Wanita Pertama Presdir

Wanita Pertama Presdir
Ekstra Part 38


__ADS_3

mohon perhatian,, yang lagi puasa bacanya nanti aja pas udah buka, ya 🤭


Waktu berlalu tanpa terasa. Jam bergulir terus tanpa henti tanpa disadari. Sudah satu bulan berlalu setelah terakhir kali Krystal dan Louis bertemu. Sampai sejauh ini, hubungan mereka masih baik-baik saja dalam kondisi jarak jauh seperti ini. Saling bertukar kabar melalui sambungan telepon maupun panggilan video, mereka lakukan setiap kali memiliki waktu luang.


Seperti saat ini ketika Krystal baru saja pulang dari sesi pemotretan sebuah produk parfum untuk wanita. Dan di lain tempat, Louis juga baru saja pulang sedari bekerja. Hari ini cukup melelahkan bagi mereka, makanya melakukan panggilan video adalah salah satu cara untuk melepaskan penat di tubuh mereka saat ini.


"Hari ini kau tidak lembur?", Krystal tengkurap di atas ranjang sambil memegangi ponsel yang ia hadapkan ke wajahnya. Nampak Louis yang baru saja memasuki kamarnya di layar ponsel wanita itu.


"Iya! Kebetulan pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak seperti kemarin. Lagipula aku lelah lembur terus-menerus! Hanya laptop dan ruangan kaku saja yang ada di hadapan mataku!", keluh pria itu seraya mendudukkan dirinya di sofa. Louis menarik dasi yang masih mengikat di lehernya. Dan akhirnya ia bisa bernafas dengan lebih leluasa.


"Tapi biasanya kau tidak pernah ada masalah jika kita harus lembur saat sedang pengambilan gambar?! Kenapa sekarang kau jadi seperti ini? Apa jangan-jangan selama ini kau hanya berpura-pura di depan semua orang?! Dan barulah sekarang aku tahu stamina Louis Harris yang sebenarnya!", ledek wanita itu sambil menahan diri untuk tertawa. Sesungguhnya ia juga lelah, tapi menggoda prianya begini, ia seperti mendapatkan energi tersendiri untuk melakukannya.


"Apakah sekarang kau sedang mempertanyakan staminaku, Hem?!", lelaki itu maju hingga layar di ponsel Krystal menampakkan hanya wajahnya saja. Di layar persegi panjang itu terlihat Louis menyipitkan matanya. Sedang menantang melalui tatapannya itu.


"Hemm,,, tidak,, tidak,, tidak! Aku tidak bermaksud begitu!", sedetik berpikir, Krystal langsung menyangkal ungkapan Louis dengan keras. Wajahnya yang merona tiba-tiba membuat Krystal terlihat lucu di layar ponsel itu. Seandainya saja mereka sedang bertatap muka langsung, Louis pasti tidak tahan untuk tidak mencium wanita itu.


"Tapi tadi kau bilang,,,, ", giliran lelaki itu yang menggodanya.


"Tidak,, tidak,, tidak! Bukan seperti itu maksudku!", Krystal buru-buru memotong sebelum Louis berkata lebih jauh lagi dari pokok pembahasan yang sebenarnya. Ia mengutuk mulutnya sendiri yang sudah salah bicara, malahan membawa topik pembicaraan mereka ke arah yang tidak seharusnya.


Jika saja mereka sedang tidak dalam kondisi jarak jauh seperti ini mungkin akan sedikit lebih baik, karena mereka bisa meluapkan hal-hal sepeti itu dengan sedikit praktek. Namun kali ini mereka sedang tidak dapat bertemu. Jika hanya sesumbar saja mengenai masalah seperti itu, tidak akan ada gunanya. Hanya membuat wajah mereka merona saja ketika membayangkannya. Terlebih lagi mereka belum menikah. Hal-hal itu hanya akan membuat kepala mereka pusing saja, sebab tak dapat melampiaskannya.


Berpikir terlalu jauh seperti itu, Krystal tersenyum sendiri tanpa sadar dengan wajah memerahnya. Melihat pemandangan aneh di layar ponselnya, Louis segera tahu apa yang sedang dipikirkan wanita itu. Sepertinya ia harus totalitas dalam menggoda kekasihnya itu.


