Berbagi Suami

Berbagi Suami
Dia ternyata


__ADS_3

"Kau memang ingin benar benar berpaling dari ku Roger, apakah kau yakin hah "


"Sayang tidak aku hanya bercanda kau ini kenapa sih malah dibawa perasaan, aku tidak akan menikahi Ana sayang tidak "


"Lalu bagaimana jika anak mu memintanya, apakah kau akan menikahinya, kau bisa lihat kan anak mu itu sangat sayang dengan kakaknya"'


"Entahlah belum kepikiran aku masih bingung apakah akan menuruti Sean apakah harus menuruti kata hatiku aku belum kepikiran sampai kesitu, sudah lah kau jangan bertanya yangg aneh-aneh penting kau akan kunikahi itu saja sudah cukup"


"Ya aku hanya bertanya saja kenapa sih nggak boleh emang, wajar kan aku bertanya kayak gitu. Sekarang di hadapan aku itu udah terpampang nyata kalau Ana itu bisa aja depak aku dari sini bisa usir aku. Karena kamu kan sayang banget sama anak kamu pasti kamu akan lakuin apapun yang anak kamu minta meskipun itu nyawa, kamu pasti bakal kasihkan dan ini apa lagi untuk menikahi seorang perempuan seperti Ana dia masih muda, cantik pasti kamu mau sama dia"


"Aku bilang sudah cukup kau ingin berbicara terus atau cuukup, aku bilang aku tidak mau mendengar itu lagi sudahlah kalau kau ingin semua itu tidak terjadi diamlah aku pusing "


Roger keluar kamar sambil menutup pintunya dengan cukup keras "apaan sih cuman nanya aja gak boleh "


***


"Ayo satu suap lagi aaa pinter yey habis "


"Makasih kakaka udah mau siapi aku "


"Iya sama sama "


"Hayy Sean " ucap anak kecil berambut panjang serta dikuncir dua.


"Hai Cia ada apaa "


"Ini yang disebelah mu siapa, apakah aku boleh berkenalan "


"Tentu dia ibuku, ayo kau salim padanya "


Cia langsung bersemangat "wah jadi ini ibunya Sean cantik sekali, artinya Sean tampan itu karena ibunya cantik , hallo tante salam kenal ya aku Cia teman sekelasnya Sean ya meskipun dia nyebelin tante tapi aku suka" sambil menyalimi Ana.


"Hallo cantik panggil aku tante Ana saja ya, suka apanya sama Sean "


"Aku suka sama Sean seperti tante suka sama ayahnya Sean, tapi Sean tidak pernah mau denganku tante apa sih kekuranganku coba tante lihat aku apakah aku jelek, apakah aku tidak menarik dimata Sean sampai dia selalu saja menolakku"


"Dengar Sayang kau cantik malahan cantik sekali tapi kalian itu masih kecil, masih kecil belun boleh saling suka tapi untuk sekarang kalian harus belajar dahulu lebih giat, nanti kalau sudah umur kalian 17 tahun baru boleh pacaran sekarang kan baru juga 7 tahun masih lama masih 10 tahun lagi jadi sabar ya"


"Ya ampun tante lama banget gimana kalau Sean berpaling dari aku terus dia suka sama cewek yang lain, 10 tahun itu bukan waktu yang sedikit tante terus nanti gimana kalau aku enggak satu sekolah lagi sama Sean gimana tante "


"Kata pepatah Jodoh tidak akan kemana, kalau kalian memang jodoh pasti akan dipertemukan lagi nanti suatu saat , meskipun tidak selalu bersama kalau Allah sudah mengehendaki kalian berjodoh pasti kalian akan bertemu lagi dan menikah"


"Baiklah kalau begitu aku akan selalu berdoa pada Allah dan meminta agar Sean menjadi jodohku. Ya sudah aku pergi dulu ke kelas ya tante sebentar lagi bel akan berbunyi. Ayo berpamitan dengan ibumu dulu nanti masuk kekelas, aku kelas ya"


"Kakak jangan didengarkan dia itu memang selalu begitu"


"Tidak apa-apa Kakak mengerti tapi jika dia selalu mengganggumu kau jangan sampai melakukan kekerasan padanya dia kan perempuan laki-laki tidak boleh sampai main tangan pada perempuan ya, kamu harus lembut pada seorang perempuan dan jangan sampai sedikitpun menyakiti hatinya karena hati perempuan itu sangat rapuh, jika nanti kamu sudah besar dan dihadapkan dengan situasi seperti ini, jika kamu memang tidak mencintainya dengan perlahan kamu berbicara dengan baik jangan dengan sikap yang dingin dan jangan dengan kekerasan itu akhirnya tidak akan baik"


"Iya kakak baik baik aku mengerti aku tidak akan kasar pada seorang perempuan "


"Yasudah ayo cepat masuk kedalam kelas mu, kakak akan pulang sebentar dan kakak nanti akan kemari lagi ya "

__ADS_1


"Tapi apakah kakak tidak akan lama "


"Tidak sayang kakak akan sebentar tak akan lama "


"Baiklah kak, kakak hati hati dijalannnya "


Ana mengangguk dan Lucas masuk kekelas, dia terus saja menoleh kebelakang tampa henti, dan Ana terus saja melambaikan tangannya.


