Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Episode 193


__ADS_3

Posisi Sam yang sedang membelakangi cahaya tak menyurutkan ketampanan yang ia miliki. Malahan dengan beberapa tembusan sinar mentari yang jatuh tepat di sisi-sisi tubuh pria itu, seakan memiliki efek yang membuatnya makin bersinar terang. Ketampanan Sam memang sangat memabukkan, dan hal itu memang diakui oleh Sarah. Hanya saja selama ini wanita itu selalu berusaha menyangkalnya karena tak ingin jatuh dalam pesona pria playboy yang dikenalnya itu.


Ya, saat itu Sam yang ia kenal pertama kali masihlah seorang playboy dari keluarga Wiratmadja. Itu Sarah ketahui karena sering membaca beberapa media baik media online maupun media cetak. Banyak di antaranya yang memberitakan tentang bagaimana Sam sering bergonta-ganti pasangan. Maka dari itu, Sarah selalu berusaha untuk tidak terperangkap ke dalam pesona pria itu.


Saat ini semua pikirannya sudah hampir tenggelam oleh rupawannya wajah pria itu. Sampai-sampai wajah Sarah dibuat terpaku olehnya. Sam sungguh ingin tertawa keras melihat jatuhnya Sarah ke dalam pesonanya. Membayangkan jika sehari-hari wanita itu selalu marah dan memukulnya, sungguh berbanding terbalik dengan wajah tak berdayanya saat ini saat sedang terpesona oleh ketampanan yang dimilikinya.


Sambil menahan senyumnya, Sam menunjuk bagian kerah paling atas kemejanya yang masih kosong. Sarah belum membuat satu gerakan pun di sana. Lantas wajah wanita itu makin malu dibuatnya. Ternyata tanpa disadarinya, Sarah terlalu dalam masuk ke dalam pesona ketampanannya putra bungsu keluarga Wiratmadja itu.


Dengan berjinjit, ia mengalungkan dasi merah itu ke leher Sam. Wajahnya otomatis menengadah menatap dari dekat ke arah wajah pria itu. Genderang degub jantung terdengar jelas meski mereka tak tau milik siapa itu. Wajah keduanya sudah sama-sama merona, hanya saja Sam yang selaku pria masih harus menjaga harga dirinya, maka ia mengangkat wajahnya ke arah lain sambil menstabilkan rasa gugup yang menderanya.


Sam benar-benar mengumpat dalam hati. Bisa-bisanya ia menjadi seperti remaja yang baru saja jatuh hati. Hey, dia ini Samuel Wiratmadja, pengalamannya dengan seorang wanita tentu sudah di luar kepala. Tapi dengan Sarah ia memang benar merasa berbeda. Bahkan ia bisa merasakan gugup seperti ini jika dibandingkan saat sedang bersama wanita lain, Sam biasanya akan lebih cenderung sombong dan angkuh karena apa yang ia miliki mendekati kata sempurna. Sungguh berbeda saat dengan Sarah.


Kegiatan berlanjut, wanita itu memasukkan dasinya ke dalam kerah kemeja yang Sam pakai. Tapi yang sulit adalah saat ia mulai membuat simpul di depannya. Kakinya terlalu lelah karena terus berjinjit dalam waktu yang agak lama. Jari-jari kakinya mulai agak pegal menopang tubuhnya.


Sam menyadari hal itu, maka ia menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan Sarah. Sehingga wanita itu dapat dengan mudah melakukan tugasnya. Harusnya pekerjaan itu sangat mudah dan dapat selesai dengan cepat. Tapi karena Sam terus menatap ke arah matanya dengan begitu intens, maka berulang kali Sarah membuat kesalahan.


"Lihat ke sana!", perintah Sarah. Akhirnya wanita itu menyerah dengan memerintahkan Sam untuk tidak menatapnya. Karena hal itu sungguh mempersulit pekerjaannya saat ini.


Tak menjawab, pria itu hanya menaikkan salah satu sudut bibirnya. Lalu menggerakkan wajahnya sedikit untuk menoleh ke arah lain. Sebenarnya itu hanya sebentar, karena sejak Sarah mulai serius menyelesaikan dasinya, Sam kembali memandangi wajah wanita itu. Alisnya, matanya, pipinya lalu ke bibirnya. Itu semua yang ia lihat di temaramnya malam tadi. Kali ini ia melihatnya dengan jelas di terangnya sinar mentari.


Rasanya sudah lama sekali hingga menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya ia tidak bertemu dengan wanita itu. Rasa rindunya hadir kembali membuncah mengisi relung hati pria yang sudah setengah gila saat kehilangan wanita itu. Wajahnya, Sam ingin berlama-lama memandangi wajah itu. Itu karena ia rindu, sangat rindu.

