
Sekarang Inara dan juga yang lainnya sudah ada diruangan meeting kembali, Cio tadi memanggil mereka berempat untuk berkumpul kembali dan ada yang ingin dirinya bicarakan sangat penting.
"Apa lagi yang ingin kau bicarakan malam malam seperti ini Cio, aku baru saja ingin tidur " protes Bian
"Begini Bi, aku mempunyai rencana untuk merenovasi semua bangunan ini bagaimana apakah kau setuju "
"Kenapa harus begitu, kenapa harus di renovasi, kita bisa mencari pelangan lagi mempromosikannya lagi, tak usah sampai mengubau bangunan ini "
"Iya aku tau, tapi tempat ini sudah terlalu tua, aku tak mau , aku yang mendisainnya sendiri, "
"Tapi itu yang terbaik, agar yang datang kesini lebih nyaman dan akan lebih tertarik "
"Itu benar tuan " ucap Nara
"Apakah kau sekarang membela Cio, apakah kau setuju dengan Cio, "
"Ini untuk kebaikan Resort ini tuan, "
"Untuk kebaikannya, tapi tak seperti ini caranya Inara, kau salah kau tak mengerti, kau sama saja dengan Cio, kalian tak menghargai desain ku sama sekali "
Bian segera pergi meninggalkan ruangan meeting, di ikuti oleh Jon, namun Inara hanya diam sambil menatap kepergian Bian dan Jon.
"Terimakasih Inara kau sudah setuju tentang ide ku "
"Aku setuju karena untuk kebaikan Resort ini Cio, aku permisi dulu "
Inara pergi meninggalkan Cio sendirian, Cio hanya tersenyum melihat Inara yang mulai jutek padanya.
***
Sekarang Bian dan juga Jon sedang ada di ruang kerja, " jadi bos kita akan melakukan apa"
__ADS_1
"Kita akan mencari pelanggan Jon, besok atau mungkin sekarang kita akan membuat brosur membagikannya, pada orang orang yang kita temui "
"Tapi apakah akan berhasil Bos, sedangkan di sini itu rumah-rumahnya bahkan terpencil sekali "
"Kau tidak percaya dengan kinerja Jon, kau sudah berapa lama bekerja dengan ku . Kita akan berusaha mencari orang-orang itu kalau bisa. Kalau tidak kita telepon saja teman-teman kerja kita dan suruh untuk mendatang kesini, sebagai promosi, kan masakan pak Rohman sangat enak mereka pasti akan suka "
"Kenapa kita tidak menyebarkan nya saja di social media kan itu akan lebih gampang "
"Yah sebarkan saja, tapi aku ingin membuktikan pada Cio,aku bisa membawa orang-orang yang ada di tempat ini untuk makan di sini. Aku akan membuktikan pada dia kalau Resort ini tidak usah direnovasi ataupun dibangun hal yang lain, aku yakin bangunan ku ini akan menjadi sejarah yang sangat bagus"
" Baiklah Bos mari kita buat brosurnya sekarang tapi aku lupa untuk mengambil ponselku dan ponselmu sepertinya ada di dalam kamar, aku akan menelfon teman temanku dan rekan bos yang lain"
"Ya sudah abilah, agar besok kita bisa melakukan pembukaan yang pertama "
Jon segera pergi dan akan membuka pintu namun malah terkunci "bos pintu terkunci "
"Apa " Bian segera bergegas pergi kearah sana dan membuka pintnya dan benar terkunci.
Jon segera setuju dan membuka laptop, membuat brosur bersama Bian.
Sedangkan orang diluar malah tersenyum " maafkan aku Bian, aku mengunci mu didalam, agar kau tidak bisa melakukan apa-apa, dan membujuk inara untuk beralih kubu bersamamu. Aku ingin dia banga padaku karena sudah membuat sesuatu yang hebat dengan merenovasi Resort ini menjadi rancanganku bukanlah rancanganmu lain, maafkan aku menjadi menghianatimu seperti ini "
Cio segera pergi dari sana dan membiarkan Bian beserta asistennya di dalam. Biarkan mereka berdua terkurung disana entah sampai kapan.