"Jika kau ingin membuktikan bagaimana staminaku, aku bisa melakukannya kalau kau mau! Nanti ketika aku pulang, akan langsung aku buktikan kepadamu!", perlahan Louis memundurkan punggungnya ke sandaran sofa. IA merentangkan satu tangannya hingga kemeja yang sangat pas di tubuhnya itu menampakkan sebagian dadanya yang bidang.


Mendadak tenggorokan Krystal terasa kering. Rasanya seperti ada buah semangka yang mengganjal di sana sehingga ia kesulitan untuk sekadar menelan air liurnya.


"Tidak! Apa maksudmu?", ketika sadar dengan apa yang baru saja dikatakan oleh lelaki itu, Krystal segera menembaknya dengan cepat. Wajahnya yang masih memerah menjadi sedikit galak.


"Aku hanya membuat sebuah penawaran!", sahut Louis dengan santai. Namun ia belum puas menggoda Krystal. Jemarinya yang lentik seperti bulu merak membuka kancing kemeja dengan gerakan lambat. Satu persatu ia buka dari atas sampai di atas ikat pinggangnya. Tubuh atletis lelaki itu mulai terlihat dengan jelas pelan-pelan. Tubuhnya tidak besar, namun terhitung proporsional dan kokoh untuk Krystal sentuh. Melihat raut wajah kekasihnya yang terlihat begitu mendamba, Louis berusaha keras untuk menahan tawa.

__ADS_1


"Awas,, Air liurmu hampir menetes!", tegur lelaki itu sambil menahan diri untuk tidak meledakkan tawanya.


"Mana? Mana?", gelagapan wanita itu mengusap sudut bibirnya di kanan dan kiri.


"Louis!", teriak Krystal pada layar ponselnya sendiri. Ia kesal karena telah berhasil dijahili oleh kekasihnya itu.


"Apa?", yang diteriaki malahan balik bertanya dengan santai. Seakan-akan tidak pernah melakukan hal yang salah. Tak cukup sampai di situ, Louis menggerakkan tangan untuk melepaskan ikat pinggangnya.


Kemudian saat ia dengan sengaja meletakkan tangannya pada kancing celananya, Krystal segera meneriakinya lagi, "Louis! Apa yang akan kau lakukan?!".


Nampak wanita itu menutupi wajahnya dengan satu tangan ketika ia bersuara kencang. Louis tertawa pelan melihat bagaimana menggemaskannya wanita itu.


"Kau,, kau mengerjai aku lagi?!", pertama wanita itu mengintip dengan meregangkan jari tengah dan jari manisnya. Ketika melihat bahwa pria itu sedang terlihat sangat bahagia, barulah ia melepaskan tangannya dari wajah sambil berteriak marah. Krystal langsung duduk tegak di atas tempat tidur.


"Tidak, Sayang! Aku tidak sedang mengerjai dirimu! Aku hanya sedang menguji kekasihku saja!", jawabnya di sela tawa yang sulit dihentikan.


"Me-ngu-ji?", eja Krystal sambil menahan sabarnya.


"Baiklah! Baiklah!", wanita itu menyeka keringat di dahi yang sesungguhnya tak ada seraya memberikan senyum palsu.


Lalu ia menundukkan kepalanya sejenak. Lelaki ini benar-benar keterlaluan dalam me-ngu-ji-nya! Dia ini masih seorang wanita normal yang begitu mendamba pada tubuh seorang lelaki yang begitu sedap dipandang. Menggiurkan, menggairahkan, benar-benar berusaha kerasa Krystal agar tidak menampakkan keinginannya yang begitu besar pada tubuh yang baru saja dipamerkan itu. Rupanya ia harus memberikan pelajaran kepada kekasihnya itu agar tahu bagaimana rasanya menahan diri.


"Ahh! Aku tiba-tiba merasa gerah!", Krystal mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan dada. Kemudian sengaja ia membuka satu kancing pakaiannya di bagian itu, hingga menyembulkan sebagian gundukannya juga belahan indah yang sekarang membuat Louis bergantian kering tenggorokannya.


"Wahh! Sejuknya!", wanita itu juga sengaja mengangkat sedikit pakaiannya yang sebelumnya sudah terlanjur terbuka itu untuk membiarkan tubuhnya menikmati angin yang datang.


Mata Louis benar-benar dimanjakan dengan hal ini. Tulang selangka yang membentang indah, samar terlihat sepasang tali yang menjadi penghubung penutup gundukan indah milik kekasihnya itu. Hingga dada bagian atas Krystal yang mengintip setiap kali wanita itu mengangkat pakaiannya ke atas.