"Kalau aku tak harus memberi pekajaran pada anak buah Roger mungkin aku tak akan pergi, sudahlah aku pulang sekarang takut tidak keburu nantinya kan."


Ana segera pergi, pulang mengunakan tak tanpa menelfon Roger untuk minta jemput.


**


Sedangkan di rumah Roger sudah menjajarkan semua anak buahnya yang kemarin malam tidak ada, bahkan semuanya memang tidak ada , bukan cuma satu sampai dua orang saja


"Kenapa kalian senalam tidak ada saat rumahku sedang ada pencurian apa yang kalian lakukan , apa kalian tidur atau pergi bermain "


Tak ada yang menjawab hening sekali, saat Roger akan bicara lagi datang Ana sambil memegang bahunya.


"Akuu bertanya pada mu. Kemana kalian semua semalam kenapa dirumah ini tidak ada satupun orang yang menjaga " tunjuk Ana pada orang yang paling depan.


Namun tetap saja dia tak bicara Ana segera menghampirinya dan memegang kerah laki laki itu " kau laki-laki bukan kenapa kau sangat sulit untuk mengungkapkan sebuah kejujuran apa sulitnya tinggal berbicara, bicara sekarang atau kau akan kubunuh sekarang juga "


Namun tetap saja, Ana yang sudah tersulut emosi mengeluarkam pisau yang selalu dirinya bawa, menusukannya kearah perut laki laki itu, dan langsung mendorongnya membiarkan tersungkur begitu saja.


" Apa kalian ingin seperti dia aku tusuk, jujur sekarang atau nyawa kalian, teman kalian ini habis di tanganku sekarang juga, takkan ada yang tersisa satu pun meskipun kamu punya keluarga, aku tidak peduli karena kalian sudah lalai dalam pekerjaan untuk apa di sini ada penjagaan kalau kalian semua lalai dan tak bisa menjaga rumah ini dengan baik"


Bahkan Ana tak main main dia mengeluarkan korek api dan akan melemparkannya pada orang yang tadi dia tusuk dan tiba tiba saja.


"Saya akan menjelaskannya bu, tolong jangan sakiti lagi teman kami "


"Maju kenapa tidak dari tadi kau maju, haru saja aku melakukan kekerasan "


Laki laki itu maju dan menghadap pada Ana menatap mata Ana namun langsung menunudukan kepalanya sangat takut sekali matanya tajam dan mengancam.


"Jelaskan "


"Begini nona kemarin kami disuruh oleh nona Puja untuk pergi saja makan malam dan dia memberikan kami uang dan kami mematikan ponsel kami semua, katanya itu perintah dari tuan Rojer, makanya kami semua pergi dan tak ada yang menjaga satupun orang disini. Kami semua percaya karena tahu kalau Nona Puja adalah calon istrinya tuan Roger ya tidak mungkin dia berbohong. Makanya kami pergi dan pulang pagi kami tidak tahu kalau semalam ada pencurian disini. kami sungguh minta maaf Nona. "


"Lalu teman kenapa diam saja saat aku bertanya padanya. Apakah dia bisu apakah dia sedang menyembunyikan sesuatu misalnya diancam oleh Pujaa. Kenapa tidak dari awal jujur dan harus aku melakukan kekerasan dulu terlebih dahulu dan tak mendengarkan apa kata Roger tidak menjawab satu pertanyaan"


"Maaf nona dia tidak bisu kami tidak diancam sama sekali, kami hanya takut untuk berbicara, kami tidak mau nona Puja sampai dimarahi makanya kami diam, bukan kami ingin membela Nona Puja tapi kami yang salah kami juga yang tiba-tiba saja mengiyakan pergi semuanya tanpa meninggalkan satu orang pun di sini untuk menjaga rumah"


"Sesayang itu kah kalian semua pada Puja sampai tak ada satupun orang yang mau berbicara denganku dengan Roger tentang masalah ini, kalian bersekongkol dengan Puja untuk membawa penjahat ke rumah ini. Apakah semuanya dalangnya adalah Puja dan kalian semua "


Orang didepan Ana langsung panik " tidak Nona kami sama sekali tidak tahu tentang itu, kami benar-benar minta maaf dan kami juga tidak bekerjasama dengan nona Puja untuk melakukan pencurian di rumah ini. Mana mungkin kami bisa melakukan itu kami sudah sangat senang bisa bekerja di sini"


"Tapi aku tidak senang kalian semua bekerja di sini, kalian lalai sudah menyembunyikan sesuatu yang seharusnya sudah kalian bicara kepada Rojer dari awal sebelum aku datan, kalian ini laki-laki tapi mental kalian ini yang tidak bisa kuterima kalian terlalu gampang untuk dihasut dan tidak bisa dipercaya disogok dengan uang saja kalian semua bisa terima, langsung makan makan, ini tanggung jawab paling besar, kalian semua telah membuat satu keluarga ini celaka "


