
"Tumben sekali kau mengajakku keluar malam begini?!", wajah wanita itu bertanya penuh minat kepada wanita di sebelahnya.
"Heh,,, tau sendiri akhir-akhir ini jadwalku sangat padat. Makanya aku ingin refreshing sebentar", Krystal menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum.
Tampak jelas jika wanita itu memiliki gurat-gurat kelelahan di wajahnya. Dan Sarah bisa mengerti akan hal itu. Lagipula ia sendiri juga punya tujuan lain untuk pergi ke sana. Maka tidak masalah jika ia menemaninya malam ini.
"Tapi tidak ada mabuk-mabukkan! Oke?!", Sarah mengacungkan jari telunjuknya ke arah wajah Krystal sebagai peringatan. Ia juga tak melupakan wajah garang yang menjadi ciri khasnya.
"Iya tenang saja! Lagipula setiap gerakan kita akan diawasi, bukan, oleh mereka!", Krystal melirik ke arah belakang mobilnya. Dimana ada dua buah mobil hitam membuntuti mereka saat ini. Itu adalah mobil pengawal yang Sam kirim untuk menjaga mereka berdua.
"Hah! Sungguh merepotkan!", Sarah mendesah pasrah.
Rumit sekali hidup menjadi orang yang memiliki nama. Rasanya ia jadi rindu kehidupannya yang sebelumnya. Dimana belum ada yang mengenal dirinya sama sekali. Hanya ada Sarah saja, Sarah Maheswari sebagai orang biasa. Hidup bebas tanpa beban dan tanpa ada yang memperhatikan.
"Kau harus mulai membiasakan diri, Sarah!", Krystal membelai sebelah sisi pipi sahabatnya itu dengan wajah prihatin.
Menjadi seseorang yang menjadi perhatian publik memanglah tidak mudah. Terlalu banyak aturan dan juga kekangan. Tapi itu juga demi kebaikan diri sendiri. Jadi Krystal sudah bisa mengerti dan menerima hal itu.
"Yah,,, yang kau ucapkan memang benar! Yang akan aku nikahi bukanlah seorang pria biasa", wanita itu menangkap tangan Krystal yang hampir turun dari wajahnya seraya tersenyum.
Sarah memang harus mulai terbiasa dengan semua ini. Meskipun posisi Ana juga menjadi sorotan, namun dengan kekuasaan yang Tuan Ken itu miliki semuanya bisa tertutupi sampai kemarin. Jika bukan karena masalah antara dirinya dan juga Megan Aira, mungkin pernikahan Ana masih akan tertutup dan baik-baik saja.
Pekerjaan Sam yang menaungi banyaknya artis terkenal dan terlebih lagi cap playboy yang pernah ia sandang, membuat sisi privasi pria itu menjadi bahan incaran para awak media. Lalu juga sama halnya dengan dirinya yang kini akan menjadi calon istrinya. Tentu kehidupannya juga akan menjadi sorotan.
__ADS_1
"Terimakasih telah mengingatkan aku!", Sarah kembali mengulas senyumnya.
"Bukan masalah besar, Sarah! Yang jelas tolong jaga aku di sana, oke!", Krystal membalasnya dengan kerlingan mata.
"Dengan situasiku saat ini, sepertinya kita hanya akan saling menjaga!", keduanya pun tertawa bersama.
Ya jelas, situasi mereka memang memungkinkan mereka untuk saling menjaga. Yang satu seorang aktris terkenal. Yang satu lagi harus berjaga-jaga dari Megan Aira.
***
Megan sudah sampai terlebih dahulu di club malam itu. Kini wanita itu sedang membenarkan dressnya yang setengah terbuka. Wanita siluman itu baru saja selesai memuaskan nafsu seorang wartawan yang akan dipekerjakannya. Ya,, dengan cara seperti inilah wanita itu selalu mendapatkan keinginannya.
"Kau ingat kan, Tuan, apa yang harus kau lakukan?!", jari-jarinya bermain pada dada pria yang kini kemejanya sedang terbuka.
Lalu tangan nakalnya tak kuasa untuk bergerilya lagi pada tubuh wanita itu. Bisa diakui memang, jika saat ini tubuh molek wanita siluman itu memang menggoda. Tapi semuanya hanyalah kepalsuan. Sudah berapa uang yang ia gelontorkan demi memiliki bentuk tubuh yang sempurna?! Dan tubuhnya itu semata-mata ia gunakan untuk menunjang kehidupannya, yang sehari-hari ia gunakan untuk dijajakan kepada pria-pria kaya.
"Sudah cukup, Tuan! Aku lelah!", dengan manjanya wanita itu merengek sembari memukul pelan dada pria itu.
