
Saat tidur Roger mengerutkan dahinya tak biasannya pacarnya ini tak memeluknya dan tak memakai baju pendek saat tidur.
Roger menoel bahu Puja, Puja segera membalikan badannya "Iya kenapa Roger "
"Apakah kau sakit "
"Aku sakit, tidak aku baik baik saja aku tak sakit memangnya kenapa "
"Kenapa kau memakai pakaian tertutup "
"hanya sedang ingin saja, apakah aku tak boleh memakai pakain tertutup seperti ini "
"Tidak tidak, aku tidak melarangnya, aku hanya aneh saja "
"Baiklah "
Puja kembali membalikan badannya dan membelakangi Roger " Puja aku tanya sekali lagi padamu apakah kau baik-baik saja"
Kembali Puja membalikan badannya " ya aku baik-baik saja ada apa denganmu. Bukannya kau sudah tidak peduli denganku ya mau aku begini mau aku begitu kau tidak akan peduli. Bahkan aku pulang malam pun kau tak pedulikan tidak menelponku atau menanyakan kabarku ada di mana akan pulang kapan tidak ada kan"
"Aku hanya ingin membebas kan mu agar kau tidak terkekang olehku"
"Sepertinya saat awal kita bertemu dan berpacaran kau tidak seperti ini, membebaskanku karena bukan ingin agar aku tidak terkekang karena kau ingin bebas juga kan mengejar Ana, aku tahu alasanmu ke sini adalah mengejarnya. Jangan berbohong lagi padaku sifatmu dulu tidak seperti ini padaku kau jika aku pergi sedikit saja keluar pasti meneleponkunya kan, aku di mana tapi sekarang apa tidak ada"
"Bukannya begitu Puja aku ingin merubah sedikit sikapku agar tidak membuatmu risih itu saja tidak lebih. Kenapa kau malah jadi marah-marah padaku"
"Kaena aku kesal dengan sifatmu yang berubah setelah bertemu dengan Ana. Apakah secepat itu kau bisa berubah hanya dengan satu perempuan saja, lalu kau anggap aku apa selama ini dengan satu perempuan lain saja kau bisa tergoda apalagi dengan perempuan-perempuan lain di luar sana. Aku bertahan denganmu tapi kau malah seperti ini rasanya aku tak berguna lagi bagimu"
Roger langsung mendekatkan dirinya dan memeluk Puja dengan erat "Maafkan aku bukannya begitu Aku cuman ingin kau_
"Ingin apa Roger apa yang kau inginkan, jika kau memang mencintaiku , kau akan cepat cepat menikahi ku bukannya malah begini menundannya terus menerus , aku punya batas kesabaran Roger "
"Yah aku tahu aku tahu aku harus secepatnya menikahimu tapi kau tunggu dulu waktunya, kau tunggu sampai Sean mau menerimamu, agar rumah tangga kita bahagia "
"Anakmu sampai kapanpun tak akan pernah menerimaku, dia ingin kau menikah dengan Ana dan itu sangat menyenangkan hatimu kan Kau senang kan jika itu terjadi, mana mungkin anak mu Sean bisa menyukai ku, sedangkan kau sendiri tak berinisiatif untuk mendekatkan kami berdua "
"Tidak tidak sudah sini aku peluk kau jangan berkata seperti itu lagi ya .Aku sungguh minta maaf jangan berkata seperti itu lagi ok, jangan ya Puja
"Sudahlah aku ingin tidur, kau sana Fikirkan saja Ana sepuaskanya, aku pusing mendengar kata maaf mu yang hanya formalitas saja "
Puja segera melepaskan pelukan Roger lalu kembali membelakanginya dalam tidurnya dia tersenyum" akhirnya kau merasa takut olehku Roger hanya dengan membelakangimu saja dan tak manja lagi padamu, hatimu ternyata masih belum sepenuhnya melepaskanku dan memberikannya pada Ana berarti memang ide bagus berselingkuh dengan Cio "
__ADS_1
Roger di belakang Puja hanya bisa diam dan tak mau membujuk lagi Puja karena percuma Puja itu keras kepala dan agak sulit untuk membicarakan hal ini. Jika dia sedang marah atau memang perempuan semuanya sama begitu. Entahlah tak ada yang tahu hanya perempuan yang tahu semuanya.
