Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 245


__ADS_3

"Lakukan saja jika kau masih ingin dapat hadiah!", mereka sudah saling melepaskan diri saat ini.


Sam melepaskan jas yang ia pakai lalu menyerahkannya pada Sarah dengan wajah kebingungan.


Wanita itu mengambilnya. Lalu ia rentangkan di belakang kepala Sam. Membuat pria itu semakin bingung saja. Sampai akhirnya jas itu pun menutupi kepala mereka berdua.


cup


"Itu hadiahnya!", ucap Sarah malu-malu setelah memberikan kecupan singkat pada bibir pria itu.


"Tidak cukup!", itu sebuah protes yang menggoda.


Tangan Sam menyusup ke dalam, di antara tangan Sarah yang sedang memegangi jasnya saat ini. Pria itu menangkup wajah Sarah lalu mulai mendekatkan wajahnya. Tapi Sarah segera menggelang pelan sambil tersenyum malu-malu yang sangat menggemaskan.


"Kenapa?", ia ingin kecewa awalnya saat Sarah akan melakukan penolakan padanya. Tapi sepertinya ada hal lain yang tersirat pada mata wanita itu. Jadi Sam akan menunggu jawabannya dengan sabar.


"Bisa kita lanjutkan di situ saja! Jika terus seperti ini, aku sungguh malu, Sam!", wanita itu menundukkan wajahnya. Berbicara pelan seraya menunjuk ke arah mobil dengan lirikan matanya yang malu-malu.


"Oke!", Sam langsung menjawabnya dengan bersemangat. Ia pikir hanya dirinya saja yang menginginkannya, ternyata Sarah juga mempunyai pemikiran yang sama.


Segera pria itu menarik tangan Sarah dan membawanya ke dalam mobil. Supir pribadinya sangat terkejut karena tiba-tiba tuannya itu masuk kembali. Wajah nonanya merah merona, tapi wajah tuannya terlihat serius menatapnya. Ia lihat hal itu dari kaca spion tengah. Dan belum mengerti ada apa sampai tuannya memberikan titah.


"Tunggu di luar!".


"Baik, Tuan!", Pak Supir mencari dimana ia letakkan ponselnya tadi sebelum beranjak keluar dari mobil itu.


"Sekarang!", teriakan tidak sabar dari tuannya itu membuat Pak Supir berjingkat kaget saat sudah menemukan ponselnya.

__ADS_1


Ponsel itu juga hampir saja terlepas dari tangannya. Lalu tanpa menjawab lagi, ia segera melangkah keluar dengan tergesa. Berdiri beberapa langkah membelakangi mobil, seperti sudah mengerti jika tuannya saat ini sedang membutuhkan privasi.


"Jangan seperti itu, Sam! Tidak sopan!", Sarah menyentuh lengan pria itu untuk memperingati. Karena bagaimana pun juga supirnya memiliki umur yang jauh berada di atas mereka.


"Baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi. Tapi aku harus seperti apa? Seperti ini?", Sam tiba-tiba mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Sarah.


c**up


Ia daratkan satu kecupan singkat pada bibir manis yang sudah menggodanya itu tadi.


"Kau ini benar-benar!", Sarah pun melabuhkan pukulan ringan pada bahu Sam lagi dengan suara malu-malu yang masih sama seperti tadi saat wanita itu memberinya saran untuk melanjutkannya di dalam sini.


"Manis, kan!", pria itu tersenyum kian dalam dengan tatapan menggodanya yang khas.


"Emmh,, emmhh!", tapi siapa sangka jika respon Sarah akan seimut ini. Wanita itu mengangguk pelan dengan wajah meronanya yang malu-malu untuk semakin memerah.


"Sarah,,,!", Sam mengerang menyebutkan nama wanita itu dengan tidak sabar.


Biarlah mereka menjadi rakus malam ini. Karena ke depannya entah kapan lagi mereka akan bertemu. Bisa jadi malahan nanti saat hari pernikahan mereka itu barulah keduanya bertemu kembali. Jadi mungkin ini juga yang menjadi alasan Sarah menjadi begitu manis malam ini.


Ke depannya akan banyak sekali rasa rindu yang akan mereka tanggung bersama. Jadi,, biarlah mereka nikmati dulu malam ini dengan begitu indahnya.