Tapi setelah Cio pergi ada yang datang kesana "dasar kau jahat, awas saja aku akan membantu tuan Abian "
Orang itu segera pergi dan mengikuti Cio yang masuk kedalam kamarnya, dan orang itu pula mengendap endap masuk kedalam kamar Cio, karena akan mengambil kunci itu dan membantu mengeluarkan tuan Abian.
Cio segera mematikan lampunya dan segera tidur, orang itu dengan bangkit dan mengendap endap mencari kuncinya, namun disaku celana dan bajunya tak ada.
"Dimana ya disimpannya " gumam orang itu
__ADS_1
Kembali orang itu mencari kunci yang sedang dirinya cari dan akhirnya ketemu ternyata ada diatas nakas kenapa tak terlihat.
Kembali orang itu pergi dengan cara mengendap endap lagi, takut ketaunkan.
Dann setelah keluar dari kamar Cio, orang itu segera berlari ke arah tempat kerja Bian, lalu membuka pintu kunci itu dan tada terbuka. Orang itu segera masuk dan mengagetkan Bian beserta Jon yang sedang fokus membuat browser.
"Liliana kenapa kau tiba-tiba saja ada di sini, kau ini mengagetkan saja, kukira kau hantu lo, tunggu kenapa kok bisa membuka pintu ini, kan dikunci dari luar ruangan ku ini, kenapa kau bisa membukannya" ucap Bian dengan panjang lebar
"Aku tadi melihat ada seseorang yang mengunci pintu ruangan kamu, jadi aku mengikuti orang itu dan mengambil kuncinya saat dia tidur, hebatkan aku bisa mendapatkan kunci ini "
"Siapa orang itu, katakan padaku Liliana "tanya Bian
"Tidak ah aku tidak akan memberitahu siapa orang itu, aku tidak mau kalian nanti menjadi bermasalah yang terpenting aku sudah membukakan kalian pintu kan. Oh ya kalian sedang membuat apa"
"Kita sedang membuat brosur untuk membagikannya ke sekeliling orang orang yang ada di sini, maksudku orang-orang yang tinggal di sini, kau sudah lamakan Liliana tinggal di sini pasti kau lebih tahu tentang daerah sini, dan tau dimana pemukiman pemukiman terdekat"
" Ya aku tahu apa kalian butuh bantuan ku, "
"Tentu kalau kau mau, bolehkah kami meminta bantuan pada mu. Aku sangat tidak mau bangunan ini dirubah ataupun direnovasi dengan sangat tidak rela aku melepaskannya dan setuju"
"Tentu aku pun sama tidak ingin merubah bangunan ini menurut ku bangunan ini sangat unik, dan aku suka sekali, aku pun bersama yang lain tadi mendengar kok tentang meeting kalian berempat, tuan Cio sungguh jahat ya sampai-sampai mau merubah tempat ini dan ya calon istrimu juga kenapa ikut-ikutan bersama tuan Cio, seharusnya dia mendukungmu bukan mendukung dia, apa kalian bertengkar atau kalian hanya berpura-pura di sini menjadi sepasang kekasih "
"Entahlah mungkin Inara lebih menyukai kalau bangun ini dirubah, tidak kami tidak sedang bertengkar kami memang benar-benar pacaran dan dia memang calon istriku tidak ada yang salah "
"Kukira kalian hanya pura-pura menjadi sepasang kekasih "
"Tidak ada Jon ayo cepat kau ambil handphone dan telepon semua temanmu dan juga beberapa teman-temanku untuk datang ke sini dan membantu aku mempromosikannya "
"Baik bos aku akan mengambil ponsel mu dulu dan ponselku ya, kau di sini buat rancangan bersama Liliana, aku tak akan lama Tenang saja "
"Baiklah aku akan menunggu di sini jangan lama besok pagi kita akan segera pergi mencari pembeli untuk restoran kita "
__ADS_1
"Baik tuan "