
Akad nikah yang berlangsung khidmat telah berlangsung. Janji suci yang Sam ucapkan untuk membina rumah tangga dan menjadi pemimpin untuk Sarah pun telah ia ucapkan.
Kini saatnya pengantin wanita keluar dari tempatnya menunggu. Perlahan Sarah memasuki ruangan yang tidak terlalu besar itu. Ini adalah ruangan yang berbeda dengan tempat diadakannya resepsi malam nanti. Ruangan ini lebih kecil, tapi juga tak kalah indah sulapan yang dilakukan oleh tim yang mengerjakannya. Tetap banyak nuansa bunga mawar dimana-mana.
Ada Ana dan juga Krystal yang mendampingi Sarah di kedua sisinya. Pengantin wanita itu, ia mengenakan kebaya modern berwarna putih dengan hiasan berlian di hampir seluruh bagiannya. Rambutnya disanggul ke atas dengan sangat rapih dan cantik. Bahkan mata Sam yang sekarang sudah sah menjadi suaminya pun tak bisa lepas dari sosok itu.
Sam terpana, meskipun biasanya Sarah cantik. Tapi entah kenapa kali ini istrinya itu semakin terlihat cantik. Sangat cantik, sehingga matanya hanya bisa menatap ke arahnya saja.
"Bola mata adikmu sepertinya akan lepas sebentar lagi!", Tuan Dion nyinyir pada anaknya sendiri. Tapi sayangnya ia tak mendapatkan respon yang sesuai dari putra sulungnya itu.
"Hemh!", Ken hanya mengerang seperlunya. Karena saat ini pun ia sedang melakukan hal yang sama dengan yang Sam lakukan. Mata pria itu seperti tersihir hanya untuk menatap Ana terus-menerus. Istrinya memang cantik!
Tuan Dion mencibir kesal. Dan makin kesal karena ia malah jadi bahan tertawaan oleh istrinya sendiri. Nyonya Rima sedang terkekeh di sebelahnya.
Ada karpet merah yang menjadi jalan menuju kursi yang sedang Sam tempati untuk melakukan prosesi akad tadi. Di sisi kanan, adalah barisan dari keluarga Wiratmadja beserta kerabat yang lainnya. Lalu di sisi kirinya adalah tempat bagi keluarga Sarah.
Tuan Dion duduk di baris paling depan bersama dengan Nyonya Rima dan juga Ken, putra sulungnya. Ada juga satu kursi kosong yang berada di sebelah Ken, itu akan digunakan untuk tempat duduk Ana nanti. Lalu di belakang mereka, hadir juga Han dan juga Risa. Dan disusul oleh kerabat dari keluarga Wiratmadja lainnya.
Di sisi keluarga Sarah, ada Ibu Asih duduk di barisan paling depan bersebelahan dengan Sandi, adik Sarah. Sedangkan yang bertindak sebagai wali adalah pamannya, karena ayahnya sudah tiada. Di belakang Ibu Asih ada Adam dan juga Louis yang setia menanti Krystal datang setelah mengantar Sarah sampai di depan. Dan banyak juga kerabat Sarah yang lainnya duduk di belakang mereka.
__ADS_1
Sam mengulurkan tangannya setelah jarak istrinya itu tingal hanya beberapa langkah lagi. Ia kembangkan senyumnya, senyum yang penuh ketulusan dan cinta.
Wanita itu, Sarah menerima uluran tangan itu. Tapi sebelum menyamakan posisinya dengan Sam. Ia sempatkan untuk menoleh kepada kedua sahabatnya itu, tersenyum sebelum mereka kembali ke tempat duduk yang sudah disediakan.
Sam dan Sarah kini sudah sah sebagai suami istri. Keduanya saling memakaikan cincin pada jari manis pasangan mereka. Lalu wanita itu, Sarah sebagai istri pun mencium tangan suaminya sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian yang akan ia lakukan sebagai istri Sam nanti.
Ada gelenyar hangat dalam hati pria itu saat punggung tangannya disentuh oleh bibir Sarah. Ia sungguh merasa ini seperti mimpi. Sam sungguh tak menyangka ini semua akan terjadi sesuai dengan apa yang ia inginkan selama ini. Memiliki istri yang ia cintai dengan segenap hati.
