkan aku saat ini?!", wajah Krystal berubah kesal. Ia memundurkan posisi duduknya, menjauh dari Nyonya Harris berada.


-

__ADS_1


-


ini sisa yang ada di dalam otakku semalam,, setelah ini aku mau lanjut sama babang Ben, yawww 🤭


__ADS_2