
Iva segera menelfon Adam, beberapa kali tak diangkat kemana coba suami buanya itu. Dia sudah takut gara-gara Nara menakutinya. Sialan Inara itu.
Adam yang sedang rebahan segera mengambil ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab dari Iva, ada apa denga Iva apa terjadi sesuatu pada Iva.
"Kamu diam ya, aku mau menelfon istri ku dulu" ucap Adam pada Shinta sambil mengusap rambutnya.
"Hemm iya iya Dam "
Adam segera menghubungi istrinya itu pada panggilan pertama sudah diangkat "hallo sayang ada apa "
"Kamu dimana sih mas, aku tuh takut tau sendirian dirumah "
"Kan ada Nara dirumah "
"Ya tetep aja, aku kan sama Nara ga akur, kamu tuh kemana seminggu ini kamu pulang malem terus kemana gabiasanya. Kandungan aku tuh udah 7 bulan, kamu tuh makin besar kandungan aku makin ngelunjak dan seenaknya aja tau. Kalau gitu aku bunuh aja anak ini. Kamu aja udah ga sayang sama aku ngapain aku pertahanin anak ini " ancam Iva. Padahal tak mungkin dirinya melukai anaknua sendiri bersama Dave buah cintanya.
"Apa kau sudah gila, itu anakku awas kau jangan berani mrncelakainya apa kau ingin ku bunuh " marah Adam.
"Sebelum kau bunuh aku, kami berdua sudah tak ada. Kamu itu kenapa sih cuman mentingin diri kamu sendiri sama anak ini. Kamu nikahin aku cuman buat ngandung anak kamu aja gitu " teriak Iva.
"Tidak begitu sayang, aku sayang pada kalian berdua aku pulang sekarang tunggu aku dirumah "Adam segera mematikan telfonya.
"Kenapa Dam, apa Nara tau tentang hubungan kita terus marah " tanya Shinta yang penasara.
"Tidak Nara tak tau, aku harus pulang, besok kita ketemu lagi ya dikantor " ucap Adam tanpa mendengarkan jawaban Shinta. Mengambil barang-barangnya lalu pergi dengan tergesa-gesa.
Shinta yang melihat Adam terbirit-birit hanya tersenyum sinis. Ternyata sangat mudah ya menjerat seorang Adam Putra sekarang. Dulu saja sangat susah dirinya dekati dan sangat setia pada Nara.
Namun sekarang beda sekali. Sekali rayu langsung masuk perangkapnya. Kalau bukan karena uang dirinya engan untuk merayu laki-laki beristri itu. Apalagi istrinya temanya dulu Nara. Tapi uang untuknya bisa mengalahkan apapun hidup tanpa uang akan hampa.
**
Iva yang kesal kepada Adam segera menelfon pacarnya Dave "Hallo sayang, aku sangat kesal sekali dengan Adam "
__ADS_1
"Hallo sayangku, kesal kenapa apa yang Adam lakukan padamu " jawab Dave.
"Dia itu mengancam akan membunuhku, sepertinya dia selingkuh deh Dave "
"Karena apa dia mengancamu seperti itu, hemm sudah lah dia bukan laki-laki baik sayang, dia itu pecinta ************ "
"Aku hanya menyuruhnya pulang, dan sedikit mengancamnya. Kau tau, Nara melihat kau pulang tadi dan mengacamku akan memberikan rekamannya pada Adam "
"Ya sudah jangan khawatir, kau tinggal minta tandatangan Adam. Harta-harta itu akan menjadi milikmu dan diriku. Lalu bagaimana apa Nara sudah memberikannya "
"Iya benar secepatnya aku akan memintanya. Iya tidak, dia memintaku untuk selalu melindungi yang sekarang bekerja dan berhenti untuk memata-matainya "
"Ya sudah kamu turuti dulu saja. Sebentar lagikan mereka akan pergi dari rumah itu dan kita akan tinggal bertiga disana dengan anak kita "
"Iya benar sekali sayang, sudah dulu ya seperti Adam sudah pulang "
"Baiklah sayang selamat malam "
Iva segera keluar kamar saat mendengar suara mobil terparkir didepan rumah. Segera Iva turun kebawah dengan hati-hati dan menyambut Adam yang pulang.
