
"Ana membawakan makanan untuk Livia dan menyimpannya begitu saja Livia langsung memakannya dengan lahap. Ana langsung duduk dan berhadapan dengan Livia.
"Makannya biasa aja dong jangan kayak gitu, tenang selau, jangan buru buru yah "
Namun Livia tak menjawab apa apa, dia terus saja makan dan tak mengiraukan kata kata dari Ana sama sekali, dirinya hanya ingin makan lapar sekali, sangat lapar sekali malahan.
"Kau pasti akan kaget sekali rumahmu perusahaanmu sudah dimiliki oleh Adam, kau mengajak orang untuk bekerjasama tapi orang itu malah menghianatimu, mengambil semua harta-hartamu begitu saja bagaimana senang tidak kau mendengar ini dariku"
Tiba tiba saja Livia tak memberhentikan kunyahannya langsung saja menelannya dan menatap Ana
"Passti kau berkata bohong kan kau bohong mana mungkin Adam bisa mengambil hartaku begitu saja, tidak tidak mungkin aku tidak pernah mengizinkan dia untuk memegang perusahaanku atau mengambil rumahku, tidak dia tidak mungkin melakukan itu aku yakin dia tidak akan pernah menghianatiku sama sekali "
"Tapi nyatanya apa kau malah dikhianati olehnya. Bagaimana kau salah mengajak orang untuk bekerjasama denganmu dan akhirnya kau malah dikhianati seperti ini kan. inilah karma yang kau terima karena sudah bermain-main denganku dengan keluargaku. Aku senang kau akhirnya hancur karena temanmu sendiri karena partner kerjamu sendiri, bukan karena aku. Aku tidak menghancurkannya aku sama sekali tidak ikut campur tentang Adam yang mengambil semua hartamu"
"Tidak tidak ini tidak mungkin pasti kau hanya pura-pura kan, kau hanya ingin membuatku sedih atas semua ini. Iya kan kau ingin menghancurkanku dengan kata-katamu yang busuk itu. Kau pasti hanya berbohong Ana, kau hanya berbohong kau hanya ingin menjatuhkanku saja, aku tahu kau itu bukan perempuan baik-baik , kau itu pasti ingin menghancurkan aku dengan kata-katamu yang menjijikan ini"
"Untuk apa aku membohong tak ada gunanya dan tak ada untungnya juga kan aku berbohong padamu, kau ini aku beritahu bukannya berterima kasih malah memaki-makiku seperti itu, cepat sudah makan saja makananmu kalau kau tidak percaya sudah jangan percaya padaku, tapi yang penting aku sudah memberitahumu kalau kau sekarang jatuh miskin dan tak punya harta sedikit pun karena Adam Ibunya dan ayahnya sudah mengambil semuanya , semua hartamu tak ada yang tersisa semua milik mereka bukan milikmu lagi, jadi kau diam saja di sini ya karena percuma kau pun keluar nanti tak akan mendapatkan apa-apa kau hanya akan menjadi pengemis nanti"
Livia mengelengkan kepalanya laku menumpahkan makannya, dan mendekati Ana dan akan mencekik Ana, namun Ana dengan cepat langsung memelintir tangan Livia.
"Kau berani padaku Livia, kau ingin menyerangku, aku tak akan memberi makan untuk mu besok ini adalah makanan hari ini dan juga besok, jadi kau nikmati saja aku tak akan memberi makan lagi, awas saja "
Ana langsung melepaskannya dan Livia terjatuh begitu saja, Ana langsung keluar namun kepalanya kembali menyembul " Oh ya aku punya kabar baik lagi untukmu Abian dan Inara akan menikah nanti akan aku berikan foto-fotonya padamu ya foto saat mereka menikah prewedding dan honeymoon, aku akan memberikannya padamu agar kau bisa melihat betapa bahagianya mereka"
Ana langsung saja menutup pintunya, dan meninggalkan kembali Livia sendirian disana.
Sedangkan Livia yang mendengarkannya langsung mengamuk, melemparkan apa saja yang ada disana, dia mengamuk sejadi jadinya.
"Tidak tidak mungkin tidak mungkin mereka akan menikah tidak mungkin Abian akan menikahi Nara. Dia pasti sudah mati aku sudah menusukkan mana mungkin dia masih hidup. Kenapa dia masih hidup kenapa dia masih selamat kenapa Tuhan kenapa, kau tidak adil padaku aku ingin bahagia bersama Abian tapi kau tidak memberikanku satupun kesempatan untuk bertahan bersamanya, berjuang bersamanya"
"Kau selalu saja mementingkan kehidupan Inara, kau tak adil padaku hidupku dari kecil tidak pernah bahagia aku tidak pernah mendapatkan kebahagiaan kau malah memilih Inara dan Abian untuk bersatu, aku sangat marah padamu dan satu lagi hartaku hartaku semuanya habis"
"Kenapa kenapa hidupku menjadi seperti ini, kenapa hidup ku hancur seperti ini. Ya Tuhan kenapa harus seperti ini , aku ingin hidup kembali seperti dulu. Aku ingin seperti saat Ibuku masih hidup aku ingin kembali seperti dulu , aku tidak mau seperti ini. Ya Tuhan kenapa kau tidak adil padaku sangat tidak adil"
Livia membuang gelasnya dan menangis kembali, tak henti hentinya dia menangis dan memberantakan ruangan ini, ruangan yang tadinya rapih sekarang malah jadi berantakan.
