
Sam menggenggam benda itu dengan kepalan tangannya. Ia lalu tersenyum miring sambil memandangi wajah Sarah. Otaknya selalu memberikan ide-ide gila.
"Apa yang ingin kau lakukan?", Sarah menatap dengan waspada sambil meletakkan kedua tangan di pinggangnya.
"Tidak ada!", jawab Sam dengan begitu lembut seraya mendudukkan diri di kursi yang tadi Sarah gunakan untuk berdandan. Ia menarik kursi itu hingga jarak dirinya dan Sarah cukup dekat.
"Jangan macam-macam, Sam! Orang tuamu sudah menunggu kita di luar!", seru Sarah mulai panik saat Sam mulai mendekatkan diri lagi. Tapi sebisa mungkin ia tetap mempertahankan mimik tegasnya.
"Kan sudah bilang! Mereka bisa menunggu, tenang saja sayang!", ujar pria itu dengan entengnya bersamaan dengan senyuman di bibirnya. Dan juga ia menaik-turunkan alisnya.
Sarah menggigit bibir bawahnya kuat-kuat saat wajah Sam semakin mendekat. Dasar pria gila! Sarah berulang kali mengumpat dalam hatinya. Apa pria ini belum puas juga setelah apa yang mereka lakukan tadi?! Bahkan bibirnya saja kini masih terasa bengkak karena ulah pria itu. Sarah meringis ngeri sambil menahan kesal.
Sam memalingkan wajahnya yang sedang tersenyum. Sebenarnya apa yang wanita ini pikirkan?! Sam jadi geli sendiri menerka bahwa wanita itu pasti mengira dirinya akan berbuat macam-macam seperti tadi. Atau Sarah berpikir untuk melanjutkan hal tadi lagi?! Sam menutup mulutnya dengan satu kepalan tangan yang memegang lipstik Sarah.
Dan wanita itupun terkejut karena ada sesuatu yang menyentuh bibirnya lalu menyapu ke seluruh bagian bibirnya yang sedikit terbuka. Itu bukan bibir Sam, melainkan sapuan lipstik yang tadi Sarah berikan pada pria itu. Sarah membuka matanya untuk melihat dengan jelas apa yabg yang sebenarnya pria itu lakukan terhadapnya.
Dan yang ia lihat adalah, wajah serius seorang pria yang sedang mengaplikasikan sebuah lipstik pada bibir wanitanya. Wajah Sam terlihat seperti sedang mengecek tumpukan laporan pada saat di perusahaan. Begitu serius sampai-sampai pria itu mengernyitkan alisnya dalam-dalam.
Apa-apaan ini?! Sarah sungguh merasa bersalah karena telah berpikiran buruk tentang Sam. Ia kira Sam akan menciumnya lagi. Tapi kenyataannya adalah pria itu sedang serius untuk memakaikan lipstik itu ke bibirnya. Tapi ia tak dapat bergerak karena Sam sedang bekerja pada bibirnya. Maka ia pun berusaha keras untuk tidak tertawa saat melihat ekspresi konyol pria gilanya itu. Hey, ini masalah wanita! Dan dia sedang begitu seriusnya dengan bibir Sarah.
Sarah berjanji, jika sampai Sam macam-macam atau mengerjai dirinya, maka Sam harus menerima hukuman darinya. Atai jika saat Sarah bercermin nanti, ada sesuatu yang aneh dengan wajahnya, maka Sam harus bersiap menerima satu pukulan darinya.
"Selesai!", Sam mundur sambil berkacak pinggang dan tersenyum puas.
"Awas saja kalau aku jadi aneh!", ancam Sarah seraya mencondongkan tubuhnya agar bisa melihat wajahnya di depan cermin.
"Waahh! Sam kau hebat sekali! Ini sangat rapi!", Sarah histeris tak percaya. Ia memeriksa di sana-sini, tapi lipstik yang ada di bibirnya memang sangat rapi. Ini sudah seperti dirinya sendiri yang memakaikan lipstik itu ke bibirnya.
"Tentu saja! Apa yang aku tidak bisa?! Membuatmu jatuh cinta saja aku bisa!", ujar Sam dengan angkuhnya sambil tersenyum bangga. Beberapa kali ia terkekeh dengan sombongnya.
"Cih! Memangnya aku sudah bilang iya!", Sarah menoleh dengan tatapan tajamnya lalu mencibir ke arah Sam.
"Percaya diri sekali orang itu", gerutu Sarah dalam hatinya.
__ADS_1
"Ayolah, sayang! Jadi kau belum menerimaku?! Aku harus apa lagi untuk membuktikan bahwa aku sangat serius padamu!", wajah Sam berubah pias. Ia jadi khawatir jika Sarah benar-benar akan menolaknya.
"Aku sudah mengatakan untuk memberiku waktu, kan! Jadi diamlah dan jangan berulah. Jika sekali saja aku melihat kau dengan wanita-wanitamu itu! Maka,,,, ", Sarah memperingati pria itu dengan isyarat sayatan di lehernya.
"Tamat riwayatmu!", ucap Sarah tajam.