Meskipun keduanya saling menginginkan, tapi Sam tetap ingat janjinya untuk tidak melewati batas. Jadi yang terjadi di dalam sana, hanyalah sebuah ciuman yang panjang dan panas. Karena bahkan Sam sampai membuka dasi yang masih melilit di lehernya saat ini.


Sam benar-benar tak memberikan Sarah kesempatan untuk melepaskan diri. Karena wanita itu sudah pandai mencuri nafas disela kegiatan mereka, jadilah Sam terus menyerangnya sampai pria itu puas dahaganya.


"Sam!", Sarah berusaha berseru di saat bibirnya terus dinikmati pria itu. Ia berusaha memperingati Sam untuk menghentikan kegiatan mereka. Ia mulai merasa jika bibirnya terasa bengkak dan kebas.

__ADS_1


Pria itu tak mau mendengarkan. Hingga jadilah Sarah harus mendorong dada Sam yang kokoh itu sekuat tenaga. Sam benar-benar tidak ada puasnya. Entah sampai kapan pria itu akan berhenti jika Sarah tidak memperingatinya saat ini.


"Bibirku!", Sarah memegangi bibirnya yang terlihat bengkak dan merah dengan nada suara malu-malu saat ia sudah berhasil melepaskan diri dari pria itu.


"Oh, ya ampun Sarah! Maafkan aku!", Sam kemudian menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Ia tersenyum sendiri setelah menyadari betapa rakusnya ia tadi terhadap wanita yang ia cintai ini.


"Kau ini sudah seperti tidak menciumku selama setahun saja!", wajah wanita itu merengut sambil menunjuk-nunjuk bahu Sam di dalam pelukan itu.


"Iya,,, iya,,, maafkan aku! Habis kau duluan yang mencoba menggodaku, kan!", Sam mengingatkan tindakan Sarah yang membuat wanita itu menjadi malu setengah mati.


Buru-buru ia melepaskan pelukan Sam dan berusaha membuka pintu di belakangnya. Setelah pintu terbuka ia kembali menghadap pria itu sebentar.


cup


"Aku mencintaimu!", Sarah memberikan kecupan singkat lalu segera melarikan diri dari dalam sana sebelum Sam menangkapnya kembali dan menerkamnya. Bahkan ia juga sampai lupa untuk menutup pintu itu kembali.


Sam menjatuhkan rahangnya setelah kecupan singkat itu terjadi. Malam ini benar-benar berkesan bagi pria itu. Sarah begitu manis, lain dari hari-hari biasanya yang selalu galak dan marah-marah padanya. Ia memandang punggung wanita yang sedang setengah berlari itu dengan tatapan hangat.


Sarah pun berbalik sebelum ia mencapai teras rumahnya. Entah apa yang akan wanita itu lakukan lagi, Sam sangat menantikannya.


Sarah lupa, jika ia sendiri belum memberi prianya itu sebuah peringatan selama nanti mereka tidak bertemu. Sam saja sudah memperingatinya, maka ia pun juga punya peringatan yang harus Sam camkan baik-baik. Sarah kembali lagi ke arah mobil yang pintunya masih terbuka itu.


"Jangan lupa makan malam! Dan ingat, jangan dekat-dekat dengan wanita lain. Apalagi dengan si Megan Aira itu. Awas saja jika sampai aku tau. Ingat Sam, sekarang mataku ada dimana-mana!", Sarah meletakkan kedua tangannya pada pintu mobil. Lalu ia condongkan wajahnya ke dalam untuk memberikan peringatan dengan wajah serius. Tak lupa matanya yang membulat kian besar menandakan bahwa ini merupakan sebuah peringatan keras.


Sam mendengarkan semua ucapan Sarah dengan seksama. Bibirnya melengkung, membuat sebuah senyuman indah yang sempurna. Betapa hangat hatinya mendengar rentetan kalimat itu. Ia jadi tau betapa Sarah juga sangat mencintainya. Hati pria itu kian berbunga-bunga.


cup

__ADS_1


Tangannya terulur ke arah wajah Sarah. Ia raih wajah itu, ia tangkup kedua pipinya. Lalu lagi-lagi,, ia tanamkan bibirnya pada bibir wanita itu. Ini tidak lama seperti tadi. Ciuman ini juga berlangsung khidmat dan penuh kelembutan cinta.


"Aku sangat mencintaimu, Sarah!", Sam membalas ucapan Sarah yang tadi sebelum wanita itu berlari.


__ADS_2