Livia langsung terjatuh dan menundukan kepalanya " Kenapa hidup ini tak adil, kenapa aku harus bertanya pada siapa. Kenapa semua ini tak adil. Kenapa kebahagiaan selalu turun pada Inara sedangkan kesialan selalu turun padaku. Kenapa apa salahku di masa lalu sampai-sampai aku harus mengalami ini semua"
"Apa salahku ya Tuhan coba kau jelaskan padaku, apa kesalahanku sampai-sampai aku diperlakukan seperti ini dan Inara diperlakukan spesial dia selalu bahagia dan tak pernah tersakiti oleh siapa-siapa"
"Hidupnya selalu enak mendapatkan keluarga yang menyayanginya ada laki-laki yang mencintainya teman-teman yang baik sedangkan aku, aku hanya sendiri tak ada yang mencintaiku tak ada yang menjagaku tak ada keluarga yang menyayangiku semuanya hanyalah berpura-pura"
Tiba tiba saja ada yang berbicara " Kata siapa hidup adikku selalu bahagia, kau tidak tahu masa lalunya kau tidak tahu apa-apa Livia tentang kehidupan adikku yang sebenarnya jadi kau jangan membanding-bandingkan hidupmu dengan adikku, karena kau tidak tahu masa lalu apa yang pernah dia alami dan masa lalu apa yang telah dia alami bersama Adam "
"Kau tidak tahu laki-laki itu pernah melakukan apa saja pada Inara jadi kau jangan merasa seperti orang yang tersakiti adikku juga tidak selamanya Bahagia seperti apa yang kau katakan , aku tidak mau tahu kau bereskan semua barang barang ini yang telah kau hancurkan dalam 2 jam. Aku akan kembali lagi dan barang-barang ini harus kembali seperti semula, aku tidak suka melihat tempat yang berantakan seperti ini"
"Aku tidak akan membereskannya, biarkan saja aku tidak mau menjadi pembantumu. Aku tidak mau disuruh-suruh oleh mu jadi kau jangan berani-berani menyuruhku seperti itu. Aku tidak akan pernah sudi melakukannya"
"Aku tidak mau tahu dalam waktu 2 jam semua harus beres gelas yang kau pecahkan harus utuh lagi aku tidak mau tahu semuanya harus seperti semula tidak ada kerusakan sedikitpun"
Ana langsung menutup pintu dan juga menguncinya saat dirinya berbalik ada Roger di belakangnya.
__ADS_1
"Ana kau berbicara dengan siapa. Apakah di dalam sana ada seseorang" tanya Roger pura pura tak tau
"Jangan seperti orang yang tidak tahu memangnya aku tidak tahu kau sudah mengintip semuanya, jadi jangan menjadi orang polos padahal kau tahu semuanya, aku tahu kamu ngintip, kau tahu siapa orang itu, sampai kau membocorkannya pada polisi. Aku tidak akan segan-segan menghabisimu"
"Aku tidak akan mungkin berbicara pada polisi tenang saja kau kan calon istriku. Mana mungkin aku melakukan itu .Aku tidak akan melaporkan apa-apa pada polisi tenang kau jangan marah-marah oke"
"Aku bukan calon istrimu dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi, jadi kau jangan macam-macam berbicara seperti itu . Aku tidak suka aku sama sekali tak suka dengan kata katamu, jadi janga bicara lagi itu "
"Tapi aku memang berkata jujur kau akan menjadi istriku, aku akan membuktikan semuanya meskipun kau sekarang menolakku. Tapi nanti suatu saat kau akan menerimaku, aku tidak berbohong sama sekali aku berkata Jujur aku akan membuatmu menjadi istriku dan jadi milikku serta menjadi ibu Sean yang sesungguhnya dan kau nanti juga akan mempunyai anak dari ku "
"Dan semua itu hanyalah mimpimu saja karena semua itu tidak akan pernah terjadi"
Ana langsung melengos pergi dengan Roger yang terus saja mengikutinya "jangan ikuti aku "
"Aku tidak mengikuti mu "
Ana langsung membalikan badannya dan menatap Roger " pulang ke rumahmu dan jangan ikuti aku seperti ini, aku tidak suka diikuti seperti ini keluar dari rumahmu"
Namun Roger malah tersenyum dan akan mengelus pipi Ana namun Ana segera menepisnya "jangan sentuh aku "
"Kenapa aku tidak boleh menyentuhmu kau kan calon istriku jadi aku bebas dong menyentuhnya aku hanya menyentuhmu loh, aku tidak melakukan yang aneh-aneh jadi itu tidak apa-apa kan"
Ana langsung saja berjalan dan berpapasan dengan Jack "usir dia Jack "
"Baik nona "
Jack langsung menghadang langkah Roger "awas Jack "
"Baiklah baiklah aku akan keluar sendiri tanpa kau surub, aku akan keluar tenang saja "
Roger langsung keluar, dirinya tak mau berurusan dengan anak buah Ana yang sama galaknya seperti Ana, jadi lebih baik keluar saja dari pada di habisi kan.
