Berbagi Suami

Berbagi Suami
Makan pecel lele


__ADS_3

"Nara Nara ayo mainnn " teriak seseorang yang memanggil Inara dari luar rumah.


Nara yang mengenali itu suara siapa segera keluar sudah siap dengan pakaiannya yang akan pergi bersama orang itu, Ana pun sama keluar dari kamar saat mendengar suara bising itu, siapa malam malam ganggu kan.


"Bian kemarilah masuk, cepat kau izin pada Ana "


"Baiklah sayang mari " Bian masuk sambil mengandeng tangan Inara.


Namun belum juga lama, tangannya dan tangan Inara sudah dipisahkan oleh seseorang.


"Ngapain lo kerumah gue, ngapain lo pegang pegang tangan adek gue segala " marah Ana yang sudah ada dihadapan mereka.


"Biasa aja kali kakak ipar, gue mau minta izin sama lo buat minjem Inara kesayangan gue, buat makan malam "


"Gak akan, gue gak akan biarin adik gue pergi sama lo "


"Yaelah udahlah kakak ipar lupain yang kemarin kemarin itu, kita damai ya "


"Gue bukan kakak ipar lo ya "


"Ya sebentar lagikan bakal jadi kakak ipar gue lo itu, setuju atau pun tidak harus mau, jadi sekarang gue mau izin sama lo buat ajak jalon istri gue makan diluar gak akan lama kok janji "


"Ogak banget, gak gue tetep ga izinin "


"Ana, ayolah aku dengan Bian hanya pergi sebentar, aku janji gak akan lama, dan aku jamin Bian gak akan macem macem sama aku, tolong ya, aku juga pengen keluar jalan jalan "


"Kenapa gak bilang kalau mau jalan jalan, kan bisa aku temenin gak usah sama dia, laki laki nyebelin dan gatel "


"Gue bukan ulet bulu ya "


"Diem lo, gue lagi bicara sama adek gue bukan sama lo ".


Bian yang akan menjawab lagi tak jadi karena melihat gelengan kepalaInara, jadi mau tak mau bungkan saja.


"Ya tapikan kamu lagi sakit, boleh ya Ana "


" Baiklah tapi jangan lama, kabari aku bila laki laki ini macam macam akan ku pukul dia "


"Iya Anapasti, jika terjadi apa apa aku akan mengbungimu, sebentar aku akan mengambil tas ku dulu "


Saat Inara sudah pergi dimulai kembali perang dunia itu, mereka saling menatap dan menantang satu sama lain, Inara segera menarik tangan Bian, untuk segera pergi jangan membuat ulah dengan Ana.


Mereka berdua sudah ada didalam mobil dan Bian pula sudah melajukannya dengan perlahan lahan.


"Kenapa sayang kau mempunyai kakak yang sangat menyebalkan sekali "


"Kamu belum mengenalnya Bi, cobalah kamu untuk berbaikan dengan Ana, pasti Ana akan kembali baik denganmu,"


"Gak bisa Nara sayang gak bisa, dia tuh beda baget jadi gak mungkin bisa aku gak bisa "


"Katanya kamu mau berdamai dengan Ana "


"Iyakan itu tadi, sekarang tidak dia menyebalkan sekali, ayo Nara sudah sampai turun yu "

__ADS_1


Bian pertama turun dan membukakan pintu mobil untuk Inara dengan perlahan Inara turun dan tersenyum pada Bian.


"Bian apakah tak salah kau membawa ku kesini "


"Tidak memangnya kenapa aku juga sudah pesan tempat "


"Tapi aku gak mau makan direstoran ini, pasti mahal mahal banget,"


"Kamu gak usah khawatir kan ada aku "


"Jangan disini deh Bian ditempat lain ya, aku gak pede pasti disana banyak orang orang kaya "


"Cuek ajalah Nara kenapa kamu harus gak pede segala Nara"


"Engga aku gak mau masuk. aku malu"


"Terus gimana masa gak jadi Nara, aku kan udah menyiapkan semuanya masa iya pulang kerumah lagi "


"Yaudah makan ditempat lain aja "


"Dimana Nara dimana "


Nara celinggak celingguk dan langsung tersenyum "ayo " Nara segera mengusur tangan Bian untuk menyeberang .


"Tadaaa aku mau makan disini, apakah kau tak keberatan "


"Hah pecel lele, apakah kau tak salah Nara, lihat aku sudah memakai jas mahalku dan kau sudah memakai gaun yang anggun. Lalu kita makan dipinggir jalan gini "


"Kenapa sih, kan makanan kaki lima juga enak, kenapa kamu gak mau yaudah pulang aja deh, biar sama Ana aja nanti makannya "


Dengan senang Nara segera mengandeng tangan Bian dan masuk kesana.