"Nona tolong maafkan kami kami tidak akan berbohong lagi, kami akan jujur dan takkan menyembunyikan sesuatu lagi jika ada yang memberikan uang pada kami, kami akan berbicara dulu kepada Tuan Roger dan tidak akan langsung pergi begitu saja . Tolong maafkan kami jangan pecat kami, kalau kami dipecat bagaimana dengan keluarga kami di sana"

__ADS_1


"Jaminannya apa yang aku dapat "


"Jika kami melakukan kesalah lagi, nyawa kami taruhannya kami akan memberikan nyawa kami langsung pada Tuann dan kami bersedia jika Tuan ingin membunuh kami, karena sudah lalai dan berbohong jadi tolong beri kami kesempatan lagi Sekali Ini Saja Kami tidak akan melakukannya lagi tolong nona"


"Baiklah untuk kali ini aku akan memberi kalian satu kesempatan lagi jika suatu saat kalian melakukan kesalahan yang sama dan berbohong atau kalian kabur kemana pun akan aku kejar takkan aku lepaskan kalian dan keluarga kalian pun akan aku habis semuanya takkan ada satupun yang tersisa di dunia ini "


Ana segera berbalik pada Roger dan mengambil dompet Roger, mengambil beberapa lempar uang dan memberikannya pada laki laki yang tadi sudah berbicara tentang semua kebenarnnya.


"Bawa temanmu ke rumah sakit sebelum aku berubah pikiran dan membunuhnya sekarang juga di sini "


"Baik Nona "


Segera orang itu memapah temannya kepengir dan diam menunggu perintah dari Ana.


"Bubar semuanya berjaga sesuai tempat, aku akan memberikan tanpa pengenal nantinya pada kalian agar tak ada penghianat disini "


Mereka bubar terbirit birit dan Ana kembali menatap Roger "ingin aku yang berbicara pada Puja atau kau sendiri "


"Biar aku saja Ana, aku akan berbicara dengannya, bukannya kau akan menjemput Sean kan, kau segeralah pergi "


"Baik aku pergi, siapkan cip yang aku maksud kau pasti tau kan "


"Ya aku tau Ana pergilah "


Ana tanpa banyak bicara lagi pergi dan Roger masuk kedalam rumah menemui Puja yang sedang makan.


"Apa yang kau lakukan Puja. Apakah semua kejadian semalam kau adalah dalaang dari semuanya apa yang sebenarnya kau inginkan. Kenapa kau melakukan itu pada aku dan keluargaku kau ingin kami semua mati kau berpura-pura menjadi korban dan kau yang selama 1 orang "


"Apa sih Roger "


"Jujur aku tau semuanya, kau menyuruh anak buahku untuk pergi dari rumah, untuk membeli makanan dan menyuruh mereka juga mematikan ponselnya "


"Aku tidak mengerti Roger "


Roger yang sudah kehabisan kesabaran menjambak rambut Puja sampai dia mendongak "sakir Roger kau selalu kasar "


"Makannya jujur padaku, jangan seolah olah kau tidak tau, cepat kau bicara "


"Lepaskan dulu, baik baik aku akan berbicara "


Roger melepaskannya cukup kasar dan menatap Puja yang menitihkan air mata.


"Memang aku menyuruh anak buahmu untuk makan malam mematikan ponselnya. Aku hanya ingin mereka untuk menenangkan pikirannya saja tidak bekerja terus itu saja tak ada yang lain apakah itu salah aku lakukan"


"Penjahat itu kau kan yang membawanya ke rumah ini kan dan membuat semuanya menjadi kacau, dulu kau tak begitu perhatiannya pada penjaga rumah ku, yang ada kau membenci mereka ada apa dalam sehari kau bisa langsung menyukai mereka, dan mentraktir mereka semua, aku tak percaya kau bisa berubah secepat ini jujur atau Ana yang akan menghadapi mu langsung kau tahu kan dia siapa sebenarnya dia adalah pembunuh bayaran yang bisa saja aku bayar untuk membunuh mu sekarang juga"


"Iya aku jujur, aku yang menyuruh mereka untuk datang ke sini, aku ingin Ana lenyap dan tak ada di sini aku merasa tersaingi oleh dia, dan kau hanya diam saja membiarkan anakmu dekat dengan dia, lebih baik aku menyewa penjahat untuk membunuhnya aku tidak bermaksud untuk membunuh kalian semua, aku hanya ingin Ana saja yang mati tapi mereka malah menyekap kau Bibi aku dan mencari Sean juga, mereka tiba-tiba saja berubah haluan akan mencuri rumah ini sungguh awalnya aku tidak menyangka mereka akan seperti ini"


"Kau tahu dia tamu di rumah ini kenapa kau memperlakukannya seperti itu. Aku tidak suka kau lakukan itu, aku akan memberikan 1 pelajaran agar kau tidak berulah lagi seperti ini. Ayo ikut aku dan aku tidak akan mengampunimu sampai kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan pada Ana "


Roger bahkan memegang tangan Puja yang sakit membawannya keruang bawah tanah tanpa ampun sedikit pun, bahkan Ana sudah berteriak teriak minta ampun namun Roger sama sekali tak mendengarkannya.

__ADS_1


__ADS_2