Sedangkan Jack sendiri dia langsung pergi keruangan Ana, keruang kerja Ana "nona saya sudah membawakan apa yang nona perlukan "
"Baiklah Jack simpan saja disana ya, nanti aku akan mengecek terlebih dahulu apakah perempuan itu sudah membereskan apa yang aku suruh "
"Baik nona saya permisi dulu "
"Hemm "
**
"Jadi apa mau mu kemari Jon, kau ingin memberikan kekasihku makanan tak sehat saja "
"Tidak bos, aku hanya ingin meminta tandatangan mu saja "
"Baiklah mana "
Abian segera mentandatangani semuanya yang diminta oleh Jon, sedangkan Inara sedang cemberut karena tak di bolehkan kemana mana, hanya diam saja di tempat tidue dengan cemberut.
"Sudah tak ada lagi "
__ADS_1
"Sudah bos saya permisi dulu, Nara dadah "
Inara langsung melambaikan tangan dan Jon langsung pergi saat melihat kekasihnya mentapanya lagi Inara langsung cemberut lagi.
"Sekarang makan ya sayang "
"Gak mau Bi, aku kenyang aku gak mau makan apa apa, aku udah kenyang tau "
"Engga kamu harus makan bubur ayo "
Abian segera membuka buburnya dan duduk didekat Inara, menyuapinya namun Inara langsung mengelengkan kepalanya "sayang makan yah "
"Aku udah kenyang"
" Suruh siapa makan itu kan aku udah bilang kamu udah jangan makan itu lagi bukannya aku ngelarang atau enggak ngebolehin kamu makan itu, tapi kan kamu masih sakit nanti juga kalau kamu udah sehat aku gak akan larang kamu kok aku pasti akan kasih kamu dan bolehin kamu makan yang berminyak-minyak sekarang kan kamu lagi sakit, jadi harus makan bubur ya jangan gitu dong sayang ini juga biar kamu cepat sembuh, ayo makan ya sayang, jangan kayak gini yah"
"Tapi sedikit yah "
"Iya sayang gak apa apa asal keisi nasi perutnya yah "
Akhirnya Inara mau memakannya juga sebenarnya perutnya itu sangat kenyang sekali tapi melihat pacarnya yang seperti ini kasihan juga dia udah capek-capek beli bubur,tapi masak dirinya tidak mau memakannya sama sekali dan tidak menghargainya kasihan kan.
Dia udah nunggu di sini, udah beli makanan udah ini udah itu Masa sih gak dihargain sama sekali, jadi ya udah deh gak apa-apa makan lagi aja.
"Semangat sayang kamu harus semangat makan ini ya, semangat semangat "
Inara hanya mengangguk saja sambil memakannya dan tanpa mengunyahnya sama sekali.
Inara langsung membaringkan tubuhnya karena kekenyangan "kenapa sayang "
"Aku kenyang Bi, aku kenyang kamu aja yang habisin, aku udah gak sanggup banget, aku udah gak kuat habisin aja sama kamu ya bi, aku udah gak kuat banget beneran deh Bi"
"Ok deh aku habisin yah, awas aja kamu jagan makan makanan kayak tadi lagi yah "
"Iya Bi, iya gak akan "
Abian segera memakannya dan menghabiskannya tanpa hitungan detik pun itu makanan sudah habis tak tersisa sedikit pun.
"Kenapa Bi kamu gak beli makanan juga buat kamu padahal kan tadi sekalian aja. kamu pasti lapar kan belum makan, jangan biarin perut kamu kepalaran Bi "
"Aku tadi lupa yang terpenting itu kamu dulu aja yang makan kalau aku gampang sayang"
"Ya tetep aja kamu juga harus makan kali Bi, udah cepet kamu beli makan gih aku gak papa kok di sini kan ada temen juga anak buahnya Ana yah"
"Gak ah aku udah kenyang kok ini juga udah kenyang"
"Masa sih cuma sedikit itu , aku tau porsi makan kamu bukan segitu dan itu gak akan buat kamu kenyang sedikit pun Bi, udah sana pergi sekarang aku beneran gak akan kenapa napa kok, kamu juga gak akan lama kan, udah kamu jangan bohong sama aku sekarang juga kamu beli makanan ya "
"Ya udah ya udah deh aku gak bisa bantah kalau kayak gini aku beli makan dulu ya sayang, kamu tungguin aku di sini jangan kemana-mana jangan makan jangan aneh-aneh lagi ya"
"Iya gak akan sayang aku gak akan aneh-aneh lagi kok aku juga gak ada temen dan gak ada yang beliin juga kan"
__ADS_1
"Ya udah tunggu dulu aku ya sayang. Tunggu sebentar aku pergi dulu gak akan lama kok"