Berbagi Suami

Berbagi Suami
Kenapa harus berurusan lagi


__ADS_3

Inara yang baru bangun segera melihat kearah nakas, dan disana sudah tersaji, susu coklat dan juga roti, serta ada sebuah surat dan juga mawar merah.


Segera Inara mengambil suratnya dan membukannya dengan perlahan.


Untuk Inara.


Untuk hari ini aku berikan cuti, tapi untuk seterusnya kau tak boleh cuti lagi, oh ya aku sudah membuatkan mu sarapan, dimakan dan diminum awas saja kalau tak dimakan, tak di minum.


Aku membuat ini dengan susah payah jadi kamu harus memakannya sampai habis. Beristirahatlah ya agar besok kau bisa bekerja lagi dan membantu ku


Dari Abian bos terganteng dan terbaik.


"Makin pede aja ni Abi "


"Udah ah aku makan dulu aja sarapannya, lumayan kan dikasih sarapan sama bos jarang-jarang "


Inara segera mengambil rotinya dan memakannya sambil sesekali melihat kamar Abi yang menurutnya cukup padat dengan barang-barang koleksinya, seperti ada mainan robot-robotan, mobil-mobilan.


Tapi dulu saat dirinya masuk ke kamar Abi yang ada di rumah maminya tidak seperti ini deh. Mungkin saja dia lebih mengekspresikan dirinya mungkin ya di sini dan barang-barangnya ini tuh cukup banyak dan pasti mahal mahal sekali.


Namun saat Inara sedang asik-asiknya mengelilingi kamar ini. Bel apartemen ini ada yang membunyikan dengan cepat Inara segera pergi ke depan pintu dan alangkah kagetnya saat di depan pintunya berdiri maminya Abi.


"Nara kamu ada di sini "tanya Mami Abi sambil memeluk Inara dengan erat.


"Iya mi, nggak tau kenapa nih ana nitipin aku sama Abi. Dia lagi pergi jauh mih. Lagi urus kerjaannya yang lagi numpuk jadi dia titipin aku sama Abi, ayo mih masuk, jangan disini terus "


" Ya udah ayo sayang masuk yuk, mungkin Ana lebih percaya sama Abi kalau begitu bagus dong nanti kalau kamu nikah sama Abi kan Ana jadi lebih tenang "


"Nikah ya mih, emang Bian mau nikahin Nara, Narakan udah kecewain Bian dan kayaknya Nara gak cocok deh sama Bian"


"Kamu ini, ya pastilah nikahin kamu. Dia itu cinta banget sama kamu. Jadi kamu jangan hirauin dia yang kecewa sama kamu, mamih yakin kalian pasti berjodoh dan akan menikah. Kalau Abinya gak nikah sama kamu mamih enggak ah enggak mau "


" Mami kok bisa gitu sih"


"Nggak papa sayang, ohh pantesan aja Abi itu pengen tinggal di apartemennya. Dia bilang katanya biar lebih dekat aja dari kantor ternyata dia ngumpetin kamu di sini ya. Awas aja nanti pulang mami marahin dia "

__ADS_1


" Aku kira Mami udah tahu, tentang aku yang tinggal sama Abian "


"Engga dia nggak bilang, enggak apa-apa mamih nggak marah kok yang penting tinggalnya sama kamu , gak sama cewek yang lain. Udah ah sekarang kita jangan ngobrolin Abi kita obrolin yang lainnya, Mami itu udah lama nggak ketemu sama kamu. Dan kita sekarang ketemu kita habisin hari ini untuk bicara ya"


"Iya mih Nara juga kangen sama mamih, udah lama banget nggak ketemu"


***


" Sayang gimana kamu baik-baik aja kan " ucap Ayah Livia


Livia sekarang ada di rumah sakit, kemarin dia dihajar oleh dua orang tahanan dan mengakibatkan dia dilarikan ke rumah sakit.


"Ayah tolong keluarin Livia dari penjara itu, aku nggak mau masuk sana lagi, Livia nggak mau dihajar lagi sama mereka itu tuh sakit banget Ayah. Livi enggak mau masuk lagi pengen ketemu Abi yah pengen ketemu Abian tolong" Histeris Livia dengan tangisnya.


"Iya iya kamu diam dulu ya sayang ayah janji, Ayah nggak akan pernah masukin lagi kamu ke kantor polisi itu Ayah akan menebus kamu dan mengeluarkan kamu dari sana udah kamu jangan pikirin yang lain-lain dulu, sekarang kamu harusnya makan istirahat Sayang "


"Enggak, enggak mau Livia pengen ketemu sama Abi, pokoknya Livia pengen ketemu sama dia, Livia enggak akan makan sebelum Abi datang ke sini dan Abi mau suapin Livia, pokoknya Livia gak mau "


" Ya udah, ya udah ayah akan hubungi Abian, untuk datang ke sini kamu tunggu ya "


" Halo ini dengan siapa ya "jawab Bian dari seberang sana


" Halo apakah ini dengan Abian saya Adrian ayahnya Livia. Apakah kita bisa bicara sebentar "


" Oh ya Om tentu, ada yang bisa saya bantu om "


"Begini dia kemarin dipukul oleh teman seselnya, Apakah kamu bisa datang ke rumah sakit untuk menengok dia dan membantu dia, dia nggak mau makan sebelum kamu yang nyuapin Livia. Sungguh om minta maaf atas sikap Livia, tapi bisakah kamu datang kesini.Om nggak bisa lihat Livia kaya gitu aja, dia anak om satu-satunya, om nggak tahu harus minta tolong sama siapa selain kamu. Setelah ini om nggak akan minta bantuan kamu lagi bisa kan kamu ke sini"