Lalu tersadar, Sam memberikan satu ciuman dan begitu dalam pada kening Sarah. Ia salurkan seluruh cintanya di sana. Mencium keningnya dengan mata terpejam dengan nuansa yang sangat khidmat.
"Cium,,, cium,,, cium!", ketika para hadirin berteriak dengan begitu semangat, hal itu justru membuat keduanya menjadi sangat canggung dan malu.
"Hey, kalian sudah sah! Ayo,,, tunggu apalagi!", Louis yang menjadi kompor untuk memanasi suasana di dalam ruangan itu. Riuhnya membuat suasana yang tadinya khidmat dan damai kini menjadi ceria.
"Kau ini,, ada-ada saja!", Krystal yang berada di sebelahnya pun ikut merasa malu dan menyenggol pinggang kekasihnya itu untuk memberi peringatan. Meskipun sebenarnya ia sendiri ikut menantikan hal itu terjadi. Apakah Tuan Sam berani?!
Sam menyeringai saat suasana makin ramai. Matanya membujuk Sarah untuk mau melakukannya. Tapi mata Sarah sudah melotot terlebih dahulu untuk memberikan jawaban. Dulu saja kakaknya dan kakak ipar saling berciuman saat momen seperti ini, lalu mengapa mereka tidak bisa?!
"Aku juga mau!", Ken berbisik di telinga istrinya. Dan langsung memerah wajah Ana saat itu juga.
__ADS_1
"Sudah, ya!", sebelum Ken sempat menoleh ke depan lagi, Ana segera memberikan satu kecupan dengan kecepatan cahaya. Lalu wanita itu menutup wajahnya karena sangat malu.
Dan wajah pria itu masih mematung di tempat setelah mendapatkan serangan yang sangat amat cepat itu. Dan setelah sadar, ia segera mencium kening istrinya itu kemudian terseyum puas.
Sempat merengut karena kecewa, tapi itu tidak seberapa dengan rasa bahagia yang Sam rasakan saat ini karena ia telah sah sebagai suami Sarah. Tidak apa-apa, mereka bisa melakukannya lain waktu. Masih banyak waktu yang mereka berdua punya ke depannya. Dan Sam akan sangat memanfaatkan hal itu untuk melahap habis istrinya nanti.
Jadi sekarang Sam hanya memberikan satu ciuman pada pucuk kepala Sarah lalu memeluknya. Sarah akhirnya bisa bernafas lega, karena ia tak perlu merasa malu di depan banyak orang.
Beberapa berkas sudah mereka berdua tanda tangani. Dan kini keduanya tengah berpose dengan buku nikah di tangan mereka masing-masing. Tidak ada media, mereka hanya para juru kamera yang mereka pekerjakan, dan juga beberapa kerabat yang ingin mengabadikan momen ini.
Tangisan demi tangisan bergulir bersama air mata yang terus mengalir dari setiap pasang mata yang sedang meminta restu dan juga dari para orang tua yang sedang memberikan restu mereka kepada anak-anaknya.
Air mata itu merupakan percampuran dari rasa sedih, haru dan bahagia. Tak ada kepedihan di sana. Karena tak ada satu orang pun yang terbebani dengan pernikahan keduanya. Apalagi pernikahan ini dilandasi oleh perasaan saling mencintai yang begitu besar dari satu sama yang lainnya.
Sam dan Sarah sudah menikah. Ini bukanlah akhir dari perjalanan cinta mereka. Tapi ini merupakan awal dari perjuangan seberapa kuatnya cinta yang mereka punya.
Kedua orang itu telah menyusul kakaknya, Ken dan Ana yang sudah menikah terlebih dahulu. Meskipun kedua pernikahan itu berbeda cara, karena pernikahan yang Ken dan Ana lakukan sangatlah dirahasiakan saat itu. Tapi rasa khidmat juga sama kentalnya di momen yang beda masa itu.
Acara pagi ini telah selesai. Setelah menikmati makanan yang telah disediakan, semua orang kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mempersiapkan diri menghadapi pesta paling meriah yang akan diadakan di hotel berbintang ini.
__ADS_1