__ADS_1


Pandangannya jatuh pada bibir ranum yang sudah di poles menjadi warna merah muda tidak mencolok tapi tetap terlihat segar saat dipandang. Sam rindu rasa bibir itu. Manisnya sudah membuatnya mabuk dan tak bisa melupakan rasa yang Sarah punya. Karena ini dengan cinta, maka setiap yang dimiliki Sarah selalu terasa berbeda.


Bibir ranum itu terakhir ia mencicipinya adalah satu bulan yang lalu saat ia masih berada di rumah sakit. Sam ingat betul, momen itu harusnya menjadi momen bahagia setelah ia mengetahui bagaimana perasaan Sarah yang sebenarnya kepada dirinya. Namun hal itu segera rusak dengan kehadiran wanita yang bernama Megan itu. Si wanita genit yang ucapannya membuat hati Sarah benar-benar terluka. Tapi Sam berjanji, hal itu tidak akan terjadi lagi. Ia berjanji Sarah tak akan terluka lagi seperti tempo hari.


Tatapan pria itu menjadi tatapan penuh damba. Rindunya akan manis bibir wanita itu terlihat jelas saat Sarah menengadahkan kepalanya. Sarah melihat jelas ke arah mana tatapan mata pria itu. Sarah segera menahan dada Sam dengan kedua tangannya.


Tapi sayang, mata Sam sudah terlanjur berkabut. Keinginannya untuk mencicipi bibir milik Sarah sudah terlalu besar karena rindu yang tertahankan. Sam terus menggiring Sarah ke belakang hingga kakinya membentur pinggiran ranjang. Oh tidak, Sarah tersudut. Jika ia meneruskan kemunduran tubuhnya, maka ia akan jatuh ke ranjang. Dan itu akan semakin berbahaya bagi mereka. Hal yang bisa ia lakukan adalah terus mendorong tubuh pria itu.


Tubuh Sarah sudah terkunci. Sam mendekap pinggangnya dengan begitu erat hingga merekat ke tubuhnya. Lalu satu tangannya lagi ia gunakan untuk menangkup wajah wanita itu. Sarah sudah tak memiliki kekuatan untuk melawan di dalam kungkungan pria itu. Ibu jari Sam mengusap lembut pipi putih Sarah sambil terus menatap dalam, menembus ke mata Sarah yang paling dalam. Lalu ia sapukan lagi ibu jarinya ke arah bibir ranum yang sudah ia kunci dalam benaknya sejak tadi.


Sebelum melancarkan aksinya, Sam sempatkan menyelipkan anak rambut Sarah ke belakang telinga. Ia tak ingin ada yang menghalangi pandangannya terhadap cantiknya wajah wanita itu. Sam tersenyum, tapi Sarah setengah mati menahan gugupnya.


Sam mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah. Namun wanita itu segera menolehkan kepalanya ke samping dengan wajah yang sudah sangat merona. Sam kembali tersenyum, ia paham bahwa saat ini Sarah tengah malu terhadap dirinya.


Sarah memejamkan matanya kuat-kuat sambil menahan gelenyar hangat yang kian menjalar dan membuat punggungnya menegang. Satu gerakan itu terasa oleh Sam. Ia kembali menampilkan senyumnya. Dengan dua jarinya, Sam mengambil dagu Sarah untuk menghadapkan wajahnya dengan wajah Sarah.


Wanita itu masih memejamkan matanya. Ia tak berani membuka mata untuk menatap mata pria yang akan melancarkan aksinya. Sam senang, berarti ia mendapatkan lampu hijau. Ia segera menempatkan bibirnya pada bibir ranum wanita itu.


ceklek


"Sam, Sarah! Kalian,,,, ", Ana tiba-tiba masuk ke dalam kamar itu dan memergoki apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Kedua orang itu segera menoleh dengan wajah terkejut masing-masing. Namun tak memindahkan posisi mereka saat ini. Keduanya masih linglung untuk segera membenahi diri.


"Baiklah, kami beri waktu lima menit lagi untuk menyelesaikan urusan kalian", Ana mengerti sekali apa yang terjadi. Maka dari itu ia segera berbalik dan menghilang di balik pintu dengan wajah acuhnya. Tapi dalam hati ia senang, karena ternyata ada perkembangan dalam hubungan adik ipar dan sahabatnya.


-


-


-


-


-


-


**cukup sekian ya untuk kali ini,, lanjut besok lagi ya,, mataku sudah tak tahan lagi 🙏🙏


habis ini author mau lanjut ceritain babang ben sama neng rose.. mudah-mudahan bisa update yang agak banyak juga ya 😁


biar author makin sembangat, kasih like, vote dan komentar kalian sebanyak-banyaknya ya 😊

__ADS_1


terima kasih 😘😘


keep strong and healthy ya 🥰**


__ADS_2