"Tidak! Tidak! Tidak! Jangan berkata seperti itu, sayang! Aku sudah mengusir mereka semua dari hidupku! Jika ada yang datang lagi padaku, itu karena mereka tak tau malu. Tapi aku sudah berusaha untuk menendang mereka sebelum bisa bertemu denganku!", wajah Sam benar-benar dibuat khawatir saat ia menjelaskan tentang wanita-wanita yang biasanya ada di sekeliling dirinya. Ia memegangi kedua tangan Sarah sambil berusaha meyakinkan wanita itu.
Tapi memang benar apa yang ia katakan. Semuanya sudah ia singkirkan sebelum bisa bertemu dengannya saat di kantor. Beda halnya dengan si Megan itu yang mencegatnya di tengah jalan. Saat itu pun Sam sendiri sudah tak ingin meladeni kelakuan wanita itu.
"Benarkah?! Jadi aku harus percaya padamu?! Lalu bagaimana dengan wanita yang menciummu kemarin saat berada di dalam mobil?!", meskipun Sara sudah tau jawabannya saat Sam mabuk semalam. Tapi rasanya akan lebih melegakan lagi saat mendengarkan langsung dari mulut pria itu ketika sadar.
"Siapa yang kau maksud, sayang?", Sam mengguncang tangan Sarah untuk memastikan sesuatu darinya. Matanya terbuka lebar saat ia mendapatkannya.
"Apa?! Jadi dia melihatnya!", jerit Sam dalam hatinya.
"Bagaimana? Kau tidak bisa menjelaskannya, bukan?!", Sarah pura-pura memasang wajah kecewanya karena beberapa saat ini Sam masih saja membungkam mulutnya.
"Bu,, bukan seperti itu! Aku hanya malu karena kau telah melihat sendiri bagaimana aku kurang cekatan dalam menjaga diriku yang suci ini!", Sam menundukkan wajahnya sambil memasang wajah yang teramat sedih.
"Auuuwwww! Sakit, sayang!", pekik Sam kesakitan.
"Bicara yang benar!", Sarah kembali memberi perintah tegas.
"Iya,, iya!", Sam pun menceritakan dari awal hingga akhir bagaimana dirinya bisa berada di mobil yang sama dengan wanita genit itu. Sam agak canggung awalnya untuk membicarakan wanita lain di depan wanita yang dicintainya. Tapi melihat ketenangan di wajah wanita itu, menjadi sebuah alasan baginya untuk mengatakan semuanya tanpa ada yang perlu ditutup-tutupi.
"Wahh! Enak ya dapat ciuman gratis! Bahkan jika kau meminta lebih kurasa wanita itu akan memberikannya!",wajah Sarah sudah bersungut-sungut saat ia mendengarkan cerita Sam tentang wanita itu. Tapi ia lebih kesal lagi dimana intinya wanita itu akan memberikan apapun yang ia punya demi kelancaran kariernya.
"Sayang, kau marah? Kau cemburu, ya?!", Sam dengan gembira menggoda wanitanya itu. Dengan seperti ini saja sudah membuktikan jika Sarah juga mencintainya. Yes, Sam sangat bahagia jadinya.
"Aku tidak! Tidak sama sekali!", sahut Sarah acuh sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Tanpa sadar bibirnya mengerucut, tanda bahwa ia sedang kesal. Sam sangat hafal akan hal itu. Karena sejak awal bertemu, Sam sering sekali menggoda Sarah hingga kecanduan. Dan wanita itu akan mengerucutkan bibirnya setiap kali sedang kesal karena ulahnya.
"Ayolah, sayang! Jangan mengelak lagi!", Sam menarik pinggang Sarah dan mendekapnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Lepaskan!", Sarah berontak sambil berusaha melepaskan tangan Sam dari pinggangnya. Sebenarnya ia hanya merasa malu karena sudah tertangkap basah sedang dimakan cemburu gara-gara wanita genit itu. Maka rasanya ia ingin sekali segera keluar dari kamar itu.
"Baiklah! Agar kau tidak marah lagi, maka bantu aku melakukan sesuatu!", ucapan Sam yang lembut membuat Sarah menghentikan gerakannya lalu menatap penuh minat kepada prianya.
"Saaaammm! Saaraaahh!", Ana kembali berteriak dari luar ruangan dan terdengar sudah tidak sabar.
"Ya, sebentar lagi kami datang!", balas Sam setengah berteriak juga.
Sarah sedikit terkejut dan kembali mengingat bahwa mereka memang sudah cukup lama sejak tadi Ana masuk ke kamar itu. Sedangkan Sam, pria itu tetap acuh tak peduli jika nanti seseorang akan memanggilnya lagi. Yang jelas saat ini, rencananya harus terlaksana. Karena dengan begini ia akan membuktikan kepada Sarah bahwa ia benar-benar serius untuk membina hubungan dengannya.
"Pakai ini lagi agar lebih tebal!", Sam menyodorkan lipstik yang masih berada di tangannya setelah ia melepaskan dekapannya pada Sarah.
-
-
-
-
-
-
baca juga kisahnya Ben dan Rose di novelku yang satunya lagi yang judulnya
πΉHey you, I Love you!πΉ
Follow instagram aku yuk di @adeekasuryani dijamin bakalan aku folback ,karena makin banyak teman makin baik, kan π
jadi jangan lupa tinggalin like sama vote kalian di sini dan di sana ya π
terimakasih teman-teman π
__ADS_1
love you semuanya π
keep strong and healthy ya