"Baiklah om, saya akan kesana karena ini permintaan dari om. Bukan karena saya mau menolong Livia, karena kelakuan Livia pada calon istri saya itu sudah sangat di luar nalar, dan sangat fatal sekali. Bagaimana kalau Inara terjatuh ke bawah, dan tidak ada yang tahu. Untung saja Inara berteriak meminta bantuan, kalau tidak berteriak mungkin saya tak akan menemukan dia om, ini sudah sangat keterlaluan. Saya sudah memberikan lebih banyak kesempatan tapi Livia selalu saja mengecewakan saya. Sampai sini saja saya akan membantu Livia om setelah dia sembuh saya tidak akan berurusan lagi dengan dia, saya minta om selalu awasi dia, karena saya tidak mau kalau sampai inara kembali di celakai oleh dia "


"Iya om sangat minta maaf sekali padamu dan juga calon istrimu itu, om akan selalu awasi dia nanti. Terima kasih karena kamu sudah mau menolong dia kembali. Terimakasih sekali lagi tuan Abi, saya sungguh terhormat atas sikap anda yang baik ingin membantu anak saya "


Panggilan pun terputus, Livia segera mendekati anaknya dan tersenyum dengan senang sambil memengan tangannya.


"Gimana yah, Abi mau kan ke sini , Abi mau kan ketemu sama Livia lagi, dia gak nolakan yah, benerkan "

__ADS_1


"Iya dia mau kesini dan temuin kamu, tapi ayah minta kamu jangan selalu meminta lebih pada dia. Karena dia kan sudah punya calon istri kamu jangan terlalu mepet mepet calon suami orang lah ya, laki-laki kan banyak nggak usah tuan Abi aja, kamu kan cantik sayang, pasti kamu akan dapet yang lebih dari tuan Abi "


"Abi udah punya calon istri, sejak kapan ya Abi punya calon istri. Mana mungkin Livia dekatin calon suami orang enggak kok Livia yakin kalau Abi itu belum punya calon istri "


"Itu loh perempuan yang kamu dorong dia adalah calon istrinya Tuan Abian, kamu ini gimana sih masa nggak kenal, bukannya kamu juga berteman sama perempuan itu ya, apa kalian hanya kenal selewat saja, tapi kamu gak mungkinkan celakain itu perempuan tanpa alasan yang jelas, sebenarnya apa sih maksud kamu itu celakain anak orang "


"Gak mungkin yah, itu bukan calon istrinya Abi, dia itu cuman asisten biasa, enggak enggak mungkin, mungkin ayah salah denger deh tadi Abi bicara, mungkin aja Abi pengen buat Livia jauhin dia aja kan, gak mungkin gak mungkin mereka pacaran dan menikah nggak boleh yah, nggak akan mau Livia pokoknya, Livia enggak akan pernah mau lihat Abi nikah sama orang lain. Abian harus nikah sama Livia, tidak dengan yang lain, Livia gak ada alesan apa apa kok, buat jahatin Inara pengen aja gitu"


"Ya mungkin mereka berdua gak mau kasih tau siapa-siapa, ya udahlah sampai sini kamu dekat sama tuan Abi,jangan ganggu-ganggu hubungan dia sama orang lain . Ayah nggak mau bantu kamu lagi apa pun itu . Ayah mau kamu bahagia sama laki-laki yang mencintai kamu bukan kamu yang mencintai laki-laki itu. Pokoknya Ayah nggak akan bantu kamu lagi ini terakhir kalinya Ayah bantu membujuk tuan Abi supaya dia ke sini tak ada lagi bantuan lain "


"Ayah jahat, Ayah jahat banget. Aku nggak mau aku maunya Abi Pokoknya aku nggak akan mundur yah. kalau memang benar mereka mau nikah aku akan melakukan segala cara buat hancurin pernikahan mereka"


"Ya udah kalau kamu lakuin itu , ayah akan kurung kamu dan ayah gak akan pernah keluarin kamu dari rumah. Kamu akan jadi tahanan seperti dulu "


"Ayah tuh gak ngerti "


Tiba tiba tok tok tok, pintu ruangan Livia diketuk dan muncul Abian, wajah Livia langsung pucat, takut Abian mendengar pertengkaran dirinya dan juga ayahnya, semoga saja tak dengar.


"Tuan Abi, mari masuk tuan maaf ya saya nggak tahu kalau tuan sudah ada di sini "


"Tidak apa-apa pak , jangan panggil saya tuan panggil saja Abi tidak sopan masa saya dipanggil tuan oleh bapak "


"Baiklah, Abi terima kasih sudah mau datang dan menengok anak saya kesini "


"Abi kemarilah, tolong lihat keadaanku, wajahku tubuhku sungguh sakit, kemarilah tolong aku Abi, jangan diam saja disana "


Abi dengan lesu segera menghampiri Livia dan duduk dikursi, segera Livia memegang tangan Abi dengan erat.


"Kamu jangan kemana-mana ya Abi, tunggu aku di sini. Aku nggak mau ditinggalin sama kamu lagi, aku gak mau Abi "


"Ya aku disini, gak kemana mana "


"Aku lapar Abi, aku mau disuapin sama kamu, boleh ya, tangan aku sakit jadi susah digerakin, suapin ya "


"Baiklah "

__ADS_1


Abian segera mengambil buburnya dan membantu Livia duduk, dengan malas malasan Abian menyuapi Livia, sedangkan Livia tersenyum dengan senang. Sesekali mengajak ngobrol Abian, namun Abi sama sekali tak mengubrisnya. Hanya fokus menyuapi Livia, rasanya ingin segera selesai dan melihat keadaan Inara yang dirinya tinggalkan diapartemen sendirian.


__ADS_2