
"Ini minuman apa ya kamu udah pesenin aku minuman tanpa alkohol kan, sesuai apa yang aku minta tadi "
"Iya udah tenang aja aku udah pesenin minuman yang kamu minta, kamu bisa percaya sama aku aku nggak pesenin aneh-aneh kok, sesuai apa yang kamu mau "
"Makasih ya "
"Sama sama santai aja "
Nana hanya menganggukan kepalanya dan meminum, minuman ini, namun kenapa pahit, Nana hanya meminumnya sedikit dan menatap laki laki itu lagi.
"Kamu yakin kan pesen minuman tanpa alkohol"
__ADS_1
"Iya yakin kenapa sih kamu terus tanya kayak gitu, kamu nggak percaya sama aku. Aku beneran pesenin kamu minuman tanpa alkohol"
Nana langsung pergi dari sana, namun laki laki itu langsung memegang tangan Nana, namun Nana malah memelintirnya "jangan berani beraninya ya bohongin gue, dan kasih gue minuman kayak gitu "
Nana langsung pergi setelah melepaskan pelintirannya, dan membelah jalan untu segera keluar dan pulang saja, sungguh dirinya tak mau lagi ada ditempat seperti ini.
Ternyata laki laki tadi mengikuti Nana, Nana yang tahu malah memancingnya untuk ketempat sepi dan Nana langsung menatap laki laki itu.
Laki laki itu tanpa banyak bicara langsung memukul Nana, namun Nana menghidar dan tak terkena pukulannya, malahan sebaliknya Nana langsung memukulnya, dan membuatnya babak belur, setelah puas Nana langsung pergi meninggalkan laki laki itu dan akan keluar.
Namun tiba tiba Cio sudah ada dihadapannya dan menghadannya " Kamu dari mana aja Nana saya cari kamu. Kenapa kamu tiba-tiba ngilang kayak gitu aja"
__ADS_1
"Ya gila aja saya mau lihat bapak lakuin hal yang nggak senonoh gitu. Emangnya saya penonton bayaran sampai-sampai harus lihat kalian kayak gitu. Lebih baik saya itu di rumah saja, udah saya bilang sama bapak nggak usah bawa-bawa saya ke tempat kayak gini, karena saya nggak cocok sama yang tempat kayak gini, kita ini beda Pak saya tidak suka ke tempat yang kayak gini sedangkan Bapak lebih suka"
"Kok jadi marah-marah sih, saya minta maaf saya juga nggak bermaksud buat lakuin kayak gitu. Saya tadinya cuma mau ngobrol-ngobrol aja. Ya udah saya anterin kamu pulang sekarang"
"Nggak usah Pak kebih baik Bapak temuin lagi temen Bapak dan ngobrol-ngobrol lagi, saya bisa pulang sendiri saya mandiri dan saya sudah besar. Jadi saya tidak perlu diantar oleh Bapak, saya bisa pulang sendiri Bapak di sini saja saya tidak mau mengganggu pertemuan Bapak dengan teman bapak itu"
"Tidak bisa kamu datang bersama saya, pulang pun harus bersama saya, saya antarkan nanti takut terjadi sesuatu di jalan dengan mu, saya akan mengantarmu tidak ada bantahan lagi"
"Tidak usah saya bisa urus diri saya sendiri dan saya bisa melawan orang yang akan jahat pada saya, jadi Bapak tidak usah khawatir karena saya bisa urus diri saya sendiri dan saya bisa melawan sendiri tanpa bantuan siapa-siapa termasuk bapak"
Nana langsung pergi meninggalkan Cio namun Cio terus saja mengikutin Nana, karena tidak mungkin dirinya meninggalkan Nana begitu saja, bisa-bisa nanti mamanya marah karena Nana pulang sendiri, dia yang membawanya masa pulang-pulang sendiri kan aneh , nanti dirinya tidak akan dibolehkan lagi membawa Nana.
__ADS_1