Sebenarnya ia merutuki pria ini di dalam hati. Betapa lelahnya dia saat ini, karena bahkan ia sudah melayani pria ini dengan begitu lama. Dan sampai sekarang pria ini belum ada puasnya juga. Megan sungguh kesal sekarang. Jika bukan karena dia membutuhkan bantuannya, maka enggan sekali ia melayani **** busuk seperti pria yang sedang memangkunya ini.
"Baiklah! Tapi jika pekerjaanku berhasil, maka kau harus membayarku dua kali lipat dari ini, Sayang!", pria itu berbisik di telinga Megan hingga membuat bulu kuduk wanita itu meremang.
Tapi,,, bukannya merasa geli ataupun membuat tubuhnya menggelinjang. Wanita itu sudah cukup jijik saat ini. Sambil memeluknya, Megan mengalihkan wajahnya yang ingin muntah ke belakang.
__ADS_1
***
Sarah dan Krystal sudah duduk di meja di salah satu sudut. Ada dua pengawal yang berdiri di sisi mereka. Dan beberapa yang lainnya menyebar untuk berjaga-jaga.
Krystal sedang menikmati cocktail pilihannya dengan sedikit alkohol. Sedangkan Sarah hanya bisa memesan jus jeruk saja karena menurut pengawal itu adalah perintah dari tuannya. Baiklah! Kali ini dia menurut. Toh selama dia bekerja di sini memang dia tidak pernah menyentuh minuman beralkohol sedikitpun.
Manajer Toni akhirnya datang. Pria itu sempat menyapa Krystal dengan ramah. Lalu ia menempatkan dirinya duduk di sebelah Sarah. Mereka memang cukup akrab. Namun sebagai bentuk rasa hormat, Manajer Toni masih memberi jarak yang pantas di antara mereka.
"Aku sudah mendengar tentang kabar pengunduran dirimu dari Nona Ana. Kau jangan terlalu khawatir! Lagipula Nona Ana juga mengatakan padaku untuk segera mengangkat seseorang untuk menempati jabatan yang kau tinggalkan. Karena jujur saja,, aku cukup repot jika harus mengurus tempat ini sendirian!", Manajer Toni tak ingin Sarah merasa terbebani dengan keluarnya dirinya dari tempat itu.
"Baiklah, kalau begitu terimakasih Manajer Toni atas pengertiannya!", Sarah mengulas senyumnya.
Sang pemilik club malam itu selalu baik dengan memberikan apapun yang diperlukan untuk menunjang kelancaran operasional tempat itu. Sama halnya dengan kekosongan posisi Sarah yang baru saja ditinggalkan. Ketika Manajer Toni menyampaikan keluhan ini ke permukaan, maka dengan santainya Ana mengatakan bahwa Manajer Toni bisa bebas mengaturnya. Oh! Baik mendiang Tuan Danu dan juga Nona Ana memang benar-benar orang yang sangat baik kepada bawahan mereka.
Krystal yang lebih peka terhadap kamera atau penguntit dan sebagainya pun merasa gelisah. Ia merasa ada yang sedang memperhatikan mereka saat ini. Tapi,,, ketika ia menyapukan pandangannya, wanita itu tidak menemukan satu hal pun yang salah.
"Ada apa?", Sarah melihat gelagat Krystal yang serba salah. Ia terlalu asyik mengobrol dengan Manajer Toni sehingga tidak memperhatikan sahabatnya itu.
"Aku merasa ada yang sedang memperhatikan kita! Tapi sejak tadi aku belum menemukan pelakunya!", mata dan suara Krystal tajam saat mengutarakan tebakannya saat ini. Ia menjawab tanpa menoleh ke arah Sarah. Matanya terlalu sibuk mencari-cari.
"Ini kan tempat yang ramai. Sudah sewajarnya jika ada yang memperhatikan kita, Krystal. Apalagi di sini ada kau yang sangat mudah untuk menjadi pusat perhatian!", sahabatnya itu adalah seorang aktris terkenal, jadi menurut Sarah, sudah wajar sekali jika ada yang melihat ke arah mereka. Maksud wanita itu, ia hanya sedang berusaha untuk berpikir positif saja saat ini.
"Tidak! Ini berbeda! Aku merasa kita sedang benar-benar diperhatikan!", Krystal memang sudah terbiasa dengan hal semacam ini karena dirinya adalah seorang yang bekerja di industri hiburan. Terlalu banyak jebakan.
__ADS_1
Memang benar, di salah satu sudut lantai satu yang luas itu, sebuah kamera keluar sedikit di belakang sebuah pilar besar. Kamera itu bersembunyi sambil menunggu dengan sabar dimana waktu yang tepat untuknya menangkap orang itu.