**
Pagi ini Inara dengan malas malasan bangun dari tidurnya rasannya sudah tak ada semangat sedikit pun, rasannya hampa biasannya ada yang menelfonya pagi pagi seperti ini.
"Ihh kesel deh sama Abian siapa yang salah siapa yang harus bujuk, kenapa sih malah jadi kaya gini, Abian itu ya orangnya nyebelin banget kesel deh ah "
Inara mengacak ngacak rambutnya malah dirinya yang menjadi fruatasi gara gara ini, "Abi kenapa kau melakukan ini padaku, aku kesal padamu awas saja kalau aku ketemu dengan mu aku pukul kau, karena sudah berani beraninya membuat aku seperti ini "
Dengan cepat Inara masuk kekamar mandi, untuk segera pergi kekantor dan memukul Abian yang menyebalkan itu, awas saja akan habis dia.
Ana yang kaget terbangun karena mengusap wajahnya ternyata itu Roger kenapa dia tiba tiba ada dikamarnya "kenapa kau ada disini, kapan kau masuk kemari apakah kau sudah gila tiba tiba saja masuk dan berada disini keluar jangan ganggu aku, apakah kau tidak kasian dengan nasib Puja "
"Dia saja sudah tidak peduli denganku untuk apa aku terus membujuknya dan dia tidak memaafkanku, hari ini apakah kau bekerja"
"Kau ini kalau memang mencintai dia terus bujuk bukannya malah pergi ke perempuan lain, tentulah aku bekerja karena aku orang sibuk bukan sepertimu orang pengangguran yang hanya bisa masuk ke dalam kamar perempuan dengan tidak sopan seperti ini. Apakah kau tidak punya kerjaan tiba-tiba saja ada dalam kamarku sepagi ini "
"Bukannya seperti itu Ana aku hanya ingin membangunkanmu, aku ingin ikut kerja denganmu makanya aku masuk ke dalam kamarmu, aku jenuh di rumah terus aku bukan orang pengangguran ya gini-gini aku kerja, aku sudah kaya makanya aku mempekerjakan banyak orang untuk membereskan pekerjaanku jadi aku hanya mengeceknya saja makanya kau Ikuti apa yang aku lakukan"
"Selagi aku masih bisa mengerjakan semuanya kenapa tidak aku sendiri yang mengerjakannya, Aku bukan dirimu yang malas dan hanya menerima beresnya saja, aku pun ingin ikut serta dalam mengerjakan semua tugas-tugas ku, jadi jangan samakan aku denganmu dan jangan membujuku untuk mengikuti tingkahmu yang malas itu. Ya sudah kalau kau ingin kerja kerjakan saja tugas-tugas mu jangan ikut padaku aku tidak mau ada selisih paham dengan Puja "
"Tapi Ana, aku ingin tahu bagaimana kau bekerja. Bagaimana kau di sana ayolah bawa aku. Aku tidak akan mengacau aku akan diam seperti anak kecil dan hanya melihat kau saja yang sedang bekerja, tidak akan salah paham Puna pasti dia sekarang akan pergi lagi bersama temannya Lalu aku bagaimana"
"Tentu saja aku tidak seperti itu. Kenapa sih kau ini berkata yang tidak baik padaku aku laki-laki tangguh dan bertanggung jawab, jadi bawa aku ke kantormu aku juga ingin melihat-lihat Bagaimana kantor seorang Iriana yang anak buahnya sangat banyak dan ada dimana dimana "
"Aku tidak berminat untuk membawamu jadi kau keluarlah dari kamarku . Aku ingin mandi sekarang dan jangan ganggu aku lagi pedulikan saja pacarmu itu dan jangan pedulikan aku ,ajak pacarmu itu pergi jalan-jalan ,jangan membiarkan dia sendirian awas nanti dia selingkuh kau yang akan menyesal saat melihat dia berduaan dengan laki-laki lain"
Ana segera masuk kedalam kamar mandi dan tak menghiraukan Roger yang ada dikamarnya.