Bukan, bukan dimanjakan! Tapi ini lebih seperti ia sedang disiksa saat ini. Sekarang dirinya yang merasa kepanasan padahal ia sudah membuka seluruh kancing kemejanya. Panas dan terbakar tubuhnya saat ini ketika disajikan pemandangan ini.


"Kau tahu kenapa aku kesal, Sayang?!", tanya Krystal lambat-lambat dengan suara menggoda. Dengan sengaja ia memajukan wajah dan terutama bagian dadanya. Kemudian Louis menjawab dengan sebuah gelengan keras. Pria itu masih setengah sadar di bawah lamunannya.

__ADS_1


"Karena,, karena aku takut tidak bisa menahan diri karena terlalu menginginkan dirimu!", wanita itu meliuk-liuk khas sekali seperti seorang wanita penggoda lengkap dengan ekspresinya.


"Kau,,, ", sebelum Louis berhasil mengatakan apa pun, layar ponselnya sudah mati. Krystal memutuskan sambungan teleponnya sebelah pihak.


Tak berapa lama masuk sebuah pesan di ponselnya. Itu dari Krystal.


Rasakan pembalasanku, hem! Lebih baik kau mandi air dingin sekarang! Hahaha,,,


"Sayang! Kau benar-benar!", Louis menggeram sambil meremas udara kosong di depan layar ponselnya itu.


Jadi ternyata wanita itu sengaja menggodanya hingga membuatnya tersiksa seperti ini?! Ia pikir Krystal benar-benar tergoda oleh bagusnya tubuh yang ia miliki. Dan mereka mungkin akan saling memuaskan melalui panggilan video ini. Pasalnya dengan melihat hal itu saja, tubuh bagian bawah Louis sudah mengeras saat ini. Dan ia mulai merasa tersiksa.


"Gila! Sebenarnya apa yang aku pikirkan barusan!", pria itu tertawa hambar sambil memijit sedikit pangkal alisnya. Ia menertawai dirinya yang sudah berpikir tak senonoh seperti itu. Mana mungkin juga Krystal akan mau melakukan hal itu! Sebenarnya ia tahu jika hal-hal seperti itu masih sangat tabu bagi kekasihnya. Kali ini ia tengah menertawai dirinya sendiri.


"Sayang, aku benar-benar akan menghukum dirimu ketika kita sudah menikah nanti!", ia mengeluarkan seringainya sambil melempar ponsel ke sofa. Sedangkan lelaki itu kini berjalan menuju ke kamar mandi untuk meredakan rasa panasnya.


Mandi air dingin ternyata tidak cukup membuat dirinya merasa lebih baik. Rasa sakit di tubuhnya belum terobati juga dan masih menjalar.


"Krystal!", erangnya sambil terus menggerakkan tangan di bawah sana. Pada akhirnya ia harus melakukan permainan solo. Sebab berduet dengan kekasihnya itu pun tidak mungkin. Namun tubuh bagian bawahnya saat ini membutuhkan sebuah pelepasan.


"Kau harus membayar untuk ini, Sayang!", ancamnya sambil membayangkan wajah menggoda wanita itu.


***


Sedangkan di tempat Krystal berada, wanita itu terus berguling di atas tempat tidurnya. Ia tidak menyangka bisa melakukan hal memalukan seperti itu pada kekasihnya. Ia sangat malu saat ini. Makanya wanita itu tenggelamkan wajahnya di ranjang sambil terus berguling ke kanan dan ke kiri.


"Dia pasti mengira aku adalah seorang wanita murahan! Aduh,, bagaimana ini!", sebentar Krystal mengangkat kepala yang rambutnya sudah berantakan menutupi wajahnya. Ia berucap dengan nada frustasi. Kemudian ia berguling lagi.


"Tapi tubuhnya memang sangat seksi! Kenapa aku tidak pernah menyadari hal itu sejak dulu?!", lagi wanita itu mengangkat kepalanya dan masih tak peduli jika rambutnya terurai kemana-mana.


"Fuhh!", ia meniup rambut di depan wajahnya, hingga sebagian rambutnya terbang, namun kembali lagi menutupi wajahnya itu.

__ADS_1


"Ahhh! Aku benar-benar menginginkan pria itu!", lalu ia berteriak tak berdaya sambil kembali menggulingkan diri di atas ranjang.


__ADS_2