Namun bukannya mendapatkan pelukan malah mendapatkan tamparan dari Adam "apa maksud mu mas tiba-tiba menamparku " teriak Iva dengan nafas terengah-engah "
"Kau yang sudah memacing kemarahanku Iva, kau berani sekali ingin membunuh anakku "
"Aku hanya bergurai agar kau cepat pulang "
"Bercanda mu tak bagus, mana Inara " tanya Adam dengan sewot.
"Keterlaluan sekali kau, dasar laki-laki brengsek kau. Nara sudah tidur tak usah ganggu dia "
"Kalau aku brengsek kenapa kamu mau sama aku hah, sejak kapan kamu tau Nara sedang apa "
"Ya karena oleh cinta (padalah boong aku hanya ingin uang mu saja, dialam hatinya ) serba salah, bukannya kamu yang nyuruh aku buat mata-matain Inara dasar laki-laki tak punya hati tak memikirkan hati istri-istrinya malah keluyuran aja. Selingkuhkan kamu mas jujur aja sama aku "
__ADS_1
"Aku tuh kerja kenapa kamu bilang gitu hah, mana buktinya kalau aku selingkuh "
"Aku dulu selingkuhan mu jadi aku tau gerak gerik seorang laki-laki yang selingkuh. Jangan munafik kamu mas " setelah mengatakan itu Iva segera pergi keatas dan mengunci pintunya. Biarkan Adam tidur saja diluar enak saja tadi sudah menampar dirinya.
Adam yang masih tak percaya dengan ucapan Inara segera membuka pintu kamar Inara namun terkunci kemana dia apa benar tidur "Nara Nara "teriak Adam namun tak ada jawaban sama sekali.
"Nara buka pintunya apa kau tidur " namun tak ada jawaban juga. Dirinya yang sudah lelah segera pergi naik keatas untuk masuk kedalam kamar utamanya. Namun saat membuka pintunya tak bisa.
" Apa yang kalau lakukan kenapa kau kunci, buka pintunya Iva jangan kurang ajar padaku " teriak Adam sambil mengendor pintunya.
"Kau yang sudah kurang ajar, kau berani menampar ibu hamil ini, tidur saja sana diluar aku tak memafkanmu. Kamu sudah kasar denganku. Akan aku adukan pada ibumu kalau kau kasar padaku awas saja mas " teriak Iva dengan ancamannya juga.
"Kenapa kau malah mengancamku itu karena salahmu yang membuatku marah Iva, cepat buka aku cape Va "
"Bodo amat, mau cape mau gimaa tidur aja diluar, dilantai kalau perlu. Ga sudi aku tidur sama laki-laki yang udah selingkuh disaat istrinya sedang hamil " entah kenapa Iva sangat yakin kalau Adam selingkuh.
"Apa buktinya aku selingkuh hah, apa Va, kamu bicara seenaknya saja "
"Tak perlu bukti dari sikapmu saja sudah terlihat dasar laki-laki buaya. Awas saja anak ini lahir aku tak akan memberikannya padaku "
"Jangan kau macam-macam padaku Va "
"Sudah ah aku ngantuk mau tidur jangan ganggu aku, sana tidur diluar. Selamat malam selamat tidur diatas lantai semoga kau sakit besok ya supaya pelakor itu datang kerumah dan menegokmu lalu aku akan mencekiknya didepanmu "
"Kau sudah gila Iva, gila mendoakan suamimu untuk sakit apa kau tak butuh uangku "
" Kamu yang gila mas, kamu. Butuhlah, aku ini banyak keperluan "
"Yaudah jangan ngajak ribut dan nuduh-nuduh yang engga-engga aku kerja buat kamu anak kita dan Nara "
"Hah bulshit mana kalau kamu kerja buat kita bertiga. Kamu aja jarang ajak kita bertiga jalan-jalan dasar laki-laki pelit udah aku cape teriak-teriak mulu "
"Buka Va buka pintunya dulu " namun tak ada jawaban lagi, Adam yang lelah memerosotkan dirinya dan menyender pada pintu.
__ADS_1