Kembali lagi pada Inara, dia sudah siap dengan setelan baju kantornya dan sudah siapa pergi juga, Sandi sudah siap didepan, Inara langsung masuk kedalam mobil dan Sandi langsung melajukannya.
"Langsung kekantor nona "
"Iya Sandi langsung saja "
"Baiklah Nona "
Inara mengecek ponselnya tak ada satu pun chat dari pacarnya bahkan tak ada satupun updatean terbaru dari Abian, benar ya pacarnya ini.
"Apakah ingin ke apartemen tuan Abian dulu nona "
__ADS_1
"Tidak usah untuk apa, kenapa kau berkata seperti itu "
"Sepertinya anda sangat gelisah dan ingin bertemu dengan tuan Abian Lebih baik saya mengantarkan Anda ke apartemen tuan. Agar kalian membicarakan tentang masalah kemarin dan tak ada perselisihan diantara kalian bagaimana nona "
"Sepertinya tidak usah nanti saja biar di kantor kita berbicara, aku masih belum mau untuk berbicara dengannya biarkan dulu dia yang berusaha untuk berbicara denganku Sandi, kalau aku yang tiba-tiba saja datang ke apartemennya dia akan lebih senang dan akan melakukan kesalahan yang sama lagi aku tidak mau itu terulang lagi jadi biarkan dia berpikir dengan baik-baik kenapa aku bisa semarah ini padanya"
"Baiklah Nona "
Sandi langsung membelokan mobilnya dan kekiri untuk kekantor dan kekanan untuk ke apartemen Abian, makannya tadi Sandi menawarkan Inara untuk pergi ke apartemen Abian.
"Sudah sampai nona "
"Terimakasih "
Inara langsung turun dan masuk kedalam sana, lalu langsung saja dia fokus dengan laptopnya tak memirkan apa apa lagi, kerjaannya menumpuk dan tak akan bisa ditunda kembali.
**
Ana yang baru selesai mandi kaget Roger malah berbaring ditempat tidurnya "kenapa kau masih disini apakah kau gila, pergi sana "
Roger langsung duduk dan menatap Ana dari atas sampai bawah " makanya bawa aku kerja denganmu. Aku akan diam dan tak akan banyak bicara aku ingin ikut aku ingin melihat bagaimana kerjamu di sana. Kenapa sih sangat sulit cuman ingin ikut kerja saja sangat dipersulit"
"Aku tidak mau membawa mu "
Ana sudah maju dan akan memukul Roger dengan sandal, namun Roger malah menahannya dan membuat Ana jatuh bersama Roger keatas tempat tidur.
Mereka berdua saling tatap, lalu Roger membalikannya, sekarang Ana yang ada dibawahnya.
"Kenapa apakah sulut membawaku kekantor mu, apakah kau takut kalau aku akan menganggumu, aku tidak akan melakukan itu "
Namun Ana masih saja diam, Roger dengan perlahan makin mendekatkan wajahnya, makin dekat dan makin dekat lalu mengecup bibir Ana cukup lama tak ada respon, Ana masih diam tak bergeming.
Roger dengan cepat langsung melakukan aksinya, mencium Ana kembali seperti saat dia didalam mobil saat dia mabuk, tapi ini bedannya sekarang Ana sadar dan tak mabuk lagi.
Ana malah terbuai oleh ciuman yang Roger berikan, Roger langsung mengalungkan tangan Ana dilehernya, dan Roger langsung membuka kimono yang dipakai Ana, dan sekarang Ciuman itu permindah pada dua gunung Ana.
Saat Roger sudah menyesapnya dan meremasnya Ana sadar dan mendorong Roger "tak seharusnya kita begini Roger "
Ana bangkit dan menalikan kembali kimononya, "aku ingin kau pergi dari sini "
Roger yang merasa bersalah langsung pergi begitu saja dari kamar itu.
__ADS_1
"Sialan kenapa kau bisa kebablasan seperti itu Ana, ada apa dengan mu sebenarnya ingat dia sudah mempunyai pacar ingat kau ini kenapa malah menjadi pelacur " maki Ana pada dirinya sendiri.
Dan tanpa Roger sadari Ada Puja yang melihat Roger keluar dari kamar Ana.