"Pak saya pesen pecel lele 2 porsi ya, lengkap ya pak pake tahu tempe usus, makan disini pak "


"Siap neng "


Nara mengusur kembali tangan Bian dan menyuruhnya segera duduk dan berhadap hadapan dengan Inara.


"Kenapa disaat perempuan lain ingin dibawa kedalam restoran mahal dan makan disana tapi kau malah memilih makan di kaki lima "


"Ya kan itu mereka bukan aku, aku dari kecil udah diajarkan oleh ibu ku untuk hidup sederhana dan jangan neko neko, dan aku sudah terbiasa seperti ini jadi ya aku lebih suka makan di kaki Lima, sama kok makanannya gak beda sama sama enak kenapa enggakan "


"Kan sekarang kamu udah tau keluarga kamu adalah keluarga terpandang, lalu kenapa masih mau makan dikaki Lima "


"Begini Bian, sebuah tempat bukan berarti menilai kita orang kaya atau bukan, aku tak mau merubah sifatku yang memang sederhana, aku akan menjadi diriku sendiri meski sekarang aku tau aku anak orang terpandang, namun tak akan merubah sifat dan sikapku aku akan selalu menjadi Inara yang sama tak akan berubah hanya karna aku anak terpandang dan orang kaya "


"Aku masih sama, tak akan berubah sampai kapan pun, aku akan seperti ini, aku tak akan memanfatkan kekayaan orang tuaku hanya untuk di hormati saja oleh orang orang, aku tak mau sampai begitu"


"Baiklah aku sekarang mengerti, mengapa aku sangat mencintaimu, aku sadar kau adalah orang yang tepat untuk menjadi istri ku dan juga menjadi ibu dari anak anakku "


"Kok malah kesitu sih Bian "


"Yak gapapa biar kamu tau, aku sangat mencintaimu "

__ADS_1


"Maaf neng, aa ini makannannya "


"Makasih pak "


"Sama sama neng "


"Yaudah mending sekarang kita makan ya Bian "


"iya deh sayang "


Bian dengan perlahan mencicipinya karena ini yang pertama untuknya, meski memang dirinya dulu sering makan di kaki lima namun itu sudah sangat lama dan ini untuk pertama kalinya lagi setelah makan soto pertemuan pertamanya juga dengan Inara.


Saat suapan pertama Bian memelototkan bola matanya "wah enak sayang enak banget " Bian langsung saja melahapnya dengan lahap.


"Pelan pelan Bian pelan pelan " Inara hanya mengeleng gelengkan kepalanya saja, karena tingkah temannya ini ada ada saja dengan Bian ini.


Inara pun sama langsung melahap makanannya dengan pelan pelan sambil menatap wajah Bian yang tampan "Sayang habis, apakah boleh aku memesannya lagi "


"Hahaha kamu ada ada aja, yaudah pesen aja "


"Bang satu lagi ya " teriak Bian


"Siappp "


"Bagaimana tidak buruk kan Bian "


"Iya aku suka Nara, aku suka disini makannya enak "


Makanan kedua Bian sudah datang, langsung saja Bian melahapnya tanpa menghiraukan Inara yang mentertawakanya.


Makan itu habis berbarengan dengan makanan Inara yang sudah habis juga. "apakah kenyang Bian "


"Tentu aku kenyang sayang, aku suka nanti kita makan lagi disini ya "


"Baiklah kapan kapan kita kesini lagi, yasudah ayo kita jalan jalan siapa tau ada pameran atau taman "


"Ayo sayang "


Bian segera membayarnya dan mengadengan tangan Nara dan berjalan jalan pergi meninggalkan tempat pecel lele.


"Enak juga jalan kaya gini sayang, sejuk banget "


"Iya dong kamu sekali kali harus gini jangan pake mobil aja pergi kemana mana tuh , tuh kayanya disana ada pameran "


Nara berlari kecil utuk pergi ketempat itu dimana ada kincir angin yang sedang berputar.


Saat sudah masuk Nara membeli tiketnya dan mengajak Bian untuk segera menaiki kincir angin.


"Ayo Bian "


"Ayo sayang ayo, gak sabaran banget "


Sudah naik mereka, Inara menatap kebawah dan tersenyum senang sedangkan Bian hanya menatap wajah senang Nara.

__ADS_1


Segera dipegang tangan Nara oleh Bian, Nara yang sedang asyik melihat sekitar segera menatap wajah Bian.


Mereka berdua hanya saling pandang dan kembali memikmati pemandangan yang indah ini, bintang bertaburan dilangit dan lampu yang berkelap kelip indah.


__ADS_2