Berbagi Suami

Berbagi Suami
Telat Pulang


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah malam, tapi Mas Abi belum juga pulang. Hingga mau tak mau Zahra dan Aisyah harus makan berdua di rumah itu.


"Gimana kandungan Mbak Zahra?" tanya Aisyah pada Zahra yang sedang memakan salad sayur itu.


"Alhamdulillah baik, cuma disuruh banyak istirahat aja dan gak boleh stress."


Aisyah mengangguk, ia berharap secepatnya bisa hamil dan memberikan anak untuk suaminya. Semoga saja ia bisa hamil, tapi kenapa sampai saat ini ia tak kunjung hamil juga.


"Mbak gak boleh lakuin yang berat berat ya kalau begitu. Biar anak yang ada di dalam kandungan Mbak sehat sehat. Nanti aku juga bakal buatin makanan yang sehat buat Mbak," ucap Aisyah pada Zahra.


"Makasih ya, Ai. Ini kan juga anak kita, kamu juga istri Mas Abi jadi ini anak kamu juga," jawab Zahra tersenyum lembut pada Aisyah.


"Hmm, Ai boleh elus perut Embak?" tanya Aisyah dengan senyum. Ia ingin sekali ia mengelus perut yang sudah berisi itu.


"Boleh, sini semoga nular hamilnya," jawab Zahra yang membuat Aisyah tersenyum kemudian ia mengelus perut rata itu dengan lembut.


"Apa begini rasanya memegang perut orang yang sedang hamil? Kenapa rasanya sangat mendebarkan?" tanya Aisyah dalam hati.


Aisyah mengelus lembut perut Zahra, hingga tanpa sadar ia mulai meneteskan air matanya.


"Sehat sehat di perut Mama mu ya sayang. Jangan merepotkan dia, nanti kalau kamu udah lahir kita main sama sama," bisik Aisyah kemudian menarik tangannya dan menghapus air matanya.


"Sudah jangan nangis, nanti aku ikut sedih loh."


"Iya Mbak."


Mereka kembali menikmati menu makan malam itu dengan nikmat, Aisyah bahkan sangat bernafsu makan kali ini. Bukan hanya kali ini saja tapi berberapa hari lalu juga sama.


Zahra senang masakannya dimakan habis oleh Aisyah. Ia juga merasa bersalah pada Aisyah karena tanpa ia sadari sudah banyak merebut kasih sayan Abi padanya.


"Mbak juga harus makan banyak buat Baby juga," ucap Aisyah menambahkan sayur yang memang sangat bagus untuk kandungan.


"Makasih Ai," ucap Zahra dan dianggukkan oleh Aisyah.


Mereka makan tanpa ada Abi yang sampai jam setengah 8 belum pulang. Mungkin banyak pekerjaan itulah pikiran mereka.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, Aisyah dan Zahra membersihkan piring dan mangkuk yang kotor. Walaupun Aisyah sudah melarang Zahra untuk mencuci pikir kotor itu tapi wanita itu tetap ngeyel ingin membantu.


"Mbak jangan capek capek loh."


"Cuma cuci piring aja gak capek kok, Ai," jawab Zahra sambil membilas piring yang sudah dicuci Aisyah itu.


Aisyah pun akhirnya membiarkan Zahra membilas piring itu. Mau di larangpun madunya itu tetap saja ngeyel.


"Udah selesai semua kan, Mbak ke kamar duluan ya. Maaf gak ikut kamu nunggu Mas Abi."


"Iya Mbak, lagian nanti Aisyah juga mau ke kamar kok."


Zahra naik ke kamarnya sedangkan Aisyah masih menunggu Abi di ruang tamu. Ia berharap suaminya cepat pulang.


10 menit.


20 menit.


30 menit.


Sudah 40 menit berlalu tapi belum ada juga kemunculan suaminya pulang. Pesan darinya juga tak kunjung dibalas oleh Abi.


Anda


Mas Abi udah pulang?


Lagi lagi pesan Aisyah tak mendapat respons. Karena lelah menunggu Aisyah memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Dan menunggu suaminya di kamar.


Sampailah ia di kamar, Aisyah langsung berjalan menuju kasur itu. Ia duduk di kasur empuk dan melihat sekeliling. Kamar ini adalah saksi cinta mereka dulu, tempat dimana mereka selalu menghabiskan waktu sebelum adanya Zahra. Tapi sekarang kamar ini terasa sepi dan tak ada kehidupan disini.


Aisyah rindu saat saat dimana ia dan Abi saling berbagi tawa di kamar ini. Saat diaman Abi bermanja kepadanya begitupun sebaliknya saat dimana ia selalu dimanja oleh Abi. Aisyah rindu semua itu.


Ting


Suara pesan masuk membuyarkan lamunan Aisyah, wanita itu langsung melihat pesan masuk itu.


Mas Abi

__ADS_1


Maaf sayang baru balas. Aku masih meeting sayang. Sebentar lagi aku pulang, kalau kamu cape tidur duluan gak apa apa kok.


Anda


Masih lama mas?


Mas Abi


Mungkin sekitar 30 menitan aku udah di rumah. Kenapa sayang? Kamu capek ya? Kamu tidur dulu ya. Jangan tungguin Mas pulang nanti kamu capek.


Anda


Enggak kok Mas. Ya sudah Mas kalau nyetir mobil hati hati ya.


Mas Abi


Iya sayang.


Aisyah tersenyum saat mendapat balasan pesan dari suaminya itu. Ia tak sabar menunggu suaminya pulang kerja.


Dengan semangat Aisyah berjalan menuju kamar mandi dan mengambil baju yang sudah ia siapkan tadi. Kalian pasti tahu baju apa yang akan dipakai Aisyah.


Setelah selesai mencuci wajah dan memakai rangkaian skincare miliknya. Aisyah menunggu suaminya di kasur seraya membaca buku novel.


Setengah jam berlalu, Abi tak kunjung datang Aisyah sudah mulai lelah dengan membaca dan menunggu. Ia mengambil ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam lebih. Tak biasanya suaminya pulang lewat jam 10.


"Mas Abi sesibuk itu ya sampai lupa kalau aku sedang menunggunya?" tanya Aisyah dalam hati.


"Meeting apa jam segini belum pulang?" tanyanya lagi dalam hati.


Lagi lagi ia harus menerima semua ini, hatinya yang mulai sembuh kini kembali sakit karena harapannya hanya tinggal harapan.


Bersambung


****


Gak suka sama Abi. Ingin ku bejek bejek dia.... Kasihan Aisyah kan.

__ADS_1


__ADS_2